Laga panas Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan kejutan besar. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4) petang WIB, Persebaya sukses menang telak dengan skor 4-0.
Hasil ini langsung menjadi sorotan pecinta sepak bola nasional. Selain karena status pertandingan sebagai Derbi Jawa Timur, skor mencolok tersebut juga menunjukkan perbedaan performa kedua tim sepanjang laga.
Persebaya tampil sangat efektif, terutama di babak kedua. Tim berjuluk Bajul Ijo mampu memanfaatkan celah di lini belakang Arema FC yang tampil kurang disiplin. Sebaliknya, Singo Edan justru kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.
Francisco Rivera menjadi aktor utama kemenangan Persebaya. Gelandang kreatif tersebut mencetak dua gol dan satu assist. Penampilannya membuat pertahanan Arema FC kerepotan sepanjang pertandingan.
Di balik kemenangan besar itu, ada sejumlah fakta menarik yang patut dibahas. Berikut ulasan lengkap 4 fakta mencolok usai Arema FC dibantai Persebaya 0-4.
Persebaya Tampil Dominan Sejak Menit Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka berani menekan tinggi dan membuat Arema FC sulit keluar dari tekanan.
Lini tengah Persebaya bermain disiplin. Aliran bola berjalan lancar dari kaki ke kaki, sementara para pemain sayap terus memberi ancaman lewat kecepatan dan crossing berbahaya.
Arema FC sebenarnya mencoba merespons lewat serangan balik cepat. Namun, koordinasi antarlini mereka kurang rapi sehingga beberapa peluang gagal dimaksimalkan.
Dominasi Persebaya semakin terlihat saat memasuki babak kedua. Intensitas serangan meningkat dan Arema FC mulai kehilangan konsentrasi.
Keunggulan empat gol bukan sekadar keberuntungan. Itu adalah hasil dari permainan efektif, organisasi tim yang rapi, serta mental bertanding yang lebih siap.
Francisco Rivera Jadi Bintang Lapangan
Jika harus memilih pemain terbaik di laga ini, nama Francisco Rivera tentu berada di urutan pertama. Gelandang serang asal Meksiko tersebut tampil luar biasa.
Rivera tidak hanya aktif mengatur ritme permainan, tetapi juga berkontribusi langsung lewat dua gol dan satu assist. Setiap sentuhan bolanya kerap menimbulkan ancaman bagi pertahanan Arema FC.
Gol pertama Rivera menjadi momentum penting bagi Persebaya. Setelah unggul, kepercayaan diri tim meningkat dan permainan makin agresif.
Gol keduanya memperlihatkan kualitas finishing yang sangat baik. Ia mampu memanfaatkan ruang sempit dan menuntaskan peluang dengan tenang.
Selain itu, assist yang ia ciptakan menunjukkan visi bermain kelas atas. Umpan matang yang diberikan sukses dimaksimalkan rekan setim menjadi gol.
Penampilan seperti ini membuat Rivera layak disebut sebagai pembeda dalam Derbi Jawa Timur kali ini.
Gol Perdana Jefferson Silva Jadi Sorotan
Selain Rivera, nama Jefferson Silva juga pantas mendapat perhatian. Penyerang Persebaya itu sukses mencetak gol pertamanya bersama klub.
Gol tersebut lahir dari situasi bola muntah. Bruno Moreira sebelumnya gagal mengeksekusi penalti setelah tembakannya ditepis kiper Arema FC. Namun, Jefferson bergerak cepat menyambar bola liar dan mengubahnya menjadi gol.
Momen ini sangat berarti bagi Jefferson. Sebagai striker, mencetak gol perdana tentu dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Selama beberapa laga sebelumnya, Jefferson memang terus berusaha menunjukkan kualitas. Kerja kerasnya akhirnya terbayar dalam pertandingan penting melawan rival abadi.
Gol ini juga menegaskan bahwa Persebaya tidak hanya bergantung pada satu pemain. Banyak pemain mampu memberi kontribusi saat dibutuhkan.
Mikael Tata Cetak Gol Emosional
Satu lagi momen menarik hadir lewat gol Mikael Tata. Pemain muda tersebut mencetak gol pertamanya musim ini.
Gol Tata lahir setelah menerima umpan matang dari Francisco Rivera. Dengan penyelesaian tenang, ia sukses menaklukkan penjaga gawang Arema FC.
Namun, yang paling menarik adalah reaksinya setelah mencetak gol. Tata memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan.
Keputusan itu dipahami banyak pihak karena ia merupakan mantan pemain Arema FC. Rasa hormat kepada klub lama membuatnya menahan ekspresi usai menjebol gawang Singo Edan.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari suporter netral. Dalam atmosfer rivalitas panas, Tata tetap menunjukkan profesionalisme dan penghormatan.
Pertahanan Persebaya Bangkit Total
Beberapa pekan lalu, lini belakang Persebaya sempat menuai kritik tajam. Mereka kebobolan delapan gol hanya dalam dua pertandingan melawan Borneo FC dan Persija Jakarta.
Situasi itu sempat membuat publik ragu terhadap peluang Persebaya bersaing di papan atas. Namun, tim asuhan pelatih mereka berhasil merespons dengan sangat baik.
Dalam dua pertandingan terakhir, Persebaya justru tampil solid dan mencatat clean sheet beruntun.
Kemenangan 2-0 atas Malut United menjadi awal kebangkitan. Tren positif itu berlanjut saat mereka menumbangkan Arema FC dengan skor 4-0.
Duet Risto Mitrevski dan Gustavo Fernandes tampil kokoh di jantung pertahanan. Keduanya mampu mematahkan serangan lawan dan unggul dalam duel udara.
Di bawah mistar, Andhika Ramadhani juga bermain tenang. Beberapa penyelamatan penting membuat Arema FC gagal mencetak gol.
Perbaikan lini belakang ini menjadi modal penting bagi Persebaya untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Kekalahan Terburuk Arema FC Musim Ini

Bagi Arema FC, hasil ini jelas menjadi pukulan berat. Kekalahan 0-4 merupakan margin kekalahan terbesar yang mereka alami sepanjang musim.
Dari 30 pertandingan yang sudah dijalani, Arema FC memang menelan beberapa hasil negatif. Namun, tidak ada yang semenyakitkan kekalahan dari Persebaya kali ini.
Sebelumnya, mereka pernah kalah 3-4 dari Bali United. Meski kalah, saat itu Arema masih mampu memberi perlawanan sengit.
Berbeda dengan laga kontra Persebaya. Singo Edan tampak kesulitan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Lini pertahanan rapuh, lini tengah kalah duel, dan lini depan minim kreativitas. Kombinasi itu membuat Arema FC tampil tanpa daya.
Kekalahan ini juga mengejutkan karena sebelumnya mereka sedang berada dalam tren cukup baik, yakni tiga laga tanpa kekalahan.
Arema FC Kehilangan Identitas Permainan
Dalam laga besar seperti Derbi Jawa Timur, mental dan karakter permainan sangat menentukan. Sayangnya, Arema FC justru terlihat kehilangan identitas.
Biasanya Arema dikenal agresif dan berani bermain cepat. Namun kali ini mereka lebih banyak bertahan dan menunggu.
Saat berhasil merebut bola, transisi ke depan berjalan lambat. Akibatnya, Persebaya punya waktu cukup untuk kembali menyusun pertahanan.
Kurangnya kreativitas di lini tengah membuat striker Arema jarang mendapat suplai bola matang.
Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, peluang Arema FC finis di posisi ideal bisa semakin berat.
Dominasi Panjang Persebaya atas Arema FC
Kemenangan ini semakin mempertegas dominasi Persebaya atas rival sekota provinsi mereka tersebut.
Kini Persebaya mencatat 11 pertandingan beruntun tanpa kekalahan melawan Arema FC di kompetisi resmi.
Catatan itu dimulai sejak Agustus 2019. Sejak saat itu, Singo Edan belum pernah lagi merasakan kemenangan atas Bajul Ijo.
Kemenangan terakhir Arema atas Persebaya terjadi di Stadion Kanjuruhan dengan skor 4-0.
Sejak momen tersebut, arah rivalitas berubah. Persebaya tampil lebih konsisten, lebih stabil, dan lebih percaya diri setiap kali bertemu.
Rekor ini tentu memberi dampak psikologis besar. Setiap pertemuan baru, Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi, sedangkan Arema membawa beban masa lalu.
Peluang Persebaya di Klasemen Meningkat
Tambahan tiga poin dari laga ini sangat penting bagi Persebaya. Selain memperbaiki posisi di klasemen, kemenangan besar juga meningkatkan moral tim.
Produktivitas empat gol menunjukkan bahwa lini depan mereka sedang tajam. Sementara clean sheet menandakan pertahanan mulai stabil.
Jika konsisten menjaga performa seperti ini, Persebaya berpeluang besar bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Momentum kemenangan di laga derbi juga sering memberi dorongan psikologis besar bagi tim.
Evaluasi Besar untuk Arema FC
Sementara itu, Arema FC harus segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Kekalahan telak dalam laga rivalitas tidak hanya berdampak pada klasemen, tetapi juga mental pemain dan kepercayaan suporter.
Pelatih perlu memperbaiki organisasi pertahanan, transisi permainan, dan efektivitas serangan.
Para pemain juga harus segera bangkit karena kompetisi masih menyisakan beberapa pertandingan penting.
Jika terlalu lama larut dalam kekalahan ini, Arema FC bisa kehilangan momentum di akhir musim.
Kesimpulan
Derbi Jawa Timur kali ini benar-benar milik Persebaya Surabaya. Mereka tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-0 atas Arema FC.
Francisco Rivera menjadi bintang utama lewat dua gol dan satu assist. Jefferson Silva mencetak gol perdana, Mikael Tata menorehkan momen emosional, sementara lini belakang tampil solid dengan clean sheet.
Di sisi lain, Arema FC harus menerima kenyataan pahit berupa kekalahan terburuk musim ini. Selain itu, mereka juga kembali gagal menghentikan dominasi panjang Persebaya.
Hasil ini menunjukkan bahwa Persebaya sedang berada di jalur positif, sedangkan Arema FC wajib segera berbenah jika ingin kembali kompetitif.
Derbi boleh selesai, tetapi dampaknya akan terasa panjang bagi kedua tim hingga akhir musim.


