AS Monaco Resmi Putus Kontrak Paul Pogba, Masa Depan Sang Bintang Jadi Sorotan

AS Monaco Resmi Putus Kontrak Paul Pogba

DuniaBola – AS Monaco akhirnya mengambil keputusan besar terkait masa depan Paul Pogba. Klub Ligue 1 tersebut resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang asal Prancis itu sebelum kontraknya berakhir. Keputusan ini menjadi penutup dari perjalanan yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan Pogba setelah melewati periode panjang penuh persoalan.

Monaco sebelumnya mengikat Pogba dengan kontrak dua musim hingga 30 Juni 2027. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Pada 19 Agustus 2026, Monaco mengonfirmasi bahwa hubungan dengan Pogba berakhir lebih cepat setelah kedua pihak menyepakati penghentian kontrak.

AS Monaco dan Pogba Sepakat Berpisah

Keputusan tersebut bukan lagi sebatas rumor. AS Monaco telah mengonfirmasi bahwa klub dan Paul Pogba mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak lebih awal.

Dalam penjelasannya, AS Monaco menyebut target yang ditetapkan ketika Pogba bergabung hanya tercapai sebagian. Karena itu, kedua pihak memilih untuk mengakhiri kerja sama sebelum kontrak yang semula berlaku sampai Juni 2027 selesai.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Pogba di Stade Louis-II setelah hanya satu musim bersama klub.

AS Monaco sebenarnya memberikan kesempatan kepada Pogba untuk membangun kembali kariernya di level tertinggi. Ketika direkrut pada Juni 2025, Pogba datang dengan status sebagai juara Piala Dunia 2018 dan salah satu gelandang paling terkenal dari generasinya.

Klub bahkan secara resmi mengumumkan kontrak dua tahun hingga 30 Juni 2027.

Namun, faktor kebugaran menjadi kendala terbesar dalam perjalanan tersebut.

Comeback Pogba Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Kedatangan Pogba ke Monaco pada 2025 sejatinya membawa cerita yang sangat emosional.

Sebelumnya, sang gelandang harus menjalani periode panjang tanpa sepak bola kompetitif setelah menerima hukuman terkait kasus doping. Setelah meninggalkan Juventus, Pogba kemudian mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali kariernya bersama Monaco.

Klub Prancis itu berharap pengalaman Pogba dapat memberikan tambahan kualitas sekaligus kepemimpinan bagi skuad yang relatif muda.

AS Monaco bahkan menggambarkan Pogba sebagai salah satu pemain Prancis terbesar pada era modern ketika memperkenalkannya pada 2025. Dengan pengalaman di Manchester United, Juventus, serta tim nasional Prancis, ekspektasi terhadap dirinya memang sangat tinggi.

Sayangnya, perjalanan comeback tersebut kembali diganggu masalah fisik.

Pogba baru bisa kembali bermain setelah absen panjang. Musim pertamanya di AS Monaco pun berlangsung sangat terbatas. Berdasarkan data yang tersedia, ia hanya tampil dalam enam pertandingan Ligue 1 dengan total waktu bermain sekitar 115 menit.

Jumlah tersebut tentu jauh dari target yang diharapkan ketika AS Monaco merekrutnya.

Cedera Kembali Menjadi Masalah Utama

Masalah kebugaran menjadi salah satu alasan terbesar mengapa proyek Pogba di AS Monaco tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Setelah melalui masa panjang tanpa pertandingan kompetitif, Pogba membutuhkan kontinuitas untuk mengembalikan kondisi fisik dan ritme permainannya.

Akan tetapi, ketika peluang tersebut mulai terbuka, masalah cedera kembali muncul.

Pada pramusim 2026, Pogba sebenarnya sempat memberikan sinyal positif. Ia tampil dalam pertandingan persahabatan melawan Saint-Priest dan bahkan bermain sepanjang babak kedua. Dalam pertandingan tersebut, ia dipercaya mengenakan ban kapten dan terlihat cukup nyaman berada di lapangan.

Situasi tersebut sempat memberikan harapan bahwa Pogba bisa memasuki musim baru dengan kondisi yang lebih baik.

Namun, harapan itu tidak bertahan lama.

Pogba kembali mengalami masalah pada bagian paha ketika menjalani persiapan bersama AS Monaco di Inggris. Cedera terbaru tersebut semakin memperumit situasinya dan membuat masa depannya bersama klub kembali dipertanyakan.

Bahkan sebelum cedera terbaru tersebut, manajemen AS Monaco sudah mempertimbangkan masa depan Pogba. L’Équipe melaporkan bahwa pemikiran untuk mengakhiri kerja sama telah berkembang karena perkembangan fisik sang pemain belum sesuai harapan klub.

Hanya Enam Pertandingan Bersama AS Monaco

Statistik Pogba selama berada di AS Monaco memperlihatkan betapa sulitnya comeback tersebut.

Ia memang berhasil kembali bermain setelah lebih dari dua tahun mengalami berbagai kendala, tetapi kesempatan tampil secara konsisten hampir tidak pernah datang.

Dalam satu musim, Pogba hanya mencatat enam penampilan Ligue 1 dengan menit bermain yang sangat terbatas.

Padahal, AS Monaco merekrutnya bukan hanya untuk menjadi pelengkap skuad.

Pengalaman Pogba di level tertinggi diharapkan bisa membantu lini tengah sekaligus memberikan pengaruh positif kepada para pemain muda. Dengan rekam jejak sebagai pemain Manchester United, Juventus, dan tim nasional Prancis, ekspektasi tersebut sangat masuk akal.

Pogba sendiri pernah menunjukkan bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi ketika mendapatkan kesempatan. Salah satu momen positif datang ketika Monaco mengalahkan Paris Saint-Germain 1-0 pada musim sebelumnya. Monaco mencatat bahwa Pogba turut menjadi bagian dari kemenangan tersebut setelah kembali dari periode panjang tanpa bermain.

Namun, satu atau dua penampilan bagus tidak cukup untuk mengubah persoalan utama: kontinuitas.

Target Monaco Hanya Tercapai Sebagian

Dalam pernyataan mengenai perpisahan tersebut, Monaco menegaskan bahwa target yang sebelumnya ditetapkan bersama Pogba hanya tercapai sebagian. Karena itulah klub dan pemain sepakat untuk menghentikan kontrak.

Ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata akibat satu cedera terakhir.

Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut bahwa Monaco sudah membuka pembicaraan mengenai pemutusan kontrak sebelum masalah cedera terbaru muncul. Artinya, klub kemungkinan besar telah mengevaluasi secara menyeluruh apakah Pogba masih bisa memberikan kontribusi sesuai dengan proyek mereka.

Dengan kompetisi Ligue 1 yang semakin ketat dan Monaco memiliki ambisi untuk bersaing di papan atas, kebutuhan terhadap pemain yang siap bermain secara reguler menjadi sangat penting.

Pada akhirnya, Monaco memilih mengambil keputusan daripada mempertahankan kontrak yang masih tersisa hampir satu tahun.

AS Monaco Tetap Menghargai Pogba

Meski hubungan kerja berakhir lebih cepat, Monaco tidak menutup perjalanan Pogba dengan nada negatif.

Klub tetap memberikan penghargaan terhadap profesionalisme dan sikap sang pemain selama berada di lingkungan tim. Pogba juga dinilai memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda di ruang ganti.

Hal tersebut penting karena kontribusi seorang pemain tidak selalu dapat diukur melalui jumlah pertandingan dan gol.

Sebagai pemain yang telah memenangkan Piala Dunia 2018, empat gelar Serie A bersama Juventus, Liga Europa bersama Manchester United, serta berbagai penghargaan individual, pengalaman Pogba tentu memiliki nilai tersendiri bagi para pemain muda Monaco.

Pogba juga memiliki 91 caps bersama tim nasional Prancis, dengan 11 gol dan sembilan assist. Ia merupakan salah satu figur penting dalam keberhasilan Prancis menjadi juara dunia pada 2018.

Akhir yang Pahit Setelah Harapan Besar

Perpisahan ini terasa semakin pahit jika melihat bagaimana Pogba pertama kali diperkenalkan sebagai pemain AS Monaco.

Pada Juni 2025, kedatangannya disambut sebagai sebuah proyek besar. Pogba bahkan menjalani pemeriksaan medis dan penandatanganan kontrak dengan penuh emosi setelah melalui masa panjang tanpa sepak bola.

AS Monaco saat itu melihat Pogba sebagai sosok berpengalaman yang dapat memperkuat lini tengah dan membantu pemain muda.

Namun, sepak bola profesional tidak hanya bergantung pada kualitas teknis.

Kondisi fisik, kontinuitas pertandingan, dan kemampuan untuk mempertahankan kebugaran menjadi faktor yang sangat menentukan. Dalam kasus Pogba, masalah tersebut kembali muncul berulang kali.

Kini, setelah kontraknya dihentikan, Pogba harus mencari jalan baru jika masih ingin melanjutkan karier profesionalnya.

Ke Mana Pogba Akan Berlabuh?

Pertanyaan terbesar setelah keputusan Monaco adalah klub mana yang bersedia memberikan kesempatan berikutnya kepada Pogba.

Di usia 33 tahun, Pogba masih memiliki nama besar dan pengalaman yang sulit ditemukan pada banyak pemain. Namun, calon klub baru tentu akan mempertimbangkan kondisi fisiknya dengan sangat hati-hati.

Laporan terbaru menyebut bahwa masa depan Pogba masih terbuka, dengan kemungkinan adanya ketertarikan dari sejumlah klub di luar Eropa, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi. Namun, belum ada kepastian mengenai tujuan berikutnya.

Pogba kini berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan ketika bergabung dengan Monaco.

Saat itu ia datang dengan misi membuktikan bahwa dirinya masih mampu bermain di level tertinggi. Sekarang, ia harus meyakinkan klub lain bahwa risiko merekrutnya tetap sepadan dengan kualitas yang bisa diberikan.

Apakah Ini Akhir Karier Pogba?

Pertanyaan mengenai kemungkinan Pogba pensiun tentu tidak bisa dihindari.

Serangkaian cedera, masa hukuman, minimnya pertandingan, dan keputusan Monaco untuk mengakhiri kontrak membuat masa depan sang gelandang berada di titik yang sangat tidak pasti.

Namun, belum ada konfirmasi bahwa Pogba akan mengakhiri kariernya.

Sebaliknya, usia 33 tahun masih memungkinkan seorang pemain berpengalaman untuk mencari tantangan baru, terutama jika ia mampu memulihkan kondisi fisiknya.

Yang menjadi masalah adalah apakah Pogba masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali ritme pertandingan secara konsisten.

Jika ada klub yang bersedia memberikan proyek jangka pendek dengan menit bermain bertahap, Pogba masih berpeluang menunjukkan bahwa kualitasnya belum sepenuhnya hilang.

Warisan Pogba Tetap Besar

Terlepas dari bagaimana akhir kariernya nanti, perjalanan Pogba tidak dapat dipisahkan dari sejumlah pencapaian luar biasa.

Ia berkembang menjadi salah satu gelandang paling menonjol di generasinya bersama Juventus dan Manchester United. Bersama Juventus, ia memenangkan empat Scudetto secara beruntun dari 2013 hingga 2016. Bersama Manchester United, ia memenangkan Liga Europa dan Piala Liga Inggris pada 2017.

Puncak kariernya tentu datang bersama Prancis.

Pogba menjadi bagian penting dari skuad Les Bleus yang memenangkan Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia bahkan mencetak gol dalam pertandingan final melawan Kroasia.

Karena itu, perjalanan singkatnya bersama Monaco tidak akan menghapus pencapaian yang telah ia raih sebelumnya.

Monaco Menutup Satu Bab, Pogba Memulai Bab Baru

Keputusan Monaco untuk mengakhiri kontrak Paul Pogba menjadi salah satu cerita besar sepak bola Prancis pada Agustus 2026.

Kontrak yang awalnya direncanakan berlangsung sampai Juni 2027 kini berakhir lebih cepat. Setelah hanya enam pertandingan dan sekitar 115 menit bersama Monaco, Pogba harus kembali mencari klub baru.

Bagi Monaco, keputusan ini menjadi langkah untuk menata kembali skuad dan memastikan setiap pemain dapat memberikan kontribusi sesuai kebutuhan tim.

Bagi Pogba, ini merupakan tantangan baru yang mungkin menjadi salah satu ujian terbesar dalam kariernya.

Ia pernah berada di puncak sepak bola dunia, memenangkan Piala Dunia bersama Prancis dan mengangkat berbagai trofi bersama Juventus serta Manchester United. Kini, tantangannya bukan lagi membuktikan bahwa ia memiliki kualitas.

Tantangan Pogba adalah membuktikan bahwa tubuhnya masih mampu mendukung kualitas tersebut secara konsisten.

Masa depan sang juara dunia kini menjadi tanda tanya. Apakah Pogba akan menemukan klub baru dan kembali bermain secara reguler, atau keputusan Monaco menjadi tanda berakhirnya perjalanan panjangnya di level elite?

Jawabannya akan menjadi salah satu kisah menarik yang patut ditunggu pada bursa transfer musim panas 2026.

Leave a Reply