Jude Bellingham Bersinar, Debat Nomor 10 Inggris Mereda

Jude Bellingham merayakan gol dengan merentangkan kedua tangan saat membela timnas Inggris melawan Kroasia di Piala Dunia 2026.

duniabola Jude Bellingham membawa Inggris meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Penampilan gelandang Real Madrid itu membuat perdebatan mengenai pemilik posisi nomor 10 Inggris mulai mereda.

Bellingham tampil dominan sepanjang pertandingan di Dallas dengan kontribusi besar saat menguasai maupun merebut bola. Ia juga mencetak gol ketiga Inggris yang mengubah arah pertandingan pada babak kedua.

Penampilan tersebut datang ketika Inggris sempat tampil kurang meyakinkan selama 45 menit pertama. Bellingham kemudian meningkatkan intensitas permainan tim dan menjadi motor kebangkitan The Three Lions.

Kini, Inggris bersiap menghadapi Ghana pada matchday kedua Grup L. Pertandingan di Gillette Stadium, Foxborough, dijadwalkan berlangsung Rabu, 24 Juni 2026 pukul 03.00 WIB.

Penampilan Kelas Dunia Lawan Kroasia

Bellingham menunjukkan kualitas komplet yang membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Aksi individu yang berujung gol lahir dari keberanian, tenaga, dan kecerdasannya membaca situasi.

Kurang dari dua menit setelah instruksi Thomas Tuchel pada jeda pertandingan, Bellingham langsung memberikan respons di lapangan. Ia merebut bola, melakukan penetrasi ke depan, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang.

Mantan bek Inggris, Gary Neville, memberikan pujian tinggi terhadap pemain berusia 22 tahun itu. “Jude Bellingham bukan pemain cadangan. Dia seorang bintang. Itu saja. Dia seorang bintang.”

Legenda Jerman, Toni Kroos, juga menilai Bellingham memiliki semua atribut untuk menjadi pemain terbaik di posisinya. Sementara itu, Rio Ferdinand menilai kehadiran Bellingham semakin terasa ketika pertandingan memasuki momen-momen besar.

Jude Bellingham mengenakan jersei timnas Inggris nomor 10 sambil menunjuk ke arah kepalanya saat bertanding di Piala Dunia 2026.
Jude Bellingham membuktikan kapasitasnya sebagai pemilik posisi nomor 10 Inggris lewat performa dominan di laga pembuka Grup L.

Tuchel Belum Menutup Persaingan

Meski mengapresiasi performa Bellingham, Tuchel tidak memberikan pujian berlebihan. Pelatih asal Jerman itu justru menampilkan nada berbeda dibanding ketika membahas kapten tim Harry Kane.

Tuchel mengatakan Bellingham selalu bisa diandalkan dalam pertandingan penuh tekanan. Menurutnya, situasi seperti itu sering mengeluarkan kemampuan terbaik sang gelandang.

Namun, ketika membahas Bellingham dalam konferensi pers, Tuchel juga mengangkat nama Morgan Rogers. Langkah itu menunjukkan bahwa persaingan untuk peran kreatif di belakang penyerang masih belum benar-benar berakhir.

Tuchel bahkan mengakui keputusan tersulit sebelum laga Kroasia adalah tidak memasukkan Rogers sebagai starter. Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan sang pelatih terhadap pemain Aston Villa itu.

Ghana Menanti, Rogers Tetap Jadi Faktor Penting

Bellingham dan Rogers menawarkan karakter permainan yang berbeda bagi Inggris. Bellingham menghadirkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan individu yang mampu mengubah pertandingan.

Di sisi lain, Rogers dikenal karena pergerakan tanpa bola dan kemampuannya memaksimalkan performa rekan-rekan setimnya. Karakter tersebut sangat sesuai dengan pendekatan taktik yang selama ini diterapkan Tuchel.

Jude Bellingham mengenakan jersei putih Real Madrid melakukan selebrasi dengan mendongak ke atas sambil menunjuk ke arah langit.
Performa gemilang bersama Real Madrid berhasil dibawa Jude Bellingham ke panggung internasional bersama tim nasional Inggris.

Rogers juga dinilai memiliki koneksi permainan yang baik dengan Harry Kane dan Declan Rice. Ia kerap bergerak fleksibel untuk membuka ruang dan membantu aliran serangan Inggris.

Oleh karena itu, penampilan luar biasa Jude Bellingham atas Kroasia memang membuat perdebatan nomor 10 Inggris mereda. Namun, menjelang laga kontra Ghana, Tuchel masih memiliki lebih dari satu opsi penting untuk menjaga keseimbangan tim dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

Strategi Hadapi Ghana: Rotasi atau Konsistensi?

Menghadirkan Rogers sebagai opsi strategis bukan sekadar cara Tuchel menjaga motivasi pemain, melainkan kebutuhan taktis yang nyata. Ghana dikenal memiliki lini tengah yang agresif, fisik yang kuat, dan transisi cepat. Melawan tim dengan karakter seperti ini, Inggris membutuhkan stabilitas transisi yang solid agar tidak mudah terkena serangan balik.

Jika Tuchel memilih Rogers untuk mendampingi Declan Rice dan Harry Kane sejak menit awal, Inggris akan mendapatkan dimensi permainan yang lebih cair dan kolektif. Rogers mampu menjadi jembatan taktis yang menjaga struktur tim tetap seimbang saat kehilangan bola. Sebaliknya, menyimpan Bellingham sebagai “senjata pemungkas” di babak kedua bisa menjadi kartu as yang mematikan saat stamina para pemain Ghana mulai menurun.

Namun, mencadangkan pemain yang baru saja mencetak gol kemenangan tentu membawa risiko psikologis. Tuchel harus pintar-pintar mengelola ego di ruang ganti The Three Lions. Turnamen sekelas Piala Dunia menuntut kedalaman skuad yang luar biasa, dan memiliki dua talenta berbeda karakter di posisi nomor 10 adalah kemewahan yang diimpikan banyak pelatih.

Laga di Foxborough nanti tidak hanya memperebutkan tiket lolos ke fase gugur, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kejeniusan taktik Thomas Tuchel dalam meramu komposisi terbaik Inggris demi mengakhiri puasa gelar internasional mereka.

Leave a Reply