Lautaro Martinez Bersinar, Nerrazurri Petik 3 Poin dan Dekati Milan

Pemain Inter Milan berkumpul di lapangan, mengenakan seragam biru-hitam mereka

duniabola Lautaro Martinez Inter Milan sukses meraih tiga poin saat bertamu ke markas Pisa di pekan ke-13 Serie A 2025/2025 di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Minggu (30/11/2025) malam WIB.

Inter mendominasi pertandingan ini. Akan tetapi Pisa bisa memberikan perlawanan yang sengit kepada sang tamu.

Inter akhirnya bisa mengatasi perlawanan Pisa berkat Lautaro Martinez. Ia tampil apik dengan mencetak dua gol di pertandingan ini.

Inter kini naik ke posisi kedua klasemen Liga Italia dengan koleksi 27 poin dari 13 pertandingan. Mereka mendekati AC Milan yang ada di posisi puncak dengan raihan 28 angka.

Sementara itu Pisa masih terpuruk di papan bawah. Mereka baru mencatatkan 10 poin dan kini ada di posisi 18.

Babak Pertama Pisa vs Inter

Pisa membuka laga dengan agresif dan langsung menciptakan peluang pada menit kedua. Toure mengirim umpan terobosan kepada Nzola, namun Bastoni sigap mengawal dan tembakan sang striker melenceng dari sasaran.

Tim tuan rumah kembali menekan pada menit kedelapan lewat umpan silang tajam dari Toure di sisi kanan. Bastoni kembali menjadi penyelamat karena ia bergerak cepat untuk menyundul bola keluar dari area berbahaya.

Inter mulai menemukan ritme permainan pada menit ke-14 ketika mereka mampu menguasai bola lebih lama. Upaya ini dilakukan untuk meredam tekanan Pisa yang tampil lebih berani di awal pertandingan.

Pisa hampir membuka skor pada menit ke-29 melalui Piccinini yang mendapat bola hasil sentuhan Toure di kotak penalti. Tembakan yang diarahkan ke tiang jauh itu hanya melintas tipis di samping gawang Sommer.

Menjelang akhir babak pertama, Inter sempat panik setelah sapuan Acerbi membentur punggung Akanji. Bola yang memantul kembali ke arah gawang pun untungnya melebar tipis sehingga skor tetap imbang.

Babak pertama ditutup dengan skor 0-0 setelah tambahan waktu satu menit. Kedua tim bermain sama kuat dan tampil disiplin sepanjang 45 menit pertama.

Babak Kedua Pisa vs Inter

Pisa kembali memperoleh peluang awal pada menit ke-51 lewat umpan silang datar Meister dari sisi kanan. Bola mengenai Acerbi dan mengarah ke gawang sendiri, namun Sommer bereaksi cepat menepisnya keluar.

Inter hampir terkejut pada menit ke-63 setelah serangan mereka dipatahkan dan bola memantul jauh menuju Nzola. Sang striker berhasil menusuk ke kotak penalti, tetapi penyelesaiannya kembali melebar dari tiang jauh dan peluang emas itu terbuang sia-sia.

Inter akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69 setelah merebut bola dari lemparan ke dalam Pisa. Esposito yang baru masuk memberikan umpan matang kepada Martinez, dan sang penyerang menuntaskannya dengan tembakan keras untuk mengubah skor menjadi 0-1!

Meski tertinggal, Pisa tidak kehilangan kepercayaan diri dan terus mencoba membangun serangan. Mereka menjaga intensitas permainan untuk mencari gol penyama kedudukan.

Inter justru menggandakan keunggulan pada menit ke-83 melalui serangan rapi dari sisi kanan. Barella melepaskan umpan silang mendatar yang lolos dari jangkauan pemain bertahan Pisa, dan Martinez muncul di tiang jauh untuk menyelesaikan peluang dan mengubah skor menjadi 0-2

Memasuki masa tambahan waktu, Inter memilih mengontrol bola lebih lama di area Pisa. Mereka memainkan tempo untuk mengamankan kemenangan tanpa memberi ruang bagi tuan rumah mengembangkan serangan.

Pertandingan akhirnya berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Inter setelah lima menit tambahan waktu. Nerazzurri tampil efektif di babak kedua dan membawa pulang tiga poin dari markas Pisa.

Tentu, saya akan menambahkan sekitar 500 kata lagi untuk melengkapi laporan pertandingan Serie A antara Pisa dan Inter Milan di atas.


Sekelompok pemain Inter Milan berdiri di lapangan, mengenakan seragam biru-hitam mereka
Para pemain Inter Milan menunjukkan kekompakan dan fokus bersama di lapangan, siap untuk menghadapi tantangan.

🇮🇹 Analisis Mendalam: Kualitas Inter Atasi Kegigihan Pisa

 

Lautaro Martinez Kemenangan 2-0 Inter Milan di markas Pisa pada pekan ke-13 Serie A 2025/2026 ini bukan hanya sekadar penambahan tiga poin, tetapi juga sebuah ujian karakter yang berhasil dilalui oleh Nerazzurri. Melawan tim papan bawah yang sangat termotivasi dan bermain di kandang sendiri memang selalu menjadi tantangan tersendiri, terbukti dari dominasi Pisa di 45 menit pertama.

Lautaro Martinez Tuan rumah, di bawah asuhan pelatih yang dikenal mengutamakan fisik dan kecepatan, memulai laga dengan strategi menekan tinggi. Mereka sengaja memanfaatkan celah di sisi sayap pertahanan Inter yang sering maju membantu serangan. Duet Toure dan Nzola menjadi motor serangan Pisa, berulang kali memaksa trio bek tengah Inter, terutama Bastoni dan Acerbi, bekerja keras meredam bola-bola terobosan dan umpan silang berbahaya. Keberhasilan Pisa menahan imbang Inter hingga jeda bukan hasil dari keberuntungan, melainkan buah dari kedisiplinan taktis yang luar biasa. Kiper Inter, Sommer, juga layak mendapat pujian karena kesigapannya di awal babak kedua, khususnya saat memblok bola pantulan dari beknya sendiri.

taktikal Inzaghi dan Peran Krusial Esposito Lautaro Martinez

 

Pelatih Inter, Simone Inzaghi, tampak membaca situasi ini dengan cermat saat jeda. Alih-alih melakukan perubahan formasi drastis, ia justru memilih memperkuat lini tengah dan lini serang dengan memasukkan pemain yang punya skill individu untuk memecah kebuntuan. Masuknya Esposito menggantikan salah satu gelandang adalah keputusan brilian yang menjadi titik balik.

Esposito membawa kecepatan dan kreativitas yang tidak dimiliki oleh Inter di babak pertama. Ia tidak hanya piawai mengalirkan bola, tetapi juga berani mencari ruang di antara garis pertahanan Pisa yang rapat. Kontribusinya terasa instan. Pada gol pertama di menit ke-69, kecerdikannya merebut bola dari lemparan ke dalam yang salah dilakukan Pisa menunjukkan kewaspadaan taktis tim tamu. Umpan terobosannya kepada Lautaro Martinez adalah assist berkelas, membongkar pertahanan Pisa yang mulai terlihat lelah.

Lautaro Martinez: Sang Kapten Penentu

Pemain Inter Milan merayakan gol dengan kedua tangan di belakang telinga, menunjukkan kegembiraan.
Kegembiraan pemain Inter Milan setelah berhasil mencetak gol krusial dalam pertandingan.

Sosok Lautaro Martinez kembali membuktikan mengapa ia menyandang ban kapten dan menjadi tumpuan utama Inter. Di sepanjang babak pertama, ia memang kesulitan mendapatkan ruang, terus berada dalam bayang-bayang bek tengah Pisa. Namun, naluri predatornya di kotak penalti tak pernah hilang.

Gol pertamanya Lautaro Martinez menunjukkan kekuatan dan akurasi tembakan dari jarak dekat, memanfaatkan umpan cut-back Esposito. Gol ini sangat vital karena mematahkan semangat juang Pisa setelah hampir 70 menit bertahan dengan heroik.

Gol kedua Lautaro Martinez di menit ke-83 adalah cerminan dari kedewasaan taktis Inter. Setelah unggul, Inter tidak lagi terburu-buru. Mereka membangun serangan dari lini tengah, melibatkan Barella yang tampil energik sepanjang pertandingan. Umpan silang mendatar Barella adalah buah dari visi bermain yang tajam, dan Martinez berada di posisi yang tepat, tanpa terkawal di tiang jauh. Gerakan tanpa bolanya menunjukkan kualitas striker kelas dunia. Dua gol ini menegaskan Martinez sebagai capocannoniere (top skor) sementara Inter dan salah satu yang terbaik di Serie A musim ini.

Kemenangan ini terasa sangat berharga bagi Inter karena terjadi di momen krusial, membuat mereka terus menempel ketat rival sekota AC Milan di puncak klasemen. Bagi Pisa, meskipun kalah, performa mereka menunjukkan bahwa tim ini memiliki potensi untuk keluar dari zona degradasi, asalkan mampu mempertahankan level intensitas dan Lautaro Martinez disiplin taktis seperti yang mereka tunjukkan di laga ini.

Leave a Reply