duniabola Masa depan Joao Cancelo di Al Hilal semakin diselimuti tanda tanya. Bek kanan asal Portugal itu disebut tidak mungkin bertahan bersama klub Arab Saudi tersebut hingga akhir musim.
Situasi ini muncul di tengah ketidakpuasan Joao Cancelo terhadap perannya di bawah pelatih Simone Inzaghi. Kondisi fisik yang tidak ideal juga membuat kontribusinya di lapangan sangat terbatas sepanjang musim ini.
Di saat bersamaan, Barcelona dikabarkan memantau situasi Joao Cancelo. Klub Catalan itu disebut tertarik untuk membawa kembali pemain yang pernah mereka gunakan pada musim sebelumnya.
Joao Cancelo Tak Bahagia dan Terancam Tak Terdaftar
Joao Cancelo tampil membela Al Hilal setelah bergabung dengan klub Arab Saudi tersebut pada 2024.
Menurut laporan media Eropa, Joao Cancelo telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Al Hilal dalam beberapa hari terakhir. Media Spanyol, Sport, menyebut sang pemain merasa tidak bahagia di bawah manajemen Simone Inzaghi.
Masalah fisik menjadi salah satu faktor utama. Sepanjang musim ini, Cancelo hanya tampil dalam dua pertandingan Saudi Pro League akibat gangguan kebugaran yang terus berulang.
Situasi tersebut membuat Inzaghi mengambil keputusan penting. Pelatih asal Italia itu mengindikasikan tidak akan mendaftarkan Cancelo dalam daftar pemain asing Al Hilal untuk paruh kedua musim.
Aturan Liga dan Ketertarikan Barcelona
Regulasi Saudi Pro League hanya mengizinkan setiap klub mendaftarkan maksimal 10 pemain asing, dengan dua slot khusus untuk pemain berusia 21 tahun ke bawah. Saat ini, Al Hilal memiliki 11 pemain asing dalam skuadnya sehingga harus memangkas jumlah tersebut.
Joao Cancelo sendiri masih terikat kontrak hingga 2027 sejak bergabung dengan Al Hilal pada 2024. Namun, keinginannya meninggalkan Arab Saudi memicu ketertarikan Barcelona untuk membawanya kembali ke Camp Nou.
Pada musim 2023-2024, Cancelo memperkuat Barcelona sebagai pemain pinjaman dari Manchester City. Keterbatasan finansial kala itu membuat Barcelona gagal mengamankan jasanya secara permanen.
Kondisi Lini Belakang Barcelona dan Faktor Piala Dunia
Ketertarikan Barcelona juga datang di saat yang tepat. Lini belakang tim asuhan Hansi Flick tengah dilanda masalah, dengan Ronald Araujo memilih menepi untuk fokus pada kesehatan mental dan Andreas Christensen absen karena cedera lutut.
Dalam kondisi tersebut, kehadiran Joao Cancelo dinilai bisa menjadi tambahan penting bagi opsi pertahanan Barcelona. Pengalamannya di level tertinggi Eropa menjadi nilai tambah di tengah krisis pemain belakang.
Bagi Cancelo, yang kini berusia 31 tahun, kepindahan ke Barcelona juga berpotensi memberinya waktu bermain reguler menjelang Piala Dunia 2026 bersama Portugal. Jika tetap bertahan di Al Hilal tanpa terdaftar di liga, ia hanya bisa tampil di AFC Champions League.
Al Hilal Dihantam Gelombang Kepergian Pemain
Cancelo bukan satu-satunya pemain yang ingin meninggalkan Al Hilal musim ini. Sebelumnya, Marcos Leonardo hampir bergabung dengan Sao Paulo, meski keinginan Inzaghi mempertahankannya membuat negosiasi berjalan rumit.
Renan Lodi juga masuk daftar pemain yang dilepas setelah tidak didaftarkan di Saudi Pro League. Bek kiri itu akhirnya mencapai kesepakatan dengan Atletico Mineiro dan akan bermain di sana pada musim 2026.
Sementara itu, Malcom masih bertahan meski terus diminati sejumlah klub, termasuk dari Brasil. Aleksandar Mitrovic, yang pernah menjadi rekan setim para pemain Brasil tersebut, sudah lebih dulu meninggalkan Al Hilal untuk bergabung dengan klub di Qatar tahun ini.
Opsi Transfer dan Skema Kepindahan yang Mungkin
Meski ketertarikan Barcelona terhadap Joao Cancelo cukup serius, realisasi kepindahan tersebut tidak akan berjalan mudah. Faktor utama yang kembali menjadi penghalang adalah kondisi finansial klub Catalan. Barcelona masih berada di bawah pengawasan ketat aturan Financial Fair Play La Liga, sehingga setiap perekrutan pemain harus disertai dengan skema keuangan yang sangat hati-hati.
Salah satu opsi paling realistis adalah mendatangkan Cancelo dengan status pinjaman hingga akhir musim, disertai klausul pembagian gaji dengan Al Hilal. Klub Arab Saudi tersebut dinilai memiliki fleksibilitas finansial untuk menanggung sebagian besar gaji sang pemain demi mengurangi beban skuad asing dan menjaga stabilitas ruang ganti.
Selain Barcelona, beberapa klub Eropa lain juga dikabarkan memantau situasi Cancelo. Tim-tim dari Italia dan Portugal disebut siap bergerak jika Barcelona gagal mencapai kesepakatan. Namun, preferensi pribadi Cancelo diyakini condong kembali ke Spanyol, mengingat kenyamanan yang ia rasakan selama memperkuat Barcelona sebelumnya.
Joao Cancelo melakukan selebrasi setelah mencetak gol saat memperkuat Barcelona di kompetisi La Liga.
Posisi Simone Inzaghi dan Strategi Al Hilal
Dari sisi Al Hilal, keputusan untuk tidak mendaftarkan Joao Cancelo di paruh kedua musim menjadi sinyal kuat bahwa klub mulai melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kebijakan transfer mereka. Simone Inzaghi, yang baru ditunjuk sebagai pelatih, ingin membentuk skuad yang lebih seimbang secara fisik dan taktis, terutama untuk menghadapi kompetisi domestik dan Asia secara bersamaan.
Inzaghi dikenal sebagai pelatih yang menuntut disiplin taktik tinggi dan intensitas permainan yang konsisten. Kondisi Cancelo yang rentan cedera dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, meskipun Cancelo memiliki reputasi besar dan pengalaman elite, faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama dalam keputusan teknis sang pelatih.
Al Hilal juga disebut mulai mengalihkan fokus pada pemain asing yang lebih muda dan memiliki daya tahan fisik tinggi. Langkah ini sejalan dengan visi jangka menengah klub untuk tetap kompetitif di level Asia, sekaligus mematuhi regulasi liga yang ketat terkait kuota pemain asing.
Dampak terhadap Karier Internasional Cancelo
Situasi di level klub secara langsung berdampak pada posisi Cancelo di tim nasional Portugal. Persaingan di sektor bek kanan Portugal semakin ketat, dengan munculnya pemain-pemain muda yang tampil reguler di liga top Eropa. Jika Cancelo kehilangan menit bermain dalam waktu lama, posisinya di skuad utama Portugal berpotensi terancam.
Pelatih Portugal dipastikan akan memprioritaskan pemain yang aktif dan konsisten bermain di level kompetitif. Oleh sebab itu, kepindahan ke Barcelona atau klub Eropa lain menjadi krusial bagi Cancelo untuk menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026, yang kemungkinan menjadi turnamen besar terakhir dalam kariernya.
Masa Depan yang Masih Terbuka
Hingga saat ini, masa depan Joao Cancelo masih terbuka lebar dan sangat bergantung pada negosiasi dalam beberapa pekan ke depan. Al Hilal ingin menghindari konflik internal dan pemborosan anggaran, sementara Cancelo mencari kepastian peran dan menit bermain.
Barcelona, di sisi lain, melihat peluang untuk mendapatkan pemain berpengalaman dengan biaya relatif rendah di tengah situasi darurat lini belakang mereka. Jika semua pihak menemukan titik temu, kepindahan Cancelo bisa menjadi solusi jangka pendek yang saling menguntungkan.
Namun, jika kesepakatan gagal tercapai, Cancelo berpotensi menghadapi periode sulit dalam kariernya—terjebak dalam kontrak jangka panjang tanpa jaminan tampil reguler. Beberapa minggu ke depan akan menjadi fase krusial yang menentukan arah karier sang bek kanan Portugal tersebut.