Kroasia Raih Kemenangan Penting Sebelum Berangkat ke Piala Dunia
Timnas Kroasia berhasil menutup rangkaian persiapan mereka menuju Piala Dunia 2026 dengan hasil positif. Dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Andelko Herjavec pada Senin (08/07/2026) dini hari WIB, Kroasia sukses mengalahkan Slovenia dengan skor tipis 2-1.
Kemenangan ini terasa sangat penting bagi skuad asuhan Zlatko Dalic. Selain menjadi modal kepercayaan diri, hasil tersebut juga menunjukkan bahwa Kroasia masih memiliki mental juara yang kuat meski harus bekerja keras hingga menit-menit akhir pertandingan.
Dua gol kemenangan Vatreni dicetak oleh kapten tim Luka Modric dan Mario Pasalic. Sementara itu, Slovenia sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol penyama kedudukan yang dicetak Andraz Sporar menjelang akhir laga.
Pertandingan berlangsung menarik sejak menit pertama. Kroasia mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, tetapi Slovenia tampil disiplin dalam bertahan dan beberapa kali mampu mengancam melalui serangan balik cepat.
Kemenangan ini menjadi bekal berharga bagi Vatreni yang dalam waktu dekat akan terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Pada pertandingan pertama Grup L, Vatreni dijadwalkan menghadapi Inggris dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.
Babak Pertama Berjalan Ketat
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. VatreniĀ mencoba mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola, sementara Slovenia memilih menunggu dan mengandalkan transisi cepat.
Peluang pertama Kroasia datang melalui Ante Budimir. Penyerang berpengalaman tersebut berhasil menyambut umpan silang dari sisi kanan, namun sundulannya masih melenceng dari sasaran.
Tak lama berselang, Slovenia memberikan respons. Danijel Sturm memperoleh ruang tembak yang cukup baik di dalam kotak penalti. Namun penyelesaian akhirnya belum mampu mengarah ke gawang Dominik Livakovic.
Pertandingan kemudian berlangsung terbuka. Vatreni terus berusaha membangun serangan melalui kreativitas Luka Modric dan Mateo Kovacic di lini tengah. Kombinasi keduanya beberapa kali mampu memecah konsentrasi lini pertahanan Slovenia.
Meski demikian, Slovenia menunjukkan organisasi permainan yang solid. Jan Oblak yang dipercaya mengawal gawang tampil tenang dalam menghadapi tekanan yang datang silih berganti.
Ivan Perisic juga memperoleh kesempatan emas untuk membawa Vatreni unggul. Sayangnya, tembakan pemain senior tersebut masih mampu diamankan Oblak dengan penyelamatan gemilang.
Di sisi lain, Slovenia tidak hanya bertahan. Sandi Lovric dan Sturm beberapa kali menciptakan ancaman melalui serangan balik cepat yang membuat lini belakang Vatreni harus tetap waspada.
Menjelang turun minum, kedua tim sama-sama meningkatkan intensitas permainan. Namun berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor tetap bertahan 0-0. Meski tanpa gol, pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim terus berusaha mencari celah untuk membuka keunggulan.
Luka Modric Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, Vatreni langsung meningkatkan tekanan. Mereka terlihat lebih agresif dalam menyerang dan berusaha memanfaatkan dominasi penguasaan bola yang sudah terlihat sejak babak pertama.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-51. Luka Modric menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia dengan mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti.
Menerima bola di area tengah, Modric melepaskan tembakan keras yang mengarah ke sudut gawang. Jan Oblak yang sepanjang pertandingan tampil solid kali ini tidak mampu menjangkau bola.
Gol tersebut langsung disambut meriah oleh para pendukung Vatreni. Keunggulan 1-0 membuat permainan Vatreni semakin percaya diri.
Setelah unggul, Kroasia tetap mendominasi jalannya pertandingan. Mereka terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan akurasi umpan yang sangat tinggi.
Kovacic, Perisic, dan Kramaric bergantian mencoba menambah keunggulan. Namun pertahanan Slovenia masih mampu bertahan dan menahan gempuran yang datang.
Sementara itu, Slovenia berusaha bangkit. Pelatih Bostjan Cesar melakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan daya serang timnya.
Perubahan tersebut perlahan mulai memberikan dampak positif. Slovenia menjadi lebih berani menekan dan tidak lagi hanya mengandalkan serangan balik.
Slovenia Bangkit dan Menyamakan Kedudukan
Ketika pertandingan memasuki fase akhir, Slovenia berhasil menemukan momentum yang mereka cari.
Pada menit ke-83, Andraz Sporar sukses mencetak gol penyama kedudukan. Penyerang Slovenia itu memanfaatkan celah di lini belakang Kroasia dan menyelesaikan peluang dengan baik.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan Slovenia untuk mencuri hasil positif.
Setelah gol tersebut, pertandingan semakin menarik. Kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan.
Vatreni meningkatkan intensitas serangan. Para pemain depan terus menekan pertahanan Slovenia yang mulai terlihat kelelahan.
Di sisi lain, Slovenia juga beberapa kali mampu menciptakan ancaman yang membuat pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Kroasia menunjukkan mentalitas tim besar yang sudah teruji dalam berbagai turnamen internasional.
Mario Pasalic Jadi Penyelamat Kroasia

Drama terjadi pada masa injury time.
Saat pertandingan memasuki menit 90+3, Josip Stanisic melakukan pergerakan dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan berbahaya ke area kotak penalti.
Mario Pasalic yang berada dalam posisi ideal langsung menyambut bola dan melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan Jan Oblak.
Gol tersebut membuat stadion bergemuruh. Para pemain Vatreni langsung merayakan momen penting itu karena mereka berhasil kembali unggul tepat sebelum pertandingan berakhir.
Slovenia tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan respons. Beberapa saat kemudian, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kroasia pun memastikan kemenangan dramatis dengan skor 2-1.
Hasil ini menjadi bukti bahwa Kroasia masih memiliki karakter kuat dan kemampuan untuk memenangkan pertandingan dalam situasi sulit.
Statistik Menunjukkan Dominasi Kroasia
Jika melihat statistik pertandingan, kemenangan Vatreni memang layak didapatkan.
Tim asuhan Zlatko Dalic mencatat penguasaan bola sebesar 67 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Slovenia yang hanya memiliki 33 persen.
Dominasi tersebut juga terlihat dari jumlah tembakan yang dihasilkan. Kroasia melepaskan total 22 tembakan, sementara Slovenia hanya mencatatkan 13 percobaan.
Dalam kategori tembakan tepat sasaran, Kroasia unggul dengan enam tembakan mengarah ke gawang dibandingkan empat milik Slovenia.
Selain itu, Kroasia juga lebih sering berada di area berbahaya lawan. Mereka mencatat 29 sentuhan di kotak penalti Slovenia, sedangkan Slovenia hanya memiliki 19 sentuhan di area pertahanan Kroasia.
Akurasi umpan Kroasia juga sangat impresif. Mereka berhasil menyelesaikan 554 umpan dengan tingkat keberhasilan mencapai 89 persen.
Sebaliknya, Slovenia hanya mencatat 238 umpan dengan akurasi 78 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa Kroasia mampu mengendalikan jalannya pertandingan dalam sebagian besar waktu laga.
Luka Modric Tetap Jadi Jantung Permainan
Meski usianya tidak lagi muda, Luka Modric kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain kunci Kroasia.
Kapten tim tersebut tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Ia menjadi pusat permainan dan mampu mengatur ritme serangan tim dengan sangat baik.
Gol yang dicetak Modric juga menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan teknis yang luar biasa.
Pengalaman yang dimiliki sang gelandang akan menjadi salah satu senjata utama Kroasia saat tampil di Piala Dunia 2026.
Keberadaan Modric di lini tengah memberikan keseimbangan antara kreativitas, ketenangan, dan kepemimpinan.
Bagi Kroasia, menjaga kondisi fisik Modric akan menjadi salah satu prioritas penting selama turnamen berlangsung.
Modal Positif Menuju Piala Dunia 2026
Kemenangan atas Slovenia menjadi hasil yang sangat berharga bagi Kroasia.
Selain meningkatkan kepercayaan diri, kemenangan ini memberikan gambaran bahwa tim masih berada dalam kondisi kompetitif menjelang turnamen terbesar dunia.
Pelatih Zlatko Dalic tentu mendapatkan banyak pelajaran dari pertandingan ini. Beberapa aspek masih perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir.
Namun secara keseluruhan, performa Kroasia menunjukkan banyak hal positif.
Lini tengah tampil solid, penguasaan bola berjalan efektif, dan para pemain mampu menunjukkan mental juara saat berada di bawah tekanan.
Faktor-faktor tersebut bisa menjadi modal penting ketika menghadapi lawan yang lebih kuat di Piala Dunia 2026.
Tantangan Berat Menanti Inggris
Setelah menyelesaikan laga uji coba ini, fokus Kroasia kini beralih sepenuhnya ke Piala Dunia 2026.
Pada pertandingan pembuka Grup L, Kroasia akan menghadapi Inggris dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup.
Duel tersebut akan berlangsung pada 18 Juni 2026 di Dallas Stadium.
Inggris datang dengan skuad bertabur bintang dan ambisi besar untuk meraih gelar dunia. Namun Kroasia juga memiliki pengalaman panjang dalam kompetisi internasional dan sering tampil mengejutkan di turnamen besar.
Kemenangan atas Slovenia memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan sebelum menghadapi tantangan berat tersebut.
Jika mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan dalam laga ini, Kroasia berpeluang memberikan perlawanan sengit kepada Inggris dan membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.
Kesimpulan
Kroasia berhasil mengalahkan Slovenia dengan skor 2-1 dalam laga uji coba yang berlangsung sengit. Luka Modric membuka keunggulan pada awal babak kedua sebelum Andraz Sporar menyamakan kedudukan di menit ke-83.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Mario Pasalic muncul sebagai pahlawan dengan gol kemenangan pada menit 90+3.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Kroasia menjelang Piala Dunia 2026. Dengan performa yang terus menunjukkan perkembangan positif, Vatreni memiliki alasan untuk optimistis menghadapi persaingan ketat di Grup L, termasuk saat berjumpa Inggris pada laga perdana mereka.


