DuniaBola – Nama Mason Mount pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Inggris dalam beberapa turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2022. Namun, perjalanan kariernya bersama tim nasional kini memasuki fase penuh tantangan. Cedera, performa yang naik turun, serta persaingan ketat di lini tengah membuat Mount mulai kehilangan tempatnya di skuad utama Inggris.
Memasuki periode menuju Piala Dunia 2026, Mason Mount menyadari bahwa peluangnya untuk tampil di turnamen tersebut tidaklah besar. Akan tetapi, alih-alih menyerah, gelandang milik Manchester United ini justru menunjukkan mentalitas kuat dengan menargetkan comeback ke tim nasional setelah turnamen tersebut.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam perjalanan karier Mason Mount, kondisi terkininya, peluangnya di tim nasional Inggris, serta ambisinya untuk kembali bersinar pasca Piala Dunia 2026.
Perjalanan Karier Mason Mount: Dari Akademi hingga Panggung Dunia

Mason Mount lahir pada 10 Januari 1999 di Portsmouth, Inggris. Ia memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Chelsea, klub yang kemudian membesarkan namanya. Sejak usia muda, Mason Mount dikenal sebagai pemain dengan visi permainan yang tajam, etos kerja tinggi, serta fleksibilitas dalam bermain di berbagai posisi lini tengah.
Karier profesionalnya dimulai melalui masa peminjaman di klub Belanda Vitesse Arnhem dan kemudian di Derby County. Di bawah asuhan Frank Lampard, Mount berkembang pesat dan menunjukkan potensi sebagai gelandang modern.
Ketika kembali ke Chelsea, ia menjadi bagian penting tim yang menjuarai Liga Champions UEFA 2021. Mount bahkan mencatatkan kontribusi krusial dalam final, menjadikannya salah satu pemain muda terbaik Inggris saat itu.
Kiprah Bersama Timnas Inggris
Mason Mount melakukan debut bersama tim senior Inggris pada 2019 dan sejak itu menjadi pilihan reguler di bawah pelatih Gareth Southgate. Ia tampil dalam berbagai turnamen besar, termasuk UEFA Euro 2020 dan Piala Dunia 2022.
Dalam periode tersebut, Mount mencatatkan lebih dari 30 caps untuk Inggris, menunjukkan betapa penting perannya di lini tengah.
Namun, seiring waktu, posisinya mulai terancam oleh munculnya pemain-pemain baru yang tampil impresif di level klub maupun internasional.
Penurunan Performa dan Tantangan Cedera

Salah satu faktor utama yang menghambat karier Mount adalah cedera. Sejak bergabung dengan Manchester United pada 2023, ia kerap mengalami masalah kebugaran yang membuatnya sulit tampil konsisten.
Cedera tersebut berdampak langsung pada performanya di lapangan. Ia kehilangan ritme permainan dan kesulitan menunjukkan performa terbaiknya secara berkelanjutan. Hal ini membuatnya tersingkir dari radar utama tim nasional Inggris.
Mount sendiri menyadari kondisi tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa peluangnya untuk tampil di Piala Dunia 2026 cukup kecil karena kurangnya menit bermain dan kondisi fisik yang belum stabil.
Persaingan Ketat di Lini Tengah Inggris
Timnas Inggris saat ini memiliki kedalaman skuad yang luar biasa, terutama di lini tengah. Nama-nama seperti Jude Bellingham, Declan Rice, dan Phil Foden menjadi pilihan utama.
Kehadiran pemain muda berbakat ini membuat persaingan semakin ketat. Mount harus bersaing tidak hanya dengan pemain seangkatannya, tetapi juga dengan generasi baru yang tampil lebih konsisten.
Dalam situasi seperti ini, hanya pemain dengan performa terbaik dan konsistensi tinggi yang akan mendapatkan tempat di skuad.
Ambisi Besar: Kembali Setelah Piala Dunia 2026

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Mason Mount tetap memiliki ambisi besar untuk kembali ke timnas Inggris. Ia secara terbuka menyatakan bahwa target utamanya adalah kembali memperkuat Inggris setelah Piala Dunia 2026.
Mount mengatakan bahwa meskipun tidak terpilih, ia tetap akan mendukung tim sebagai seorang penggemar. Namun, ia juga menegaskan keinginannya untuk kembali masuk skuad di masa depan.
Ambisi ini menunjukkan mentalitas kuat yang dimiliki Mount. Ia tidak ingin menyerah meskipun menghadapi masa sulit dalam kariernya.
Fokus di Manchester United sebagai Kunci Comeback
Untuk mewujudkan targetnya, Mount harus terlebih dahulu menemukan kembali performa terbaiknya di level klub. Bersama Manchester United, ia memiliki kesempatan besar untuk membuktikan kualitasnya.
Mount sendiri optimistis bahwa timnya memiliki peluang untuk bersaing di papan atas Liga Inggris. Ia bahkan menargetkan gelar liga sebagai bagian dari ambisi pribadinya.
Jika ia mampu tampil konsisten dan bebas dari cedera, peluang untuk kembali ke tim nasional tentu akan terbuka.
Faktor Mentalitas dan Dukungan Fans
Salah satu kekuatan utama Mason Mount adalah mentalitasnya. Ia dikenal sebagai pemain yang pekerja keras dan tidak mudah menyerah.
Dukungan dari fans juga menjadi faktor penting dalam perjalanan comeback-nya. Sebagai pemain yang pernah menjadi favorit publik Inggris, Mount masih memiliki tempat di hati para pendukung.
Mentalitas positif ini menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan dan tantangan di level tertinggi.
Peluang di Era Baru Timnas Inggris
Setelah Piala Dunia 2026, kemungkinan besar timnas Inggris akan memasuki era baru dengan regenerasi pemain. Ini bisa menjadi peluang bagi Mount untuk kembali mendapatkan tempat.
Turnamen seperti UEFA Euro 2028 yang akan digelar di Inggris menjadi target realistis bagi Mount.
Jika ia mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi bagian penting tim nasional.
Analisis: Apakah Comeback Mount Realistis?
Secara realistis, peluang Mount untuk kembali ke timnas Inggris sangat bergantung pada beberapa faktor:
- Kondisi fisik – Ia harus terbebas dari cedera.
- Performa klub – Konsistensi di Manchester United sangat krusial.
- Persaingan – Harus mampu bersaing dengan pemain muda berbakat.
- Kepercayaan pelatih – Pelatih timnas harus melihat potensinya kembali.
Jika semua faktor ini terpenuhi, peluang comeback Mount tetap terbuka.
Perjalanan karier Mason Mount bersama Timnas Inggris memang sedang berada di titik sulit. Cedera dan persaingan ketat membuatnya terancam absen dari Piala Dunia 2026.
Namun, tekadnya untuk kembali memperkuat Inggris setelah turnamen tersebut menunjukkan bahwa ia belum habis. Dengan kerja keras, konsistensi, dan mentalitas yang kuat, Mount masih memiliki peluang untuk bangkit dan kembali ke level tertinggi.
Sepak bola selalu memberi ruang bagi kisah comeback. Dan bagi Mason Mount, cerita itu mungkin baru saja dimulai.

