AC Milan Kehilangan Poin Penting di Kandang
AC Milan harus menelan kekalahan menyakitkan saat menghadapi Atalanta BC pada pekan ke-36 Serie A musim 2025-2026. Bermain di Stadion San Siro pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB, Rossoneri kalah dengan skor tipis 2-3 setelah sempat tertinggal tiga gol lebih dahulu.
Pertandingan berlangsung sangat menarik sejak menit awal. Atalanta tampil efektif dan mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik. Tiga gol tim tamu dicetak oleh Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori.
Sementara itu, AC Milan baru mampu membalas melalui Strahinja Pavlovic dan Christopher Nkunku di penghujung pertandingan. Upaya comeback Rossoneri akhirnya gagal karena waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk mengejar ketertinggalan.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri yang sedang berusaha mengamankan posisi di zona Liga Champions. Tambahan nol poin membuat persaingan papan atas Serie A semakin ketat menjelang akhir musim.
Di sisi lain, kemenangan ini sangat penting bagi Atalanta. Tim asuhan Raffaele Palladino semakin percaya diri dalam perburuan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Jalannya Pertandingan Milan vs Atalanta
Milan Langsung Menekan Sejak Awal

Bermain di depan pendukung sendiri membuat AC Milan langsung tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Rossoneri mencoba mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan kreativitas lini tengah serta kecepatan pemain sayap.
Peluang pertama didapat melalui Adrien Rabiot yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal membawa AC Milan unggul cepat.
Momen tersebut sebenarnya menjadi pertanda bahwa AC Milan tampil cukup dominan dalam penguasaan bola. Namun Atalanta menunjukkan efektivitas luar biasa ketika mendapatkan kesempatan menyerang.
Ederson Membuka Keunggulan Atalanta
Pada menit ketujuh, Atalanta berhasil mengejutkan publik San Siro lewat gol cepat Ederson. Gelandang asal Brasil itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau Mike Maignan.
Gol tersebut membuat Atalanta semakin percaya diri dalam memainkan tempo pertandingan. Mereka tidak terburu-buru menyerang, tetapi tetap berbahaya saat melakukan transisi cepat.
AC Milan sempat mencoba merespons melalui kombinasi serangan dari Rafael Leao dan Santiago Gimenez. Namun lini belakang Atalanta tampil cukup disiplin untuk meredam tekanan tuan rumah.
Atalanta Tampil Lebih Efektif
Walaupun kalah dalam penguasaan bola, Atalanta justru terlihat lebih berbahaya ketika menyerang. Pergerakan Nicola Zalewski di sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Milan.
Atalanta hampir menambah keunggulan lewat peluang emas Zalewski. Beruntung bagi AC Milan, Mike Maignan masih mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga harapan timnya.
Tekanan tim tamu akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-29. Davide Zappacosta berhasil mencetak gol kedua setelah memanfaatkan ruang kosong di dalam kotak penalti.
Bek sayap berpengalaman itu dengan tenang menaklukkan Maignan dan membuat skor berubah menjadi 0-2 untuk keunggulan Atalanta.
Gol kedua tersebut membuat suasana stadion menjadi cukup tegang. Milan yang sebelumnya tampil percaya diri mulai kehilangan ritme permainan.
Milan Kesulitan Menembus Pertahanan Atalanta
Rafael Leao Berusaha Membawa Milan Bangkit
Setelah tertinggal dua gol, AC Milan mencoba meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao menjadi pemain yang paling aktif dalam membongkar pertahanan lawan.
Beberapa kali pemain asal Portugal itu berhasil melewati pemain bertahan Atalanta. Namun penyelesaian akhir AC Milan masih belum maksimal.
Menjelang akhir babak pertama, Leao mendapatkan peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan. Akan tetapi, kiper Marco Carnesecchi tampil luar biasa dengan penyelamatan gemilangnya.
Skor 0-2 akhirnya bertahan hingga turun minum. Milan sebenarnya unggul dalam penguasaan bola, tetapi Atalanta jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Raspadori Membuat Milan Semakin Terpuruk
Memasuki babak kedua, AC Milan berharap bisa bangkit dan mencetak gol cepat. Namun justru Atalanta kembali memberikan kejutan.
Pada menit ke-52, Giacomo Raspadori mencetak gol ketiga bagi Atalanta melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang dan membuat Maignan kembali tak berdaya.
Gol tersebut membuat Milan berada dalam situasi yang sangat sulit. Tertinggal tiga gol di kandang sendiri tentu menjadi tekanan besar bagi Rossoneri.
Meski demikian, AC Milan tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mencoba menyerang demi mencari gol balasan.
Upaya Comeback Milan di Penghujung Laga
Nkunku Hampir Mencetak Gol Cepat

AC Milan mendapatkan peluang emas melalui Christopher Nkunku. Penyerang asal Prancis itu berhasil melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan matang dari lini tengah.
Namun bola hanya membentur mistar gawang. Publik San Siro pun dibuat frustrasi karena peluang tersebut seharusnya bisa menjadi titik awal kebangkitan Milan.
Tak lama kemudian, AC Milan sempat mencetak gol lewat Niclas Fullkrug. Akan tetapi wasit menganulir gol tersebut karena offside.
Keputusan itu memicu protes dari para pemain Milan. Mereka merasa momentum pertandingan kembali hilang setelah gol dianulir.
Pavlovic Membuka Harapan Rossoneri
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, Milan akhirnya berhasil mencetak gol pertama mereka. Strahinja Pavlovic sukses menyundul bola hasil situasi sepak pojok pada menit ke-88.
Gol tersebut membakar semangat para pemain AC Milan dan membuat pendukung tuan rumah kembali percaya bahwa comeback masih mungkin terjadi.
Milan langsung meningkatkan tekanan dan mencoba memanfaatkan sisa waktu pertandingan sebaik mungkin.
Penalti Nkunku Membuat Laga Memanas
Drama terjadi di masa tambahan waktu ketika AC Milan mendapatkan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Atalanta melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Christopher Nkunku maju sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-3.
Sayangnya bagi Milan, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mencetak gol penyeimbang. Wasit akhirnya meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan Atalanta.
Statistik Milan vs Atalanta
Pertandingan ini berlangsung cukup seimbang jika melihat statistik secara keseluruhan. AC Milan unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, tetapi Atalanta jauh lebih klinis.
Berikut statistik lengkap pertandingan:
- Penguasaan bola: 57% – 43%
- Tembakan: 20 – 9
- Tembakan tepat sasaran: 9 – 5
- Pelanggaran: 8 – 17
- Sepak pojok: 2 – 2
- Offside: 2 – 2
- Kartu kuning: 4 – 3
- Kartu merah: 0 – 0
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Milan sebenarnya cukup dominan dalam mengontrol permainan. Namun efektivitas Atalanta menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Susunan Pemain Milan vs Atalanta
Susunan Pemain Milan
Formasi: 3-5-2
- Mike Maignan
- Koni De Winter
- Matteo Gabbia
- Strahinja Pavlovic
- Alexis Saelemaekers
- Ruben Loftus-Cheek
- Samuele Ricci
- Adrien Rabiot
- Davide Bartesaghi
- Rafael Leao
- Santiago Gimenez
Pelatih: Massimiliano Allegri
Susunan Pemain Atalanta
Formasi: 3-4-2-1
- Marco Carnesecchi
- Giorgio Scalvini
- Isak Hien
- Sead Kolasinac
- Davide Zappacosta
- Marten de Roon
- Ederson
- Nicola Zalewski
- Charles De Ketelaere
- Giacomo Raspadori
- Nikola Krstovic
Pelatih: Raffaele Palladino
Analisis Kekalahan Milan dari Atalanta
Pertahanan Milan Masih Bermasalah
Salah satu faktor utama kekalahan Milan adalah lemahnya koordinasi lini pertahanan. Atalanta mampu memanfaatkan ruang kosong dengan sangat baik, terutama saat melakukan serangan balik cepat.
Gol-gol yang tercipta menunjukkan bahwa Milan kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain lawan di area berbahaya.
Selain itu, transisi bertahan Rossoneri juga terlihat lambat sehingga Atalanta sering mendapatkan peluang emas.
Efektivitas Atalanta Jadi Kunci
Walaupun kalah dalam penguasaan bola, Atalanta tampil sangat efektif. Mereka mampu mencetak tiga gol hanya dari sedikit peluang yang dimiliki.
Ederson dan Raspadori tampil luar biasa di lini serang. Sementara Davide Zappacosta memberikan kontribusi besar melalui gol dan pergerakan agresif dari sisi lapangan.
Kedisiplinan lini belakang Atalanta juga patut mendapat pujian karena mampu meredam tekanan Milan dalam sebagian besar pertandingan.
Dampak Hasil Ini di Klasemen Serie A
Kekalahan ini membuat Milan gagal mengamankan posisi mereka di papan atas Serie A. Persaingan menuju zona Liga Champions kini semakin ketat.
Rossoneri wajib segera bangkit jika tidak ingin kehilangan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi modal besar bagi Atalanta dalam menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa. Mental para pemain dipastikan meningkat setelah mampu menang di kandang Milan.
Dengan musim yang tinggal menyisakan beberapa pertandingan lagi, setiap poin menjadi sangat penting bagi kedua tim.
Kesimpulan
Pertandingan Milan vs Atalanta menghadirkan drama besar di San Siro. Atalanta tampil sangat efektif dan berhasil mengalahkan Milan dengan skor 3-2 dalam laga yang penuh intensitas.
Milan sebenarnya sempat memberikan perlawanan di akhir pertandingan melalui gol Pavlovic dan penalti Nkunku. Namun kebangkitan tersebut datang terlambat sehingga Rossoneri gagal menghindari kekalahan.
Hasil ini membuat persaingan papan atas Serie A semakin panas menjelang akhir musim 2025-2026. Milan harus segera memperbaiki performa jika ingin tetap berada di zona Liga Champions, sementara Atalanta semakin percaya diri memburu tiket Eropa.


