Pertandingan sengit tersaji pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 saat Borneo FC menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin malam WIB. Duel yang berlangsung panas sejak menit pertama itu berakhir dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk Pesut Etam.
Kemenangan ini membuat Borneo FC terus menjaga asa dalam perebutan gelar juara musim ini. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Fabio Lefundes tetap menempel ketat Persib Bandung di papan atas klasemen sementara. Sementara itu, Bali United harus puas tertahan di papan tengah setelah gagal mempertahankan keunggulan.
Laga berlangsung sangat menarik karena kedua tim sama-sama tampil menyerang. Tidak hanya menghadirkan lima gol, pertandingan ini juga diwarnai dua gol yang dianulir VAR, drama penalti, hingga aksi heroik para penjaga gawang.
Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, Bali United dan Borneo FC langsung bermain terbuka. Kedua tim sama-sama menunjukkan intensitas tinggi demi mengamankan poin penting pada akhir musim.
Borneo FC lebih dulu memberikan ancaman melalui pergerakan Mariano Peralta dan Koldo Obieta. Namun, lini belakang Bali United masih tampil disiplin dalam menghalau tekanan.
Di sisi lain, Bali United mengandalkan kombinasi cepat di lini depan yang dihuni Boris Kopitovic, Rahmat Arjuna, dan Irfan Jaya. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21.
Gol bermula dari kerja sama apik di sisi tengah lapangan. Kadek Agung mengirim umpan matang kepada Rahmat Arjuna. Bola kemudian diteruskan kepada Boris Kopitovic yang dengan cerdas memberikan ruang bagi Teppei Yachida.
Tanpa kesalahan, Teppei Yachida melepaskan penyelesaian akurat yang gagal dihentikan Nadeo Argawinata. Bali United unggul 1-0 dan membuat publik tuan rumah bersorak.
Setelah tertinggal, Borneo FC mencoba meningkatkan tempo permainan. Mariano Peralta beberapa kali menjadi motor serangan tim tamu. Pada menit ke-24, pemain asal Argentina itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Sayangnya, Mike Hauptmeijer masih mampu melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang tersebut. Kiper Bali United itu tampil cukup solid sepanjang babak pertama.
Pesut Etam terus menggempur pertahanan Bali United melalui kombinasi umpan pendek dan serangan dari sisi sayap. Namun hingga turun minum, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Skor 1-0 untuk keunggulan Bali United bertahan hingga jeda pertandingan.
Perubahan Fabio Lefundes Mengubah Permainan
Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes langsung melakukan perubahan penting. Komang Teguh dan Kaio Nunes dimasukkan untuk menambah agresivitas permainan tim.
Pergantian tersebut terbukti efektif. Intensitas serangan Borneo FC meningkat tajam dan Bali United mulai kesulitan keluar dari tekanan.
Hanya empat menit setelah babak kedua dimulai, Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan. Mariano Peralta menjadi aktor utama lewat gol spektakuler pada menit ke-49.
Menerima ruang tembak di luar kotak penalti, Peralta melepaskan tendangan keras yang meluncur deras ke sudut gawang. Mike Hauptmeijer tidak mampu menjangkau bola dan skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan peluang berbahaya.
Nadeo Argawinata Tampil Heroik
Setelah skor imbang, Bali United berusaha kembali mengambil kendali permainan. Teppei Yachida hampir mencetak gol kedua melalui dua peluang emas yang didapat dalam waktu berdekatan.
Namun, Nadeo Argawinata tampil luar biasa di bawah mistar gawang Borneo FC. Kiper Timnas Indonesia itu berhasil melakukan dua penyelamatan penting yang menjaga skor tetap imbang.
Tidak hanya itu, Nadeo kembali menunjukkan refleks cepat saat menggagalkan peluang jarak dekat milik Tim Receveur pada menit ke-64.
Aksi heroik Nadeo menjadi salah satu faktor penting yang membuat Borneo FC tetap bertahan dalam pertandingan. Bali United sebenarnya memiliki cukup peluang untuk kembali unggul, tetapi penyelesaian akhir dan performa gemilang Nadeo membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.
Penalti Mariano Peralta Balikkan Keadaan
Drama kembali terjadi ketika wasit memberikan penalti kepada Borneo FC setelah mengecek VAR. Bagas Adi dinilai melakukan handball di area terlarang.
Keputusan tersebut sempat memicu protes dari pemain Bali United. Namun setelah tayangan ulang diperiksa, wasit tetap menunjuk titik putih.
Mariano Peralta yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Pemain asal Argentina itu sukses mengecoh Mike Hauptmeijer dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut membuat mental pemain Borneo FC semakin meningkat. Sebaliknya, Bali United terlihat mulai kehilangan fokus dalam mengantisipasi serangan lawan.
Drama Lima Gol dan Dua Gol Dianulir
Pertandingan memasuki fase paling menegangkan ketika laga memasuki menit-menit akhir. Bali United berusaha keras mencari gol penyama kedudukan dan terus menekan pertahanan Borneo FC.
Namun petaka justru datang pada menit ke-77. Bek Borneo FC, Caxambu, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau bola di depan gawang sendiri.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan membuat pertandingan semakin panas.
Akan tetapi, Borneo FC merespons dengan cepat. Hanya dua menit berselang, Juan Villa sukses mencetak gol dan membawa Pesut Etam kembali unggul dengan skor 3-2.
Gol itu membuat kubu Bali United semakin tertekan. Situasi makin dramatis ketika Koldo Obieta sempat mencetak gol pada menit ke-80.
Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena offside. Keputusan itu membuat laga semakin penuh tensi.
Tidak berhenti sampai di situ, Juan Villa kembali mencetak gol pada menit ke-90. Sayangnya, gol tersebut kembali dianulir VAR karena posisi offside.
Dalam tambahan waktu tujuh menit, Bali United mencoba mencari gol penyama kedudukan. Namun pertahanan Borneo FC mampu bertahan dengan baik hingga peluit panjang dibunyikan.
Borneo FC akhirnya memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United.

Borneo FC Terus Tekan Persib Bandung
Kemenangan penting ini membuat Borneo FC tetap menjaga peluang juara BRI Super League 2025/2026. Pesut Etam kini mengoleksi 75 poin dan terus memberikan tekanan kepada Persib Bandung di puncak klasemen.
Persaingan gelar musim ini memang berlangsung sangat ketat. Borneo FC menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim, terutama pada putaran kedua kompetisi.
Fabio Lefundes berhasil membangun tim dengan keseimbangan yang sangat baik antara lini belakang dan lini serang. Kehadiran pemain seperti Mariano Peralta, Juan Villa, dan Koldo Obieta memberikan dimensi serangan yang sulit dihentikan lawan.
Selain itu, performa Nadeo Argawinata juga menjadi salah satu kunci sukses Pesut Etam musim ini. Kiper Timnas Indonesia tersebut berkali-kali menjadi penyelamat tim dalam pertandingan penting.
Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, peluang Borneo FC untuk menyalip Persib Bandung masih sangat terbuka.
Bali United Kehilangan Momentum
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Bali United. Tim asuhan Johnny Jansen sebenarnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama.
Mereka mampu memanfaatkan celah di lini belakang Borneo FC dan tampil efektif dalam membangun serangan. Namun, konsentrasi yang menurun pada babak kedua membuat Serdadu Tridatu gagal mempertahankan keunggulan.
Bali United kini tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 45 poin. Posisi tersebut tentu belum sesuai dengan target awal musim mereka.
Meski demikian, beberapa pemain Bali United tetap menunjukkan performa positif dalam laga ini. Teppei Yachida tampil impresif di lini tengah dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya sepanjang pertandingan.
Mike Hauptmeijer juga melakukan sejumlah penyelamatan penting yang sempat menjaga peluang Bali United meraih poin.
Namun, lemahnya koordinasi pertahanan pada menit-menit krusial membuat mereka harus pulang tanpa poin.
Mariano Peralta Jadi Pembeda
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam pertandingan ini adalah Mariano Peralta. Gelandang serang Borneo FC tersebut tampil luar biasa sepanjang laga.
Ia tidak hanya mencetak dua gol penting, tetapi juga menjadi motor serangan utama Pesut Etam. Kreativitas, visi bermain, dan keberanian melepas tembakan jarak jauh membuat lini belakang Bali United kesulitan mengantisipasinya.
Gol spektakuler yang dicetak pada awal babak kedua menjadi momentum kebangkitan Borneo FC. Sementara gol penalti yang ia cetak berhasil membalikkan keadaan dan meningkatkan kepercayaan diri tim.
Performa apik Peralta menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik Borneo FC musim ini.
Susunan Pemain Bali United vs Borneo FC
Bali United (4-3-3)
Mike Hauptmeijer; Thijmen Goppel, Bagas Adi, Joao Ferrari, Ricky Fajrin; Kadek Agung, Teppei Yachida, Tim Receveur; Rahmat Arjuna, Boris Kopitovic, Irfan Jaya.
Pelatih: Johnny Jansen.
Borneo FC (4-3-3)
Nadeo Argawinata; Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, Jose Cleylton, Caxambu; Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan, Juan Villa; M. Sihran, Koldo Obieta, Mariano Peralta.
Pelatih: Fabio Lefundes.
Kesimpulan
Pertandingan Borneo FC vs Bali United menjadi salah satu laga paling dramatis pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Total lima gol, aksi heroik kiper, penalti VAR, hingga dua gol dianulir membuat pertandingan berjalan sangat menegangkan.
Borneo FC menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dan akhirnya menang 3-2. Hasil ini menjaga peluang Pesut Etam dalam perebutan gelar juara bersama Persib Bandung.
Sementara itu, Bali United harus segera bangkit jika ingin memperbaiki posisi mereka di klasemen akhir musim.
Dengan performa seperti ini, persaingan papan atas BRI Super League dipastikan akan semakin panas hingga pekan terakhir kompetisi.


