Pertandingan antara Dewa United dan Bali United pada pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 berlangsung sengit dan penuh tensi. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Dewa United harus menerima kenyataan pahit setelah kalah tipis 0-1 dari Bali United. Gol tunggal Kadek Agung pada babak pertama menjadi penentu kemenangan Serdadu Tridatu di laga penutup musim ini.
Hasil Dewa United vs Bali United ini membuat tim tuan rumah gagal menutup musim dengan hasil manis. Meski sempat tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skuad asuhan Jan Olde Riekerink tidak mampu membobol pertahanan solid Bali United hingga laga berakhir.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi penutup musim yang sempurna bagi Bali United. Tambahan tiga poin membuat Serdadu Tridatu naik ke posisi ketujuh klasemen akhir dengan koleksi 51 poin. Di sisi lain, Dewa United harus puas finis di peringkat keenam dengan raihan 53 poin.
Dewa United Tampil Menekan Sejak Menit Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Dewa United langsung mengambil inisiatif serangan. Bermain sebagai tuan rumah membuat Banten Warriors tampil penuh percaya diri untuk menguasai jalannya pertandingan.
Lini tengah yang dikomandoi Ricky Kambuaya dan Alexis Messidoro mampu mengalirkan bola dengan baik ke area pertahanan Serdadu Tridatu. Pergerakan Alex Martins di lini depan juga beberapa kali merepotkan barisan belakang tim tamu.
Peluang emas pertama tercipta pada menit kesembilan. Ricky Kambuaya mengirimkan umpan matang ke kotak penalti yang langsung disambar Alex Martins. Namun sayangnya, tendangan striker andalan Dewa United itu masih mampu ditepis Mike Hauptmeijer dengan penyelamatan gemilang.
Tekanan demi tekanan terus dilakukan Dewa United dalam 15 menit pertama. Kombinasi Stefano Lilipaly dan Noah Sadaoui di sisi sayap membuat pertahanan Serdadu Tridatu harus bekerja ekstra keras.
Meski ditekan sejak awal, Serdadu Tridatu tidak tinggal diam. Perlahan namun pasti, tim tamu mulai menemukan ritme permainan mereka dan berani keluar menyerang. Pertandingan pun berubah menjadi duel terbuka dengan jual beli serangan di antara kedua tim.
Bali United Mulai Bangkit dan Memberikan Perlawanan
Setelah mampu keluar dari tekanan awal, Serdadu Tridatu mulai memperlihatkan kualitas mereka sebagai salah satu tim kuat di kompetisi musim ini. Permainan cepat yang diperagakan Irfan Jaya dan Boris Kopitovic beberapa kali membuat lini belakang Dewa United kerepotan.
Kadek Agung dan Tito Wiratama juga tampil disiplin di lini tengah untuk memutus aliran bola Dewa United. Kehadiran Teppei Yachida memberikan warna tersendiri dalam permainan Serdadu Tridatu.
Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berlangsung semakin menarik. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya dan tidak ragu bermain menyerang.
Dewa United masih sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, namun Bali United terlihat lebih efektif saat melakukan serangan balik. Beberapa kali mereka mampu masuk ke area pertahanan lawan dengan kombinasi umpan cepat.
Gol Kadek Agung Mengubah Jalannya Pertandingan

Saat Dewa United asyik menyerang, Serdadu Tridatu justru berhasil mencuri gol pada menit ke-41. Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Teppei Yachida.
Umpan akurat dari pemain asal Jepang itu berhasil disambut sempurna oleh Kadek Agung. Gelandang Bali United tersebut memenangkan duel udara dan menanduk bola keras ke arah gawang Sonny Stevens.
Bola meluncur deras tanpa mampu dihentikan penjaga gawang Dewa United. Stadion pun terdiam seketika setelah Serdadu Tridatu unggul 1-0 menjelang akhir babak pertama.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi tim tamu. Sebaliknya, Dewa United terlihat sedikit kehilangan fokus setelah kebobolan.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor 0-1 untuk keunggulan Bali United tetap bertahan.
Babak Kedua Berjalan Semakin Sengit
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Dewa United yang tertinggal satu gol langsung tampil agresif demi mencari gol penyama kedudukan.
Jan Olde Riekerink meminta anak asuhnya bermain lebih menyerang. Aliran bola lebih banyak diarahkan ke lini depan untuk memanfaatkan kecepatan para pemain sayap mereka.
Namun Bali United tampil sangat disiplin dalam bertahan. Kuartet lini belakang mereka bermain solid dan mampu mematahkan berbagai upaya serangan tuan rumah.
Mike Hauptmeijer juga tampil luar biasa di bawah mistar gawang Bali United. Beberapa peluang berbahaya dari Dewa United berhasil diamankan dengan baik oleh sang kiper.
Meski lebih banyak ditekan, Bali United tetap sesekali melancarkan serangan balik cepat. Strategi tersebut cukup efektif untuk membuat lini belakang Dewa United tetap waspada.
Pertandingan berlangsung keras namun tetap menarik untuk disaksikan. Kedua tim sama-sama menunjukkan semangat tinggi di laga terakhir musim ini.
Pergantian Pemain Dewa United Belum Membuahkan Hasil
Melihat timnya kesulitan mencetak gol, Jan Olde Riekerink melakukan sejumlah pergantian pemain pada pertengahan babak kedua.
Kodai Tanaka dimasukkan untuk menambah daya gedor di lini depan. Selain itu, Rafael Struick dan Egy Maulana Vikri juga dimainkan untuk memberikan variasi serangan.
Masuknya pemain-pemain baru membuat intensitas serangan Dewa United semakin meningkat. Rafael Struick beberapa kali mencoba menusuk dari sisi sayap, sementara Egy Maulana Vikri berusaha menciptakan peluang lewat kreativitasnya.
Kodai Tanaka juga sempat mendapatkan kesempatan emas di dalam kotak penalti. Namun penyelesaian akhirnya masih belum mampu mengubah kedudukan.
Bali United tetap bermain tenang menghadapi tekanan demi tekanan. Organisasi pertahanan mereka berjalan sangat baik sehingga sulit ditembus oleh para pemain Dewa United.
Bali United Bertahan dengan Sangat Solid

Keunggulan satu gol membuat Bali United lebih fokus menjaga keseimbangan permainan. Johnny Jansen meminta timnya tetap disiplin dan tidak kehilangan konsentrasi hingga laga berakhir.
Kadek Arel dan Joao Ferrari tampil kokoh di jantung pertahanan. Keduanya sukses meredam pergerakan Alex Martins yang menjadi ancaman utama Dewa United.
Di sektor sayap, Ricky Fajrin dan Thijmen Goppel juga tampil impresif. Mereka tidak hanya disiplin bertahan tetapi juga aktif membantu serangan balik.
Lini tengah Bali United bekerja sangat keras sepanjang pertandingan. Kadek Agung yang mencetak gol kemenangan tampil luar biasa dengan kontribusi besar dalam bertahan maupun menyerang.
Teppei Yachida juga menjadi sosok penting dalam permainan Bali United. Selain memberikan assist untuk gol kemenangan, ia mampu mengatur tempo permainan tim dengan baik.
Semakin mendekati akhir pertandingan, tekanan Dewa United semakin meningkat. Namun Bali United tetap mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan.
Dewa United Gagal Maksimalkan Peluang
Kekalahan ini tentu menjadi hasil yang mengecewakan bagi Dewa United. Bermain di kandang sendiri dan tampil dominan dalam beberapa momen pertandingan, mereka gagal memanfaatkan peluang yang dimiliki.
Salah satu masalah utama Dewa United pada laga ini adalah penyelesaian akhir. Sejumlah peluang emas yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol.
Alex Martins yang biasanya tajam di depan gawang lawan juga kesulitan menembus pertahanan rapat Bali United. Stefano Lilipaly dan Noah Sadaoui pun belum mampu memberikan kontribusi maksimal.
Meski demikian, secara permainan Dewa United sebenarnya tampil cukup baik. Mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang.
Hanya saja, efektivitas Bali United menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Bali United Menutup Musim dengan Percaya Diri
Bagi Bali United, kemenangan ini menjadi penutup manis untuk perjalanan mereka di musim 2025/2026. Meski tidak finis di papan atas, Serdadu Tridatu tetap menunjukkan kualitas sebagai tim besar.
Kemenangan atas Dewa United memperlihatkan mentalitas kuat para pemain Bali United. Bermain di kandang lawan bukan hal mudah, namun mereka mampu tampil disiplin dan efektif.
Johnny Jansen layak mendapat apresiasi atas strategi yang diterapkannya. Bali United mampu bertahan dengan baik sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Performa Mike Hauptmeijer di bawah mistar gawang juga menjadi salah satu faktor penting kemenangan tim tamu. Penjaga gawang tersebut melakukan beberapa penyelamatan krusial sepanjang pertandingan.
Kadek Agung tentu menjadi pemain yang paling bersinar pada laga ini. Selain mencetak gol kemenangan, ia tampil sangat solid di lini tengah.
Posisi Akhir Kedua Tim di Klasemen
Hasil Dewa United vs Bali United ini turut memengaruhi posisi akhir kedua tim di klasemen BRI Super League 2025/2026.
Dewa United harus puas mengakhiri musim di posisi keenam dengan raihan 53 poin. Meski gagal menang di laga terakhir, performa mereka sepanjang musim tetap cukup kompetitif.
Sementara itu, Bali United berhasil naik ke posisi ketujuh setelah mengoleksi 51 poin. Tambahan tiga poin di pekan terakhir menjadi modal positif untuk menyambut musim berikutnya.
Persaingan papan tengah musim ini memang berlangsung sangat ketat. Selisih poin antar tim tidak terlalu jauh sehingga setiap pertandingan memiliki pengaruh besar terhadap klasemen akhir.
Evaluasi untuk Musim Depan
Baik Dewa United maupun Bali United tentu akan melakukan evaluasi besar setelah musim berakhir. Kedua tim memiliki potensi besar untuk tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Dewa United perlu memperbaiki konsistensi permainan dan efektivitas lini depan. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas, namun masih kerap kesulitan saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat.
Sementara Bali United bisa menjadikan kemenangan ini sebagai fondasi untuk bangkit musim depan. Kombinasi pemain muda dan senior dalam skuad mereka terlihat cukup menjanjikan.
Kehadiran pelatih berkualitas serta dukungan suporter tentu akan menjadi modal penting bagi kedua tim dalam menghadapi musim baru nanti.
Susunan Pemain Dewa United vs Bali United
Dewa United
Sonny Stevens; Johnathan, Nick Kuipers, Damion Lowe, Edo Febriansah; Ivar Jenner, Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya; Noah Sadaoui, Alex Martins, Stefano Lilipaly.
Pelatih: Jan Olde Riekerink
Bali United
Mike Hauptmeijer; Thijmen Goppel, Kadek Arel, Joao Ferrari, Ricky Fajrin; Kadek Agung, Tito Wiratama, Teppei Yachida; Rahmat Arjuna, Boris Kopitovic, Irfan Jaya.
Pelatih: Johnny Jansen
Penutup
Laga antara Dewa United melawan Bali United menjadi penutup menarik di BRI Super League 2025/2026. Meski tampil menekan sepanjang pertandingan, Dewa United harus mengakui keunggulan Bali United yang bermain lebih efektif.
Gol tunggal Kadek Agung menjadi pembeda dalam pertandingan ini sekaligus memastikan Serdadu Tridatu pulang dengan tiga poin penting.
Hasil Dewa United vs Bali United ini sekaligus menutup perjalanan kedua tim di musim 2025/2026. Kini, kedua klub akan mulai mempersiapkan diri menyambut kompetisi musim depan dengan target yang lebih tinggi.


