Nottingham Forest berhasil membawa pulang tiga poin krusial dalam lawatan mereka ke London Stadium setelah menumbangkan tuan rumah West Ham United dengan skor 2-1. Kemenangan ini menegaskan momentum positif Forest musim ini, sekaligus memberikan tekanan besar bagi skuad The Hammers yang tampil inkonsisten di hadapan pendukung sendiri.

Babak Pertama: Duel Taktis yang Sengit
Sejak awal laga, West Ham United mencoba mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan. Namun, strategi “parkir bus” yang dikombinasikan dengan transisi cepat ala Nottingham Forest terbukti menjadi momok bagi lini belakang tuan rumah yang ceroboh.
Forest membuka keunggulan terlebih dahulu melalui skema serangan balik cepat. Kecepatan para pemain sayap mereka berhasil mengeksploitasi celah yang ditinggalkan oleh bek sayap West Ham yang terlalu asyik menyerang. Skor 1-0 untuk tim tamu sempat membuat publik London Stadium terdiam, namun West Ham terus berusaha membongkar pertahanan rapat yang digalang barisan belakang Forest.
Babak Kedua: Intensitas Meningkat dan Perlawanan Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat tajam. Forest justru berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang dari situasi bola mati. Gol kedua ini seolah menjadi “tamparan” keras bagi tim asuhan tuan rumah yang tampak frustrasi menembus blok rendah lawan.

Tak ingin dipermalukan di kandang, West Ham meningkatkan tekanan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil lewat sebuah gol balasan yang mengubah skor menjadi 1-2. Gol tersebut memicu semangat baru bagi para penonton, dan sisa 15 menit terakhir pertandingan pun berubah menjadi serangan satu arah dari West Ham.
Meski terjadi drama di menit-menit akhir dengan beberapa peluang emas dari West Ham, kiper dan lini pertahanan Nottingham Forest tampil heroik. Mereka jatuh bangun menyapu bola untuk memastikan keunggulan tetap terjaga hingga wasit meniup peluit panjang.
Analisis Pertandingan
Kemenangan ini menonjolkan dua hal bagi Nottingham Forest: disiplin pertahanan dan efektivitas serangan balik. Meskipun kalah dalam persentase penguasaan bola, Forest tampil lebih klinis di depan gawang.
Bagi West Ham, kekalahan ini menjadi sinyal merah. Kegagalan mengonversi peluang menjadi gol dan kerapuhan dalam mengantisipasi serangan balik menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajer tim untuk segera dibenahi sebelum merosot lebih jauh di papan klasemen.

Susunan Formasi (General):
-
West Ham: Mengandalkan pola 4-2-3-1 dengan fokus serangan dari sisi sayap.
-
Nottingham Forest: Menggunakan formasi yang lebih reaktif, menutup ruang tengah, dan mengandalkan kecepatan sprinter di lini depan.
Penulis : Sandra

