Real Sociedad Juara Copa del Rey 2026! Tumbangkan Atletico Madrid Lewat Drama Adu Penalti

Real Sociedad juara Copa del Rey setelah kalahkan Atletico Madrid

Real Sociedad akhirnya kembali menorehkan sejarah manis di sepak bola Spanyol. Klub asal Basque tersebut sukses meraih gelar Copa del Rey musim 2025/2026 setelah menundukkan Atletico Madrid melalui laga dramatis yang berakhir lewat adu penalti di Stadion La Cartuja.

Pertandingan final ini benar-benar menghadirkan semua unsur yang diinginkan pecinta sepak bola. Ada gol cepat, aksi saling balas serangan, tekanan tinggi, peluang emas, hingga adu penalti penuh ketegangan. Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Real Sociedad keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 di babak tos-tosan.

Kemenangan ini bukan hanya soal trofi. Ini adalah bukti bahwa Real Sociedad mampu bersaing dengan klub-klub besar Spanyol dan menunjukkan mental juara di panggung terbesar.


Final Copa del Rey Berjalan Panas Sejak Menit Pertama

Real Sociedad saat melawan Atletico Madrid di final Copa del Rey
Laga sengit Real Sociedad menghadapi Atletico Madrid di final.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi. Real Sociedad tampil agresif dan tidak memberi Atletico Madrid kesempatan untuk mengembangkan permainan.

Hasilnya langsung terasa sangat cepat. Baru beberapa menit laga berjalan, Real Sociedad berhasil mencetak gol pembuka melalui Ander Barrenetxea. Berawal dari umpan silang matang Goncalo Guedes, Barrenetxea menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal dihalau Juan Musso.

Gol tersebut bahkan disebut sebagai salah satu gol tercepat dalam sejarah final Copa del Rey. Stadion La Cartuja pun langsung bergemuruh oleh sorak sorai pendukung Real Sociedad.

Keunggulan cepat itu membuat Atletico Madrid tersentak. Tim asuhan Diego Simeone kemudian meningkatkan intensitas permainan dan mulai menekan pertahanan lawan.


Atletico Madrid Bangkit Lewat Ademola Lookman

Tertinggal lebih dulu tidak membuat Atletico Madrid panik. Mereka justru merespons dengan permainan lebih terorganisir dan efektif.

Pada menit ke-19, Antoine Griezmann menunjukkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman. Ia mengirim umpan terukur ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Ademola Lookman.

Tanpa banyak sentuhan, Lookman melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Unai Marrero. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali hidup.

Gol penyeimbang tersebut membuat laga semakin terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan dengan tensi tinggi. Duel lini tengah berlangsung keras, sementara para bek dipaksa bekerja ekstra menghadapi tekanan lawan.


Oyarzabal Bawa Real Sociedad Unggul Lagi

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang di babak pertama, Real Sociedad kembali mendapatkan momentum penting.

Dalam sebuah duel udara di kotak penalti, Juan Musso dinilai melakukan pelanggaran terhadap Goncalo Guedes. Setelah wasit menunjuk titik putih, para pemain Atletico sempat melakukan protes keras. Namun keputusan tetap tidak berubah.

Kapten tim, Mikel Oyarzabal, maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia menempatkan bola ke sudut gawang dan mengecoh Musso. Real Sociedad kembali unggul 2-1 menjelang turun minum.

Gol tersebut menjadi suntikan moral besar bagi Real Sociedad, sementara Atletico harus kembali mengejar ketertinggalan.


Babak Kedua Milik Atletico Madrid

Memasuki babak kedua, Atletico Madrid tampil jauh lebih dominan. Mereka terus menekan sejak menit awal demi mencari gol penyama kedudukan.

Real Sociedad lebih banyak bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik cepat. Namun tekanan Atletico semakin lama semakin sulit dibendung.

Julian Alvarez, Griezmann, dan Lookman bergantian mengancam gawang Marrero. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi penyelesaian akhir belum membuahkan hasil.

Ketika waktu terus berjalan dan laga memasuki menit-menit akhir, Atletico akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari.

Pada menit ke-83, Julian Alvarez melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut atas gawang. Unai Marrero hanya terpaku melihat bola masuk.

Skor berubah menjadi 2-2, dan pendukung Atletico kembali bersemangat.


Extra Time Penuh Tegang Tanpa Gol Tambahan

Setelah skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal usai, pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Di momen ini, kedua tim mulai terlihat kelelahan. Intensitas masih tinggi, tetapi banyak pemain kehilangan tenaga setelah bertarung habis-habisan selama 90 menit.

Atletico sebenarnya sempat memiliki peluang emas melalui Alex Baena dan Johnny Cardoso. Sayangnya, keduanya gagal memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi gol.

Real Sociedad juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik, namun penyelesaian akhir kurang maksimal.

Hingga 120 menit selesai, skor tetap tidak berubah. Final Copa del Rey pun harus ditentukan lewat adu penalti.


Unai Marrero Jadi Pahlawan di Adu Penalti

Babak adu penalti menjadi panggung utama Unai Marrero. Kiper muda Real Sociedad tampil luar biasa dengan mental baja di bawah tekanan besar.

Atletico Madrid mendapat awal buruk ketika penendang pertama mereka, Alexander Sorloth, gagal mencetak gol setelah tembakannya ditepis Marrero.

Situasi makin sulit bagi Atletico saat eksekusi berikutnya dari Julian Alvarez juga berhasil dibaca dengan sempurna oleh sang penjaga gawang.

Dua kegagalan itu menjadi pukulan telak bagi Atletico Madrid.

Di sisi lain, para penendang Real Sociedad tampil sangat tenang. Meski Juan Musso sempat menggagalkan satu tendangan dari Orri Oskarsson, Real Sociedad tetap lebih efektif dalam menuntaskan tugas mereka.

Tendangan terakhir sukses masuk, dan Real Sociedad memastikan kemenangan 4-3 lewat adu penalti.


Gelar Keempat yang Sangat Bersejarah

Selebrasi juara Real Sociedad usai menang final Copa del Rey
Keberhasilan ini membuat Real Sociedad meraih gelar keempat Copa del Rey.

Keberhasilan ini membuat Real Sociedad meraih gelar keempat Copa del Rey sepanjang sejarah klub. Lebih spesial lagi, kemenangan ini seolah mengulang kisah tahun 1987 saat mereka juga mengalahkan Atletico Madrid melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2.

Sejarah seperti berulang dengan cara yang dramatis. Bedanya, kali ini para pendukung bisa merayakan langsung di stadion bersama tim kesayangan mereka.

Momen ini tentu jauh berbeda dibanding final 2020, ketika Real Sociedad juara dalam suasana pandemi tanpa kehadiran penonton.


Bukti Mental Juara Real Sociedad

Kemenangan atas Atletico Madrid menunjukkan bahwa Real Sociedad kini bukan sekadar tim kuda hitam. Mereka memiliki kualitas, kedalaman skuad, dan mental juara untuk bersaing di level tertinggi.

Mampu bangkit dua kali, bertahan di bawah tekanan, lalu menang di adu penalti adalah tanda kedewasaan sebuah tim besar.

Pelatih, pemain, dan suporter menjadi satu kekuatan yang membawa klub ini menuju kejayaan.


Atletico Madrid Kembali Gagal di Final

Bagi Atletico Madrid, kekalahan ini tentu sangat menyakitkan. Mereka sudah berjuang keras bangkit dua kali dan sempat menguasai jalannya pertandingan di babak kedua.

Namun kurang tajam di momen penting serta kegagalan saat adu penalti membuat trofi lepas dari genggaman.

Diego Simeone tentu harus mengevaluasi banyak hal, terutama efektivitas penyelesaian akhir dan mental saat situasi krusial.


Penutup

Final Copa del Rey 2026 akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Dua tim besar tampil habis-habisan, saling balas gol, dan berjuang hingga titik terakhir.

Namun pada akhirnya, Real Sociedad juara Copa del Rey berkat ketenangan, semangat juang, dan penampilan heroik Unai Marrero di adu penalti.

Malam di La Cartuja menjadi milik Real Sociedad. Trofi terangkat, air mata bahagia mengalir, dan sejarah kembali ditulis dengan tinta emas.

Leave a Reply