Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya

Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya

Liverpool memulai era baru bersama Andoni Iraola dengan hasil yang menjanjikan pada laga pramusim 2026/2027. The Reds sukses mengalahkan Sunderland dengan skor 4-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Nashville. Namun, bukan hanya kemenangan yang menjadi sorotan, melainkan perubahan gaya bermain Liverpool yang langsung terlihat sejak pertandingan pertama.

Pergantian pelatih dari Arne Slot ke Andoni Iraola membawa identitas baru bagi permainan Liverpool. Tim asal Merseyside kini tampil dengan pressing yang lebih agresif, transisi cepat, dan serangan yang jauh lebih langsung ke arah gawang lawan.

Perubahan tersebut bahkan diakui langsung oleh pihak Sunderland. Bek mereka, Dan Ballard, mengungkapkan bahwa Liverpool kini menjadi tim yang sangat berbeda dibandingkan musim lalu, terutama dalam cara mereka menekan lawan ketika kehilangan bola.

Jika perkembangan ini terus berlanjut sepanjang pramusim, Liverpool berpotensi menjadi salah satu tim paling berbahaya di Premier League musim 2026/2027.


Sunderland Langsung Merasakan Perubahan Liverpool

Dan Ballard menjadi salah satu pemain yang paling merasakan perubahan besar dalam permainan Liverpool. Bek Timnas Irlandia Utara itu mengaku timnya telah mempelajari gaya bermain Andoni Iraola sejak masih melatih Bournemouth.

Karena itu, Sunderland sebenarnya sudah memiliki gambaran mengenai pendekatan yang akan diterapkan Liverpool. Meski demikian, Ballard tetap mengakui intensitas permainan The Reds di lapangan jauh lebih tinggi dari perkiraan.

Menurutnya, Liverpool kini tidak lagi memberikan banyak waktu kepada lawan untuk menguasai bola. Setiap kehilangan bola langsung direspons dengan tekanan cepat dari banyak pemain.

“Saya pikir ada banyak perbedaan. Pelatih baru mengatur tim saat melakukan pressing dengan cara yang sangat berbeda, dan dia sangat intens dalam cara timnya bermain,” ujar Ballard.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa filosofi Iraola mulai diterapkan secara efektif meski dirinya baru memimpin Liverpool dalam waktu singkat.


Pressing Tinggi Jadi Senjata Utama Andoni Iraola

Selama menangani Bournemouth, Andoni Iraola dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan permainan agresif. Tim asuhannya selalu berusaha merebut bola secepat mungkin sebelum melancarkan serangan vertikal ke pertahanan lawan.

Karakter itulah yang kini mulai terlihat di Liverpool.

Ballard menjelaskan bahwa Liverpool tampil jauh lebih berani dalam melakukan tekanan tinggi. Setelah berhasil merebut bola, para pemain langsung bergerak menyerang tanpa terlalu lama memainkan bola di lini tengah.

“Mereka sangat agresif saat melakukan pressing, bermain sangat vertikal, dan langsung mengarah ke gawang. Itu sedikit berbeda dibanding tim Slot yang lebih berbasis penguasaan bola,” tambah Ballard.

Perubahan tersebut membuat Liverpool terlihat lebih cepat dalam membangun serangan sekaligus lebih sulit dihadapi ketika lawan mencoba memainkan bola dari belakang.


Gaya Bermain Liverpool Berubah Drastis

Pada musim lalu di bawah Arne Slot, Liverpool lebih mengandalkan penguasaan bola untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Kini pendekatan itu mulai berubah. Iraola lebih memilih permainan yang intens dengan tempo tinggi sepanjang laga.

Ballard bahkan mengaku Sunderland sempat terkejut ketika menghadapi Liverpool musim lalu karena merasa memiliki ruang yang lebih banyak saat menguasai bola. Situasi itu tidak lagi terjadi pada pertandingan pramusim kali ini.

“Mereka memberi kami sedikit lebih banyak waktu menguasai bola musim lalu. Kami cukup terkejut saat menghadapi Liverpool karena mengenal karakter mereka selama bertahun-tahun. Saya pikir ada sedikit perubahan di sana,” jelasnya.

Perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa pergantian pelatih benar-benar membawa identitas baru bagi permainan Liverpool.


Pelatih Sunderland Ikut Mengakui Kualitas Iraola

Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, juga memberikan pandangannya mengenai perubahan yang terjadi di kubu Liverpool.

Menurutnya, gaya bermain yang diperlihatkan The Reds sama persis dengan filosofi yang pernah dibangun Iraola bersama Bournemouth.

Le Bris menilai Liverpool kini lebih fokus pada pressing tinggi, intensitas permainan, serta transisi cepat ketika berhasil merebut bola.

“Kami mengenal pelatihnya dan bagaimana dia melatih Bournemouth. Mungkin itulah alasan dia dipilih Liverpool, yakni karena intensitas, pressing tinggi, dan permainan vertikal,” ujar Le Bris.

Meski begitu, ia juga menilai Liverpool masih berada dalam tahap awal pramusim sehingga permainan mereka diperkirakan akan semakin berkembang seiring bertambahnya waktu latihan.


Era Baru Liverpool Dimulai dengan Sinyal Positif

Kemenangan atas Sunderland memang hanya terjadi di laga pramusim. Namun, perubahan yang langsung dirasakan lawan menjadi pertanda bahwa Liverpool sedang membangun identitas baru di bawah kepemimpinan Andoni Iraola.

Pressing agresif, tempo tinggi, serta serangan vertikal menjadi ciri khas yang mulai kembali menghiasi permainan The Reds. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat Liverpool kembali bersaing dalam perebutan gelar Premier League maupun Liga Champions musim ini.

Dengan mayoritas pemain inti yang masih akan bergabung setelah libur internasional, performa Liverpool diperkirakan akan terus meningkat selama pramusim berlangsung. Apabila filosofi Iraola berhasil diterapkan secara konsisten, The Reds berpeluang menjadi salah satu tim yang paling sulit ditaklukkan pada musim 2026/2027.

Leave a Reply