duniabola Pelatih Timnas Spanyol, Luis De La Fuente enggan mengomentari prospek timnya berhadapan dengan Timnas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut sang pelatih, fokus utama La Furia Roja saat ini adalah mengalahkan Timnas Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Seperti yang sudah diketahui, Timnas Spanyol akan memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 pada dini hari nanti. Mereka akan menantang sesama wakil Eropa, Timnas Belgia untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.
Spanyol yang tampil impresif selama Piala Dunia 2026 ini memang lebih banyak dijagokan untuk lolos ke babak semifinal. Masalahnya, di babak semifinal nanti mereka akan melawan tim yang sulit.
Mereka akan berhadapan dengan finalis Piala Dunia 2022, Timnas Prancis yang baru saja menyingkirkan Timnas Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026. Apa kata Luis De La Fuente mengenai laga kontra Prancis itu?
Hanya Pikirkan Belgia
Dlaam konferensi persnya jelang laga melawan Belgia, Luis De La Fuente menolak untuk memikirkan Timnas Prancis saat ini.
Ia menyebut bahwa Timnas Spanyol belum lolos ke babak semifinal, jadi tidak ada gunanya membicarakan Les Bleus saat ini. Baginya, fokus utama Prancis adalah untuk memenangkan pertandingan melawan Belgia.
“Percayalah, kami tidak memikirkan itu (jumpa Prancis di semifinal), karena satu-satunya yang kami pikirkan adalah Belgia, yang akan kami hadapi besok,” ujar Luis De La Fuente.

Yakin Yamal Bakal Bangkit
Di sesi yang sama, Luis De La Fuente juga ditanyai mengenai kondisi Lamine Yamal. Winger Barcelona itu memang jadi andalan De La Fuente sejauh ini.
Namun ia tercatat baru mengemas satu gol saja di Piala Dunia 2026, sehingga banyak yang mempertanyakan kontribusi sang pemain. Namun Luis De La Fuente percaya sang winger bakal bangkit dan bisa mencetak lebih banyak gol lagi bagi Spanyol.
“Saya yakin bahw dia (Yamal) akan kembali tampil dengan baik di lini serang kami,” pungkas sang pelatih.
Rekam Jejak Apik
Timnas Spanyol sendiri memiliki rekam jejak yang apik kala berhadapan dengan Belgia.
Mereka selalu memenangkan enam pertemuan terakhir mereka melawan The Red Devils di semua ajang.
Menguji Kedalaman Skuad La Furia Roja
Meskipun Spanyol diunggulkan di atas kertas berkat rekam jejak historis yang impresif, De La Fuente sangat menyadari bahwa babak perempat final Piala Dunia selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda. Belgia bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Generasi baru The Red Devils yang dikombinasikan dengan beberapa pemain senior berpengalaman terbukti mampu tampil pragmatis dan mengejutkan sepanjang turnamen ini.
Oleh karena itu, De La Fuente menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga kedisiplinan sejak menit pertama. “Di turnamen sebesar Piala Dunia, kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Belgia memiliki transisi yang sangat cepat, dan jika kami kehilangan fokus barang sedetik pun, mereka akan menghukum kami,” imbuhnya dalam sesi konferensi pers yang sama. Spanyol diprediksi akan tetap mengandalkan gaya main penguasaan bola dominan, namun kali ini dengan kewaspadaan tinggi terhadap serangan balik cepat lawan.

Menanti Ledakan Lamine Yamal
Sorotan tajam yang diarahkan kepada Lamine Yamal sebenarnya menjadi dinamika yang wajar bagi pemain berbakat di panggung sebesar Piala Dunia. Di usianya yang masih sangat muda, ekspektasi publik Spanyol agar ia menjadi mesin gol utama memang sangat tinggi. Namun, jika ditelisik lebih dalam secara taktikal, kontribusi Yamal tidak melulu soal mencetak gol. Pergerakannya di sisi sayap kerap memecah konsentrasi lini pertahanan lawan, membuka ruang bagi gelandang atau penyerang tengah seperti Alvaro Morata untuk merangsek masuk.
Tim pelatih Spanyol menilai bahwa minimnya gol Yamal hanyalah masalah momentum. Dukungan penuh yang diberikan De La Fuente diharapkan mampu melepas beban psikologis di pundak sang winger. Laga melawan Belgia dini hari nanti menjadi panggung yang sempurna bagi Yamal untuk membuktikan kapasitasnya dan membungkam para pengkritik.
Mengunci Tiket Semifinal
Jika berhasil melewati hadangan Belgia, Spanyol dipastikan akan menyajikan laga klasik berlevel tinggi melawan Prancis di babak semifinal. Duel sesama raksasa Eropa tersebut tentu menjadi impian para pencinta sepak bola dunia. Bagaimanapun, ketegasan De La Fuente untuk mengabaikan narasi laga kontra Prancis membuktikan kematangan mentalitas juara yang sedang ia tanamkan pada skuad La Furia Roja. Bagi Spanyol, melangkah selangkah demi selangkah adalah kunci utama untuk membawa trofi emas Piala Dunia kembali ke Madrid.

