DuniaBola – Francisco Conceicao kembali menunjukkan kualitasnya bersama Juventus. Winger asal Portugal tersebut terpilih sebagai Man of the Match dalam duel sengit Juventus kontra AC Milan pada giornata ketiga Serie A 2026/27 yang berlangsung di Allianz Stadium, Minggu (6/9/2026) malam waktu setempat.
Pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan start sempurna tersebut berakhir dengan skor 1-1. Juventus sempat tertinggal setelah Alphadjo Cisse membawa AC Milan unggul pada babak kedua, tetapi Federico Gatti menyelamatkan tuan rumah melalui gol pada masa injury time.
Di tengah pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, Francisco Conceicao menjadi salah satu pemain Juventus yang paling konsisten memberikan ancaman. Pergerakannya dari sisi kanan beberapa kali membuat pertahanan Milan berada dalam tekanan.
Francisco Conceicao Jadi Ancaman Utama Di Juventus

Sejak pertandingan memasuki pertengahan babak pertama, Juventus mulai mengambil kendali permainan. Salah satu sumber ancaman terbesar datang dari Francisco Conceicao.
Winger Portugal tersebut beberapa kali mencoba menusuk dari sisi kanan sebelum masuk ke area pertahanan Milan. Kecepatan, akselerasi, serta kemampuannya dalam melakukan duel satu lawan satu membuat lini belakang Rossoneri tidak bisa bermain terlalu agresif.
Peluang besar pertama Conceicao datang setelah dirinya menemukan ruang di dalam kotak penalti. Ia melepaskan tembakan yang masih mampu ditepis Mike Maignan. Bola muntah kemudian mengarah kepada Manuel Locatelli, tetapi sang kapten Juventus gagal memanfaatkannya menjadi gol.
Momen tersebut menjadi gambaran bagaimana Francisco Conceicao menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya dalam skema serangan Juventus.
Dua Kali Membuat Maignan Bekerja Keras

Performa Conceicao semakin menonjol menjelang akhir babak pertama. Setelah menerima umpan panjang dari Douglas Luiz, ia kembali mendapatkan ruang untuk melakukan penetrasi.
Francisco Conceicao mengontrol bola di area berbahaya dan kemudian melepaskan tembakan ke arah tiang jauh. Namun, Maignan kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Kiper AC Milan itu memang tampil impresif sepanjang pertandingan. Beberapa penyelamatan pentingnya membuat Juventus harus menunggu hingga menit-menit terakhir untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Menurut data pertandingan, Conceicao mencatat tiga tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran selama 87 menit berada di lapangan. Ia juga melakukan tiga umpan silang dan berhasil memenangkan satu tekel.
Sempat Membentur Tiang
Bukan hanya penyelamatan Maignan yang menggagalkan usaha Francisco Conceicao. Pada babak kedua, winger berusia 23 tahun tersebut juga sempat membuat Juventus hampir membuka keunggulan.
Salah satu tembakannya meluncur deras dan justru membentur tiang gawang Milan. Momen tersebut menjadi salah satu peluang terbaik Juventus dalam pertandingan.
Conceicao bahkan mengakui bahwa keberuntungan belum berpihak kepadanya dalam urusan mencetak gol. Ia menilai beberapa peluangnya hanya membutuhkan sedikit perubahan arah agar bola bisa masuk ke gawang.
“Saya sedang bekerja untuk itu,” ujar Conceicao setelah pertandingan, sembari menyinggung peluang-peluang yang membentur tiang. Ia juga menegaskan bahwa dirinya ingin terus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Juventus Dominan, tetapi Milan Mencuri Keunggulan
Secara permainan, Juventus sebenarnya lebih banyak memberikan tekanan kepada AC Milan. Tuan rumah menciptakan sejumlah peluang dan membuat lini belakang Milan harus bekerja keras.
Data pertandingan menunjukkan Juventus melepaskan 14 tembakan berbanding hanya tiga milik Milan. Dari jumlah tersebut, Juventus mencatat lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Milan hanya memiliki satu tembakan yang mengarah ke gawang.
Namun, sepak bola tidak selalu ditentukan oleh jumlah peluang.
AC Milan justru mampu mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-68. Pemain muda Alphadjo Cisse memanfaatkan umpan Samuel Chukwueze sebelum melakukan penyelesaian yang berhasil menaklukkan Guglielmo Vicario.
Gol tersebut membuat Juventus berada dalam situasi sulit. Waktu pertandingan semakin menipis dan Milan mulai terlihat semakin dekat dengan kemenangan.
Federico Gatti Jadi Penyelamat Juventus

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan kemenangan AC Milan, Juventus mendapatkan penyelamat pada masa injury time.
Luciano Spalletti memasukkan Federico Gatti pada menit-menit akhir. Keputusan tersebut terbukti tepat.
Pada menit ke-90+2, Teun Koopmeiners mengirimkan umpan silang yang kemudian disambut sundulan Gatti. Bola bersarang di gawang Milan dan membuat Allianz Stadium bergemuruh.
Juventus pun terhindar dari kekalahan dan mengamankan satu poin melalui skor akhir 1-1. Catatan resmi Juventus mengonfirmasi bahwa Gatti mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+2 setelah Cisse lebih dahulu membawa Milan unggul.
Hasil tersebut membuat Juventus dan Milan sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan awal Serie A 2026/27. Milan berada di posisi yang lebih tinggi berkat keunggulan selisih gol.
Mengapa Conceicao Layak Mendapat Man of the Match?
Meski tidak mencetak gol maupun assist, kontribusi Francisco Conceicao tetap sangat penting bagi Juventus.
Ia merupakan salah satu pemain yang paling sering mencoba membongkar pertahanan Milan. Keberaniannya untuk membawa bola ke depan dan melakukan penetrasi membuat Juventus memiliki variasi serangan dari sisi kanan.
Dua tembakan tepat sasaran serta peluang yang membentur tiang memperlihatkan betapa dekatnya Francisco Conceicao dengan mencetak gol.
Laporan pertandingan dari sejumlah media juga menempatkan Francisco Conceicao sebagai pemain paling berbahaya Juventus. Mundo Deportivo menyebut pemain Portugal itu memiliki peluang-peluang terbaik dalam pertandingan dan terpilih sebagai MVP.
Sementara itu, media Italia Calciomercato memberikan nilai 7 kepada Conceicao dan menyebutnya sebagai pemain paling berbahaya Juventus.
Artinya, meski penghargaan pemain terbaik dapat berbeda tergantung sumber atau metode penilaian, performa Conceicao memang menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan tersebut.
Persaingan dengan Mike Maignan
Menariknya, tidak semua sistem penilaian menempatkan Conceicao sebagai pemain terbaik pertandingan.
Sofascore memberikan rating tertinggi kepada Mike Maignan dengan nilai 7,7. Kiper Milan tersebut mencatat empat penyelamatan dan menjadi alasan utama Juventus gagal mencetak lebih dari satu gol. Federico Gatti mendapat nilai 7,6, sedangkan Conceicao berada di angka 7,3.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan Man of the Match bisa bergantung pada pihak yang memberikan penilaian.
Dalam konteks penghargaan yang diberikan kepada Conceicao, alasannya lebih berkaitan dengan pengaruhnya terhadap permainan Juventus serta ancaman yang terus ia berikan kepada pertahanan Milan.
Francisco Conceicao Semakin Penting bagi Juventus
Performa melawan Milan juga memperlihatkan semakin pentingnya Francisco Conceicao dalam rencana permainan Juventus.
Spalletti membutuhkan pemain yang mampu menciptakan situasi satu lawan satu dan mengubah tempo serangan. Francisco Conceicao memiliki karakteristik tersebut.
Ia tidak hanya menunggu bola di sisi lapangan, tetapi juga aktif bergerak mencari ruang. Ketika mendapatkan kesempatan, ia berani melakukan penetrasi ke kotak penalti dan melepaskan tembakan.
Hal tersebut membuat Juventus memiliki opsi serangan yang berbeda dibandingkan ketika hanya mengandalkan kombinasi melalui lini tengah.
Kehadiran Francisco Conceicao juga memberikan keseimbangan terhadap serangan Juventus yang diisi sejumlah pemain dengan karakter berbeda.
Spalletti Masih Punya Pekerjaan Rumah
Hasil imbang melawan Milan tentu bukan hasil yang sepenuhnya memuaskan bagi Juventus.
Tuan rumah memiliki peluang lebih banyak, tetapi hanya mampu mencetak satu gol melalui Gatti pada masa injury time. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol masih menjadi pekerjaan rumah bagi Spalletti.
Pelatih Juventus tersebut sendiri menilai timnya harus lebih berani mengambil kendali dalam pertandingan besar. Ia menegaskan bahwa Juventus tidak boleh menunggu lawan memberikan kesempatan untuk bermain dan harus mampu mengambil pertandingan dengan lebih agresif.
Masalah efektivitas juga terlihat dari performa lini depan. Randal Kolo Muani, yang menjadi ujung tombak, gagal memberikan ancaman berarti kepada Maignan dan mendapat kritik dari sejumlah media Italia.
Dalam situasi seperti ini, peran pemain kreatif seperti Conceicao menjadi semakin penting.
Conceicao: Performa Bagus, tetapi Masih Bisa Lebih Tajam
Francisco Conceicao sendiri tidak puas sepenuhnya dengan hasil pertandingan.
Ia merasa Juventus sebenarnya pantas mendapatkan kemenangan setelah melihat jumlah peluang yang dibuat sepanjang pertandingan. Menurutnya, Milan tidak menciptakan banyak peluang selain gol Cisse.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kepercayaan diri Conceicao terhadap kualitas permainan Juventus.
Namun, sang winger juga menyadari bahwa sepak bola membutuhkan penyelesaian akhir. Peluang yang membentur tiang tidak akan tercatat sebagai gol dan pada akhirnya Juventus hanya mendapatkan satu poin.
Jika mampu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, Conceicao berpotensi menjadi salah satu pemain penting Juventus sepanjang musim 2026/27.
Jadi Modal Positif untuk Laga Berikutnya
Hasil imbang melawan Milan membuat Juventus tetap belum terkalahkan setelah tiga pertandingan Serie A musim ini.
Bianconeri sebelumnya berhasil meraih dua kemenangan dan kini menambah satu hasil imbang. Dengan tujuh poin, Juventus masih berada di papan atas klasemen.
Bagi Conceicao, penghargaan Man of the Match menjadi tambahan kepercayaan diri setelah penampilannya yang agresif menghadapi salah satu rival terbesar Juventus.
Meski belum berhasil mencetak gol, kontribusinya terlihat jelas melalui peluang-peluang yang ia ciptakan.
Juventus tentu berharap performa tersebut bisa berlanjut dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Jika Conceicao mampu mempertahankan agresivitas sekaligus meningkatkan kualitas penyelesaian akhir, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pemain kunci dalam ambisi Juventus bersaing di papan atas Serie A.
Francisco Conceicao layak menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan setelah pertandingan Juventus vs AC Milan.
Dalam laga yang berakhir 1-1 tersebut, pemain Portugal itu menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Milan. Ia memiliki beberapa peluang emas, memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan penting, dan bahkan sempat membentur tiang.
Pada akhirnya, Federico Gatti menjadi pahlawan Juventus setelah mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time. Namun, performa Conceicao tetap mendapatkan apresiasi dan membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match.
Dengan usia yang masih muda dan kemampuan individu yang semakin matang, Conceicao memiliki peluang besar untuk memainkan peran lebih besar bersama Juventus musim ini.
Pertandingan melawan Milan menjadi bukti bahwa ketika Juventus membutuhkan kreativitas dan keberanian dalam menyerang, Francisco Conceicao bisa menjadi salah satu pemain pertama yang diandalkan.

