Berikut ringkasan lima statistik menarik jelang laga Arsenal vs Burnley di Premier League musim 2025-2026:
Burnley lemah di laga tandang penutup musim
Dalam sembilan musim mereka di Premier League, Burnley hanya dua kali menang pada laga tandang terakhir musim: melawan Aston Villa (2014-15) dan Norwich City (2019-20).
Arsenal tampil solid di lini belakang
Arsenal sudah meraih 16 kemenangan tanpa kebobolan musim ini. Hanya musim 2023-24 yang lebih baik dengan 17 clean sheet wins.
Selain itu, tujuh kemenangan mereka berakhir 1-0, mendekati rekor klub pada 1998-99 dengan sembilan kemenangan 1-0.
Performa Burnley sangat menurun
Burnley cuma menang sekali dalam 27 laga Premier League terakhir mereka (8 imbang, 18 kalah). Mereka hanya mengoleksi 11 poin dalam periode tersebut.

Pemain pengganti jadi senjata Arsenal
Arsenal sudah mencatat 17 kontribusi gol dari pemain pengganti musim ini — tertinggi di liga. Pada laga terakhir melawan West Ham, gol kemenangan Leandro Trossard lahir dari assist Martin Odegaard yang masuk dari bangku cadangan.
Viktor Gyokeres tajam di kandang
Viktor Gyokeres sudah mencetak 14 gol di Premier League musim ini, dengan sembilan di antaranya terjadi di kandang. Jika mencapai 10 gol kandang di musim debutnya bersama Arsenal, ia akan menyamai pencapaian legenda seperti Thierry Henry, Olivier Giroud, dan Alexandre Lacazette.
Secara statistik, Arsenal jauh lebih unggul dan lebih konsisten dibanding Burnley. Namun tekanan akhir musim tetap membuat laga ini berpotensi berlangsung menarik dan penuh drama.
Mikel Arteta menegaskan bahwa konsistensi Arsenal sepanjang musim menjadi bukti mentalitas dan kualitas tim dalam persaingan gelar Premier League 2025-26.
Arteta menyoroti bagaimana Arsenal mampu tetap berada di papan atas dalam liga yang sangat kompetitif, baik saat berstatus pemburu maupun pemimpin klasemen. Menurutnya, kemampuan bertahan di posisi teratas dalam waktu lama menunjukkan perkembangan besar skuad asuhannya.
Selain mengejar trofi liga, Arsenal juga menghadapi tantangan besar lain karena akan tampil
di final UEFA Champions League Final pada 30 Mei mendatang. Meski jadwal padat dan tekanan tinggi menghampiri, Arteta percaya timnya tetap mampu menjaga fokus hingga akhir musim.
Sementara itu, Burnley datang ke Emirates tanpa tekanan besar setelah dipastikan terdegradasi. Namun pelatih interim Mike Jackson memastikan timnya tetap serius menghadapi laga ini.
Burnley memang baru menghentikan rentetan lima kekalahan usai bermain imbang 2-2 melawan Aston Villa. Jackson menilai duel kontra Arsenal bisa menjadi kesempatan sempurna bagi timnya untuk menikmati atmosfer laga besar sekaligus mencoba menciptakan kejutan.
Pertandingan ini pun diperkirakan menghadirkan dua motivasi berbeda: Arsenal memburu gelar dan menjaga momentum menuju final Eropa, sementara Burnley bermain demi harga diri dan pembuktian di penghujung musim.


