Thailand Tak Terbendung! Myanmar Ditekuk 2-0, Singkirkan Lawan di Grup B
Thailand tampil impresif pada laga terakhir Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026. Bermain di kandang sendiri, Thailand berhasil menundukkan Myanmar dengan skor 2-0 lewat dua gol penalti yang dicetak Worachit Kanitsribumphen dan Jehhanafee Mamah. Kemenangan ini sekaligus memastikan Thailand finis sebagai juara Grup B dan melaju ke semifinal.
Thailand Menang 2-0 atas Myanmar
Thailand menutup perjalanan mereka di Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan hasil sempurna. Menghadapi Myanmar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, skuad asuhan Anthony Hudson tersebut meraih kemenangan 2-0.
Hasil ini semakin mempertegas dominasi Thailand di fase grup. Mereka berhasil memenangkan seluruh empat pertandingan yang dimainkan dan mempertahankan rekor 100 persen kemenangan.
Sejak awal pertandingan, Thailand langsung berusaha mengambil kendali permainan. Dukungan publik tuan rumah membuat para pemain Thailand tampil percaya diri dan terus memberikan tekanan kepada pertahanan Myanmar.
Myanmar sendiri tidak datang hanya untuk bertahan. Tim asuhan Jørn Andersen beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun, efektivitas Thailand di depan gawang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Worachit Buka Keunggulan dari Titik Penalti
Thailand tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-11, wasit Yosuke Ohashi menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan Win Naing Tun di dalam kotak penalti ketika berusaha menghalau umpan silang Narubadin Weerawatnodom.
Worachit Kanitsribumphen maju sebagai eksekutor. Gelandang Thailand itu menjalankan tugasnya dengan tenang. Sepakannya mengarah ke sudut bawah gawang dan tidak mampu dijangkau kiper Myanmar, Zin Nyi Nyi Aung.
Gol tersebut membuat Thailand unggul 1-0 sekaligus memberikan kepercayaan diri tambahan bagi tuan rumah.

Myanmar berusaha merespons setelah tertinggal. Kyaw Min Oo sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh yang melaju di permukaan lapangan yang basah. Sementara itu, Chawanwit Sealao juga mendapatkan peluang dari dalam kotak penalti, tetapi tembakannya berhasil diblok.
Myanmar Hampir Samakan Kedudukan
Thailand. Meski tertinggal, Myanmar menunjukkan perlawanan yang cukup kuat. Mereka tidak membiarkan Thailand menguasai pertandingan dengan mudah.
Peluang terbaik Myanmar pada babak pertama hadir pada masa injury time. Lwin Moe Aung hampir mencetak gol penyama kedudukan setelah mendapatkan ruang di dekat kotak enam yard.
Tembakannya berhasil melewati jangkauan penjaga gawang Thailand, Kampon Phatomakkakul. Namun, bola justru membentur mistar gawang.
Momen tersebut menjadi salah satu peluang terbaik Myanmar untuk mengubah jalannya pertandingan. Jika bola masuk, skor 1-1 tentu bisa membuat pertandingan semakin terbuka.
Namun, hingga babak pertama berakhir, Thailand tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0.
Jehhanafee Mamah Tambah Keunggulan Thailand
Thailand kembali mendapatkan peluang emas pada awal babak kedua. Hanya tujuh menit setelah turun minum, tuan rumah kembali memperoleh hadiah penalti.
Kali ini, keputusan tersebut datang setelah upaya Worachit mengenai tangan Soe Moe Kyaw. Wasit kembali melakukan pemeriksaan melalui monitor di pinggir lapangan sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Jehhanafee Mamah dipercaya menjadi algojo.
Pemain bernomor punggung 18 tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Jehhanafee melepaskan tendangan keras ke arah pojok atas gawang yang membuat Zin Nyi Nyi Aung tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyelamatan.
Thailand pun menjauh dengan skor 2-0.
Menariknya, gol tersebut menjadi gol internasional pertama Jehhanafee. Penampilannya bahkan membuat sang pemain terpilih sebagai Hyundai Player of the Match.
Thailand Terus Menekan hingga Akhir Pertandingan
Thailand. Unggul dua gol tidak membuat Thailand mengendurkan tekanan. Mereka masih berusaha mencari gol ketiga untuk memastikan kemenangan dengan lebih meyakinkan.
Sarach Yooyen sempat mengancam melalui tendangan bebas, meski bola masih melebar dari sasaran.
Myanmar juga tidak berhenti mencari gol. Win Naing Tun hampir memperkecil ketertinggalan lewat tendangan kaki kanan dari jarak jauh. Namun, lagi-lagi mistar gawang menjadi penghalang.
Pada menit-menit akhir, Jehhanafee bahkan hampir mencetak gol keduanya. Sayangnya, tembakannya berhasil diamankan oleh Zin Nyi Nyi Aung.
Kiper Myanmar tersebut kembali melakukan penyelamatan terhadap peluang Chaiyaphon Otton. Sampai peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-0 untuk kemenangan Thailand.
Sempurna di Grup B
Kemenangan atas Myanmar membuat perjalanan Thailand di Grup B berjalan nyaris tanpa cela. Mereka mengakhiri fase grup dengan empat kemenangan dari empat pertandingan.
Sebelum menghadapi Myanmar, Thailand sudah meraih kemenangan atas Malaysia, Laos, dan Filipina. Bahkan, kemenangan 1-0 atas Filipina pada pertandingan sebelumnya membuat Thailand hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Myanmar untuk memastikan kelolosan.
Namun, Thailand tidak bermain aman. Mereka justru kembali meraih kemenangan dan mengakhiri fase grup dengan catatan sempurna.
Keberhasilan tersebut juga memastikan Thailand finis di posisi pertama Grup B. Dengan demikian, mereka berhak melangkah ke semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026.

Bagi Thailand, pencapaian tersebut semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu tim terkuat di turnamen. Mereka juga mencatatkan penampilan semifinal ke-14 sepanjang sejarah kompetisi.
Myanmar Harus Tersingkir
Berbeda dengan Thailand yang melaju ke semifinal, kekalahan 0-2 membuat perjalanan Myanmar di ASEAN Hyundai Cup 2026 harus berakhir di fase grup.
Myanmar sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol dalam pertandingan. Peluang Lwin Moe Aung yang membentur mistar menjadi bukti bahwa mereka mampu memberikan ancaman kepada Thailand.
Namun, dua kesalahan yang berujung penalti membuat Myanmar kesulitan mengejar ketertinggalan. Thailand mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan maksimal.
Dengan hasil ini, Thailand menjadi juara Grup B, sementara Myanmar harus meninggalkan kompetisi.
Thailand Bersiap Hadapi Semifinal
Setelah memastikan posisi puncak Grup B, Thailand kini mengalihkan fokus ke semifinal. Berdasarkan laporan resmi ASEAN Football Federation, Thailand akan menghadapi runner-up Grup A pada semifinal.
Pertandingan leg pertama dijadwalkan berlangsung di Jalan Besar Stadium, Singapura, sedangkan leg kedua akan dimainkan di Bangkok tiga hari kemudian.
Catatan sempurna di fase grup tentu menjadi modal berharga bagi Thailand. Empat kemenangan beruntun menunjukkan bahwa tim tersebut sedang berada dalam momentum positif.
Meski demikian, semifinal akan menjadi tantangan berbeda. Sistem dua leg membuat Thailand harus mampu menjaga konsistensi permainan, baik ketika tampil di kandang lawan maupun saat kembali bermain di depan pendukung sendiri.
Thailand Tak Terbendung, Myanmar Jadi Korban Terakhir di Grup B
Kemenangan Thailand 2-0 atas Myanmar menjadi penutup sempurna perjalanan mereka di fase grup. Dua gol penalti dari Worachit Kanitsribumphen dan Jehhanafee Mamah memastikan Thailand mempertahankan rekor kemenangan 100 persen sekaligus mengunci posisi teratas Grup B.
Sementara itu, Myanmar harus menerima kenyataan tersingkir dari kompetisi meski sempat memberikan perlawanan.

Kini, perhatian Thailand tertuju ke semifinal. Dengan performa yang belum terkalahkan dan empat kemenangan beruntun, Thailand datang sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah lebih jauh di ASEAN Hyundai Cup 2026.
