Hasil Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit 90+2 Kirim Kanada ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Afrika Selatan vs Kanada pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Hasil Afrika Selatan vs Kanada pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan drama hingga detik terakhir pertandingan. Kanada berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 berkat gol spektakuler Stephen Eustaquio pada masa injury time babak kedua. Gol tersebut memastikan langkah Kanada menuju babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjuangan Afrika Selatan di turnamen paling bergengsi dunia.

Laga Afrika Selatan vs Kanada yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin (29/6/2026) pukul 02.00 WIB itu berlangsung sengit sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama menunjukkan semangat tinggi demi mengamankan tiket ke fase berikutnya. Meski Kanada lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, Afrika Selatan mampu memberikan perlawanan yang sangat disiplin sepanjang laga.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-90+2 Afrika Selatan vs Kanada ketika Stephen Eustaquio melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut bawah gawang tanpa mampu dihentikan Ronwen Williams. Suporter Kanada pun langsung bersorak merayakan kemenangan dramatis yang membawa tim mereka melangkah ke babak 16 besar.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Kanada di Piala Dunia 2026. Mereka menunjukkan mental kuat dengan terus menyerang hingga peluit panjang berbunyi. Di sisi lain, Afrika Selatan harus menerima kenyataan pahit karena tersingkir setelah tampil cukup solid sepanjang pertandingan.


Kanada Langsung Mengambil Inisiatif Serangan

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan Afrika Selatan vs Kanada, Kanada langsung mengambil alih penguasaan bola. Tim asuhan Jesse Marsch tampil agresif dengan memainkan tempo cepat serta memanfaatkan lebar lapangan untuk membuka ruang.

Richie Laryea dan Liam Millar berkali-kali melakukan penetrasi dari sisi sayap. Keduanya berusaha mengirimkan umpan silang ke arah Jonathan David yang menjadi ujung tombak serangan Kanada. Akan tetapi, pertahanan Afrika Selatan tampil sangat disiplin sehingga berbagai peluang tersebut belum mampu menghasilkan gol.

Kanada memang datang ke pertandingan Afrika Selatan vs Kanada ini dengan status unggulan. Mereka memiliki komposisi pemain yang lebih berpengalaman dan terbiasa bermain di kompetisi level tinggi Eropa. Hal tersebut terlihat dari cara mereka menguasai permainan sejak menit awal.

Meski demikian, Afrika Selatan tidak gentar menghadapi tekanan tersebut. Mereka memilih bertahan dengan garis pertahanan yang cukup rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.

Strategi itu cukup efektif karena Kanada kesulitan menemukan ruang kosong di depan kotak penalti.


Afrika Selatan Bertahan Sangat Disiplin

Jonathan David mengancam gawang saat laga Afrika Selatan vs Kanada.
Jonathan David beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dalam pertandingan Afrika Selatan vs Kanada.

Walaupun lebih banyak ditekan, Afrika Selatan tetap mampu menjaga organisasi permainan mereka. Empat pemain belakang tampil kompak mengawal setiap pergerakan Jonathan David maupun Liam Millar.

Selain itu, para gelandang juga aktif turun membantu pertahanan sehingga Kanada harus memutar bola lebih lama sebelum menciptakan peluang.

Setiap kali Kanada mencoba membangun serangan dari tengah, para pemain Afrika Selatan langsung melakukan pressing untuk memutus aliran bola. Cara tersebut membuat permainan Kanada beberapa kali kehilangan ritme.

Pelatih Afrika Selatan tampaknya memang sudah menyiapkan strategi bertahan yang matang. Mereka sadar kualitas individu Kanada sedikit berada di atas sehingga pendekatan defensif menjadi pilihan paling realistis.

Meski bermain lebih banyak di wilayah sendiri, Afrika Selatan sesekali mampu keluar melalui serangan balik yang cukup berbahaya.


Peluang Pertama Justru Dimiliki Afrika Selatan

Menariknya, peluang pertama dalam pertandingan Afrika Selatan vs Kanada justru datang dari Afrika Selatan.

Pada menit keenam Afrika Selatan vs Kanada, Teboho Mokoena melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola mengarah tepat ke gawang Kanada sehingga memaksa Maxime Crepeau melakukan penyelamatan penting.

Meskipun tidak menghasilkan gol, peluang tersebut memberikan sinyal bahwa Afrika Selatan tetap mampu mengancam kapan saja.

Kanada kemudian meningkatkan intensitas serangan. Mereka mulai lebih sering mengalirkan bola ke sisi kanan maupun kiri guna memancing pertahanan lawan keluar dari posisinya.

Sayangnya, penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama Afrika Selatan vs Kanada.


Kanada Terus Menekan Pertahanan Lawan

Memasuki menit ke-15 Afrika Selatan vs Kanada, Kanada semakin mendominasi jalannya pertandingan. Mereka menguasai bola dalam waktu yang lebih lama sambil terus mencari celah di lini belakang Afrika Selatan.

Richie Laryea beberapa kali berhasil melewati pemain lawan melalui kecepatannya. Akan tetapi, umpan silang yang dilepaskan masih mampu dipatahkan para bek Afrika Selatan.

Jonathan David juga memperoleh beberapa peluang di dalam kotak penalti. Namun, ruang tembak yang sempit membuat striker andalan Kanada tersebut gagal melepaskan tendangan maksimal.

Tekanan demi tekanan terus dilakukan Kanada.

Meski begitu, Afrika Selatan tetap bermain tenang. Mereka tidak terpancing keluar terlalu jauh sehingga lini pertahanan tetap rapat.


Sundulan Derek Cornelius Hampir Membuka Keunggulan

Peluang emas Kanada akhirnya datang pada menit ke-22 Afrika Selatan vs Kanada.

Berawal dari situasi bola mati, Derek Cornelius berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan keras di depan gawang.

Bek Kanada tersebut sebenarnya berdiri tanpa kawalan. Namun, arah sundulannya masih tepat mengarah ke pelukan Ronwen Williams.

Kiper Afrika Selatan itu kembali menunjukkan kualitasnya.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen penting yang membuat pertandingan tetap berjalan imbang.

Jika peluang itu berubah menjadi gol, jalannya pertandingan Afrika Selatan vs Kanada kemungkinan akan berbeda.


Ronwen Williams Tampil Gemilang

Sepanjang babak pertama Afrika Selatan vs Kanada, Ronwen Williams menjadi salah satu pemain terbaik Afrika Selatan.

Penjaga gawang berpengalaman tersebut beberapa kali tampil sigap mengamankan bola hasil tendangan maupun umpan silang Kanada.

Selain piawai melakukan penyelamatan, Williams juga mampu mengatur koordinasi lini belakangnya dengan baik.

Komunikasinya bersama para bek membuat Kanada kesulitan mendapatkan ruang tembak bersih di dalam kotak penalti.

Penampilan impresif Williams sempat membuat para pemain Kanada frustrasi karena berbagai peluang yang mereka ciptakan selalu berhasil digagalkan.


Afrika Selatan Mengandalkan Serangan Balik Cepat

Di sisi lain, Afrika Selatan tidak hanya bertahan sepanjang pertandingan.

Mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat ketika berhasil merebut bola dari kaki pemain Kanada.

Kecepatan para pemain depan cukup merepotkan lini belakang Kanada.

Namun, keputusan pada sentuhan terakhir masih belum maksimal sehingga peluang yang didapat gagal berkembang menjadi kesempatan emas.

Walaupun begitu, strategi tersebut membuat Kanada tidak berani terlalu banyak meninggalkan pemain di belakang.

Hal ini membuat pertandingan berlangsung cukup seimbang meski penguasaan bola lebih banyak dimiliki Kanada.


Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol

Menjelang turun minum Afrika Selatan vs Kanada, Kanada kembali meningkatkan tekanan.

Jonathan David mencoba memanfaatkan ruang di antara dua bek Afrika Selatan, sementara Liam Millar terus aktif menusuk melalui sisi kiri.

Namun, pertahanan disiplin Afrika Selatan kembali mampu menggagalkan berbagai upaya tersebut.

Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor tetap bertahan 0-0 Afrika Selatan vs Kanada.

Kanada memang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola maupun jumlah peluang. Akan tetapi, mereka belum mampu menemukan penyelesaian akhir yang efektif.

Sebaliknya, Afrika Selatan menunjukkan pertahanan yang sangat solid serta disiplin selama 45 menit pertama.

Hasil imbang tanpa gol membuat pertandingan tetap terbuka bagi kedua tim untuk memperebutkan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. Drama sesungguhnya pun baru akan terjadi pada babak kedua ketika tempo permainan meningkat dan kedua tim tampil lebih berani mencari gol kemenangan.

Babak Kedua Berjalan Lebih Terbuka

Memasuki babak kedua Afrika Selatan vs Kanada, tempo pertandingan meningkat cukup signifikan. Kedua tim mulai bermain lebih terbuka karena menyadari satu gol saja bisa menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026.

Kanada tetap menjadi tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola. Mereka berusaha membangun serangan melalui kombinasi umpan-umpan pendek di lini tengah sebelum mengalirkan bola ke kedua sisi lapangan.

Afrika Selatan juga mulai berani keluar dari tekanan. Tidak lagi hanya bertahan, wakil Afrika tersebut mencoba memberikan ancaman melalui serangan balik yang lebih cepat dan langsung mengarah ke pertahanan Kanada.

Perubahan strategi itu membuat pertandingan semakin menarik disaksikan. Intensitas duel meningkat, sementara kedua tim saling bergantian menciptakan peluang berbahaya.

Afrika Selatan Mulai Berani Menekan

Setelah tampil lebih banyak bertahan pada babak pertama Afrika Selatan vs Kanada, Afrika Selatan menunjukkan perubahan permainan.

Para pemain tengah mulai berani membawa bola hingga ke area pertahanan Kanada. Mereka mencoba memanfaatkan ruang yang mulai terbuka akibat Kanada terus menekan untuk mencari gol kemenangan.

Peluang terbaik Afrika Selatan hadir pada menit ke-64 Afrika Selatan vs Kanada.

Oswin Appollis melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan pendek dari rekannya. Bola meluncur deras ke arah pojok gawang, tetapi masih melenceng tipis di sisi kanan.

Peluang tersebut membuat para pendukung Kanada sempat menahan napas. Jika sedikit lebih akurat, Afrika Selatan berpotensi mencetak gol lebih dulu.

Meski gagal menghasilkan gol, kesempatan itu meningkatkan kepercayaan diri para pemain Afrika Selatan.

Kanada Tidak Mengendurkan Serangan

Kanada merespons ancaman tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Jesse Marsch terus memberikan instruksi agar para pemainnya menjaga tempo permainan dan tidak memberikan ruang bagi Afrika Selatan untuk berkembang.

Lini tengah Kanada memainkan peran penting dalam mengatur ritme pertandingan. Stephen Eustaquio menjadi motor permainan dengan distribusi bola yang akurat, sementara rekan-rekannya terus bergerak mencari ruang.

Jonathan David beberapa kali mencoba menusuk ke dalam kotak penalti. Namun, disiplin pertahanan Afrika Selatan membuat setiap peluang yang muncul selalu mendapatkan tekanan.

Meski terus menyerang, Kanada tetap harus berhati-hati menghadapi serangan balik lawan yang cukup berbahaya.

Jesse Marsch Lakukan Perubahan Taktik

Melihat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, Jesse Marsch melakukan sejumlah pergantian pemain.

Keputusan tersebut bertujuan menambah kecepatan sekaligus kreativitas di lini depan.

Perubahan paling menarik terjadi pada menit ke-75 Afrika Selatan vs Kanada ketika Alphonso Davies masuk ke lapangan.

Kehadiran pemain Bayern Munchen itu langsung memberikan warna berbeda bagi permainan Kanada. Kecepatan dan kemampuan dribelnya membuat pertahanan Afrika Selatan mulai kesulitan mengantisipasi serangan dari sisi kiri.

Davies beberapa kali berhasil melewati pemain lawan sebelum mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.

Meskipun belum langsung menghasilkan gol, masuknya Davies membuat tekanan Kanada semakin besar pada 15 menit terakhir pertandingan.

Alphonso Davies Menjadi Pembeda

Tidak butuh waktu lama bagi Alphonso Davies untuk menunjukkan pengaruhnya.

Bek sayap yang memiliki kemampuan menyerang luar biasa tersebut terus memaksa pemain Afrika Selatan bertahan lebih dalam.

Setiap kali menerima bola, Davies langsung melakukan akselerasi menuju area pertahanan lawan. Cara bermainnya membuat Kanada lebih sering menciptakan situasi berbahaya dibandingkan sepanjang babak pertama.

Selain itu, kehadiran Davies juga membuka ruang bagi Jonathan David dan Liam Millar untuk bergerak lebih bebas di area penalti.

Afrika Selatan harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan lini belakang mereka.

Walaupun begitu, pertahanan yang dikomandoi Ronwen Williams masih mampu bertahan dari berbagai tekanan.

Jonathan David Hampir Membuka Keunggulan

Kanada memperoleh peluang emas pada menit ke-79 Afrika Selatan vs Kanada.

Jonathan David berhasil menerima umpan terobosan yang membuat dirinya berhadapan dengan Ronwen Williams.

Striker andalan Kanada tersebut langsung melepaskan tendangan keras ke arah gawang.

Namun, Ronwen Williams kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Kiper Afrika Selatan itu berhasil menepis bola sehingga peluang emas Kanada kembali gagal berbuah gol.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam pertandingan.

Jika Williams gagal menghentikan tendangan tersebut, Kanada kemungkinan sudah memastikan kemenangan lebih cepat.

Pertahanan Afrika Selatan Mulai Kehabisan Tenaga

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan Afrika Selatan vs Kanada, tekanan Kanada semakin sulit dibendung.

Afrika Selatan mulai terlihat kehilangan energi setelah terus bertahan sepanjang laga.

Beberapa pemain tampak mengalami penurunan kecepatan sehingga ruang di sekitar kotak penalti mulai terbuka.

Kanada memanfaatkan situasi tersebut dengan terus mengirimkan bola ke area berbahaya.

Mereka tidak terburu-buru melakukan penyelesaian akhir. Sebaliknya, para pemain Kanada berusaha menjaga penguasaan bola sambil menunggu celah terbaik untuk melepaskan tembakan.

Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time Afrika Selatan vs Kanada.

Gol Dramatis Stephen Eustaquio Pecah Kebuntuan

Stephen Eustaquio mencetak gol kemenangan pada laga Afrika Selatan vs Kanada.
Stephen Eustaquio menjadi pahlawan kemenangan Kanada melalui gol spektakuler pada menit 90+2.

Ketika pertandingan Afrika Selatan vs Kanada tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Kanada akhirnya mendapatkan momen yang mereka tunggu.

Serangan dimulai dari sisi kanan melalui Alistair Johnston yang mengirimkan bola ke dalam area pertahanan Afrika Selatan.

Bola sempat dibuang oleh pemain bertahan Afrika Selatan.

Namun, sapuan tersebut justru jatuh tepat di depan Stephen Eustaquio yang berdiri di tepi kotak penalti.

Tanpa membuang waktu, Eustaquio mengontrol bola menggunakan dada.

Dalam satu gerakan, gelandang Kanada itu langsung melepaskan tendangan voli keras menggunakan kaki kanannya.

Bola meluncur deras menuju sudut bawah gawang.

Ronwen Williams yang sepanjang pertandingan tampil luar biasa kali ini tidak mampu menjangkau arah bola.

Gol pada menit ke-90+2 Afrika Selatan vs Kanada tersebut langsung membuat seluruh pemain Kanada berlari merayakan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

SoFi Stadium dipenuhi sorak-sorai pendukung Kanada yang tidak percaya tim kesayangan mereka akhirnya memecahkan kebuntuan pada detik-detik terakhir.

Afrika Selatan Kehabisan Waktu

Setelah tertinggal 1-0 , Afrika Selatan mencoba merespons dengan memainkan bola lebih cepat.

Namun, waktu yang tersisa sangat sedikit.

Kanada tampil tenang dalam menjaga keunggulan. Mereka mempertahankan penguasaan bola dan tidak memberikan kesempatan kepada Afrika Selatan untuk membangun serangan.

Beberapa umpan panjang yang dilepaskan Afrika Selatan berhasil dipatahkan oleh lini belakang Kanada.

Tidak lama kemudian, wasit meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan.

Skor 1-0 untuk kemenangan Kanada pun resmi bertahan hingga akhir laga Afrika Selatan vs Kanada.

Gol Stephen Eustaquio menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan sekaligus memastikan Kanada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Afrika Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka setelah memberikan perlawanan yang sangat sengit sepanjang pertandingan. Meski gagal melaju lebih jauh, penampilan disiplin dan semangat juang para pemain Afrika Selatan layak mendapatkan apresiasi karena mampu menyulitkan salah satu tim terbaik dari zona CONCACAF hingga menit-menit terakhir.

Statistik Pertandingan Afrika Selatan vs Kanada

Secara keseluruhan Afrika Selatan vs Kanada, Kanada memang tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Jesse Marsch mampu menguasai jalannya laga melalui penguasaan bola yang lebih baik dan jumlah peluang yang lebih banyak dibandingkan Afrika Selatan.

Meski demikian, dominasi tersebut tidak langsung menghasilkan gol. Disiplin lini pertahanan Afrika Selatan membuat Kanada harus bekerja keras selama hampir 90 menit sebelum akhirnya menemukan celah melalui tendangan spektakuler Stephen Eustaquio.

Afrika Selatan sendiri bermain sangat efektif dalam bertahan. Mereka mampu menutup ruang gerak Jonathan David dan beberapa kali memaksa Kanada melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Dari sisi penyelamatan, Ronwen Williams menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan. Penampilan gemilangnya membuat Kanada frustrasi hingga memasuki masa injury time.

Sementara itu, Maxime Crepeau juga tampil cukup solid ketika mendapat ancaman dari serangan balik Afrika Selatan.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Kanada unggul dalam penguasaan bola, jumlah operan, serta peluang yang berhasil diciptakan. Sebaliknya, Afrika Selatan unggul dalam disiplin bertahan dan efektivitas memanfaatkan ruang saat melakukan transisi.

Stephen Eustaquio Menjadi Pahlawan Kanada

Nama Stephen Eustaquio pantas menjadi sorotan utama setelah pertandingan berakhir.

Gelandang berusia 29 tahun itu tampil konsisten sepanjang laga. Ia tidak hanya berperan sebagai pengatur tempo permainan, tetapi juga menjadi pemain yang akhirnya memecahkan kebuntuan.

Gol pada menit ke-90+2 Afrika Selatan vs Kanada menunjukkan kualitas Eustaquio sebagai gelandang modern yang mampu membaca situasi dengan sangat baik.

Saat bola liar mengarah kepadanya di tepi kotak penalti, ia tidak panik.

Kontrol dada yang sempurna diikuti tendangan voli keras menjadi kombinasi yang sulit dihentikan oleh Ronwen Williams.

Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan Kanada, tetapi juga memperlihatkan mental bertanding yang luar biasa.

Di saat sebagian besar pemain mulai kelelahan, Eustaquio justru mampu mengambil keputusan terbaik pada momen paling menentukan.

Penampilan impresif itu membuatnya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan Afrika Selatan vs Kanada.

Jesse Marsch Patut Mendapat Apresiasi

Keberhasilan Kanada melaju ke babak 16 besar tidak lepas dari peran sang pelatih, Jesse Marsch.

Mantan pelatih Leeds United itu berhasil membaca jalannya pertandingan dengan baik.

Pergantian pemain yang dilakukan pada babak kedua terbukti memberikan dampak positif.

Masuknya Alphonso Davies menjadi titik balik permainan Kanada.

Serangan dari sisi kiri menjadi jauh lebih berbahaya dan memaksa Afrika Selatan bertahan semakin dalam.

Selain itu, Marsch juga tetap menjaga keseimbangan tim sehingga Kanada tidak lengah terhadap ancaman serangan balik lawan.

Pendekatan taktis tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol dramatis pada masa injury time.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Kanada memiliki kedalaman skuad yang sangat baik serta pelatih yang mampu mengambil keputusan tepat pada situasi sulit.

Afrika Selatan Tersingkir dengan Kepala Tegak

Meskipun gagal melaju ke babak berikutnya, Afrika Selatan pantas mendapatkan apresiasi atas penampilannya.

Sejak awal pertandingan mereka bermain disiplin, kompak, dan mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih.

Lini pertahanan tampil solid dalam menghalau gelombang serangan Kanada.

Ronwen Williams juga menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan berkat sederet penyelamatan penting yang dilakukannya.

Sayangnya, konsentrasi yang sempat terjaga selama lebih dari 90 menit harus buyar pada masa injury time.

Gol Stephen Eustaquio menjadi pukulan telak yang tidak mampu dibalas karena waktu pertandingan sudah hampir habis.

Kekalahan tersebut memang menyakitkan, tetapi Afrika Selatan tetap meninggalkan kesan positif selama mengikuti Piala Dunia 2026.

Pengalaman menghadapi tim-tim besar di turnamen ini tentu akan menjadi bekal berharga bagi perkembangan sepak bola Afrika Selatan pada masa mendatang.

Kanada Menanti Lawan di Babak 16 Besar

Dengan kemenangan ini, Kanada resmi memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Belanda melawan Maroko.

Laga tersebut dipastikan menjadi tantangan yang jauh lebih berat.

Baik Belanda maupun Maroko memiliki kualitas pemain yang mampu memberikan tekanan lebih besar dibandingkan Afrika Selatan.

Namun, kemenangan dramatis atas Afrika Selatan menjadi modal kepercayaan diri yang sangat penting.

Kanada membuktikan bahwa mereka mampu menjaga fokus hingga detik terakhir pertandingan.

Mental seperti inilah yang sangat dibutuhkan untuk bersaing pada fase gugur Piala Dunia.

Jika mampu mempertahankan organisasi permainan dan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, Kanada berpeluang memberikan kejutan pada babak selanjutnya.

Kesimpulan

Hasil Afrika Selatan vs Kanada menjadi salah satu pertandingan paling dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Kanada harus menunggu hingga menit ke-90+2 untuk memastikan kemenangan melalui gol indah Stephen Eustaquio.

Sepanjang pertandingan, Kanada memang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang.

Namun, Afrika Selatan memperlihatkan pertahanan yang sangat disiplin sehingga membuat laga berlangsung ketat hingga masa injury time.

Gol tunggal Eustaquio akhirnya menjadi pembeda sekaligus memastikan Kanada melangkah ke babak 16 besar.

Sementara itu, Afrika Selatan harus mengakhiri perjalanan mereka meski telah memberikan perlawanan maksimal.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Kanada tidak hanya memiliki kualitas individu yang baik, tetapi juga mental bertanding yang kuat. Modal tersebut akan menjadi senjata penting ketika menghadapi lawan yang lebih tangguh pada fase berikutnya.

Leave a Reply