duniabola Real Madrid berhasil meraih kemenangan atas Levante di pertandingan pekan ke-20 Liga Spanyol 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Sabtu (17/01/2026).
Pertandingan ini awalnya terlihat menjemukan. Namun Madrid akhirnya bisa menemukan peluang untuk mencetak gol.
Kylian Mbappe mencatatkan namanya di laga ini, meski dari titik putih. Gol dari Raul Asencio menyegel tiga poin bagi Madrid sekaligus membawa mereka ke jaluar kemenangan setleah di laga sebelumnya takluk memalukan dari Albacete.
Hasil ini membut Madrid mengemas 48 poin dan tetap kokoh di posisi kedua, menempel ketat Barcelona. Sedangkan Levante ada di peringkat 19 klasemen sementara La Liga dengan koleksi 14 poin saja dari 19 pertandingan.
Babak Pertama Real Madrid vs Levante
Laga langsung berjalan di Madrid dengan Levante yang mengambil inisiatif kick-off. Tim tamu bahkan sempat mengejutkan publik tuan rumah lewat peluang awal Eyong yang masih mudah diamankan dan berujung tendangan gawang.
Suasana stadion terasa tidak bersahabat bagi para pemain Real Madrid. Vinicius Junior menjadi sasaran siulan keras setiap kali menyentuh bola, mencerminkan kekecewaan fans terhadap performa tim dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan dari tribun kembali terasa saat Jude Bellingham membawa bola menembus lini tengah. Sorakan bernada cemooh terus mengiringi, menunjukkan bahwa ketegangan belum akan reda meski pertandingan masih di awal laga.
Real Madrid tampil kurang berani dan terlihat kehabisan ide dalam membangun serangan. Memasuki pertengahan babak pertama, kedua tim sama-sama belum mencatatkan tembakan tepat sasaran, situasi yang jelas lebih menguntungkan Levante.
Menjelang akhir babak pertama, Madrid akhirnya menciptakan peluang terbaiknya. Umpan diagonal Asencio berhasil disambut Mbappe dengan tendangan voli, namun bola masih melebar tipis dari gawang Levante.
Tidak ada gol tercipta hingga tambahan waktu berakhir. Kedua tim pun harus puas menutup babak pertama dengan skor imbang tanpa gol.
Babak Kedua Real Madrid vs Levante

Real Madrid tampil lebih hidup selepas jeda, terutama setelah masuknya Arda Guler. Kombinasi Mbappe dan Guler hampir memecah kebuntuan, tetapi kiper Ryan tampil sigap menepis peluang berbahaya tersebut.
Tekanan Madrid akhirnya membuahkan hasil ketika Mbappe dilanggar di kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih setelah De la Fuente dinilai menjatuhkan penyerang asal Prancis itu.
Mbappe yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia mengecoh kiper dan membawa Real Madrid unggul 1-0, gol yang terasa sangat krusial bagi tuan rumah.
Kepercayaan diri Madrid semakin meningkat dan kembali berbuah gol pada menit ke-65. Asencio mencetak gol lewat sundulan keras dari situasi sepak pojok, memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Madrid hampir menambah gol ketiga melalui Mbappe dan Mastantuono. Namun, satu peluang digagalkan penyelamatan gemilang Ryan, sementara peluang lainnya membentur mistar gawang.
Levante semakin tertekan dan kesulitan keluar dari tekanan. Hingga menit-menit akhir, Real Madrid tampil nyaman menguasai bola dan menutup laga dengan kemenangan 2-0 tanpa insiden berarti.
Analisis Mendalam: Tekanan Mental di Santiago Bernabeu
Kemenangan 2-0 atas Levante mungkin terlihat seperti hasil rutin di atas kertas, namun bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti, pertandingan ini adalah ujian mental yang luar biasa berat. Setelah kekalahan memalukan dari tim papan bawah Albacete di pekan sebelumnya, Santiago Bernabeu berubah dari rumah yang hangat menjadi arena penuh tekanan. Siulan yang diarahkan kepada Vinicius Junior sejak menit pertama bukan sekadar ekspresi kekecewaan sesaat, melainkan sinyal bahwa tuntutan di Madrid tidak pernah mengenal kompromi.
Ancelotti mencoba melakukan rotasi dengan memberikan kepercayaan pada Raul Asencio di lini belakang dan mengandalkan kreativitas Jude Bellingham di tengah. Namun, di babak pertama, Madrid tampak bermain dengan beban di pundak mereka. Aliran bola sering terhenti di lini tengah karena kurangnya pergerakan tanpa bola. Levante, yang datang dengan strategi parkir bus yang disiplin, berhasil menutup ruang gerak Kylian Mbappe. Tim tamu bermain sangat rapat, memaksa Madrid melakukan banyak umpan silang yang tidak efektif.
Peran Krusial Arda Guler dan Perubahan Taktik
Titik balik pertandingan ini terjadi di ruang ganti saat jeda antarpabak. Ancelotti tampaknya menyadari bahwa timnya membutuhkan kreativitas lebih di area sepertiga akhir. Masuknya Arda Guler menggantikan salah satu gelandang jangkar mengubah dinamika permainan sepenuhnya. Guler memberikan dimensi baru dengan kemampuan dribelnya di ruang sempit dan visi bermain yang sulit ditebak oleh lini pertahanan Levante yang mulai kelelahan.
Kombinasi antara Guler, Bellingham, dan Mbappe mulai merobek pertahanan berlapis tim tamu. Gol penalti Mbappe bukan sekadar keberuntungan; itu adalah hasil dari tekanan bertubi-tubi yang memaksa pemain belakang Levante melakukan kesalahan fatal. Saat Mbappe menaruh bola di titik putih, seluruh stadion terdiam. Dinginnya eksekusi Mbappe membuktikan mengapa ia tetap menjadi aset paling berharga meski Madrid sedang dalam periode sulit.
Raul Asencio: Pahlawan Tak Terduga

Jika Mbappe adalah wajah dari kemenangan ini, maka Raul Asencio adalah nyawa dari permainan Madrid di pekan ke-20 ini. Selain mencetak gol sundulan yang menyegel kemenangan, Asencio tampil sangat solid dalam memutus serangan balik Levante. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi Thibaut Courtois yang praktis tidak banyak bekerja keras di babak kedua. Gol Asencio dari situasi bola mati sekaligus menunjukkan bahwa Madrid tetap berbahaya dalam skenario apapun, bahkan ketika permainan terbuka mereka sedang buntu.
Kemenangan ini juga menandai debut impresif bagi Mastantuono di menit-menit akhir. Meski hanya bermain sebentar, tendangannya yang membentur mistar gawang menunjukkan potensi besar yang ia miliki. Persaingan di lini depan Madrid semakin memanas, yang diharapkan dapat memicu performa lebih baik dari para penyerang utama dalam mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona.
Menatap Persaingan Gelar Juara
Dengan koleksi 48 poin, Madrid kini harus menjaga konsistensi jika tidak ingin melihat Barcelona melenggang sendirian di puncak klasemen. Jarak yang tipis menuntut Madrid untuk tidak lagi kehilangan poin melawan tim-tim kecil seperti yang terjadi saat melawan Albacete. Kemenangan atas Levante ini setidaknya memberikan napas lega bagi manajemen klub dan meredakan ketegangan dengan para suporter.
Bagi Levante, kekalahan ini semakin membenamkan mereka di zona merah. Meski memberikan perlawanan gigih di 45 menit pertama, keterbatasan kualitas individu membuat mereka sulit mengimbangi intensitas Madrid setelah gol pertama tercipta. Kini, mereka harus berjuang ekstra keras di sisa musim untuk bisa keluar dari posisi 19 dan menghindari degradasi ke kasta kedua.

