RD Kongo, Lawan Inggris di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Foto skuad tim nasional sepak bola RD Kongo berseragam biru muda di lapangan menjelang pertandingan Piala Dunia 2026.

duniabola RD Kongo akan menghadapi Inggris pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 23.00 WIB.

Inggris melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup L setelah meraih kemenangan atas Kroasia dan Panama serta bermain imbang melawan Ghana. Sementara itu, RD Kongo lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik.

Perjalanan wakil Afrika itu terbilang impresif sepanjang fase grup. The Leopards bermain imbang 1-1 melawan Portugal, kalah tipis 0-1 dari Kolombia, lalu menundukkan Uzbekistan 3-1.

Hasil tersebut mengantar RD Kongo mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.

Sejarah RD Kongo di Turnamen Besar

Ini merupakan penampilan kedua RD Kongo di ajang Piala Dunia. Keikutsertaan pertama terjadi pada edisi 1974 saat negara tersebut masih bernama Zaire.

Pada turnamen 1974, mereka tersingkir setelah kalah dalam seluruh pertandingan fase grup. Namun, kondisi tim saat ini jauh berbeda dibandingkan 52 tahun lalu.

Ekspresi gembira dan selebrasi para pemain timnas RD Kongo saat merayakan keberhasilan atau gol di Piala Dunia 2026.
Ekspresi lepas tanpa beban para pemain RD Kongo yang siap tampil mengejutkan sebagai tim kuda hitam.

Perubahan besar terjadi sejak kedatangan pelatih Sebastien Desabre. Juru taktik asal Prancis itu mengambil alih tim setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022.

Di bawah arahannya, RD Kongo berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Afrika. Mereka juga mencapai semifinal Piala Afrika 2023 sebelum memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui playoff dengan mengalahkan Jamaika 1-0 pada partai final.

Kekuatan Utama RD Kongo yang Wajib Diwaspadai Inggris

Desabre membangun tim yang sangat kuat dalam bertahan. Sejak menangani RD Kongo, timnya mencatat 29 clean sheet dalam 57 pertandingan.

Pada Piala Dunia 2026, ia beberapa kali mengubah formasi antara empat dan lima bek. Pendekatan tersebut membuat tim lebih fleksibel saat menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.

RD Kongo juga dikenal efektif dalam melancarkan serangan balik. Strategi itu menjadi senjata utama ketika menghadapi negara-negara dengan kualitas skuad yang lebih tinggi.

Ketangguhan mereka terlihat dari sejumlah hasil positif melawan tim Eropa. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka mampu menahan imbang Portugal dan Denmark.

Inggris diperkirakan akan menghadapi pertahanan yang disiplin sepanjang laga. Selain itu, ancaman serangan cepat dari RD Kongo berpotensi menghadirkan kesulitan bagi The Three Lions.

Berikut adalah tambahan sekitar 400 kata untuk memperluas artikel Anda, lengkap dengan analisis taktis, pemain kunci, dan perang urat syaraf menjelang laga:

Menguji Ketangguhan Tembok Pertahanan The Leopards

Disiplin taktis yang ditanamkan Sebastien Desabre benar-benar mengubah identitas RD Kongo. Jika pada tahun 1974 Zaire menjadi bulan-bulanan dengan kebobolan 14 gol tanpa balas, generasi 2026 ini datang dengan mentalitas baja. Menghadapi Inggris yang bertabur bintang lini depan, lini belakang RD Kongo yang digalang oleh duet bek tangguh diperkirakan akan menerapkan blok pertahanan rendah (low block) guna mematikan kreativitas para gelandang The Three Lions.

Fleksibilitas formasi Desabre juga menjadi teka-teki yang harus dipecahkan oleh Gareth Southgate. Saat menahan imbang Portugal, RD Kongo sukses menumpuk lima bek sejajar yang membuat frustrasi lini serang lawan. Skema serupa kemungkinan besar akan kembali diterapkan demi meredam agresivitas penyerang sayap Inggris yang terkenal cepat.

Selebrasi gol emosional para pemain tim nasional sepak bola RD Kongo dengan seragam merah-kuning di lapangan.
Ekspresi kegembiraan para pemain RD Kongo saat merayakan gol penentu ke gawang Uzbekistan yang mengunci tiket bersejarah ke babak 32 besar

Pemain Kunci yang Siap Mengejutkan

Keberhasilan RD Kongo tidak lepas dari peran beberapa pemain pilar yang merumput di kompetisi Eropa. Di lini depan, kecepatan dan ketajaman striker utama mereka akan menjadi tumpuan dalam skema serangan balik cepat. Kemampuannya mengeksploitasi ruang kosong di belakang garis pertahanan Inggris—yang sering kali naik membantu serangan—bisa menjadi pembeda dalam laga hidup-mati ini.

Di sektor tengah, kehadiran gelandang jangkar yang visioner menjadi kunci dalam memutus aliran bola Inggris sekaligus menginisiasi transisi positif. Ketahanan fisik dan kemampuan memenangkan duel udara para pemain Afrika ini akan diuji langsung oleh lini tengah Inggris yang dinamis. Jika mampu memenangi pertarungan di sektor krusial ini, peluang RD Kongo untuk menciptakan kejutan besar akan terbuka lebar.

Beban Sejarah vs Semangat Kuda Hitam

Di atas kertas, Inggris jelas menjadi kubu yang diunggulkan. Status sebagai juara Grup L dan runner-up Piala Eropa sebelumnya memberi tekanan tersendiri bagi Harry Kane dan kawan-kawan untuk melaju mulus ke perempat final. Namun, status unggulan ini justru bisa menjadi pisau bermata dua jika mereka memandang sebelah mata sang lawan.

“Kami tidak merasa tertekan. Tekanan itu ada pada Inggris. Kami datang ke sini untuk menikmati momen, bekerja keras, dan terus menulis sejarah bagi negara kami,” ujar Desabre dalam sesi konferensi pers.

Bagi RD Kongo, melangkah hingga babak 32 besar sudah merupakan pencapaian legendaris. Bermain tanpa beban justru membuat mereka tampil lepas dan berbahaya. Dengan dukungan penuh dari publik sepak bola Afrika, The Leopards siap mengerahkan seluruh kemampuan demi memperpanjang napas mereka di panggung tertinggi sepak bola dunia ini. Rabu malam nanti akan menjadi pembuktian: akankah dominasi Eropa yang berbicara, ataukah keajaiban dari tanah Afrika yang kembali tercipta?

Deretan Pemain Kunci The Leopards

Lini depan RD Kongo mengandalkan duet Yoane Wissa dan Cedric Bakambu. Keduanya menunjukkan kerja sama yang efektif sepanjang turnamen.

Wissa menjadi salah satu pemain paling menonjol di fase grup. Penyerang Newcastle itu mencetak tiga dari total empat gol timnya di Piala Dunia 2026.

Di sektor pertahanan, kapten Chancel Mbemba memegang peran sentral. Ia mendapat dukungan dari Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, dan Arthur Masuaku.

Lini tengah juga memiliki kualitas yang tidak bisa diremehkan. Noah Sadiki menawarkan mobilitas tinggi, sedangkan Ngal’ayel Mukau dikenal agresif dan aktif membantu kedua fase permainan.

Dengan organisasi permainan yang rapi dan sejumlah pemain berpengalaman, RD Kongo berpeluang memberikan perlawanan sengit kepada Inggris. Tim berjuluk The Leopards itu datang ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat pencapaian bersejarah di Piala Dunia 2026.

Leave a Reply