duniabola Kylian Mbappe sedikit lagi mencatatkan prestasi yang luar biasa. Penyerang Timnas Prancis itu sedikit lagi akan memenangkan sepatu emas Piala Dunia 2026.
Sejak Piala Dunia 2026 dimulai, Kylian Mbappe memang jadi andalan di lini serang Timnas Prancis. Didier Deschamps memplotnya sebagai penyerang utama Les Bleus.
Pemain Real Madrid itu membalas kepercayaan sang pelatih dengan performa yang apik. Ia terus produktif mencetak gol dari fase grup hingga fase gugur.
Hari ini, Minggu (19/7/2026), Kylian Mbappe kembali menunjukkan tajinya. Ia kini memimpin perburuan top skor Piala Dunia 2026 melalui rival terberatnya, Lionel Messi.
Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026
Hari ini, Timnas Prancis baru saja memainkan pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026. Di laga yang digelar di Miami Stadium ini, Les Bleus harus mengakui keunggulan Timnas Inggris setelah laga berakhir dengan skor 4-6 untuk kemenangan The Three Lions.
Di laga ini, Kylian Mbappe jadi sosok yang sempat membangkitkan daya juang Prancis. Ia mencetak dua gol ke gawang Timnas Inggris pada laga ini.
Berkat dua gol tersebut, Kylian Mbappe sudah mencetak total 10 gol di Piala Dunia 2026 ini. Ia unggul dua gol dari Messi yang sejauh ini mencetak delapan gol untuk Argentina.

Masih Bisa Disalip
Namun status Kylian Mbappe sebagai top skor Piala Dunia 2026 memang masih belum aman. Karena Messi masih bisa menyalip catatan penyerang Timnas Prancis itu.
Messi akan memainkan satu pertandingan lagi pada hari Senin (20/7/2026) dini hari nanti. Ia akan memimpin Timnas Argentina untuk menghadapi Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Messi minimal harus mencetak dua gol di laga ini untuk mengamankan gelar sepatu emas Piala Dunia 2026. Namun itu akan jadi tantangan berat bagi Messi karena Spanyol sejauh ini baru kebobolan satu gol saja di sepanjang Piala Dunia 2026.
Pertempuran Epik Dua Generasi Terbaik
Persaingan antara Kylian Kylian Mbappe dan Lionel Messi di panggung Piala Dunia bukanlah hal yang baru. Publik tentu belum lupa bagaimana keduanya saling berbalas gol pada partai final dramatis di Qatar empat tahun lalu. Kini, sejarah seolah berulang di tanah Amerika Utara. Meskipun Prancis gagal mempertahankan gelar juara mereka setelah ditumbangkan Inggris dalam drama sepuluh gol yang gila di Miami, Kylian Mbappe tetap berhasil membuktikan mengapa dirinya disebut-sebut sebagai salah satu pemain paling mematikan di era modern.
Keberhasilan Mbappe mengemas 10 gol sebelum laga final dimulai adalah catatan yang luar biasa. Di bawah asuhan Didier Deschamps, peran Mbappe bertransformasi dari seorang penyerang sayap yang mengandalkan kecepatan murni, menjadi seorang striker modern yang sangat klinis di dalam kotak penalti. Absennya beberapa pilar senior Prancis justru membuat Mbappe tampil sebagai pemimpin mutlak di lini serang Les Bleus. Dua golnya ke gawang Inggris kemarin menegaskan bahwa ia tidak pernah menghilang di laga-laga besar.
“Kylian adalah tipe pemain yang bisa menciptakan peluang dari situasi yang mustahil. Sepatu Emas adalah penghargaan yang sangat layak untuk kerja kerasnya, meskipun kami semua kecewa gagal membawa pulang trofi juara ketiga,” ujar Deschamps dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan.
Tembok Kokoh La Furia Roja Menghadang Messi
Di sisi lain, Lionel Messi yang kini memimpin Timnas Argentina, berada di ambang mencatatkan tinta emas di akhir karier internasionalnya. Dengan koleksi delapan gol, La Pulga (julukan Messi) wajib meledak di partai final yang akan digelar di Stadion MetLife, New York. Tugas Messi dipastikan tidak akan mudah. Mengingat lawan yang dihadapi adalah Timnas Spanyol, tim dengan pertahanan paling solid sepanjang turnamen ini.

Anak asuh Luis de la Fuente baru kebobolan satu gol sejak fase grup bergulir. Kombinasi bek tangguh dan sistem pressing tinggi yang diterapkan Spanyol menjadi momok menakutkan bagi setiap lini depan lawan. Messi tidak hanya butuh keajaiban individu, tetapi juga dukungan penuh dari rekan-rekan setimnya seperti Julian Alvarez dan Enzo Fernandez untuk membongkar rapatnya barisan belakang La Furia Roja.
Jika Messi mampu mencetak hat-trick di laga final, ia tidak hanya akan membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga merebut Sepatu Emas langsung dari genggaman Mbappe. Namun, jika ia “hanya” mencetak dua gol, maka penentuan top skor akan beralih ke aturan FIFA berikutnya, yaitu jumlah assist dan menit bermain yang lebih sedikit.
Perbandingan Statistik Dua Kandidat Sepatu Emas
Pertaruhan Warisan Sejarah Sepak Bola
Bagi Mbappe, memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 akan menegaskan dominasinya secara beruntun, setelah ia juga meraih penghargaan serupa pada edisi 2022. Catatan ini akan membuatnya sejajar dengan para legenda abadi Piala Dunia seperti Gerd Muller dan Ronaldo Luis Nazario de Lima yang terkenal sangat ditakuti di masanya. Pada usianya yang masih sangat produktif, Mbappe berada di jalur yang tepat untuk memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia yang saat ini masih dipegang oleh Miroslav Klose dengan 16 gol.
Sementara bagi Messi, laga Senin dini hari nanti adalah panggung pembuktian terakhir bahwa usia hanyalah angka. Di usia yang tak lagi muda, magis Messi belum pudar. Meraih trofi juara sekaligus Sepatu Emas di turnamen ini akan menjadi penutup dongeng karier internasional yang paling sempurna dalam sejarah sepak bola modern.
Dunia kini menanti dengan napas tertahan. Apakah takhta pencetak gol terbanyak akan tetap menjadi milik sang pangeran baru asal Prancis, ataukah sang raja tua dari Argentina akan melakukan kudeta terakhirnya di menit-menit krusial? Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit (atau lebih) yang menegangkan di New York.

