duniabola Manchester City akhirnya resmi mengangkat penerus Josep Guardiola. Pada Senin (29/6/2026) malam WIB, The Citizens secara memperkenalkan Enzo Maresca sebagai pelatih kepala baru klub.
Maresca dipercaya menggantikan Guardiola yang mengakhiri masa baktinya setelah satu dekade penuh kesuksesan bersama klub asal Manchester tersebut. Penunjukan ini sekaligus menandai dimulainya era baru di Stadion Etihad.
Keputusan City bukan tanpa alasan karena Maresca sudah sangat mengenal lingkungan klub. Pelatih asal Italia itu pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola dan ikut berkontribusi saat City meraih treble bersejarah.
Kini, Maresca mendapat tanggung jawab besar untuk melanjutkan warisan salah satu manajer terbaik dalam sejarah klub. Tantangan berat pun sudah menantinya sejak hari pertama memimpin Manchester City.
Era Baru Manchester City Resmi Dimulai
Manchester City mengumumkan pengangkatan Enzo Maresca melalui pernyataan resmi klub pada Senin siang waktu setempat. Pelatih berusia 46 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun yang berlaku hingga musim panas 2029.
Penunjukan Maresca dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menjaga kesinambungan filosofi permainan yang telah dibangun Guardiola selama sepuluh tahun terakhir. Pengalamannya sebagai asisten Guardiola pada musim treble 2022/2023 menjadi salah satu pertimbangan utama klub.
Selain pernah menjadi tangan kanan Guardiola, Maresca juga sempat menangani Elite Development Squad Manchester City pada musim 2020/2021. Kedekatannya dengan kultur klub membuat manajemen yakin ia mampu menghadapi tekanan besar sebagai penerus Guardiola.
Manchester City menyampaikan dalam pengumuman resminya, “Manchester City dengan senang hati mengumumkan penunjukan Enzo Maresca sebagai manajer.”
Klub kemudian menambahkan, “Pelatih asal Italia ini telah menandatangani kontrak tiga tahun hingga musim panas 2029. Bagi Maresca, ini akan menandai masa baktinya yang ketiga di klub, dan ia datang dengan bekal pengalaman dan kesuksesan yang melimpah di level elite.”

Maresca Antusias Kembali ke Etihad
Bagi Maresca, kepulangannya ke Etihad merupakan momen yang sangat spesial. Setelah sempat melatih Chelsea, ia kini kembali ke klub yang sudah dikenalnya dengan misi membawa City kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Proses kepindahannya sempat memerlukan waktu karena penyelesaian administrasi dengan Chelsea. Laporan menyebut The Blues menerima kompensasi sekitar 17 juta poundsterling sebelum Maresca resmi diperkenalkan sebagai pelatih Manchester City.
Kini, pelatih asal Italia itu siap memulai tantangan baru dengan target mempertahankan identitas permainan City sekaligus menghadirkan prestasi. Ia juga mengaku memahami tuntutan tinggi yang selalu melekat pada klub tersebut.
Maresca mengatakan dalam pernyataan resminya kepada situs Manchester City, “Manchester City adalah klub yang sangat saya kenal dan memiliki kesempatan untuk melatih tim ini adalah peluang yang luar biasa bagi saya. City adalah klub sepak bola yang dikelola dengan sangat baik. Semua yang mereka lakukan inovatif, terencana, dan bertujuan.”
“Bagi seorang manajer, itu adalah situasi impian. Ini memberikan konsistensi yang saya butuhkan untuk melakukan pekerjaan saya secara efektif. Ini akan menjadi masa jabatan ketiga saya di sini. Saya mengenal Klub ini, saya tahu tuntutannya, dan saya tahu harapannya. Kualitas orang-orang yang bekerja di sini adalah yang membuatnya begitu istimewa, dan saya ingin berterima kasih kepada mereka karena telah menunjukkan kepercayaan pada kemampuan saya. Saya tidak sabar untuk mulai melatih para pemain. Saya ingin kita menang, bermain sepak bola yang bagus, dan menikmati tekanan mewakili Manchester City,” tandas Maresca.

Tantangan Berat Menanti di Depan Mata
Tugas Maresca di Etihad dipastikan tidak akan mudah. Menggantikan sosok ikonik seperti Guardiola yang telah mempersembahkan puluhan trofi bergengsi—termasuk dominasi mutlak di Liga Inggris—membuat ekspektasi publik berada di level tertinggi. Penggemar dan manajemen tentu tidak hanya menginginkan kemenangan, tetapi juga permainan atraktif dengan intensitas tinggi yang sudah menjadi identitas The Citizens selama sedekade terakhir.
Selain beban taktis, Maresca juga dihadapkan pada tantangan meremajakan skuad. Beberapa pilar kunci Manchester City yang menjadi andalan di era Guardiola kini mulai memasuki usia senja dalam karier sepak bola mereka. Ia harus bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini untuk menyuntikkan darah muda yang lapar akan gelar, sekaligus menjaga keharmonisan ruang ganti yang dihuni para pemain bintang.
Kendati demikian, rekam jejak Maresca yang gemilang saat membawa Leicester City promosi dan pengalamannya menakhodai Chelsea menjadi modal berharga. Dukungan penuh dari jajaran direksi City, seperti Txiki Begiristain, diyakini akan memberi keleluasaan bagi pelatih asal Italia ini untuk menerapkan visinya. Ujian pertama Maresca akan segera tersaji di laga pramusim, di mana mata dunia akan tertuju pada bagaimana ia meracik strategi demi mempertahankan takhta Manchester City di panggung domestik maupun Eropa.

