DuniaBola – Timnas Egypt menunjukkan karakter sebagai salah satu kekuatan utama Afrika setelah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan New Zealand dengan skor 3-1 dalam laga Grup G Piala Dunia 2026. Bermain dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh drama, The Pharaohs sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya mencetak tiga gol balasan yang memastikan kemenangan penting.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Grup G sejauh ini. New Zealand tampil penuh semangat dan berhasil mengejutkan lawannya pada babak pertama. Namun pengalaman serta kualitas individu yang dimiliki Egypt menjadi faktor penentu yang mengubah jalannya pertandingan di babak kedua.
New Zealand Awali Pertandingan dengan Percaya Diri

Sejak peluit pertama dibunyikan, New Zealand menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan. Tim asal Oceania tersebut bermain disiplin dan berani memberikan tekanan kepada lini belakang.
Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-15. Bek tengah Finn Surman berhasil mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan situasi bola mati yang tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh pertahanan tim tersebut.
Gol tersebut membuat New Zealand unggul 1-0 dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Para pemain Egypt terlihat sedikit terkejut dengan agresivitas lawan yang tampil tanpa beban.
Sepanjang babak pertama, New Zealand mampu mempertahankan keunggulan dengan organisasi permainan yang rapi. Mereka berhasil membatasi ruang gerak para pemain kreatif Egypt dan membuat Mohamed Salah kesulitan menemukan celah untuk menciptakan peluang berbahaya.
Egypt Dominan tetapi Kesulitan Menembus Pertahanan

Meski tertinggal, Egypt sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola. Tim asuhan pelatih mereka terus berusaha membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan cepat dari sektor sayap.
Mohamed Salah beberapa kali mencoba menusuk ke area pertahanan lawan, namun lini belakang New Zealand tampil disiplin dan mampu meredam ancaman tersebut.
Egypt mendapatkan sejumlah peluang menjelang turun minum, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal menyamakan kedudukan.
Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan New Zealand, hasil yang cukup mengejutkan mengingat tim tersebut lebih diunggulkan sebelum pertandingan dimulai.
Perubahan Taktik Mengubah Jalannya Pertandingan
Memasuki babak kedua, Egypt tampil dengan pendekatan berbeda. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan menekan New Zealand lebih tinggi di area pertahanan sendiri.
Perubahan tersebut langsung memberikan dampak positif. Egypt mulai menciptakan peluang demi peluang dan membuat pertahanan New Zealand bekerja lebih keras dibandingkan babak pertama.
Tekanan yang terus menerus akhirnya menghasilkan gol yang ditunggu-tunggu pada menit ke-58.
Mostafa Ziko Menjadi Pemantik Kebangkitan
Gol penyama kedudukan datang melalui Mostafa Ziko. Pemain tersebut berhasil memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol itu menjadi titik balik pertandingan.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, para pemain Egypt tampil jauh lebih percaya diri. Sebaliknya, New Zealand mulai kehilangan momentum yang sebelumnya mereka bangun dengan sangat baik.
Para pendukung Egypt yang memenuhi stadion pun semakin bersemangat memberikan dukungan ketika tim mereka mulai menguasai jalannya pertandingan.
Mohamed Salah Kembali Menunjukkan Kualitasnya
Ketika Egypt sedang berada dalam momentum terbaiknya, sang kapten Mohamed Salah tampil sebagai pembeda.
Pada menit ke-67, bintang Liverpool tersebut berhasil mencetak gol yang membawa Egypt berbalik unggul 2-1. Salah menerima bola di area berbahaya sebelum melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang New Zealand.
Gol tersebut menunjukkan kualitas dan ketenangan Salah dalam situasi krusial.
Sebagai pemain paling berpengalaman dalam skuad Egypt, kontribusi Salah kembali menjadi faktor penting yang membantu timnya meraih kemenangan.
Tidak hanya mencetak gol, Salah juga aktif membuka ruang dan menjadi motor serangan yang terus merepotkan lini belakang New Zealand sepanjang pertandingan.
Trézéguet Pastikan Tiga Poin untuk Egypt
Tertinggal 2-1 membuat New Zealand mencoba keluar menyerang untuk mencari gol penyeimbang. Namun keputusan tersebut justru membuka ruang bagi Mesir untuk melakukan serangan balik.
Pada menit ke-82, Trézéguet berhasil memanfaatkan situasi tersebut dengan sempurna. Ia mencetak gol ketiga Mesir yang sekaligus mengunci kemenangan timnya.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-1 dan praktis mengakhiri perlawanan New Zealand.
Pada sisa waktu pertandingan, Mesir mampu mengontrol permainan dengan baik hingga wasit meniup peluit panjang.
Mohamed Salah Kembali Jadi Pemimpin Tim
Selain gol yang dicetaknya, Mohamed Salah kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin di lapangan. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa membuatnya mampu menjaga ketenangan tim ketika tertinggal.
Kehadiran Salah memberikan kepercayaan diri kepada rekan-rekannya untuk terus menekan hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.
Performa seperti ini menjadi alasan mengapa Mesir masih dianggap sebagai salah satu wakil Afrika yang berpotensi melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Dampak Hasil bagi Grup G
Kemenangan atas New Zealand membuat posisi Mesir semakin kuat dalam persaingan Grup G. Tambahan tiga poin menjadi modal berharga menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Sementara itu, New Zealand harus segera bangkit setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah mereka raih sejak babak pertama. Meski kalah, performa mereka menunjukkan bahwa tim ini mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki pengalaman lebih besar di panggung dunia.
Pertandingan terakhir Grup G dipastikan akan menjadi penentu nasib kedua tim dalam upaya merebut tiket menuju babak gugur.
Statistik Pencetak Gol
New Zealand 1-3 Egypt
New Zealand
- Finn Surman (15′)
Egypt
- Mostafa Ziko (58′)
- Mohamed Salah (67′)
- Trézéguet (82′)
Kesimpulan
Laga antara New Zealand dan Egypt menghadirkan kisah comeback yang mengesankan. Sempat tertinggal lewat gol Finn Surman pada menit ke-15, Egypt berhasil menunjukkan mentalitas juara dengan membalas melalui gol Mostafa Ziko, Mohamed Salah, dan Trézéguet.
Kemenangan 3-1 ini tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi The Pharaohs, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengalaman, kualitas individu, dan ketenangan dalam menghadapi tekanan masih menjadi senjata utama Egypt di Piala Dunia 2026. Sementara bagi New Zealand, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga sebelum menghadapi laga penentuan berikutnya di Grup G.

