Liverpool Didesak Coret Mohamed Salah dari Laga Perpisahan di Anfield
Liverpool kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan terakhir Premier League musim 2025/2026. Bukan karena persaingan di papan klasemen, melainkan kontroversi yang melibatkan Mohamed Salah. Sang legenda klub kini berada di tengah badai kritik setelah komentar yang dianggap menyindir gaya bermain Liverpool di bawah arahan Arne Slot. Bahkan, mantan pelatih Premier League Sam Allardyce secara terbuka meminta Liverpool mencoret Salah dari laga perpisahannya di Anfield.
Situasi ini menambah warna dalam akhir perjalanan Mohamed Salah bersama The Reds. Setelah sembilan tahun penuh prestasi dan trofi, penyerang asal Mesir itu justru menghadapi perdebatan yang membuat momen perpisahannya terasa jauh dari kata sempurna.
Mohamed Salah Tuai Kritik Jelang Laga Terakhir

Nama Mohamed Salah selama bertahun-tahun identik dengan kesuksesan Liverpool. Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub dengan kontribusi gol yang luar biasa.
Namun menjelang akhir kebersamaannya di Anfield, Salah justru menjadi bahan pembicaraan karena komentar yang ia unggah setelah Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa.
Dalam unggahan tersebut, Salah mengenang era permainan cepat dan agresif ala Jurgen Klopp yang sering disebut sebagai heavy metal football. Meski tidak menyebut nama secara langsung, banyak pihak menilai komentar tersebut merupakan sindiran terhadap pendekatan taktik Arne Slot.
Unggahan itu memicu beragam reaksi. Sebagian pendukung memahami rasa nostalgia Salah terhadap era Klopp, tetapi tidak sedikit yang menganggap pernyataan tersebut tidak tepat disampaikan ketika musim masih berlangsung.
Sam Allardyce Minta Salah Dicoret

Kritik paling keras datang dari Sam Allardyce. Mantan manajer Everton dan Newcastle United itu menilai Mohamed Salah telah melakukan kesalahan besar dengan mengungkapkan ketidakpuasannya secara terbuka.
Menurut Allardyce, seorang pemain profesional seharusnya menjaga stabilitas tim hingga akhir musim. Ia menilai pernyataan seperti itu hanya akan menciptakan gangguan di ruang ganti dan mengalihkan fokus tim dari target utama.
Allardyce bahkan berpendapat Liverpool sebaiknya tidak memainkan Salah pada pertandingan terakhir melawan Brentford. Menurutnya, tidak ada pemain yang boleh merasa lebih besar daripada klub, termasuk sosok sebesar Mohamed Salah.
Pernyataan tersebut langsung memancing perdebatan di kalangan penggemar Liverpool. Ada yang setuju dengan pendapat Allardyce, tetapi banyak pula yang menilai Salah tetap layak mendapatkan kesempatan tampil dan menerima penghormatan terakhir dari publik Anfield.
Performa Salah Mulai Dipertanyakan

Selain soal komentar kontroversial, performa Mohamed Salah musim ini juga menjadi bahan pembahasan. Dibandingkan beberapa musim sebelumnya, kontribusi gol dan assist sang pemain memang mengalami penurunan.
Arne Slot beberapa kali melakukan rotasi yang membuat Salah tidak selalu menjadi pilihan utama. Situasi itu sempat memunculkan spekulasi mengenai hubungan antara pemain dan pelatih.
Allardyce menilai penurunan performa tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Salah. Ia berpendapat sang pemain perlu lebih fokus meningkatkan performanya dibandingkan mengkritik kondisi di sekitar tim.
Meski demikian, statistik Salah tetap menunjukkan kontribusi penting bagi Liverpool sepanjang musim. Pengalamannya masih menjadi aset berharga, terutama dalam pertandingan besar.
Legenda Liverpool Turut Angkat Suara
Kontroversi yang melibatkan Mohamed Salah ternyata juga mendapat perhatian dari sejumlah legenda sepak bola Inggris.
Nama-nama seperti Jamie Carragher, Wayne Rooney, hingga John Arne Riise disebut ikut memberikan pandangan mengenai situasi tersebut. Mayoritas menilai pemain berpengalaman seperti Salah seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan opini kepada publik.
Mereka memahami bahwa setiap pemain memiliki pandangan pribadi mengenai taktik dan kondisi tim. Namun, menyampaikan kritik secara terbuka ketika musim belum berakhir dinilai bukan langkah yang ideal.
Karena itu, spekulasi mengenai status Salah pada laga kontra Brentford terus berkembang. Banyak pihak penasaran apakah Arne Slot tetap akan memainkan sang pemain sebagai starter atau memilih opsi lain demi menjaga fokus tim.
Status Legenda Tidak Akan Berubah

Terlepas dari polemik yang muncul, kontribusi Mohamed Salah untuk Liverpool tetap tidak bisa dipungkiri. Selama hampir satu dekade di Anfield, ia menjadi bagian penting dalam berbagai pencapaian besar klub.
Salah membantu Liverpool memenangkan Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, hingga berbagai gelar bergengsi lainnya. Ia juga masuk daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Karena itu, banyak suporter berharap kontroversi yang terjadi tidak menghapus kenangan indah yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Bagi sebagian besar pendukung Liverpool, Mohamed Salah tetap akan dikenang sebagai salah satu legenda terbesar yang pernah mengenakan seragam merah kebanggaan Anfield.
Pertandingan melawan Brentford pun berpotensi menjadi momen emosional. Apakah Salah akan tampil atau tidak, sorotan publik dipastikan tertuju pada sosok yang telah menjadi ikon Liverpool selama sembilan musim terakhir.

