Marcus Thuram Puji Mentalitas Inter Milan Usai Comeback Dramatis Lawan Udinese

Marcus Thuram

DuniaBola Marcus Thuram memberikan apresiasi terhadap mentalitas Inter Milan setelah Nerazzurri sukses melakukan comeback dramatis saat menghadapi Udinese pada pekan keempat Serie A 2026/2027. Sempat tertinggal dua gol dalam 16 menit pertama, Inter mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan 5-3 di San Siro.

Pertandingan yang berlangsung pada Senin (14/9/2026) tersebut menjadi bukti lain bahwa Inter memiliki kemampuan untuk merespons tekanan. Udinese sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol James Abankwah pada menit ke-9 dan Jurgen Ekkelenkamp tujuh menit kemudian.

Namun, Inter tidak kehilangan kendali. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan pada menit ke-26 sebelum Nicolò Barella menyamakan skor pada menit ke-35. Setelah jeda, Marcus Thuram membawa Inter berbalik unggul, sebelum Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny menambah dua gol lagi. Udinese hanya mampu memperkecil skor melalui Idrissa Gueye pada masa injury time.

Marcus Thuram Soroti Mentalitas Inter

Marcus Thuram menjadi salah satu pemain paling penting dalam comeback tersebut. Penyerang asal Prancis itu bukan hanya mencetak gol ketiga Inter, tetapi juga memberikan assist untuk gol Barella yang membuat skor menjadi 2-2.

Usai pertandingan, Marcus Thuram menegaskan bahwa hal terpenting dari pertandingan tersebut adalah bagaimana Inter memberikan respons setelah tertinggal. Menurutnya, tim tidak perlu panik hanya karena mendapatkan awal pertandingan yang buruk.

Ia menilai para pemain Inter sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bangkit ketika berada dalam situasi sulit.

“Kami tahu pertandingan berlangsung 90 menit, jadi masih ada banyak waktu. Kami bisa membalikkan keadaan dan itulah yang kami lakukan,” ujar Thuram setelah pertandingan.

Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinan Marcus Thuram terhadap karakter timnya. Inter memang kembali memperlihatkan pola serupa setelah sebelumnya juga tertinggal 0-2 ketika menghadapi Napoli, sebelum akhirnya meraih kemenangan 3-2.

Dengan demikian, comeback atas Udinese menjadi pertandingan kedua secara beruntun di Serie A di mana Inter mampu membalikkan defisit dua gol menjadi kemenangan.

Inter Sempat Kehilangan Fokus

Meski puas dengan kemenangan, Marcus Thuram tidak menutup mata terhadap persoalan yang muncul dalam pertandingan tersebut. Ia mengakui Inter tidak seharusnya membuat pertandingan menjadi sulit dengan cara tertinggal dua gol sejak awal.

Komentar tersebut sejalan dengan evaluasi pelatih Cristian Chivu setelah pertandingan. Sang pelatih mengakui bahwa Inter terlihat kurang energi dan kurang fokus pada sekitar 25 menit pertama.

Chivu juga menyebut pertandingan Liga Champions sebelumnya ikut menguras energi tim. Namun, ia mengapresiasi respons para pemain ketika berada dalam situasi sulit.

Artinya, kemenangan atas Udinese tidak hanya memperlihatkan kualitas menyerang Inter, tetapi juga menunjukkan adanya ruang yang masih perlu diperbaiki. Kemampuan melakukan comeback memang menjadi nilai positif, tetapi konsistensi sejak menit pertama tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Chivu.

Marcus Thuram Jadi Penentu Kebangkitan

Setelah Barella menyamakan kedudukan, Inter tampil jauh lebih agresif pada babak kedua. Marcus Thuram kemudian menjadi pemain yang membawa Nerazzurri berbalik unggul.

Pada menit ke-57, Andy Diouf mengirim umpan tarik dari sisi kanan yang kemudian diselesaikan Marcus Thuram dari dalam kotak penalti. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Inter semakin percaya diri.

Data pertandingan menunjukkan Thuram tampil efektif. Ia mencatat satu gol dan satu assist, sementara kontribusinya dalam membangun serangan juga membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam kemenangan tersebut. Sofascore bahkan menempatkan Thuram sebagai salah satu pemain dengan performa terbaik pada laga ini.

Bagi Marcus Thuram, gol tersebut menjadi lanjutan dari kontribusi pentingnya untuk Inter pada awal musim. Ia kembali memperlihatkan kemampuan untuk muncul pada momen krusial, terutama ketika tim membutuhkan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Bonny Juga Mendapat Pujian Thuram

Selain membicarakan comeback Inter, Marcus Thuram secara khusus memberikan pujian kepada Ange-Yoan Bonny.

Bonny masuk sebagai pemain pengganti dan kemudian mencetak gol kelima Inter pada menit ke-79. Gol tersebut semakin mengukuhkan kemenangan tuan rumah sebelum Udinese mencetak gol hiburan di penghujung pertandingan.

Marcus Thuram menilai Bonny merupakan pemain yang memiliki kualitas tinggi dan selalu mengutamakan kepentingan tim. Ia juga menyoroti pengalaman Bonny yang membuat kontribusinya semakin berharga bagi skuad Inter.

Marcus Thuram bahkan menyebut Bonny sebagai salah satu pemain terbaik di Serie A menurut pandangannya.

Pujian tersebut juga memperlihatkan kedalaman lini depan Inter. Kehadiran pemain-pemain yang mampu memberikan dampak dari bangku cadangan menjadi salah satu aspek yang membantu Inter mempertahankan intensitas permainan hingga akhir laga.

Inter Pertahankan Rekor Sempurna

Kemenangan atas Udinese membuat Inter mempertahankan catatan sempurna di Serie A. Dari empat pertandingan yang sudah dimainkan, Nerazzurri meraih empat kemenangan dan mengoleksi 12 poin.

Inter juga tetap berada di papan atas bersama AS Roma yang memiliki jumlah poin sama setelah meraih kemenangan 2-0 atas Torino. Kedua tim sama-sama mengawali musim dengan empat kemenangan dari empat pertandingan.

Namun, posisi tersebut membuat pertandingan berikutnya menjadi sangat penting. Inter dijadwalkan menghadapi Roma pada Sabtu (19/9/2026) di Stadio Olimpico dalam duel antara dua tim yang sama-sama memiliki rekor sempurna.

Thuram sendiri menegaskan bahwa Inter tidak hanya menghadapi Roma sepanjang musim. Menurutnya, seluruh lawan di Serie A harus diperlakukan serius karena target mereka adalah meraih hasil positif dalam setiap pertandingan.

Laga Roma Jadi Ujian Berikutnya

Comeback melawan Udinese memberikan modal mental yang positif bagi Inter sebelum menghadapi Roma. Namun, pertandingan tersebut juga menunjukkan bahwa Nerazzurri masih memiliki beberapa aspek yang harus diperbaiki.

Roma sedang berada dalam kondisi yang sama-sama positif. Karena itu, duel di Olimpico akan menjadi pertandingan dengan tingkat tekanan yang lebih tinggi dibanding laga-laga sebelumnya.

Marcus Thuram menilai Inter harus membawa sikap yang sama ke pertandingan berikutnya: tetap tenang, percaya pada kemampuan tim, dan mampu memberikan respons ketika menghadapi kesulitan.

Bagi Inter, kemenangan atas Udinese bukan sekadar tambahan tiga poin. Comeback tersebut memperlihatkan kemampuan tim untuk tetap bermain dan mencari solusi setelah berada dalam posisi tertinggal.

Sementara bagi Thuram, pertandingan itu menjadi panggung lain untuk menunjukkan perannya sebagai salah satu pemain penting di lini depan. Dengan satu gol dan satu assist, pemain Prancis tersebut ikut menjadi bagian utama dari kebangkitan Nerazzurri.

Kini perhatian Inter sepenuhnya tertuju kepada Roma. Duel dua tim dengan rekor sempurna itu akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad Cristian Chivu sekaligus kesempatan untuk melihat apakah mentalitas comeback yang dipuji Thuram dapat kembali terlihat ketika menghadapi lawan yang berada di papan atas.

Leave a Reply