DuniaBola – Timnas England berhasil menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang luar biasa setelah mengalahkan France dengan skor 6-4 pada pertandingan perebutan tempat ketiga. Duel yang berlangsung sengit tersebut menyuguhkan drama selama 90 menit lebih, diwarnai total 10 gol, aksi saling menyerang, serta penampilan gemilang para bintang dari kedua kubu. Kemenangan ini membuat skuad asuhan Thomas Tuchel berhak membawa pulang medali perunggu sekaligus mengobati kekecewaan usai gagal melangkah ke partai final.
Sejak awal pertandingan, England tampil dengan intensitas tinggi dan langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi menyerang yang diterapkan Thomas Tuchel terbukti efektif dalam membongkar pertahanan France yang terlihat belum menemukan ritme permainan. Di sisi lain, Les Bleus justru kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus diberikan para pemain The Three Lions.
England Mengamuk Sejak Menit Awal

England hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk membuka keunggulan. Berawal dari skema serangan cepat, Declan Rice berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang France dan melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan kiper lawan. Gol cepat tersebut langsung membakar semangat The Three Lions sekaligus membuat para pemain France berada di bawah tekanan.
Setelah unggul lebih dulu, The Three Lions tidak mengendurkan serangan. Mereka terus menguasai penguasaan bola dan memaksa France bertahan lebih dalam. Kombinasi Jude Bellingham, Declan Rice, dan Cole Palmer di lini tengah membuat aliran bola England berjalan sangat lancar, sementara Bukayo Saka terus merepotkan sektor sayap pertahanan Les Bleus.
Keunggulan The Three Lions bertambah pada menit ke-18 melalui Ezri Konsa. Bek tengah tersebut sukses menyundul bola hasil situasi bola mati yang gagal diantisipasi barisan pertahanan France. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat England semakin percaya diri mengontrol jalannya pertandingan.
France sebenarnya sempat mencoba keluar dari tekanan dengan meningkatkan tempo permainan. Namun rapatnya lini belakang England membuat setiap serangan yang dibangun Mbappé dan rekan-rekannya selalu berhasil dipatahkan sebelum memasuki kotak penalti.
Bukayo Saka Tampil Luar Biasa di Babak Pertama

Dominasi The Three Lions semakin terlihat menjelang akhir babak pertama. Bukayo Saka yang tampil luar biasa berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-37 setelah menerima umpan matang dari lini tengah. Kecepatan dan ketenangannya dalam menyelesaikan peluang membuat lini belakang France kembali gagal mengantisipasi serangan lawan.
Belum sempat France memperbaiki keadaan, England kembali menghukum mereka pada masa tambahan waktu babak pertama. Bukayo Saka mencetak gol keduanya sekaligus membawa England unggul telak 4-0 saat turun minum.
Keunggulan empat gol tersebut menjadi cerminan betapa efektifnya permainan England sepanjang 45 menit pertama. Mereka tampil disiplin ketika bertahan, cepat dalam melakukan transisi menyerang, dan sangat klinis dalam memanfaatkan peluang. Sebaliknya, France tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Koordinasi antarlini terlihat kurang solid sehingga England dengan mudah menemukan ruang kosong untuk menciptakan peluang berbahaya.
Babak pertama pun ditutup dengan sorakan pendukung England yang mulai yakin tim kesayangannya akan mengakhiri turnamen dengan kemenangan besar.
France Bangkit dan Berusaha Membalikkan Keadaan
Memasuki babak kedua, France tampil dengan wajah yang berbeda. Didier Deschamps melakukan sejumlah perubahan taktik agar timnya bermain lebih agresif. Hasilnya langsung terlihat ketika Kylian Mbappé berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-48 melalui penyelesaian yang menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan France. Mereka mulai menguasai jalannya pertandingan dan meningkatkan intensitas serangan ke pertahanan England. Hanya berselang beberapa menit, Bradley Barcola ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54 sehingga skor berubah menjadi 4-2.
Momentum pertandingan perlahan berpindah ke kubu Les Bleus. England yang sebelumnya tampil dominan mulai lebih banyak bertahan untuk meredam tekanan lawan. Kylian Mbappé terus menjadi ancaman melalui kecepatan dan kemampuan individunya yang beberapa kali merepotkan lini belakang England.
Hattrick Bukayo Saka Jadi Pembeda
Saat France mulai percaya diri mengejar ketertinggalan, The Three Lions justru mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-87. Bukayo Saka yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gol tersebut sekaligus melengkapi hattrick Saka dalam pertandingan ini dan membawa The Three Lions kembali unggul dengan selisih tiga gol. Penampilan pemain Arsenal itu benar-benar menjadi pembeda sepanjang pertandingan. Tidak hanya produktif mencetak gol, ia juga aktif membuka ruang, membantu pertahanan, serta menjadi motor serangan dari sisi kanan.
Meski demikian, pertandingan belum benar-benar selesai. France kembali memperlihatkan semangat juang luar biasa. Kylian Mbappé mencetak gol keduanya untuk memangkas ketertinggalan, sebelum Ousmane Dembélé mencetak gol pada masa tambahan waktu sehingga skor berubah menjadi 5-4.
Suasana stadion semakin menegangkan karena France hanya membutuhkan satu gol lagi untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Namun ketika seluruh pemain France maju membantu serangan, England justru memanfaatkan ruang kosong di lini belakang.
Jude Bellingham Menutup Pesta Gol England

Pada menit 90+8, The Three Lions melancarkan serangan balik cepat yang berujung pada gol Jude Bellingham. Gelandang muda Real Madrid tersebut menyelesaikan peluang dengan sangat tenang untuk memastikan kemenangan England 6-4.
Gol Bellingham sekaligus mengakhiri harapan France untuk mengejar ketertinggalan. Setelah peluit panjang dibunyikan, para pemain England langsung merayakan keberhasilan mereka mengamankan posisi ketiga di Piala Dunia 2026.
Bagi Bellingham, gol tersebut menjadi penutup sempurna dari penampilannya sepanjang turnamen. Ia kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu gelandang terbaik dunia yang mampu memberikan kontribusi besar baik dalam menyerang maupun bertahan.
Bukayo Saka Layak Menjadi Man of the Match
Dari sekian banyak pemain yang tampil gemilang, Bukayo Saka menjadi sosok paling menonjol. Hattrick yang ia cetak membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak serangan England.
Selain tiga gol tersebut, Saka juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, memenangkan duel satu lawan satu, dan memberikan ancaman konstan bagi pertahanan France. Kecepatan serta kreativitasnya menjadi faktor utama yang membuat England mampu mencetak enam gol dalam pertandingan ini.
Tidak berlebihan jika penampilan Saka disebut sebagai salah satu performa individu terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.
Mbappé Tetap Bersinar Meski France Gagal
Walaupun harus mengakhiri turnamen tanpa medali, Kylian Mbappé tetap menunjukkan kelasnya sebagai pemain bintang. Dua gol yang dicetaknya membuat dirinya terus menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang kompetisi.
Bradley Barcola dan Ousmane Dembélé juga memberikan kontribusi lewat masing-masing satu gol. Namun buruknya performa lini pertahanan France pada babak pertama membuat usaha keras mereka di babak kedua tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan.
Meski kalah, permainan menyerang yang diperlihatkan France setelah jeda menunjukkan mental juara yang patut diapresiasi.
England Pulang dengan Kepala Tegak
Keberhasilan finis di posisi ketiga menjadi pencapaian penting bagi Thomas Tuchel pada turnamen besar pertamanya bersama The Three Lions. Ia berhasil membangun tim yang mampu bermain menyerang, disiplin, dan efektif menghadapi lawan-lawan kuat sepanjang Piala Dunia 2026.
Kemenangan dramatis atas France juga menjadi bukti bahwa generasi emas England semakin matang. Kehadiran pemain-pemain seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, Declan Rice, Cole Palmer, Ezri Konsa, hingga Harry Kane memberikan harapan besar bagi The Three Lions untuk kembali bersaing memperebutkan gelar pada turnamen internasional berikutnya.
Sementara itu, France harus puas mengakhiri Piala Dunia 2026 di posisi keempat. Meski gagal meraih medali, Les Bleus tetap meninggalkan kesan sebagai salah satu tim paling atraktif sepanjang turnamen berkat permainan ofensif dan kualitas individu para pemainnya.
Statistik Pertandingan France vs England
Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 berlangsung sangat terbuka dengan total 10 gol yang tercipta sepanjang laga. England berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 6-4 setelah tampil sangat dominan pada babak pertama sebelum mendapat perlawanan sengit dari France di babak kedua.
Berikut statistik pertandingan berdasarkan jalannya laga:
France 4-6 England
Pencetak Gol France
- Kylian Mbappé (48′, 66′)
- Bradley Barcola (54′)
- Ousmane Dembélé (90+6′)
Pencetak Gol England
- Declan Rice (3′)
- Ezri Konsa (18′)
- Bukayo Saka (37′, 45+1′, 87′ Penalti)
- Jude Bellingham (90+8′)
England tampil sangat efektif sejak menit awal dengan mencetak empat gol tanpa balas pada babak pertama. Keunggulan tersebut menjadi fondasi kemenangan meski France bangkit pada babak kedua melalui dua gol Kylian Mbappé serta tambahan gol dari Bradley Barcola dan Ousmane Dembélé.
Bukayo Saka menjadi pemain paling menonjol dalam pertandingan ini setelah mencetak hattrick, sementara Kylian Mbappé menjadi pemain terbaik France lewat torehan dua gol yang sempat menghidupkan harapan Les Bleus untuk mengejar ketertinggalan.
Laga ini juga mencatat sejumlah fakta menarik, yakni:
- Total gol: 10
- Skor babak pertama: France 0-4 England
- Skor babak kedua: France 4-2 England
- Hattrick: Bukayo Saka
- Brace: Kylian Mbappé
- Gol paling cepat: Declan Rice (3′)
- Gol penutup pertandingan: Jude Bellingham (90+8′)
- Satu-satunya gol penalti: Bukayo Saka (87′)
Statistik tersebut menunjukkan betapa sengitnya pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. England tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sedangkan France menunjukkan mental pantang menyerah dengan hampir membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal empat gol. Namun, gol Jude Bellingham di penghujung laga memastikan The Three Lions mengakhiri turnamen dengan kemenangan 6-4 sekaligus membawa pulang medali perunggu.

