Tottenham Masih Hidup! 5 Fakta Persaingan Degradasi Premier League yang Memanas hingga Pekan Terakhir
Persaingan di papan bawah Premier League musim 2025/2026 semakin panas. Tottenham Hotspur masih menjaga asa bertahan di kasta tertinggi meski kembali terpeleset usai ditahan Brighton & Hove Albion.
Hasil tersebut belum sepenuhnya menutup peluang Spurs. Mereka bahkan mendapat sedikit keuntungan setelah West Ham United gagal meraih kemenangan dan hanya bermain imbang melawan Crystal Palace.
Situasi ini membuat persaingan degradasi Premier League semakin menegangkan dan berpotensi ditentukan hingga pekan terakhir.
Fakta Tottenham Masih Bertahan di Persaingan Degradasi

Meski performa jauh dari kata stabil, Tottenham masih memiliki peluang untuk keluar dari zona berbahaya. Saat ini, mereka hanya terpaut dua poin dari zona aman.
Namun, tekanan besar terus membayangi tim asal London tersebut. Ancaman degradasi menjadi yang pertama sejak 1977 tentu menjadi momok yang serius bagi klub sebesar Tottenham.
Dalam lima laga tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam perburuan bertahan di Premier League.
Performa Tottenham yang Mengkhawatirkan
Performa Tottenham dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan utama. Tim asuhan Roberto De Zerbi belum mampu menunjukkan konsistensi.
Faktanya, Spurs belum meraih kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir di liga. Bahkan, sepanjang tahun 2026, mereka belum sekalipun merasakan kemenangan di Premier League.
Jika gagal mengalahkan Wolverhampton Wanderers pada laga berikutnya, Tottenham berpotensi menyamai rekor buruk klub yang sudah bertahan selama puluhan tahun.
Meski begitu, De Zerbi tetap optimistis timnya bisa bangkit dan membalikkan keadaan.
Jadwal Tottenham Bisa Jadi Penentu

Di tengah tekanan besar, Tottenham masih memiliki sedikit harapan dari jadwal pertandingan yang relatif lebih bersahabat.
Setelah menghadapi Wolverhampton, Spurs akan menjalani laga krusial melawan Leeds United, lalu menghadapi Aston Villa, Chelsea, dan Everton.
Pertandingan melawan Leeds dipandang sebagai “final” dalam perebutan zona aman. Sementara itu, laga kontra Aston Villa bisa menjadi peluang karena lawan memiliki jadwal padat di kompetisi lain.
Jika mampu memaksimalkan laga-laga ini, Tottenham masih bisa menyelamatkan musim mereka.
Rival Degradasi Justru Lebih Konsisten
Masalah terbesar Tottenham bukan hanya performa mereka sendiri, tetapi juga peningkatan performa para pesaing.
Leeds United tampil impresif dengan dua kemenangan beruntun dan kini berada delapan poin di atas zona merah. Nottingham Forest juga menunjukkan tren positif dengan hasil konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Sementara itu, West Ham United perlahan mengumpulkan poin penting dan terus menjauh dari ancaman degradasi.
Dalam statistik terbaru, Tottenham hanya meraih enam poin dari 15 pertandingan terakhir, jauh tertinggal dibanding para rivalnya.
Persaingan Diprediksi Hingga Pekan Terakhir
Manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, bahkan memprediksi bahwa persaingan ini akan berlangsung hingga akhir musim.
Menurutnya, tidak hanya perebutan gelar yang menarik, tetapi juga pertarungan di papan bawah yang penuh drama.
Setiap tim masih memiliki peluang, dan jadwal sisa akan menjadi faktor penentu utama. Klub yang mampu menjaga konsistensi di lima laga terakhir kemungkinan besar akan bertahan.
Laga Penentu Nasib Tottenham
Pertandingan melawan Wolverhampton menjadi titik krusial bagi Tottenham. Laga ini bisa menjadi titik balik atau justru memperburuk situasi mereka.
Jika menang, Spurs bisa mendapatkan momentum untuk bangkit. Namun jika gagal, tekanan akan semakin besar dan bisa berubah menjadi kepanikan.
Dengan kondisi saat ini, setiap pertandingan terasa seperti final bagi Tottenham.
Kesimpulan
Persaingan degradasi Premier League musim ini menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Tottenham memang masih memiliki peluang, tetapi mereka harus segera menemukan performa terbaiknya.
Dengan jadwal yang masih memungkinkan dan jarak poin yang tipis, peluang untuk bertahan tetap terbuka. Namun, tanpa perubahan signifikan, ancaman degradasi akan semakin nyata.
Semua akan ditentukan dalam lima pertandingan terakhir—dan seperti yang diprediksi banyak pihak, drama ini kemungkinan besar akan berakhir di pekan terakhir musim.

