Manchester City kembali menunjukkan mental juara usai menaklukkan Crystal Palace dengan skor meyakinkan 3-0 dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Etihad Stadium, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat peluang The Citizens mempertahankan gelar liga masih tetap terbuka hingga akhir musim.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Pep Guardiola tampil dominan sejak awal pertandingan. Meski melakukan sejumlah rotasi pemain demi menjaga kebugaran jelang final Piala FA, City tetap mampu memperlihatkan kualitas permainan yang stabil sepanjang laga.
Tambahan tiga poin membuat Manchester City kini hanya terpaut dua angka dari Arsenal yang berada di puncak klasemen sementara. Dengan dua pertandingan tersisa musim ini, persaingan perebutan trofi Premier League dipastikan masih berlangsung panas hingga pekan terakhir.
Selain menjaga asa juara, kemenangan atas Crystal Palace juga memperpanjang catatan impresif Manchester City di kandang. Mereka kini tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir di Etihad Stadium dalam semua kompetisi. Statistik tersebut semakin menunjukkan betapa kuatnya City saat bermain di depan publik sendiri.
Di sisi lain, hasil buruk ini menjadi pukulan bagi Crystal Palace yang tengah berusaha menjaga konsistensi performa. Tim asuhan Oliver Glasner kini hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di Premier League. Fokus Palace pun diperkirakan mulai tertuju pada final UEFA Conference League menghadapi Rayo Vallecano.
Manchester City Tampil Dominan Sejak Awal
Pertandingan dimulai dengan tempo cukup tinggi. Crystal Palace sempat memberikan kejutan pada menit-menit awal melalui serangan cepat dari sisi kanan pertahanan City. Brennan Johnson berhasil menusuk ke area berbahaya sebelum mengirim umpan matang kepada Jean-Philippe Mateta.
Mateta langsung melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Namun, kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting. Penyerang Palace sempat mengklaim bola telah melewati garis gawang, tetapi wasit membatalkan situasi tersebut karena offside lebih dahulu terjadi.
Tidak lama kemudian, Palace kembali mengancam melalui peluang yang diciptakan Yéremy Pino. Serangan cepat tim tamu membuat lini belakang City sempat berada dalam tekanan. Beruntung bagi tuan rumah, Joško Gvardiol mampu melakukan sapuan krusial tepat di depan mulut gawang.
Meski sempat mendapat tekanan pada awal pertandingan, Manchester City perlahan mulai mengambil alih jalannya laga. Penguasaan bola mereka meningkat drastis dan Crystal Palace lebih banyak dipaksa bertahan di area sendiri.
Duet lini tengah yang diisi Bernardo Silva dan Matheus Nunes berhasil mengatur ritme permainan dengan sangat baik. City memainkan pola operan cepat khas Guardiola untuk membongkar pertahanan rapat Crystal Palace.
Phil Foden Jadi Pembeda di Babak Pertama
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33. Phil Foden menunjukkan kreativitas luar biasa lewat umpan tumit cerdas yang membuka ruang bagi Antoine Semenyo.
Semenyo yang lolos dari kawalan bek Palace langsung melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang dan gagal dihentikan Dean Henderson. Gol tersebut membuat Etihad Stadium bergemuruh dan Manchester City unggul 1-0.
Gol pembuka itu membuat permainan The Citizens semakin percaya diri. Crystal Palace mulai kesulitan keluar dari tekanan karena City terus mendominasi penguasaan bola dan memaksa lawan bermain lebih defensif.
Menjelang turun minum, Phil Foden kembali menjadi aktor penting dalam proses gol kedua City. Kali ini gelandang kreatif asal Inggris tersebut memberikan assist matang kepada Omar Marmoush.
Marmoush sukses memaksimalkan peluang tersebut dengan penyelesaian tenang yang kembali memperdaya Dean Henderson. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Manchester City.
Sebelum babak pertama berakhir, City hampir menambah gol ketiga. Joško Gvardiol mendapatkan peluang emas melalui situasi bola mati. Namun, Henderson berhasil melakukan penyelamatan gemilang yang membuat Crystal Palace terhindar dari kebobolan lebih banyak.
Crystal Palace Berusaha Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Manchester City tetap mempertahankan dominasi permainan. Meski tidak terlalu memaksakan tempo tinggi, mereka tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang rapi.
Sementara itu, Oliver Glasner mencoba melakukan perubahan strategi dengan memasukkan beberapa pemain inti seperti Adam Wharton, Jørgen Strand Larsen, dan Ismaïla Sarr.
Masuknya pemain-pemain tersebut membuat serangan Crystal Palace terlihat lebih hidup. Ismaïla Sarr bahkan sempat menciptakan peluang berbahaya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.
Namun sekali lagi, Gianluigi Donnarumma tampil luar biasa di bawah mistar gawang Manchester City. Kiper asal Italia tersebut berhasil menggagalkan peluang emas Palace dan menjaga keunggulan timnya tetap aman.
Di sisi lain, lini pertahanan City juga tampil sangat disiplin. Kombinasi antara Gvardiol, Marc Guehi, dan Abdukodir Khusanov membuat Palace kesulitan menciptakan peluang bersih.
Savinho Pastikan Kemenangan Manchester City
Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Manchester City akhirnya memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-84. Pemain muda berbakat Rayan Cherki menjadi kreator gol melalui assist brilian.
Umpan matang Cherki berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Savinho yang masuk dari sisi kanan. Tendangan Savinho tidak mampu dihentikan Dean Henderson dan membawa City unggul telak 3-0.
Gol tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan nyaman bagi Manchester City. Para pendukung tuan rumah pun memberikan tepuk tangan meriah atas performa solid tim kesayangan mereka.
Hasil ini menjadi modal penting bagi City sebelum menghadapi laga final Piala FA melawan Chelsea. Guardiola tentu berharap momentum positif ini bisa terus berlanjut hingga akhir musim.
Peluang Juara Manchester City Masih Terjaga
Kemenangan atas Crystal Palace membuat persaingan gelar Premier League musim ini semakin menarik. Manchester City kini berada sangat dekat dengan Arsenal di papan atas klasemen sementara.
Dengan dua pertandingan tersisa, peluang City untuk mempertahankan trofi masih sangat terbuka. Namun, mereka tetap harus berharap Arsenal kehilangan poin dalam laga-laga terakhir.
Pep Guardiola mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, tim menunjukkan keseimbangan yang sangat baik antara rotasi pemain dan kualitas permainan.
Phil Foden menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan ini. Dua assist yang ia ciptakan membuktikan perannya sangat vital dalam skema permainan Manchester City musim ini.
Selain Foden, performa Donnarumma juga layak mendapatkan pujian. Kiper Italia tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga gawang City tetap aman dari kebobolan.
Di kubu Crystal Palace, kekalahan ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki beberapa kelemahan terutama saat menghadapi tim dengan penguasaan bola dominan seperti Manchester City. Meski begitu, Palace tetap memiliki peluang mengakhiri musim dengan trofi apabila mampu tampil maksimal di final UEFA Conference League.
Rotasi Guardiola Tetap Berjalan Efektif

Salah satu hal menarik dari pertandingan ini adalah keputusan Pep Guardiola melakukan rotasi pemain. Meski beberapa pemain inti diistirahatkan, kualitas permainan Manchester City tetap tidak mengalami penurunan signifikan.
Hal tersebut menunjukkan kedalaman skuad City yang sangat luar biasa. Pemain pelapis mampu menjalankan tugas dengan baik dan tetap mengikuti filosofi permainan Guardiola.
Antoine Semenyo tampil impresif sebagai starter dan berhasil mencetak gol penting pembuka kemenangan. Omar Marmoush juga kembali membuktikan ketajamannya di lini depan.
Rayan Cherki yang masuk sebagai pemain pengganti pun sukses memberikan dampak instan lewat assist untuk gol Savinho. Kehadiran pemain-pemain muda ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Manchester City.
Dengan jadwal padat menjelang akhir musim, rotasi pemain menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa tim. Guardiola tampaknya berhasil mengatur kondisi skuad dengan sangat baik.
Susunan Pemain Manchester City vs Crystal Palace
Manchester City
Gianluigi Donnarumma; Abdukodir Khusanov, Marc Guehi, Joško Gvardiol, Rayan Ait-Nouri; Matheus Nunes, Bernardo Silva; Savinho, Phil Foden, Antoine Semenyo; Omar Marmoush.
Pelatih: Pep Guardiola.
Crystal Palace
Dean Henderson; Jaydee Canvot, Maxence Lacroix, Chris Richards; Daniel Munoz, Jefferson Lerma, Will Hughes, Tyrick Mitchell; Yeremy Pino, Brennan Johnson; Jean-Philippe Mateta.
Pelatih: Oliver Glasner.
Kesimpulan
Manchester City sukses menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim terbaik di Eropa lewat kemenangan telak 3-0 atas Crystal Palace. Dominasi permainan, efektivitas serangan, dan solidnya lini pertahanan menjadi kunci keberhasilan The Citizens meraih tiga poin penting.
Hasil ini membuat persaingan gelar Premier League musim 2025/2026 masih belum selesai. Manchester City terus memberikan tekanan kepada Arsenal dan siap memanfaatkan setiap peluang hingga pekan terakhir kompetisi.
Bagi Crystal Palace, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi final UEFA Conference League. Sementara bagi Manchester City, kemenangan ini menjadi suntikan moral besar jelang duel final Piala FA melawan Chelsea.



