Barcelona vs Alaves Yamal dan Olmo Gemilang, Blaugrana Berbalik Menang

Para pemain Barcelona meninggalkan lapangan setelah mengalahkan Alaves 3-1 di La Liga.

duniabola Pertandingan Barcelona vs Alaves pada pekan ke-14 La Liga 2025/2026 di Spotify Camp Nou berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Barcelona. Laga ini dimulai dengan kejutan ketika Deportivo Alaves mencetak gol pada detik-detik awal, tetapi Barcelona merespons dengan dominasi penuh selama sisa pertandingan. Kemenangan ini turut menjaga persaingan ketat Blaugrana di papan atas klasemen.

Gol-gol Barcelona dicetak oleh Lamine Yamal pada menit kedelapan serta Dani Olmo yang menambah dua gol masing-masing pada menit ke-26 dan 90+3. Sebelumnya, Alaves sempat unggul cepat melalui Pablo Ibanez. Trio pencetak gol ini menjadi benang merah pertandingan yang memperlihatkan ketahanan mental Barcelona untuk bangkit dalam tekanan.

Penampilan Lamine Yamal dan Dani Olmo menonjol sepanjang laga, baik dalam kontribusi gol maupun arah permainan. Keduanya tidak hanya menjadi pembeda, tetapi juga menegaskan perkembangan lini serang Barcelona dalam beberapa pekan terakhir. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan kedelapan Barca dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Alaves.

Babak 1 Barcelona vs Alaves: Dari Terkejut Menjadi Menguasai Laga

Camp Nou langsung terperanjat saat pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit. Bola hasil sepak pojok gagal dibersihkan, dan miskick Marc Casado membuat situasi kian kacau hingga Pablo Ibanez mampu memanfaatkan bola liar untuk membawa Alaves unggul. Dalam hitungan detik berikutnya, Barcelona hampir kebobolan lagi karena lini belakang belum menemukan kestabilan.

Namun, setelah peluang pertama dari Raphinha, Barcelona perlahan menemukan ritmenya. Tekanan yang meningkat menghasilkan gol penyama kedudukan ketika Lamine Yamal melepaskan tembakan keras. Gol ini berawal dari aksi individu Raphinha di sisi kiri yang membuka celah bagi Yamal mengeksekusi peluang.

Memasuki pertengahan babak pertama, Barcelona semakin dominan meski Alaves tetap berbahaya lewat serangan balik—terutama melalui Lucas Boye. Momen penting terjadi ketika Joan Garcia menggagalkan peluang emas Jonny Otto, lalu Barcelona melakukan transisi cepat. Raphinha kembali menjadi aktor utama dengan mengirimkan assist akurat untuk diselesaikan Dani Olmo melalui sepakan mendatar. Barcelona menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Dua pemain Barcelona berpelukan di lapangan merayakan gol atau kemenangan, menunjukkan kegembiraan.
Momen keakraban para pemain Barcelona setelah berhasil mencetak gol dalam pertandingan La Liga.

Babak 2 Barcelona vs Alaves: Barca Menekan, Olmo Menutup Pertandingan

Tambahan Marcus Rashford membuat Barcelona lebih agresif di babak kedua, tetapi pertahanan lima bek Alaves memaksa Barca bekerja ekstra untuk menciptakan peluang bersih. Lewandowski melepaskan sundulan keras yang memaksa Antonio Sivera melakukan penyelamatan gemilang, lalu Yamal hampir menambah gol lewat tembakan melengkung yang melayang tipis di atas mistar.

Dani Olmo sempat gagal memanfaatkan peluang emas meski berdiri bebas di area kotak penalti. Masuknya Pedri membuat Barcelona semakin dominan dalam penguasaan bola dan membuat Alaves semakin sulit keluar dari tekanan meski Denis Suarez dan Carlos Alena berupaya membangun permainan.

Menjelang akhir laga, Alaves sempat mengancam melalui peluang Lucas Boye dan tembakan Jon Guridi. Namun, pertahanan Barcelona tampil disiplin, termasuk tekel krusial dari Pau Cubarsi. Ketika Alaves meningkatkan serangan di masa tambahan waktu, Barcelona memanfaatkan ruang di lini belakang lawan. Dani Olmo mencetak gol keduanya pada menit 90+3 untuk memastikan kemenangan 3-1.

Kekalahan ini menjadi yang kelima bagi Alaves saat bermain tandang musim ini. Di sisi lain, Barcelona meraih kemenangan keempat beruntun yang memperkuat posisi mereka dalam persaingan gelar melawan Real Madrid.

Analisis Mendalam: Kemenangan Barcelona Kontra Alaves (3-1)

 

Kemenangan 3-1 atas Deportivo Alaves di Spotify Camp Nou pada pekan ke-14 La Liga 2025/2026 bukan sekadar tiga poin biasa. Hasil ini adalah pernyataan tegas mengenai ketahanan mental (resilience) yang harus dimiliki tim juara, sekaligus menyoroti potensi eksplosif lini serang Blaugrana di bawah tekanan. Kejutan gol cepat Alaves melalui Pablo Ibanez pada menit pertama bukan hanya mengguncang Camp Nou, tetapi juga memberikan ujian taktis langsung bagi pelatih.

Dani Olmo dari Barcelona berjalan di lapangan dengan tatapan fokus, mengenakan seragam merah-biru.
Dani Olmo, pemain sayap Barcelona, saat berlaga di pertandingan La Liga.

🧠 Respon Taktis dan Transformasi Lini Tengah

 

Gol kilat Alaves segera memicu perubahan psikologis dan taktis bagi Barcelona. Pelatih Xavi Hernandez, yang berada di pinggir lapangan, segera mengisyaratkan kepada lini tengah untuk meningkatkan tempo pressing dan memperpendek jarak antar pemain. Awalnya, Barcelona tampak terkejut, dengan misplaced pass dari Marc Casado yang berujung gol. Hal ini menggarisbawahi kelemahan yang masih sesekali muncul di lini tengah yang kurang pengalaman.

Namun, di tengah kekacauan, Frenkie de Jong mengambil alih peran sebagai jangkar stabilitas. Dengan ketenangan dan visi permainannya, ia mulai mendikte tempo, bertukar umpan cepat dengan Ilkay Gündoğan, dan secara efektif memotong jalur umpan balik Alaves. Peran Raphinha di sayap kiri juga sangat krusial. Bukan hanya karena assist untuk gol Yamal dan Olmo, tetapi ia berulang kali mampu memenangkan duel satu lawan satu melawan bek kanan Alaves, menciptakan ruang lebar yang memungkinkan Olmo dan Yamal menusuk ke dalam dari half-space.

Secara statistik, dominasi Barcelona sangat kentara di Babak Pertama, dengan penguasaan bola mencapai 75% setelah gol penyama kedudukan. Namun, statistik ini tidak menceritakan betapa berbahayanya serangan balik Alaves. Pasukan Babazorros yang diasuh Luis García Plaza menerapkan formasi 5-4-1 yang disiplin, mengandalkan kecepatan Lucas Boye dan penempatan bola yang cerdik dari Jonny Otto untuk mengeksploitasi ruang di belakang full-back Barcelona. Gol Dani Olmo pada menit ke-26, yang lahir dari transisi cepat setelah penyelamatan Joan Garcia, menjadi bukti keampuhan skema serangan balik cepat Barcelona, sekaligus membuktikan bahwa tim ini tidak hanya mampu mendominasi, tetapi juga mematikan dalam serangan balik.

🌟 Bintang Pertandingan: Lamine Yamal dan Dani Olmo

 

Penampilan Dani Olmo layak mendapatkan sorotan khusus. Didatangkan sebagai salah satu investasi besar di musim panas, Olmo membuktikan value-nya di pertandingan ini. Gol pertamanya menunjukkan timing dan penyelesaian mendatar kelas atas; sementara gol penutup di masa injury time adalah contoh nyata kecerdasan pergerakan tanpa bola.

“Dani Olmo tidak hanya mencetak gol, dia memberikan dimensi baru pada serangan kami. Kemampuannya bermain melebar atau sebagai ‘false nine’ memberi Xavi fleksibilitas taktis yang sangat berharga dalam pertandingan ketat.”

Di sisi lain, Lamine Yamal menunjukkan bahwa usia hanyalah angka. Golnya pada menit kedelapan adalah tembakan yang penuh kekuatan dan keyakinan, sekaligus menjadi respons tercepat tim setelah tertinggal. Kecepatan dribbling dan kemampuannya untuk mengambil keputusan yang tepat di sepertiga akhir lapangan menjadikannya ancaman konstan. Perkembangan kemitraannya dengan Raphinha, yang secara bergantian berpindah sisi lapangan di babak pertama, membuat bek Alaves kesulitan melacak pergerakan keduanya.

🔁 Perubahan Babak Kedua dan Pengaruh Pemain Pengganti

 

Memasuki Babak Kedua, Xavi memasukkan Marcus Rashford untuk menambah daya gedor di sisi sayap, menggantikan Raphinha yang mengalami sedikit kelelahan. Perubahan ini membuat serangan Barcelona menjadi lebih eksplosif, dengan Rashford dan Yamal yang menguji ketahanan lima bek Alaves.

Namun, yang paling mengubah dinamika permainan di tengah adalah masuknya Pedri. Meskipun tidak mencetak gol atau assist, kehadiran Pedri segera meningkatkan tempo passing dan menambah kedalaman kreativitas. Dengan Pedri di lapangan, Alaves dipaksa semakin mundur ke dalam kotak penalti mereka, karena umpan terobosannya menjadi ancaman nyata. Barcelona mendikte permainan hingga Alaves harus fokus sepenuhnya pada pertahanan, hanya menyisakan Boye dan seorang gelandang untuk serangan balik.

Peluang emas Lewandowski yang diselamatkan Sivera dan tembakan melengkung Yamal di awal babak kedua adalah hasil langsung dari tekanan intens yang dibangun Pedri dan Olmo. Meskipun sempat membuang beberapa peluang emas (termasuk Olmo yang gagal di depan gawang), tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil di detik-detik akhir. Gol Olmo di menit 90+3, yang lahir dari serangan balik klinis saat Alaves mencoba mengejar ketertinggalan, menutup pertandingan dengan sempurna.

📈 Implikasi Hasil

 

Bagi Barcelona, kemenangan ini adalah penegas posisi mereka dalam perburuan gelar La Liga. Mereka menunjukkan kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan, memenangkan duel fisik dan taktis, serta membuktikan bahwa kedalaman skuad (dengan kontribusi Olmo, Pedri, dan Rashford) berada pada level yang dibutuhkan untuk bersaing dengan Real Madrid.

Sementara itu, bagi Deportivo Alaves, kekalahan tandang kelima mereka musim ini menunjukkan bahwa mereka kesulitan untuk mempertahankan konsistensi performa saat jauh dari kandang. Meskipun mencetak gol cepat, mereka tidak memiliki kedalaman taktis atau kekuatan fisik untuk menahan dominasi selama 90 menit. Namun, mereka dapat mengambil pelajaran positif dari Babak Pertama, di mana serangan balik mereka mampu membuat Camp Nou terdiam.

Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Barcelona melawan Alaves, menjadikannya kemenangan kedelapan dari sembilan pertemuan terakhir. Yang terpenting, mengirimkan pesan yang jelas kepada rival-rivalnya: lini serang mereka, yang dipimpin oleh talenta muda seperti Yamal dan pemain matang seperti Olmo, berada dalam performa puncak dan siap menghadapi tantangan di sisa musim.

Leave a Reply