Timnas Inggris memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menorehkan kemenangan dramatis atas RD Kongo dengan skor 2-1. Laga Inggris vs RD Kongo berlangsung sengit sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan. Sempat tertinggal lebih dulu, The Three Lions mampu bangkit berkat dua gol sang kapten, Harry Kane.
Kemenangan Inggris vs RD Kongo ini menjadi bukti mental juara yang dimiliki skuad asuhan Thomas Tuchel. Meski menghadapi lawan yang bermain disiplin dan penuh semangat, Inggris tetap mampu menunjukkan kualitas mereka pada momen-momen penting.
Hasil positif Inggris vs RD Kongo tersebut membawa Inggris melangkah ke babak 16 besar. Selanjutnya mereka akan menghadapi Meksiko dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung tidak kalah menarik.
Inggris vs RD Kongo Berjalan Ketat Sejak Awal Pertandingan
Pertandingan Inggris vs RD Kongo yang digelar di Atlanta Stadium berlangsung dengan tempo yang cukup hati-hati pada menit-menit awal Inggris vs RD Kongo. Kedua tim tidak terburu-buru menyerang karena sama-sama ingin menghindari kesalahan yang bisa dimanfaatkan lawan.
Inggris mencoba menguasai bola lebih banyak melalui kombinasi Declan Rice, Elliot Anderson, dan Jude Bellingham di lini tengah. Di sisi lain, RD Kongo memilih bermain lebih sabar sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.
Strategi tersebut ternyata membuahkan hasil lebih dulu bagi wakil Afrika tersebut.
RD Kongo Mengejutkan Inggris Lewat Gol Cepat
Baru tujuh menit pertandingan Inggris vs RD Kongo berjalan, RD Kongo berhasil membuat publik stadion terdiam. Sebuah serangan balik cepat mampu membongkar pertahanan Inggris yang belum sepenuhnya siap.
Chancel Mbemba mengirimkan umpan matang kepada Brian Cipenga yang bergerak bebas di sisi kiri. Winger tersebut kemudian melepaskan tendangan akurat yang gagal dihentikan Jordan Pickford.
Gol tersebut membuat RD Kongo unggul 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka sepanjang babak pertama Inggris vs RD Kongo.
Keunggulan cepat itu memaksa Inggris mengubah pendekatan permainan. Mereka mulai meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Penguasaan Bola Inggris Belum Membuahkan Hasil
Setelah tertinggal Inggris vs RD Kongo, Inggris mendominasi penguasaan bola. Jude Bellingham berulang kali berusaha membuka ruang, sementara Marcus Rashford dan Noni Madueke aktif menusuk dari kedua sisi lapangan.
Meski begitu, pertahanan RD Kongo tampil sangat disiplin. Empat pemain belakang mereka menjaga jarak dengan baik sehingga ruang gerak Harry Kane menjadi sangat terbatas.
Declan Rice juga beberapa kali mencoba mengalirkan bola dari lini tengah. Namun setiap serangan Inggris selalu mendapat tekanan sehingga sulit berkembang menjadi peluang berbahaya.
Dominasi penguasaan bola belum mampu diubah menjadi gol penyama kedudukan Inggris vs RD Kongo.
Jude Bellingham Menjadi Ancaman Utama
Di tengah rapatnya pertahanan lawan, Jude Bellingham menjadi pemain yang paling sering menciptakan ancaman.
Gelandang muda tersebut memperoleh peluang emas melalui sundulan hasil umpan silang dari sisi kanan. Sayangnya, kiper Dimitry Bertaud Mpasi tampil sigap untuk mengamankan bola.
Beberapa menit kemudian, Bellingham kembali mendapatkan kesempatan serupa. Kali ini sundulannya juga masih mampu dimentahkan oleh Mpasi yang tampil sangat impresif sepanjang babak pertama Inggris vs RD Kongo.
Performa sang penjaga gawang membuat Inggris frustrasi karena berbagai peluang gagal berbuah gol.
RD Kongo Tetap Berbahaya Lewat Serangan Balik
Walaupun lebih banyak bertahan, RD Kongo sama sekali tidak kehilangan ancaman.
Setiap kali berhasil merebut bola, mereka langsung mengalirkannya ke depan dengan cepat. Yoane Wissa beberapa kali merepotkan lini belakang Inggris melalui kecepatannya.
Menjelang turun minum, Wissa hampir menggandakan keunggulan timnya. Beruntung bagi Inggris, tendangan kerasnya hanya membentur tiang gawang.
Momen tersebut menjadi peringatan bahwa Inggris tidak boleh terlalu fokus menyerang tanpa menjaga keseimbangan lini belakang.
Kontroversi VAR Warnai Babak Pertama
Salah satu momen yang paling banyak menjadi pembicaraan terjadi beberapa menit sebelum turun minum.
Harry Kane terjatuh di dalam kotak penalti setelah berbenturan dengan penjaga gawang RD Kongo. Para pemain Inggris langsung mengajukan protes kepada wasit karena menganggap terjadi pelanggaran.
Wasit kemudian meminta bantuan Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau insiden tersebut.
Setelah proses pemeriksaan selesai, keputusan akhirnya tetap tidak memberikan hadiah penalti kepada Inggris. Wasit menilai kontak yang terjadi belum cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran.
Keputusan tersebut sempat memancing reaksi dari para pemain Inggris, tetapi pertandingan Inggris vs RD Kongo tetap dilanjutkan.
Harry Kane Tetap Tenang Meski Sulit Berkembang
Sepanjang babak pertama Inggris vs RD Kongo, Harry Kane memang tidak memperoleh banyak ruang untuk menunjukkan ketajamannya.
Bek-bek RD Kongo selalu menempel ketat sang kapten sehingga ia lebih sering turun membantu membangun serangan daripada berada di dalam kotak penalti.
Walaupun demikian, pengalaman Kane terlihat saat ia tetap berusaha membuka ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakannya beberapa kali menciptakan celah yang dimanfaatkan Rashford maupun Bellingham.
Kesabaran Kane inilah yang nantinya menjadi salah satu faktor penting dalam kebangkitan Inggris pada babak kedua Inggris vs RD Kongo.
Thomas Tuchel Menyiapkan Perubahan Strategi
Memasuki ruang ganti, Thomas Tuchel memiliki pekerjaan besar untuk dilakukan.
Meskipun penguasaan bola cukup dominan, efektivitas serangan Inggris masih jauh dari harapan. Terlalu banyak umpan silang yang berhasil dipatahkan lini belakang RD Kongo.
Kemungkinan besar sang pelatih meminta para pemainnya bermain lebih cepat dalam melakukan transisi serta meningkatkan variasi serangan agar pertahanan lawan tidak mudah membaca pola permainan.
Perubahan pendekatan tersebut akhirnya menjadi titik balik yang menentukan jalannya pertandingan pada babak kedua Inggris vs RD Kongo.
Babak Kedua Menjadi Titik Kebangkitan Inggris
Dengan tertinggal satu gol saat turun minum, Inggris memasuki babak kedua dengan tekad besar untuk membalikkan keadaan.
The Three Lions meningkatkan tempo permainan sejak awal. Tekanan demi tekanan mulai diberikan ke pertahanan RD Kongo yang sebelumnya tampil begitu solid.
Perubahan ritme permainan inilah yang akhirnya membuka jalan bagi Harry Kane untuk menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.
Babak Kedua: Inggris Bangkit dan Harry Kane Jadi Pembeda

Memasuki babak kedua Inggris vs RD Kongo, Thomas Tuchel memutuskan untuk tetap mempertahankan susunan pemainnya. Keputusan tersebut menunjukkan kepercayaan penuh terhadap sebelas pemain yang sudah tampil sejak menit awal. Meski belum mampu mencetak gol pada babak pertama, permainan Inggris sebenarnya sudah menunjukkan dominasi, hanya saja penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
Di sisi lain, RD Kongo juga tidak melakukan perubahan. Tim asuhan Sebastien Desabre tetap mengandalkan organisasi pertahanan yang rapi serta serangan balik cepat yang beberapa kali mampu membuat lini belakang Inggris berada dalam tekanan.
Sejak peluit babak kedua Inggris vs RD Kongo dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif menyerang. Pergerakan bola dibuat lebih cepat dibandingkan babak pertama. Declan Rice mulai lebih sering mengalirkan bola ke kedua sisi lapangan agar Rashford dan Madueke memiliki ruang untuk melakukan duel satu lawan satu.
Strategi tersebut perlahan mulai memberikan hasil.
Marcus Rashford Berkali-kali Mengancam
Peluang pertama Inggris pada babak kedua datang dari Marcus Rashford. Penyerang sayap tersebut menerima bola di sisi kiri sebelum melepaskan tendangan keras ke arah tiang jauh.
Sayangnya, bola masih meluncur tipis di samping gawang RD Kongo.
Tidak lama kemudian, Rashford kembali memperoleh peluang emas. Kali ini ia menyambut umpan silang dari Noni Madueke dengan sundulan keras. Namun arah bola kembali belum menemui sasaran.
Meski belum menghasilkan gol, dua peluang tersebut menunjukkan bahwa tekanan Inggris semakin meningkat. Pertahanan RD Kongo yang begitu nyaman pada babak pertama kini mulai dipaksa bekerja lebih keras.
RD Kongo Tidak Hanya Bertahan
Walaupun mendapat tekanan bertubi-tubi, RD Kongo tidak sepenuhnya bermain defensif.
Setiap kali berhasil memotong aliran bola Inggris, mereka langsung melancarkan serangan balik cepat melalui Cipenga dan Yoane Wissa. Kecepatan kedua pemain tersebut beberapa kali memaksa Marc Guehi dan Ezri Konsa keluar dari posisi ideal mereka.
Pendekatan seperti ini membuat pertandingan berlangsung terbuka. Inggris memang lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi RD Kongo tetap memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan apabila mampu memanfaatkan setiap transisi dengan lebih efektif.
Situasi tersebut membuat pertandingan semakin menarik disaksikan.
Anthony Gordon Mengubah Jalannya Pertandingan
Salah satu pemain yang memberikan pengaruh besar pada babak kedua adalah Anthony Gordon.
Ketika intensitas permainan mulai meningkat, Gordon tampil berani menusuk dari sisi kiri. Kecepatan dan kemampuan dribelnya membuat pertahanan RD Kongo kesulitan menjaga keseimbangan.
Beberapa kali ia berhasil mengirimkan umpan silang berbahaya ke kotak penalti.
Pergerakan Gordon akhirnya menjadi awal dari kebangkitan Inggris.
Harry Kane Menyamakan Kedudukan
Usaha keras Inggris akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan babak kedua Inggris vs RD Kongo.
Anthony Gordon berhasil melepaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Harry Kane yang bergerak tanpa kawalan mampu membaca arah bola dengan sempurna.
Kapten Inggris itu melompat lebih tinggi dibandingkan bek lawan sebelum menyundul bola ke pojok gawang yang tidak mampu dijangkau Mpasi.
Gol tersebut langsung membangkitkan semangat seluruh pemain Inggris.
Skor berubah menjadi 1-1 Inggris vs RD Kongo dan momentum pertandingan sepenuhnya berbalik memihak The Three Lions.
Para pendukung Inggris yang memenuhi stadion pun kembali bergemuruh memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka.
Mental Juara Inggris Mulai Terlihat
Setelah berhasil menyamakan skor Inggris vs RD Kongo, kepercayaan diri para pemain Inggris meningkat drastis.
Aliran bola menjadi jauh lebih lancar. Kombinasi Rice, Anderson, dan Bellingham mampu mengontrol permainan di lini tengah.
RD Kongo yang sebelumnya begitu disiplin mulai kehilangan konsentrasi karena terus menerima tekanan.
Harry Kane juga tampil semakin percaya diri. Selain menjadi target utama di depan, ia beberapa kali turun menjemput bola untuk membantu membangun serangan.
Pengalaman yang dimiliki sang kapten benar-benar terlihat pada momen-momen krusial Inggris vs RD Kongo.
Gol Kedua Harry Kane Sempurnakan Comeback
Sekitar sepuluh menit setelah gol penyama kedudukan Inggris vs RD Kongo, Inggris akhirnya berhasil membalikkan keadaan.
Anthony Gordon kembali menjadi sosok penting dalam proses gol tersebut.
Ia mengirimkan bola pendek kepada Harry Kane yang berada tepat di depan kotak penalti. Kane kemudian menggiring bola melewati penjagaan bek lawan dengan tenang.
Setelah mendapatkan ruang tembak, striker berpengalaman tersebut langsung melepaskan tendangan keras yang mengarah ke sisi gawang.
Mpasi sebenarnya sudah mencoba bereaksi.
Namun laju bola terlalu cepat sehingga hanya mampu melihat bola bersarang di dalam gawang.
Gol tersebut membuat Inggris unggul 2-1 sekaligus melengkapi penampilan luar biasa Harry Kane pada pertandingan Inggris vs RD Kongo.
Dua gol yang dicetaknya kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pemain paling menentukan bagi The Three Lions.
RD Kongo Berusaha Bangkit
Tertinggal untuk pertama kalinya dalam pertandingan Inggris vs RD Kongo, RD Kongo mencoba meningkatkan intensitas serangan.
Sebastien Desabre meminta para pemainnya bermain lebih berani dan mulai meninggalkan pendekatan bertahan yang sebelumnya berjalan cukup efektif.
Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui bola-bola silang serta tembakan jarak jauh.
Namun lini pertahanan Inggris tampil jauh lebih disiplin dibandingkan babak pertama Inggris vs RD Kongo.
Marc Guehi dan Ezri Konsa mampu memenangkan sebagian besar duel udara, sementara Jordan Pickford juga tampil tenang dalam mengamankan setiap ancaman yang datang.
Thomas Tuchel Mengelola Keunggulan
Setelah unggul Inggris vs RD Kongo, Thomas Tuchel tidak membiarkan timnya bermain terlalu terbuka.
Inggris tetap berusaha menguasai bola agar tempo pertandingan berada dalam kendali mereka.
Strategi tersebut terbukti efektif.
RD Kongo mulai kesulitan merebut bola dan lebih banyak mengejar pergerakan para pemain Inggris.
Setiap kali mendapatkan ruang, Inggris juga tetap berusaha menciptakan peluang tambahan sehingga lawan tidak leluasa membangun serangan.
Pendekatan seimbang antara menyerang dan bertahan membuat Inggris mampu menjaga keunggulan hingga menit-menit akhir Inggris vs RD Kongo.

Harry Kane Kembali Menjadi Pemimpin
Laga Inggris vs RD Kongo ini menjadi bukti bahwa Harry Kane masih merupakan sosok yang sangat penting bagi Timnas Inggris.
Ketika tim mengalami tekanan, ia tidak kehilangan ketenangan.
Sebaliknya, Kane justru tampil sebagai pemimpin di lapangan.
Selain mencetak dua gol kemenangan, ia aktif memberikan arahan kepada rekan-rekannya dan membantu menjaga ritme permainan.
Penampilan tersebut layak disebut sebagai salah satu performa terbaik Kane sepanjang turnamen.
Ketajamannya akan menjadi modal penting bagi Inggris ketika memasuki babak gugur berikutnya.
Inggris Siap Menatap Babak 16 Besar
Kemenangan dramatis atas RD Kongo membawa Inggris melangkah ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri.
Meski sempat tertinggal, The Three Lions menunjukkan karakter sebagai tim besar yang mampu bangkit dalam situasi sulit.
Thomas Tuchel tentu masih memiliki beberapa pekerjaan rumah, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir sejak awal pertandingan.
Namun keberhasilan membalikkan keadaan menjadi modal psikologis yang sangat berharga.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi Meksiko dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung lebih ketat. Jika mampu mempertahankan performa seperti babak kedua melawan RD Kongo, peluang Harry Kane dan kolega untuk melangkah ke perempat final tentu terbuka lebar.
Analisis Statistik, Dampak Kemenangan Inggris, dan Peluang Menghadapi Meksiko
Statistik Inggris vs RD Kongo Menunjukkan Dominasi The Three Lions
Jika melihat skor akhir, pertandingan ini memang berlangsung ketat. Namun, statistik memperlihatkan bahwa Inggris tampil lebih dominan dalam beberapa aspek penting permainan.
The Three Lions membukukan 16 tembakan, sedangkan RD Kongo hanya mampu menghasilkan 7 percobaan. Dari jumlah tersebut, delapan tembakan Inggris mengarah tepat ke gawang, sementara lawannya hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Inggris mampu menciptakan lebih banyak peluang berkualitas. Walaupun sempat kesulitan menembus pertahanan lawan pada babak pertama, tekanan yang mereka bangun sepanjang pertandingan akhirnya membuahkan hasil.
Dalam penguasaan bola, Inggris juga unggul dengan 54 persen, sedangkan RD Kongo menguasai bola sebanyak 46 persen. Selisih tersebut memang tidak terlalu jauh, tetapi cukup menggambarkan bahwa Inggris lebih sering mengendalikan jalannya pertandingan.
Dari sisi pelanggaran, pertandingan berlangsung cukup sportif. Inggris melakukan delapan pelanggaran, sedangkan RD Kongo melakukan sepuluh pelanggaran. Tidak banyak pelanggaran keras yang mengganggu ritme permainan sehingga laga tetap menarik untuk disaksikan.
Sementara itu, RD Kongo tercatat empat kali berada dalam posisi offside. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka cukup sering mencoba mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Inggris melalui umpan-umpan terobosan.
Harry Kane Layak Menjadi Man of the Match
Sulit mencari pemain lain yang lebih pantas mendapatkan penghargaan pemain terbaik selain Harry Kane.
Ketika Inggris berada dalam situasi tertinggal, Kane tetap bermain tenang dan tidak terburu-buru. Pengalaman yang dimilikinya terlihat jelas dalam membaca permainan dan menentukan posisi di dalam kotak penalti.
Gol pertama menunjukkan kualitas Kane dalam duel udara. Ia berhasil melepaskan diri dari penjagaan bek lawan sebelum menyundul bola dengan akurat.
Sementara itu, gol keduanya memperlihatkan kemampuan individu yang luar biasa. Setelah menerima umpan dari Anthony Gordon, Kane menggiring bola dengan percaya diri sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang.
Dua gol tersebut bukan hanya membawa Inggris menang, tetapi juga menjadi bukti bahwa Kane tetap merupakan mesin gol utama bagi The Three Lions.
Anthony Gordon Tampil Sebagai Pembeda
Selain Harry Kane, Anthony Gordon juga layak mendapatkan sorotan.
Pemain sayap tersebut memberikan dua assist yang berujung pada kedua gol kemenangan Inggris.
Pergerakannya di sisi kiri membuat pertahanan RD Kongo terus berada dalam tekanan. Gordon mampu memanfaatkan kecepatannya untuk melewati lawan sekaligus mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti.
Kerja sama Gordon dan Kane menjadi salah satu kunci keberhasilan Inggris membalikkan keadaan pada babak kedua.
Apabila duet tersebut terus tampil konsisten, Inggris akan memiliki senjata yang sangat berbahaya saat menghadapi lawan-lawan berikutnya.
Jude Bellingham Tetap Memberikan Kontribusi Besar
Meski tidak mencatatkan gol maupun assist, Jude Bellingham memainkan peran penting di lini tengah.
Ia menjadi penghubung antara sektor tengah dan lini depan. Beberapa kali Bellingham berhasil menciptakan peluang melalui pergerakan tanpa bola yang cerdas.
Selain itu, pemain muda tersebut juga aktif membantu proses bertahan ketika RD Kongo melancarkan serangan balik.
Mobilitas tinggi yang dimiliki Bellingham membuat Inggris tetap mampu menjaga keseimbangan permainan sepanjang pertandingan.
Declan Rice Menjadi Penyeimbang Lini Tengah
Declan Rice kembali menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang bertahan kelas dunia.
Ia tampil disiplin dalam menjaga area depan lini belakang sekaligus membantu distribusi bola ke lini depan.
Beberapa kali Rice berhasil memutus serangan balik RD Kongo sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
Perannya memang tidak selalu terlihat dalam statistik, tetapi kontribusinya sangat penting bagi keseimbangan permainan Inggris.
Pertahanan Inggris Masih Perlu Dibenahi
Walaupun berhasil meraih kemenangan, masih ada beberapa catatan yang harus diperbaiki Thomas Tuchel.
Gol cepat yang bersarang di gawang Jordan Pickford menunjukkan bahwa koordinasi lini belakang belum sepenuhnya solid.
Selain itu, beberapa serangan balik RD Kongo juga mampu menciptakan kepanikan di area pertahanan Inggris.
Jika kesalahan seperti itu kembali terjadi saat menghadapi tim yang lebih kuat, Inggris tentu bisa menerima hukuman yang lebih besar.
Karena itu, peningkatan koordinasi antarpemain belakang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Thomas Tuchel Berhasil Membaca Jalannya Pertandingan
Salah satu faktor kemenangan Inggris adalah kemampuan Thomas Tuchel membaca perubahan situasi di lapangan.
Meskipun tidak langsung melakukan pergantian pemain, ia mengubah pendekatan permainan pada babak kedua.
Inggris bermain lebih cepat, lebih agresif, dan lebih berani menyerang melalui kedua sisi lapangan.
Perubahan tersebut berhasil memaksa pertahanan RD Kongo bekerja lebih keras hingga akhirnya membuka ruang bagi Harry Kane.
Kemampuan melakukan penyesuaian seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa Inggris tetap difavoritkan melaju jauh di Piala Dunia 2026.
Modal Berharga Menjelang Duel Kontra Meksiko
Lolos ke babak 16 besar tentu menjadi pencapaian penting bagi Inggris.
Namun, tantangan berikutnya dipastikan tidak akan lebih mudah.
Meksiko dikenal sebagai tim yang memiliki organisasi permainan yang rapi serta transisi menyerang yang cepat.
Jika Inggris kembali tampil lambat seperti babak pertama saat menghadapi RD Kongo, mereka bisa mengalami kesulitan.
Sebaliknya, apabila mampu mempertahankan intensitas permainan seperti pada babak kedua, peluang untuk lolos ke perempat final akan semakin besar.
Harry Kane diperkirakan kembali menjadi tumpuan utama lini depan.
Di sisi lain, kreativitas Jude Bellingham serta keseimbangan permainan yang diberikan Declan Rice akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan nanti.
Kesimpulan
Pertandingan Inggris vs RD Kongo menghadirkan drama yang layak dikenang oleh para pendukung The Three Lions.
Sempat tertinggal sejak awal pertandingan, Inggris menunjukkan karakter kuat dengan bangkit pada babak kedua dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.
Harry Kane tampil sebagai pahlawan berkat dua gol yang dicetaknya. Namun, kemenangan ini juga tidak lepas dari kontribusi Anthony Gordon, Jude Bellingham, Declan Rice, serta seluruh pemain yang mampu menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan.
Secara statistik, Inggris memang tampil lebih dominan. Mereka menciptakan lebih banyak peluang, lebih sering menguasai bola, dan mampu memanfaatkan momentum ketika RD Kongo mulai kehilangan konsentrasi.
Keberhasilan lolos ke babak 16 besar menjadi modal penting untuk menghadapi Meksiko. Jika mampu mempertahankan performa positif sekaligus memperbaiki beberapa kelemahan di lini belakang, peluang Inggris untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 terbuka sangat lebar.
Bagi Harry Kane sendiri, dua gol pada pertandingan ini kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Ketajamannya akan terus menjadi harapan utama Inggris dalam perjalanan mereka memburu gelar juara Piala Dunia 2026.


