Jose Mourinho Bongkar Aksi Usil Usai Benfica Kalahkan Napoli

Jose Mourinho memberi hormat di pinggir lapangan setelah Benfica menang

duniabola Jose Mourinho kembali mencuri perhatian, bukan hanya lewat kemenangan Benfica atas Napoli, tetapi juga lewat aksi jenakanya di ruang konferensi pers.

Pelatih berjuluk The Special One itu muncul sambil membawa sebuah kantong misterius setelah timnya menang 2-0 dalam laga Liga Champions, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB.

Benfica memastikan tiga poin berkat gol Richard Rios dan Leandro Barreiro, namun momen paling mengundang tawa justru terjadi setelah pertandingan. Seorang jurnalis penasaran melihat Jose Mourinho membawa tas kecil.

“Saya lihat Anda bawa tas. Itu hadiah buat salah satu jurnalis?” celetuk seseorang di ruangan tersebut.

Dengan senyum khasnya, Jose Mourinho kemudian membuka rahasia isi tas itu, dan jawabannya membuat ruangan seketika heboh. “Ini seragamnya McTominay. Saya yang memainkannya, saya yang menggeser Paul Pogba untuk dia. Paling tidak dia harus kasih saya bajunya,” ujar Mou sambil tertawa.

McTominay: Dari Pemain Muda United Jadi Bintang Napoli

Scott McTominay yang kini berusia 29 tahun memang punya sejarah panjang dengan Jose Mourinho . Keduanya bekerja sama selama hampir dua musim di Manchester United. Pemain kelahiran Lancaster itu meniti karier dari akademi MU sejak usia lima tahun, sebelum akhirnya debut di tim utama pada Mei 2017.

Di bawah Jose Mourinho , McTominay mulai mendapat menit bermain reguler sepanjang paruh kedua musim 2017/18. Ia bersaing dengan deretan gelandang top seperti Paul Pogba, Michael Carrick, hingga Juan Mata, namun justru berhasil mencuri hati Jose Mourinho berkat konsistensinya.

Meski Jose Mourinho didepak pada akhir 2018, McTominay terus berkembang hingga mencatat lebih dari 250 penampilan untuk Setan Merah. Kariernya sempat tersendat, sebelum bangkit kembali usai hijrah ke Napoli pada bursa transfer musim panas 2024.

Keputusan itu terbukti tepat. McTominay tampil dominan di lini tengah, membantu Napoli merebut kembali Scudetto, sekaligus menembus posisi ke-18 dalam daftar peringkat Ballon d’Or 2025.

Scott McTominay merayakan gol atau kemenangan bersama rekan-rekan setim di Napoli.
Scott McTominay, yang kini menjadi pilar lini tengah Napoli, merayakan kemenangan penting di Serie A. Ia merupakan mantan anak didik kesayangan Jose Mourinho di Manchester United.

Jose Mourinho Juga Berperan dalam Karier Internasional McTominay

Bukan hanya di level klub, Jose Mourinho ternyata juga punya andil besar dalam perjalanan McTominay di panggung internasional. Saat itu, McTominay masih bisa memilih antara membela Inggris atau Skotlandia, negara asal ayahnya.

Menurut sejumlah laporan, Jose Mourinho mendorong pelatih Skotlandia saat itu, Alex McLeish, untuk segera bertemu McTominay setelah melihat Inggris tidak buru-buru memanggil sang pemain. Mou bahkan memfasilitasi pertemuan keduanya di Manchester.

Keputusan itu mengubah karier McTominay. Ia resmi berseragam timnas Skotlandia sejak 2018 dan kini menjadi salah satu pemain paling penting di skuad Tartan Army.

Momen puncaknya? Tentu saja ketika ia mencetak gol salto spektakuler yang memastikan tiket Skotlandia ke Piala Dunia 2026, sebuah highlight yang makin memantapkan statusnya sebagai pilar negeri tersebut.

Legenda Benfica dan McTominay: Nostalgia dan Saling Lempar Pujian

Aksi jenaka Jose Mourinho membawa jersey Scott McTominay dari kamar ganti Napoli ke ruang konferensi pers benar-benar menjadi highlight malam itu. Jauh melampaui skor 2-0 Benfica atas Partenopei, momen tersebut menunjukkan ikatan emosional dan rasa saling menghargai yang mendalam antara mantan mentor dan anak didiknya.

McTominay, yang kini menjadi gelandang vital bagi Napoli, terlihat menghampiri Mourinho di lorong stadion sesaat setelah peluit akhir. Meskipun timnya kalah, ia tampak santai, bertukar senyum lebar dengan The Special One. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa McTominay sempat memeluk erat Mourinho dan berbisik sesuatu, yang kemudian disusul tawa renyah dari pelatih asal Portugal itu.

“Dia datang dan bilang, ‘Boss, saya hampir lupa. Ambil ini, Anda pantas mendapatkannya lebih dari siapa pun,'” ungkap Mourinho, menirukan ucapan McTominay, saat ia mulai membuka kantong misterius tersebut di hadapan jurnalis.

Hubungan mereka memang unik. Di Manchester United, McTominay sering dianggap sebagai ‘anak emas’ Mourinho. Kritikus sepak bola saat itu sering mempertanyakan keputusan Mourinho yang lebih memilih McTominay ketimbang gelandang mahal lainnya. Namun, waktu telah membuktikan pandangan jauh sang pelatih.

“Bagi saya, Scott adalah cerminan dari profesionalisme murni. Dia tidak pernah mengeluh, selalu berlatih 100%, dan selalu siap bermain di posisi mana pun yang Anda minta. Dia punya mentalitas juara, sesuatu yang sulit Anda beli di bursa transfer,” kenang Mourinho. “Melatih Scott itu mudah, karena dia sudah punya kompas di dalam dirinya. Saya hanya perlu memberinya peta dan membiarkannya berjalan.”


🌟 Kebangkitan McTominay di Serie A: Dari Struggler Menjadi Scudetto Hero

Keputusan McTominay untuk pindah ke Napoli pada usia 27 tahun memang sempat mengejutkan banyak pihak. Setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting—meski terkadang dikritik—di Manchester United, banyak yang menduga ia akan menghabiskan sisa kariernya di Old Trafford. Namun, McTominay memilih tantangan baru, sebuah langkah yang diakui banyak pengamat berani dan transformatif.

Di bawah skema permainan Napoli yang cepat dan taktis, McTominay menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Peran barunya di Serie A memungkinkannya untuk lebih banyak beroperasi sebagai gelandang box-to-box dengan tanggung jawab menyerang yang lebih besar, berbeda dengan peran yang lebih defensif yang sering ia jalankan di United. Statistiknya bicara: McTominay mencetak 10 gol liga dan 8 assist dalam musim pertamanya, sebuah capaian fantastis untuk seorang gelandang bertahan.

Kehadirannya tidak hanya menambah daya gedor, tetapi juga memperkuat mental tim. Kinerjanya yang stabil menjadi fondasi bagi Napoli untuk kembali menjuarai liga domestik setelah paceklik singkat. Ini pula yang membawanya masuk dalam daftar 20 besar nominasi Ballon d’Or 2025, pengakuan yang menunjukkan lompatan kualitatif kariernya.

“Tentu saja saya bangga. Saya melihatnya sejak ia masih remaja yang canggung. Sekarang, melihatnya bersinar di panggung Liga Champions, melawan tim saya, dan menjadi salah satu gelandang terbaik di Eropa—itu adalah kebahagiaan seorang guru,” ujar Mourinho dengan mata berbinar. Ia menambahkan bahwa kepindahan McTominay ke Italia adalah “keputusan paling cerdas yang pernah ia ambil” dalam kariernya.


🗺️ Peran Taktis McTominay yang Menggeser Paul Pogba

Paul Pogba dalam seragam klubnya sedang mengangkat tangan di lapangan
Paul Pogba, gelandang yang sempat menjadi pemain termahal Manchester United, posisinya di lini tengah MU pernah digeser oleh Scott McTominay atas keputusan Jose Mourinho.

Momen paling bersejarah yang disinggung Mourinho adalah saat ia berani menggeser Paul Pogba, gelandang termahal saat itu, demi memberi tempat reguler kepada McTominay di lini tengah Manchester United. Keputusan ini sering kali disebut sebagai salah satu contoh keberanian taktis Mourinho.

Mourinho melihat McTominay memiliki kualitas langka: kombinasi etos kerja yang tak kenal lelah, kemampuan membaca permainan yang baik, dan yang terpenting, konsistensi emosional. Sementara Pogba adalah pemain dengan bakat yang tak terbantahkan, Mourinho membutuhkan jangkar yang lebih solid dan bisa diandalkan dalam skema pertahanannya. McTominay menawarkan kepastian yang tidak selalu dimiliki oleh rekan-rekannya yang lebih glamor.

“Orang-orang fokus pada nama besar, pada harga. Saya fokus pada apa yang tim butuhkan di lapangan. Scott memberikan keseimbangan sempurna. Dia adalah perekat. Saat Anda memainkan pemain mahal, Anda berharap keajaiban. Saat Anda memainkan Scott, Anda tahu Anda mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dengan sempurna,” jelas Mourinho.

Kisah McTominay, dari underdog pilihan Mourinho, hingga bintang Napoli dan pahlawan Piala Dunia Skotlandia, adalah narasi yang sempurna tentang bagaimana kepercayaan seorang pelatih dapat mengubah lintasan karier seorang pemain. Jersey yang dibawa Mourinho malam itu bukan sekadar kenang-kenangan, melainkan simbol pengakuan dari seorang murid kepada guru yang melihat potensi tak terucapkan.

Leave a Reply