Masalah Cole Palmer Dimulai dari Kepergian Nicolas Jackson
Performa Cole Palmer bersama Chelsea mulai menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Setelah tampil luar biasa pada musim sebelumnya, gelandang serang asal Inggris itu kini dinilai mengalami penurunan pengaruh dalam permainan The Blues.
Situasi tersebut bahkan berdampak pada posisinya di timnas Inggris. Pelatih anyar The Three Lions, Thomas Tuchel, memutuskan tidak memasukkan nama Palmer dalam skuad terbaru Inggris, keputusan yang memicu banyak perdebatan di kalangan penggemar sepak bola.
Di tengah berbagai spekulasi yang muncul, mantan pemain Chelsea Florent Malouda memberikan pandangan menarik terkait penurunan performa Palmer. Menurutnya, masalah tersebut bermula sejak Chelsea melepas Nicolas Jackson ke Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas lalu.
Kepergian Nicolas Jackson Dinilai Berdampak Besar

Chelsea sebelumnya memang sempat mencoba melepas Nicolas Jackson demi membuka ruang baru di lini depan. Pada akhirnya, Bayern Munchen berhasil mengamankan jasa striker asal Senegal tersebut dengan status pinjaman pada hari-hari terakhir bursa transfer.
Awalnya, banyak pihak menilai kepergian Jackson tidak akan terlalu memengaruhi Chelsea. Namun seiring berjalannya musim, absennya striker berusia 25 tahun itu mulai terasa dalam pola permainan The Blues.
Florent Malouda menilai Cole Palmer kehilangan partner penting di lini depan. Menurutnya, Jackson merupakan tipe striker yang mampu membuka ruang dan menjadi titik fokus permainan sehingga Palmer bisa lebih bebas bergerak.
“Cole Palmer mungkin merindukan Nicolas Jackson di Chelsea,” ujar Malouda.
Ia menilai hubungan antara Palmer dan Jackson sebelumnya berkembang cukup baik. Kombinasi keduanya sempat menjadi senjata utama Chelsea dalam membangun serangan cepat di area pertahanan lawan.
Palmer Butuh Striker Target di Depan
Malouda menjelaskan bahwa Palmer merupakan tipe pemain kreatif yang membutuhkan striker target di depannya. Kehadiran penyerang seperti Jackson membuat Palmer lebih mudah mencari ruang untuk menciptakan peluang maupun masuk ke kotak penalti.
Menurut mantan winger Chelsea tersebut, Palmer sebenarnya sempat menunjukkan koneksi serupa dengan Joao Pedro ketika pemain asal Brasil itu baru datang ke Stamford Bridge.
Namun, seiring waktu, hubungan antarpemain di lini depan Chelsea dinilai belum benar-benar stabil. Akibatnya, Palmer lebih sering kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.
“Saya percaya dia perlu mengekspresikan bakatnya dengan memiliki koneksi yang baik bersama nomor sembilan,” lanjut Malouda.
Ia juga menambahkan bahwa Palmer membutuhkan sosok target man agar dirinya bisa bermain lebih efektif sebagai kreator serangan.
Lawan Kini Mulai Paham Cara Menghentikan Palmer
Selain kehilangan tandem yang cocok, Palmer juga dinilai menghadapi tantangan baru musim ini. Malouda menyebut para lawan kini mulai memahami cara menghentikan ancaman pemain timnas Inggris tersebut.
Musim lalu, Palmer kerap menjadi pembeda lewat kreativitas dan pergerakan cerdasnya. Namun sekarang, banyak tim mulai membangun sistem khusus untuk membatasi ruang geraknya.
Hal itu membuat Palmer tidak lagi sebebas sebelumnya saat membawa bola ataupun masuk ke area berbahaya lawan.
“Semua lawan sekarang mampu membangun sistem untuk mengatasi cara dia menjadi ancaman,” kata Malouda.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan baru yang harus dihadapi Palmer jika ingin naik ke level berikutnya sebagai pemain elite.
Palmer Diminta Menambah Variasi Permainan
Malouda juga menyarankan agar Palmer mulai mengembangkan variasi baru dalam permainannya. Ia menilai pemain muda Inggris itu tidak bisa terus mengandalkan pola permainan yang sama setiap pekan.
Mantan pemain Lyon tersebut berharap Palmer mulai lebih aktif menciptakan ancaman lewat bola mati, tembakan jarak jauh, maupun pergerakan tanpa bola.
Dengan variasi permainan yang lebih lengkap, Palmer diyakini bisa kembali menjadi sosok penting di lini serang Chelsea.
“Saya berharap dia bisa memperbaiki masalah itu, mungkin dengan membawa variasi dalam permainannya,” ujar Malouda.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa penurunan performa Palmer tidak sepenuhnya disebabkan kepergian Nicolas Jackson. Namun, perubahan kecil dalam komposisi tim memang bisa memberikan pengaruh besar terhadap kenyamanan seorang pemain di lapangan.
Chelsea Masih Cari Formula Terbaik
Chelsea sendiri masih berusaha menemukan formula terbaik di bawah proyek baru mereka musim ini. Pergantian pemain dan perubahan strategi membuat performa tim belum benar-benar stabil.
Cole Palmer tetap dianggap sebagai salah satu pemain paling penting dalam skuad The Blues. Karena itu, Chelsea tentu berharap sang gelandang bisa segera kembali menemukan performa terbaiknya.
Jika Palmer mampu beradaptasi dengan situasi baru dan meningkatkan variasi permainannya, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi motor utama Chelsea seperti musim lalu.

