Hasil Torino vs Inter pada pekan ke-34 Serie A 2025/2026 menghadirkan drama besar. Inter Milan yang sempat unggul dua gol harus puas membawa pulang satu poin usai ditahan imbang Torino dengan skor 2-2 di Stadio Olimpico, Torino, Minggu 26 April 2026.
Laga Torino vs Inter menjadi bukti bahwa sepak bola belum berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. Inter tampil dominan dan terlihat akan mengamankan kemenangan penting dalam perburuan gelar juara. Namun Torino menunjukkan mental kuat dengan bangkit di babak kedua dan memaksakan hasil seri.
Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membawa Nerazzurri unggul nyaman. Akan tetapi Torino membalas melalui Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic. Hasil ini membuat Inter gagal memperlebar jarak di puncak klasemen Serie A.
Inter Milan Gagal Menang Meski Sempat Dominan
Jika melihat jalannya pertandingan Torino vs Inter, Inter sebenarnya tampil lebih meyakinkan. Tim asuhan Simone Inzaghi menguasai penguasaan bola hingga 63 persen dan lebih rapi dalam distribusi operan. Mereka juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya ke gawang Torino.
Pada babak pertama, Inter terlihat sangat tenang saat menguasai tempo permainan. Torino memang sempat mengancam di awal laga, tetapi setelah itu Inter perlahan mengambil alih kendali pertandingan.
Dengan lini tengah yang diisi Nicolo Barella, Piotr Zielinski, dan Petar Sucic, Inter mampu mendominasi area tengah. Sementara Federico Dimarco menjadi motor serangan dari sisi kiri.
Namun dominasi itu gagal ditutup dengan kemenangan. Setelah unggul dua gol, lini belakang Inter justru kehilangan fokus dan memberi ruang bagi Torino untuk bangkit.
Babak Pertama Torino vs Inter: Thuram Buka Keunggulan
Pertandingan Torino vs Inter dimulai dengan tempo cepat. Torino langsung memberi ancaman saat laga baru berjalan dua menit. Giovanni Simeone melepaskan tembakan, tetapi arah bola masih melebar dari sasaran.
Inter merespons cepat. Pada menit ketujuh, Manuel Akanji hampir membawa tim tamu unggul lewat sundulan hasil bola mati. Sayangnya bola hanya tipis melebar di sisi gawang.
Torino kembali memiliki peluang emas dua menit kemudian. Emirhan Ilkhan mengirim umpan matang kepada Saul Coco di kotak penalti. Namun tembakan jarak dekatnya justru melambung tinggi.
Setelah beberapa ancaman awal, Inter mulai menemukan ritme permainan. Serangan demi serangan dibangun lewat sisi sayap dan umpan pendek cepat di area tengah.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-23. Federico Dimarco mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri. Marcus Thuram menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau Alberto Paleari.
Gol tersebut membuat Inter semakin percaya diri. Torino mulai kesulitan keluar dari tekanan dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Menjelang turun minum, Piotr Zielinski mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh. Namun bola masih melenceng dari sasaran. Skor 1-0 untuk Inter bertahan hingga babak pertama selesai.

Babak Kedua Torino vs Inter: Drama Comeback Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, Inter langsung mencoba menekan. Federico Dimarco hampir mencetak gol kedua pada menit ke-47, tetapi kiper Alberto Paleari melakukan penyelamatan penting.
Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Berawal dari sepak pojok Dimarco, Yann Bisseck berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke sudut bawah gawang.
Skor berubah menjadi 2-0 dan banyak pihak menilai Inter akan menang mudah. Namun justru setelah gol kedua itu, Torino menunjukkan kebangkitan luar biasa.
Pelatih Torino melakukan perubahan taktik dan memasukkan energi baru ke lapangan. Intensitas pressing meningkat dan Inter mulai kesulitan mengembangkan permainan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-70. Giovanni Simeone sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah menerima umpan terobosan Emirhan Ilkhan. Simeone dengan tenang menaklukkan Yann Sommer.
Gol tersebut mengubah momentum pertandingan. Torino bermain semakin berani, sementara Inter mulai gugup.
Pada menit ke-75, wasit meninjau VAR setelah bola mengenai tangan Carlos Augusto di kotak penalti. Setelah pengecekan, penalti diberikan untuk Torino.
Nikola Vlasic maju sebagai eksekutor pada menit ke-79. Gelandang kreatif itu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang dan tak mampu dihentikan Sommer.
Skor menjadi 2-2 dan stadion bergemuruh.
Inter Gagal Menang di Menit Akhir
Setelah kebobolan dua gol, Inter mencoba bangkit. Mereka terus menekan lini belakang Torino demi mencari gol kemenangan.
Henrikh Mkhitaryan sempat menjebol gawang Torino pada menit ke-83. Namun gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Di masa injury time, Piotr Zielinski mendapatkan peluang emas lewat tembakan dari luar kotak penalti. Sayangnya bola kembali melebar.
Hingga laga berakhir, skor 2-2 tetap bertahan. Inter harus menerima kenyataan gagal menang setelah sempat unggul dua gol.

Statistik Torino vs Inter Menunjukkan Dominasi Nerazzurri
Secara statistik, Inter sebenarnya lebih unggul dalam banyak aspek permainan. Mereka mendominasi penguasaan bola dan jumlah operan.
Statistik Torino vs Inter Milan:
- Tembakan: 14 – 14
- Tembakan tepat sasaran: 2 – 5
- Penguasaan bola: 37% – 63%
- Operan: 277 – 541
- Akurasi operan: 81% – 90%
- Pelanggaran: 10 – 8
- Tendangan sudut: 5 – 5
- Offside: 1 – 1
- Kartu kuning: 1 – 2
- Kartu merah: 0 – 0
Dari data tersebut terlihat bahwa Inter lebih efektif dalam menyerang. Namun Torino mampu memaksimalkan momen penting di babak kedua.
Dampak Hasil Torino vs Inter di Klasemen Serie A
Meski gagal menang, Inter Milan masih bertahan di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Mereka tetap menjadi kandidat utama juara musim ini.
Namun hasil imbang ini tentu membuka peluang bagi rival-rival di bawah mereka untuk mendekat. Jika pesaing mampu meraih kemenangan di laga lain, tekanan kepada Inter akan semakin besar dalam empat pekan tersisa.
Sementara itu, Torino berada di posisi ke-13 dengan 41 poin. Tambahan satu angka cukup penting untuk menjaga jarak dari zona bawah sekaligus menunjukkan konsistensi mereka menghadapi tim besar.
Evaluasi Inter Milan: Masalah Fokus di Akhir Laga
Laga ini menjadi alarm bagi Inter Milan. Mereka bermain sangat baik selama 60 menit pertama, tetapi kehilangan fokus saat pertandingan memasuki fase krusial.
Keunggulan dua gol seharusnya cukup untuk mengontrol laga. Namun lini belakang terlalu mudah ditembus saat Torino meningkatkan tekanan.
Masalah konsentrasi seperti ini bisa berbahaya jika terus terjadi, terutama dalam momen penentuan gelar juara Serie A.
Simone Inzaghi tentu harus segera membenahi organisasi pertahanan dan mental pemain agar kejadian serupa tidak terulang.
Torino Patut Dipuji
Di sisi lain, Torino layak mendapat pujian besar. Mereka tidak menyerah meski tertinggal dua gol dari pemuncak klasemen.
Semangat juang, perubahan taktik, dan dukungan suporter membuat Torino mampu bangkit secara impresif. Giovanni Simeone tampil tajam di depan, sementara Nikola Vlasic menunjukkan ketenangan saat mengeksekusi penalti.
Hasil imbang ini bisa menjadi modal penting bagi Torino untuk menatap sisa musim dengan lebih percaya diri.
Susunan Pemain Torino vs Inter
TORINO (3-4-1-2):
Alberto Paleari; Enzo Ebosse, Ardian Ismajli, Saul Coco; Rafa Obrador, Gvidas Gineitis, Emirhan Ilkhan, Valentino Lazaro; Nikola Vlasic; Che Adams, Giovanni Simeone.
INTER (3-5-2):
Yann Sommer; Carlos Augusto, Manuel Akanji, Yann Bisseck; Federico Dimarco, Piotr Zielinski, Petar Sucic, Nicolo Barella, Matteo Darmian; Ange-Yoan Bonny, Marcus Thuram.
Kesimpulan Hasil Torino vs Inter
Hasil Torino vs Inter berakhir imbang 2-2 dalam laga penuh drama. Inter Milan sempat unggul dua gol lewat Marcus Thuram dan Yann Bisseck, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Torino bangkit melalui Giovanni Simeone dan Nikola Vlasic.
Bagi Inter, hasil ini menjadi kerugian besar dalam perburuan gelar Serie A. Sementara Torino membuktikan bahwa semangat juang bisa mengubah keadaan kapan saja.
Pertandingan ini juga menunjukkan bahwa meski dominan secara statistik, kemenangan hanya datang bagi tim yang mampu menjaga fokus hingga menit terakhir.


