duniabola Teddy Sheringham mendukung keputusan mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah musim 2025/2026 yang mengecewakan. Mantan penyerang Manchester United itu menilai perubahan memang diperlukan agar The Reds tidak semakin terpuruk.
Liverpool mengakhiri musim di posisi kelima klasemen Premier League. Hasil tersebut dianggap jauh dari ekspektasi setelah sebelumnya mampu bersaing di papan atas.
Keputusan klub untuk berpisah dengan Slot memunculkan berbagai reaksi dari kalangan pengamat dan mantan pemain. Salah satu yang memberikan dukungan terbuka adalah Sheringham.
Menurutnya, mempertahankan Slot justru berisiko menciptakan ketidakpastian menjelang musim baru. Situasi itu dinilai bisa menghambat upaya Liverpool kembali bersaing memperebutkan gelar
Teddy Sheringham Nilai Harus Bertindak Tegas

Sheringham menilai Liverpool tidak bisa memasuki musim baru dengan keraguan terhadap posisi pelatih. Ia merasa klub harus segera mengambil keputusan jika kepercayaan kepada manajer sudah mulai berkurang.
Mantan striker timnas Inggris itu melihat tanda-tanda situasi yang kurang sehat mulai berkembang di sekitar Anfield. Karena itu, pergantian pelatih dianggap sebagai langkah yang tepat.
“Saya pikir ada suasana yang mulai beracun berkembang di Liverpool ketika Arne Slot masih berada di klub. Akan sangat negatif jika Liverpool memasuki musim baru dengan Slot masih menjabat lalu dipecat apabila awal musim tidak berjalan baik,” kata Teddy Sheringham.
“Klub sebesar tidak boleh memulai musim dengan pemikiran seperti itu. Itu hanya akan membuang satu musim lagi. Mereka harus melakukan perubahan karena situasinya akan semakin buruk jika Slot tetap memimpin,” lanjut Sheringham.
Ketidakpastian Dinilai Bisa Merugikan
Sheringham juga menyoroti dampak yang bisa muncul apabila mempertahankan Slot tanpa keyakinan penuh. Menurutnya, kondisi seperti itu akan terus memunculkan tekanan sepanjang musim.
Ia mencontohkan kemungkinan tertinggal jauh dari pemuncak klasemen pada awal kompetisi. Dalam situasi tersebut, klub akan kembali menghadapi dilema yang sama terkait masa depan pelatih.
“Jika setelah 12 pertandingan mereka tertinggal 10 poin dari pemimpin klasemen atau situasi serupa, apa yang akan dilakukan klub? Anda tidak bisa menjalankan klub seperti dengan cara seperti itu,” ujar Sheringham.
“Mereka membutuhkan perubahan sekarang juga. Jika tidak dilakukan, masalah itu hanya akan menjadi semakin besar dan semakin sulit dikendalikan,” tegas Sheringham.

Liverpool Dinilai Kehilangan Kesempatan Mendapatkan Xabi Alonso
Situasi Liverpool semakin disorot setelah Xabi Alonso memilih bergabung dengan Chelsea. Sheringham menilai Liverpool seharusnya bergerak lebih cepat jika memang sudah tidak yakin dengan Slot.
Menurutnya, kesempatan merekrut Alonso sebenarnya terbuka lebar ketika pelatih asal Spanyol tersebut belum memiliki klub. Namun, Liverpool gagal memanfaatkan momentum tersebut.
“Apakah kepindahan Xabi Alonso ke Chelsea menjadi tamparan bagi pendukung Liverpool? Tidak juga. Tulisan di dinding sudah terlihat sejak lama terkait situasi Arne Slot. Mereka tahu Xabi Alonso tersedia, jadi seharusnya mereka menyelesaikan kesepakatan itu,” kata Sheringham.
“Jika Anda tidak memiliki kepercayaan penuh kepada manajer, selesaikan masalah itu ketika Alonso masih tersedia. Namun mereka tidak melakukannya. Bukan salah Alonso jika Liverpool kehilangan kesempatan tersebut, tetapi itu menambah suasana aneh yang sedang menyelimuti klub,” pungkas Sheringham.
Tantangan Besar Menanti Manajemen The Reds
Kegagalan mengamankan tanda tangan Xabi Alonso kini menempatkan manajemen Liverpool dalam posisi yang krusial. Kepergian Arne Slot meninggalkan lubang besar yang harus segera ditutupi sebelum bursa transfer musim panas resmi dibuka. Penggemar setia di Anfield tentu menuntut sosok menawan yang tidak hanya mampu mengembalikan kejayaan klub, tetapi juga menyatukan kembali ruang ganti yang sempat dikabarkan retak.
Beberapa nama pelatih papan atas Eropa mulai dikaitkan dengan raksasa Merseyside ini. Tantangan utama bagi manajer baru nantinya adalah merombak skuad yang tampak kehilangan arah di akhir musim, sekaligus mengembalikan filosofi permainan menyerang yang menjadi identitas .
Keputusan manajemen dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah masa depan klub. Jika mereka kembali salah memilih nakhoda, bukan tidak mungkin akan semakin tertinggal dari para rival utama seperti Manchester City dan Arsenal yang kian solid di papan atas Premier League.

