Roberto Mancini Sepakat Kembali Latih Timnas Italia

Roberto Mancini memberi arahan saat melatih Timnas Italia

duniabolaTimnas Italia segera memasuki era baru setelah mencapai kesepakatan dengan Roberto Mancini. Pelatih berusia 61 tahun itu bakal kembali menangani Gli Azzurri setelah hampir tiga tahun meninggalkan jabatannya.

Kembalinya Roberto Mancini menjadi salah satu keputusan paling mengejutkan dalam perjalanan Timnas Italia. Pasalnya, ia sempat meninggalkan Gli Azzurri pada Agustus 2023 di tengah kualifikasi Euro 2024 untuk menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.

Kini, situasinya berubah. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memilih kembali mempercayakan kursi pelatih kepala kepada Roberto Mancini untuk memimpin proyek baru tim nasional.

Langkah tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa sosok yang akan menangani Italia. Selain Roberto Mancini , FIGC juga dikabarkan akan menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik.

Malago Pastikan Roberto Mancini Tinggal Menunggu Tanda Tangan

Menurut laporan ANSA, Presiden FIGC Giovanni Malagò telah mengumumkan kepada Dewan Federal bahwa Roberto Mancini akan menjadi pelatih kepala baru Timnas Italia. Pengumuman resmi hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

“Saya sedang berbicara dengan Roberto Mancini untuk menjadikannya pelatih kepala baru: kami hanya menunggu tanda tangan,” tegas Malago.

Bersamaan dengan itu, Claudio Ranieri juga diperkirakan segera diumumkan sebagai direktur teknik. Kehadiran Ranieri diharapkan memperkuat struktur teknis Gli Azzurri dalam menatap agenda internasional berikutnya.

Bagi Mancini, penunjukan ini menandai berakhirnya kiprah bersama Timnas Arab Saudi. Selama menangani tim tersebut sejak Agustus 2023, ia mencatatkan sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan dari 21 pertandingan.

Sempat Ditolak, Kini Mancini Kembali Dipercaya

Roberto Mancini mengenakan jas saat mendampingi Timnas Italia di pinggir lapangan
Roberto Mancini siap memulai periode keduanya melatih Timnas Italia setelah mencapai kesepakatan dengan FIGC.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, nama Mancini sempat tersingkir dari daftar kandidat pelatih Timnas Italia. Ketika Paolo Maldini masih menjabat sebagai direktur teknik, ia bersama Leonardo memilih tidak memasukkan nama mantan pelatih Manchester City tersebut sebagai opsi.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, keduanya mempertimbangkan cara Mancini meninggalkan Timnas Italia pada 2023. Keputusan menerima tawaran Arab Saudi di tengah kualifikasi Euro 2024 menjadi salah satu alasan munculnya keraguan.

Meski demikian, perubahan struktur di FIGC membuat arah kebijakan ikut berubah. Mancini akhirnya kembali menjadi pilihan utama untuk memimpin proyek baru Gli Azzurri setelah tercapai kesepakatan dengan federasi.

Misi Rekonsiliasi dan Meringankan ‘Luka Old’ Publik Italia

Kembalinya Roberto Mancini ke kursi kepelatihan Timnas Italia jelas mendatangkan reaksi bercampur aduk dari para tifosi. Di satu sisi, publik tidak bisa melupakan momen manis ketika Mancini memimpin Gli Azzurri meraih gelar juara Euro 2020 setelah menumbangkan Inggris di Stadion Wembley melalui adu penalti. Kala itu, permainan Italia dipuji setinggi langit karena mengusung gaya menyerang yang modern dan atraktif—sebuah transformasi total dari citra legendaris Catenaccio yang cenderung pragmatis.

Namun di sisi lain, kepergiannya yang mendadak pada Agustus 2023 meninggalkan rasa pahit yang mendalam. Langkah Mancini berpindah ke Timnas Arab Saudi di tengah gelaran kualifikasi Piala Eropa dianggap sebagai tindakan yang kurang bertanggung jawab oleh sebagian besar pencinta sepak bola Italia. Oleh karena itu, tugas pertama Mancini pada periode keduanya ini bukan hanya meracik taktik di lapangan, melainkan juga melakukan rekonsiliasi moral dengan publik dan media Italia yang sempat meragukan komitmennya.

“Sepak bola selalu memberikan kesempatan kedua. Tugas saya sekarang adalah membuktikan di lapangan bahwa cinta dan dedikasi saya untuk warna Azzurro tidak pernah berkurang sedikit pun,” ujar sebuah sumber yang dekat dengan lingkaran dalam sang pelatih.

Sinergi Pengalaman: Duet Mancini dan Claudio Ranieri

Salah satu aspek yang paling menarik dari struktur baru Gli Azzurri adalah masuknya nama senior Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik. Penunjukan Ranieri dinilai sebagai langkah strategis yang sangat cerdas dari FIGC untuk menjaga keseimbangan di dalam internal tim.

Roberto Mancini merentangkan tangan memberi instruksi di pinggir lapangan
Roberto Mancini memberikan petunjuk taktis dari pinggir lapangan saat memimpin tim.

Ranieri, yang dikenal memiliki pembawaan tenang, bijaksana, dan kaya akan pengalaman taktis, diproyeksikan menjadi jembatan antara jajaran pelatih, pemain, dan hierarki federasi. Pengalamannya mengarsiteki berbagai klub top Eropa—termasuk keajaiban menjuarai Liga Premier Inggris bersama Leicester City—akan memberikan kedalaman modal intelektual bagi tim nasional.

Kerja sama antara Mancini yang dinamis dan Ranieri yang pragmatis-fleksibel diyakini mampu membentuk ekosistem kerja yang kokoh. Ranieri dapat berfokus pada analisis jangka panjang, pemantauan bakat muda, serta strategi penguatan infrastruktur teknis, sementara Mancini bisa mencurahkan fokus sepenuhnya pada performa tim di atas lapangan hijau.

Tantangan Regenerasi dan Target Utama

Tugas berat sudah menanti pasangan baru ini. Salah satu masalah krusial yang terus membayangi Italia dalam beberapa tahun terakhir adalah krisis penyerang tajam (krisis bomber) dan regenerasi lini belakang yang mulai mengikis.

Dalam proyek barunya ini, Mancini dituntut untuk:

  • Mengintegrasikan Bakat Muda: Memaksimalkan potensi pemain-pemain muda yang tengah bersinar di Serie A maupun liga top Eropa lainnya.

  • Membangun Identitas Permainan Baru: Memperbaiki efektivitas lini serang tanpa mengorbankan kedisiplinan lini pertahanan.

  • Memutus Trauma Kualifikasi: Memastikan Italia dapat melangkah mulus ke putaran final turnamen mayor tanpa harus melalui drama play-off yang mengerikan seperti pada era-era sebelumnya.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menegaskan bahwa target jangka panjang dari penunjukan ini adalah membangun fondasi skuad yang kompetitif tidak hanya untuk turnamen terdekat, tetapi juga untuk konsistensi jangka panjang hingga beberapa tahun ke depan.

Dengan penyelesaian proses administrasi yang tinggal menghitung hari, publik kini menunggu pengumuman resmi dan daftar panggil pertama dari Mancini. Babak baru Gli Azzurri resmi dimulai, dan harapan seluruh masyarakat Italia kini kembali digantungkan di pundak sang arsitek kawakan tersebut.

Leave a Reply