Ollie Watkins Sambut Persaingan Striker Timnas Inggris

Ekspresi pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel saat memberikan instruksi taktis di pinggir lapangan.

duniabola Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan banyak pilihan di lini depan. Meski Harry Kane tetap menjadi kapten sekaligus andalan utama dalam urusan mencetak gol, persaingan untuk mengisi peran pendamping dan pelapis berlangsung cukup ketat.

Sejumlah penyerang tampil impresif sepanjang musim 2025/2026. Namun, hanya beberapa nama yang akhirnya berhasil masuk ke dalam skuad final berisi 26 pemain pilihan Thomas Tuchel.

Salah satu pemain yang mendapat tempat adalah Ollie Watkins. Penyerang Aston Villa itu percaya banyaknya variasi karakter penyerang yang dimiliki Inggris justru akan menjadi keuntungan besar dalam upaya meraih hasil maksimal di turnamen tersebut.

Watkins Nilai Kehadiran Ivan Toney Jadi Keuntungan Inggris

Dalam skuad Piala Dunia kali ini, Watkins dipilih bersama penyerang Al-Ahli, Ivan Toney. Keduanya mengungguli sejumlah kandidat lain seperti Danny Welbeck dan Dominic Calvert-Lewin yang juga tampil produktif sepanjang musim lalu.

Selebrasi penyerang Timnas Inggris Ollie Watkins setelah mencetak gol di lapangan hijau.
Ollie Watkins siap bersaing dan memberikan variasi strategi di lini depan Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Watkins menutup musim sebagai pencetak gol terbanyak pemain Inggris di Premier League dengan 16 gol. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 21 gol di semua kompetisi dan membantu Aston Villa menjuarai Liga Europa.

Sementara itu, Toney tampil sangat tajam di Liga Pro Saudi dengan mencetak 32 gol dari 32 pertandingan. Hanya Julian Quinones yang mampu mencetak gol lebih banyak di kompetisi tersebut.

Watkins menilai perbedaan karakter antara dirinya dan Toney menjadi keuntungan bagi Inggris.

“Saya pikir itu bagus. Saya dan Ivan adalah pemain yang berbeda, dan Anda membutuhkan itu. Anda membutuhkan variasi.”

“Pada akhirnya, Ivan adalah pencetak gol yang sudah terbukti. Dia telah menunjukkannya sepanjang kariernya.”

“Bahkan di Euro terakhir, ada momen ketika dia masuk saat tim membutuhkannya. Lalu saya juga memiliki momen saya sendiri di semifinal. Saya pikir luar biasa kami memiliki Ivan di sini karena dia adalah pencetak gol yang sangat klinis.”

Cedera pada Maret Jadi Titik Balik bagi Watkins

Tempat Watkins di skuad Inggris sempat dipertanyakan setelah ia absen dalam dua laga persahabatan melawan Uruguay dan Jepang pada Maret karena cedera.

Namun, pemain berusia 30 tahun itu justru melihat periode tersebut sebagai momen yang membantunya menemukan performa terbaik di level klub. Menurutnya, absen dari tim nasional memberikan kesempatan untuk membangun kembali momentum bersama Aston Villa.

“Sejujurnya, sebelum pemusatan latihan pada Maret, performa saya mulai meningkat. Saya mencetak gol penting dan tampil bagus saat melawan Lille di babak 16 besar Liga Europa,” sambung Watkins.

“Jadi performa saya mulai membaik, dan saya pikir itu menjadi berkah yang tersembunyi.”

Ollie Watkins Penyerang Timnas Inggris Piala Dunia 2026
Ollie Watkins Penyerang Timnas Inggris Piala Dunia 2026

“Terkadang ketika sesuatu diambil dari Anda, Anda menyadari betapa pentingnya hal itu. Itu memberi Anda semangat untuk kembali dan menunjukkan kepada orang-orang apa yang bisa Anda lakukan.”

Inggris akan memulai perjalanan mereka di Grup L dengan menghadapi Kroasia pada 17 Juni. Setelah itu, tim asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan bertemu Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni.

Ambisi Tuchel dan Ujian Pertama di Grup L

Kehadiran Thomas Tuchel di kursi kepelatihan membawa angin segar sekaligus ekspektasi tinggi bagi publik Inggris. Mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen ini dikenal sebagai ahli taktik yang pragmatis namun fleksibel. Keberagaman profil penyerang seperti Kane yang cerdas turun ke lini tengah, Watkins yang mengandalkan kecepatan ruang, serta Toney yang unggul dalam duel fisik dan penalti, memberi Tuchel kemewahan strategi yang jarang dimiliki pelatih Inggris sebelumnya.

Bagi Watkins sendiri, turnamen ini adalah panggung pembuktian bahwa kesuksesannya di level klub bukanlah kebetulan. Setelah membawa Aston Villa berjaya di Eropa, target berikutnya adalah membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Inggris. Ia sadar, persaingan menit bermain akan sangat ketat, namun atmosfer positif di dalam tim menjadi modal utama.

“Kami semua di sini untuk satu tujuan yang sama, yaitu menang. Siapa pun yang diturunkan oleh manajer, kami siap memberikan segalanya,” tegas Watkins penuh optimisme.

Ujian pertama Inggris di Grup L melawan Kroasia diprediksi akan menjadi indikator awal sejauh mana kedalaman skuad ini bisa berbicara banyak. Dengan kombinasi rasa lapar para pemain seperti Watkins dan ketajaman instingtif Ivan Toney, The Three Lions kini memiliki opsi lini depan yang jauh lebih menakutkan untuk meruntuhkan pertahanan tim-tim elite dunia.

Leave a Reply