DuniaBola – Major League Soccer (MLS) dinilai semakin mendapatkan tempat di panggung sepak bola dunia setelah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Penilaian tersebut disampaikan legenda sepak bola Jerman, Thomas Muller, yang kini melanjutkan kariernya bersama Vancouver Whitecaps.
Muller melihat penyelenggaraan Piala Dunia 2026 memberikan dampak besar terhadap perkembangan sepak bola di kawasan Amerika Utara. Menurutnya, turnamen terbesar di dunia tersebut berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sekaligus memberikan sorotan lebih besar kepada kompetisi domestik seperti MLS.
Pandangan Muller menjadi menarik karena ia tidak lagi sekadar mengamati perkembangan Liga tersebut dari luar. Mantan bintang Bayern Munchen tersebut kini menjadi bagian dari kompetisi Amerika Utara dan merasakan langsung perubahan atmosfer sepak bola setelah Piala Dunia 2026 berlangsung.
Piala Dunia 2026 Tingkatkan Antusiasme Sepak Bola

Menurut Thomas Muller, salah satu warisan penting Piala Dunia 2026 adalah meningkatnya antusiasme terhadap sepak bola di Amerika Serikat dan Kanada.
Turnamen tersebut membuat sepak bola mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar dari masyarakat lokal. Berbagai pertandingan Piala Dunia digelar di sejumlah kota besar Amerika Utara dan menghadirkan atmosfer sepak bola internasional dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Piala Dunia jelas meningkatkan antusiasme terhadap sepak bola di Kanada dan Amerika Serikat,” ujar Muller dalam kolom bulanannya.
Bagi Muller, peningkatan minat tersebut menjadi modal penting bagi MLS untuk berkembang lebih jauh. Kompetisi domestik kini memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan perhatian publik yang muncul selama Piala Dunia.
Dampak tersebut juga tidak hanya terlihat dari jumlah penonton atau pemberitaan. Menurut Muller, meningkatnya popularitas sepak bola turut membantu MLS menarik perhatian pemain-pemain ternama dari berbagai penjuru dunia.
Kehadiran Pemain Bintang Semakin Dongkrak Pamor MLS
Muller juga menyoroti kedatangan sejumlah pemain besar ke Major League Soccer pada musim panas 2026. Menurutnya, perkembangan liga tidak hanya didorong oleh efek Piala Dunia, tetapi juga oleh keputusan sejumlah pemain elite untuk melanjutkan karier di Amerika Utara.
Beberapa nama yang disebut Muller adalah Antoine Griezmann, Casemiro, dan Robert Lewandowski.
Kehadiran ketiganya menjadi bukti bahwa MLS semakin mampu menarik perhatian pemain dengan reputasi internasional. Bagi Muller, para pemain tersebut bukan hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga membawa popularitas dan pengalaman yang dapat meningkatkan daya tarik kompetisi.
“Selain itu, liga juga kedatangan beberapa pemain baru yang terkenal. Bukan hanya pemain hebat, tetapi juga sosok-sosok yang sangat menarik seperti Antoine Griezmann, Casemiro, dan sahabat lama saya, Robert Lewandowski,” kata Muller.
Masuknya pemain-pemain tersebut berpotensi menciptakan efek domino. Para pemain bintang dapat meningkatkan jumlah penggemar, memperbesar perhatian media internasional, sekaligus membantu MLS memperkuat citranya sebagai liga yang semakin kompetitif.
Muller Sendiri Menjadi Bagian dari Perubahan MLS

Komentar Muller terasa semakin relevan karena dirinya merupakan salah satu pemain terkenal yang memilih melanjutkan karier di Major League Soccer.
Setelah mengakhiri perjalanan panjang bersama Bayern Munchen, Muller bergabung dengan Vancouver Whitecaps. Keputusan tersebut membuat pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia 2014 itu menjadi salah satu figur paling terkenal di kompetisi Amerika Utara.
Menariknya, hubungan Muller dengan MLS sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Pada 2014, ia pernah tampil dalam MLS All-Star Game sebagai pemain Bayern Munchen ketika menghadapi tim MLS.
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Muller kembali ke panggung tersebut sebagai pemain MLS. Pada Juli 2026, ia bahkan terpilih menjadi bagian dari MLS All-Star setelah hampir setahun memperkuat Vancouver Whitecaps.
Perjalanan tersebut menunjukkan perubahan posisi Muller sekaligus menggambarkan bagaimana MLS berkembang sebagai destinasi bagi pemain-pemain berpengalaman.
Tidak Lagi Sekadar Liga untuk Pemain yang Menuju Pensiun
Selama bertahun-tahun, Major League Soccer kerap mendapatkan stigma sebagai kompetisi yang menjadi tujuan pemain Eropa ketika memasuki penghujung karier.
Namun, perkembangan terbaru mulai mengubah persepsi tersebut.
Kehadiran pemain seperti Muller, Griezmann, Casemiro, dan Lewandowski memperlihatkan bahwa MLS memiliki daya tarik yang lebih luas. Mereka datang bukan hanya untuk menjalani masa akhir karier, tetapi juga menjadi bagian dari proyek sepak bola yang sedang berkembang.
Muller melihat perubahan tersebut sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, kombinasi antara efek Piala Dunia dan kedatangan pemain-pemain terkenal membuat MLS semakin diperhitungkan.
Hal ini juga memberikan keuntungan bagi pemain muda. Mereka mendapatkan kesempatan berlatih dan bermain bersama pesepak bola yang sebelumnya hanya mereka lihat melalui televisi.
Thomas Muller Bisa Berperan sebagai Mentor
Pengaruh Muller di Major League Soccer juga tidak terbatas pada performanya di lapangan.
Pengalaman panjangnya bersama Bayern Munchen dan Timnas Jerman membuatnya memiliki banyak pengetahuan yang bisa diwariskan kepada pemain muda. Mantan pemain Manchester City dan Timnas Inggris, Shaun Wright-Phillips, sebelumnya menilai keberadaan Muller sangat positif bagi perkembangan generasi muda di MLS.
Menurut Wright-Phillips, para pemain muda kini memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari seorang pemain yang pernah memenangkan Piala Dunia dan berbagai trofi besar bersama Bayern Munchen.
Peran semacam itu sangat penting bagi MLS karena perkembangan sebuah liga tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain asing. Pemain senior dengan pengalaman internasional juga dapat membantu meningkatkan standar profesional dan memberikan contoh kepada pemain lokal.
Dengan demikian, kedatangan Muller memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar kontribusi gol dan assist.
MLS Menghadapi Jadwal Padat
Di tengah perkembangan tersebut, Muller juga menghadapi tantangan kompetisi yang cukup padat.
Vancouver Whitecaps menjalani periode dengan enam pertandingan dalam tiga pekan. Salah satu agenda penting mereka adalah Leagues Cup, kompetisi yang mempertemukan klub-klub MLS dengan tim-tim dari Meksiko.
Muller mengaku sangat bersemangat untuk mendapatkan kesempatan tampil penuh dan membantu timnya melewati jadwal padat tersebut.
Leagues Cup sendiri menjadi bagian penting dari kalender sepak bola Amerika Utara. Kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi klub MLS untuk mengukur kekuatan secara langsung melawan tim-tim Liga MX.
Bagi Muller, pertandingan seperti ini juga menjadi pengalaman menarik karena memberikan gambaran mengenai kualitas sepak bola di kawasan tersebut.
Piala Dunia Memberikan Momentum Besar
Piala Dunia 2026 menjadi titik penting bagi perkembangan sepak bola Amerika Utara.
Dengan tiga negara menjadi tuan rumah, turnamen tersebut memberikan eksposur luar biasa terhadap sepak bola. Infrastruktur, stadion, basis suporter, serta perhatian media internasional semuanya mengalami peningkatan selama turnamen.
Muller melihat momentum tersebut sebagai peluang yang harus dimanfaatkan MLS.
Piala Dunia memang hanya berlangsung dalam periode tertentu, tetapi efeknya dapat berlangsung jauh lebih lama apabila minat masyarakat terhadap sepak bola berhasil dipertahankan.
MLS memiliki tugas untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan pertandingan menarik, mendatangkan pemain berkualitas, meningkatkan fasilitas, dan memberikan ruang lebih besar kepada talenta lokal.
Kedatangan Bintang Dunia Bisa Menjadi Magnet Baru
Salah satu strategi yang terlihat jelas adalah semakin banyaknya pemain ternama yang memilih MLS.
Kehadiran pemain seperti Lewandowski, Griezmann, Casemiro, dan Muller memberikan daya tarik tersendiri. Penggemar yang sebelumnya mengikuti sepak bola Eropa kini memiliki alasan tambahan untuk menyaksikan pertandingan MLS.
Tidak hanya itu, popularitas para pemain tersebut juga dapat membantu klub memperluas basis penggemar secara internasional.
Bagi MLS, hal tersebut merupakan keuntungan komersial sekaligus olahraga. Liga mendapatkan perhatian lebih besar, sementara pemain muda memperoleh kesempatan untuk bermain bersama figur yang memiliki pengalaman di level tertinggi.
Tantangan MLS Masih Besar
Meski perkembangan MLS terlihat positif, Muller juga memahami bahwa perjalanan menuju status liga elite dunia masih panjang.
MLS harus terus meningkatkan kualitas kompetisi, pembinaan pemain muda, fasilitas, dan daya saing klub di kompetisi internasional.
Kedatangan pemain bintang memang mampu meningkatkan popularitas, tetapi fondasi kompetisi tetap harus dibangun melalui sistem yang berkelanjutan.
Popularitas setelah Piala Dunia juga perlu dijaga agar tidak hanya menjadi fenomena sesaat. Jika MLS mampu mempertahankan minat publik dan terus mengembangkan kualitas sepak bola lokal, efek Piala Dunia 2026 dapat menjadi salah satu titik balik terbesar dalam sejarah kompetisi tersebut.
Muller Optimistis terhadap Masa Depan MLS

Thomas Muller tampaknya melihat perkembangan Major League Soccer dari sudut pandang yang sangat positif.
Sebagai pemain yang pernah merasakan atmosfer Bundesliga, Liga Champions, Piala Dunia, dan kini MLS, Muller memiliki perspektif unik mengenai perubahan yang sedang terjadi.
Menurutnya, Piala Dunia 2026 telah membantu meningkatkan antusiasme sepak bola di Amerika Serikat dan Kanada. Pada saat yang sama, kedatangan sejumlah pemain besar semakin memperkuat citra MLS.
Kombinasi kedua faktor tersebut membuat Major League Soccer memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan.
Muller juga menjadi salah satu contoh bagaimana pemain dengan pengalaman internasional dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola di Amerika Utara.
Bukan Sekadar Dampak Jangka Pendek
Yang paling menarik dari pandangan Muller adalah keyakinannya bahwa dampak Piala Dunia tidak berhenti setelah turnamen berakhir.
Turnamen tersebut telah memperkenalkan sepak bola kepada lebih banyak masyarakat di Amerika Utara. Tantangan berikutnya adalah mengubah antusiasme tersebut menjadi kebiasaan mengikuti kompetisi lokal.
Major League Soccer berada di posisi strategis untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Jika klub mampu menghadirkan pertandingan berkualitas dan pemain bintang terus berdatangan, perhatian yang muncul selama Piala Dunia dapat berubah menjadi basis penggemar jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, komentar Muller memiliki makna yang lebih luas. Ia tidak hanya memuji Major League Soccer sebagai tempat bermain, tetapi juga melihat adanya perubahan nyata dalam cara sepak bola dipandang di Amerika Utara.
Thomas Muller menilai Major League Soccer semakin bergengsi setelah mendapatkan efek positif dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Menurut legenda Jerman tersebut, turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah meningkatkan antusiasme terhadap sepak bola, khususnya di Amerika Serikat dan Kanada.
Momentum tersebut semakin diperkuat oleh kedatangan sejumlah pemain bintang seperti Antoine Griezmann, Casemiro, dan Robert Lewandowski.
Dengan Muller sendiri menjadi bagian dari Vancouver Whitecaps dan tampil sebagai MLS All-Star pada 2026, perkembangan tersebut menjadi semakin menarik.
MLS kini memiliki peluang besar untuk memanfaatkan warisan Piala Dunia. Jika mampu mempertahankan minat publik, mengembangkan pemain muda, meningkatkan kualitas kompetisi, dan terus mendatangkan pemain berkualitas, bukan tidak mungkin MLS akan semakin dekat dengan status sebagai salah satu kompetisi sepak bola paling diperhitungkan di dunia.
Bagi Muller, perkembangan tersebut merupakan sinyal positif. Piala Dunia telah memberikan panggung besar bagi sepak bola Amerika Utara. Kini, MLS memiliki tugas untuk memastikan sorotan tersebut terus menyala setelah turnamen berakhir.

