5 SHOCKING FAKTA Krisis Xabi Alonso Usai Real Madrid 1-2 Man City

Nama Xabi Alonso sedang jadi pusat sorotan dunia sepak bola setelah kekalahan Real Madrid 1-2 Man City di Santiago Bernabéu. Bukan cuma soal hasil, tapi cara Madrid kalah: sempat unggul dulu lewat Rodrygo, lalu dibalikkan, dan tidak punya jawaban di babak kedua. Ditambah keputusan kontroversial tidak memainkan Kylian Mbappé sama sekali, kursi Xabi Alonso di Real Madrid terasa makin goyang.

Di media sosial, tagar seputar Xabi Alonso Real Madrid ramai dibahas. Sebagian fans masih ingin memberi waktu, tetapi tidak sedikit yang mulai ragu apakah Alonso adalah orang yang tepat memimpin proyek besar Los Blancos sekarang.

Berikut 5 SHOCKING FAKTA yang berfokus pada Xabi Alonso usai laga Real Madrid 1-2 Man City.

xabi alonso


Xabi Alonso Real Madrid Tertekan Usai Kekalahan Beruntun di Bernabéu

Kekalahan Real Madrid 1-2 Man City datang di momen yang sangat salah. Sebelumnya, Madrid sudah lebih dulu dipermalukan di Bernabéu oleh lawan domestik dengan skor 0-2. Artinya, dua laga kandang beruntun yang harusnya jadi “benteng harga diri”, justru berakhir dengan dua kekalahan menyakitkan.

Untuk standar Real Madrid, ini sinyal bahaya. Pelatih mana pun yang mengalami dua kekalahan kandang beruntun, apalagi satu di liga dan satu di Liga Champions, otomatis berada di bawah tekanan besar. Xabi Alonso kini berada tepat di situ.

Fans mulai bertanya:

  • Kenapa tim terlihat kuat di beberapa pekan awal, lalu tiba-tiba runtuh?

  • Mengapa Madrid kesulitan menjaga keunggulan dan sering kehilangan kontrol di babak kedua?

Pertanyaan-pertanyaan itu semua sekarang mengarah ke satu nama: Xabi Alonso.

xabi alonso xabi alonso


Keputusan Xabi Alonso Cadangkan Mbappé di Laga Real Madrid 1-2 Man City

Fakta paling SHOCKING dari laga Real Madrid 1-2 Man City buat banyak orang adalah ini: Kylian Mbappé hanya duduk di bangku cadangan, dan tidak dimainkan sama sekali.

Padahal, Madrid sedang butuh gol setelah kedudukan berbalik 1-2. Secara naluriah, fans berharap Alonso memasukkan Mbappé untuk mengubah jalannya pertandingan. Namun sampai peluit akhir berbunyi, nama Mbappé tetap tidak dipanggil.

Keputusan ini langsung memicu debat panas:

  • Versi yang membela Alonso: kondisi fisik Mbappé belum benar-benar fit, memaksanya di laga super intens berisiko cedera panjang.

  • Versi yang mengkritik: laga sebesar ini tidak datang setiap hari. Kalau dia cukup fit untuk duduk di bench, seharusnya bisa diberi menit bermain ketika tim butuh penyelamat.

Apa pun alasannya, di mata publik, catatannya sederhana: Real Madrid 1-2 Man City, Mbappé hanya jadi penonton, dan Xabi Alonso yang menanggung badai kritik atas keputusan itu.


Taktik Xabi Alonso Real Madrid Dikritik: Dominasi Tanpa Hasil

Dari sisi permainan, Real Madrid di bawah Xabi Alonso sebenarnya masih memperlihatkan banyak hal positif: berani pegang bola, build-up rapi dari belakang, serta kombinasi di sepertiga akhir yang cukup kreatif. Di laga Real Madrid 1-2 Man City, hal ini sempat terlihat di gol Rodrygo dan beberapa peluang lain.

Namun masalah utamanya adalah:

  • Madrid sulit “membunuh” pertandingan saat sudah unggul.

  • Saat lawan menekan balik, struktur bertahan Madrid sering goyah.

  • Pergantian pemain di babak kedua kadang tidak mengubah ritme, justru membuat tim tampak bingung.

Itu yang terlihat lagi-lagi di laga ini. Setelah skor berbalik 1-2, Madrid menyerang habis-habisan, tapi finishing buruk dan kurang tajam di kotak penalti. Sementara City tampil sangat efisien: sedikit peluang, dua gol.

Banyak analis menyebut, Xabi Alonso Real Madrid saat ini masih berada di fase “cantik di statistik, tapi belum kejam di skor”. Untuk klub seperti Madrid, dominasi tanpa hasil tidak akan cukup lama dimaafkan.


Ruang Ganti Real Madrid dan Masa Depan Xabi Alonso

Setelah Real Madrid 1-2 Man City, perhatian bukan cuma ke lapangan, tetapi juga ke ruang ganti. Beberapa hal yang sekarang ramai dibicarakan:

  • Bagaimana perasaan pemain senior ketika tim kalah dua kali beruntun di Bernabéu.

  • Bagaimana reaksi pemain bintang seperti Mbappé, Vinícius, dan Bellingham terhadap keputusan taktik Alonso.

  • Apakah masih ada keyakinan penuh kepada proyek pelatih sekarang.

Secara resmi, para pemain biasanya akan berkata “kami tetap mendukung pelatih” di depan media. Tapi di klub sebesar Real Madrid, sinyal-sinyal halus seperti bahasa tubuh di bench, ekspresi saat diganti, atau komentar kecil di wawancara bisa menjadi “kode” tentang suasana sebenarnya.

Manajemen klub juga dikenal sangat tegas. Jika mereka merasa ruang ganti mulai ragu terhadap pelatih, langkah cepat bisa diambil kapan saja. Kekalahan seperti Real Madrid 1-2 Man City hanya akan memperkuat wacana evaluasi besar-besaran.


Apa Langkah Xabi Alonso Berikutnya Setelah Real Madrid 1-2 Man City?

Setelah semua kritik dan tekanan, pertanyaan terpenting adalah: apa langkah Xabi Alonso berikutnya?

Beberapa hal yang hampir pasti harus ia lakukan:

  1. Perbaiki lini belakang dan transisi bertahan.
    Terlalu sering Madrid kebobolan di momen ketika mereka sebenarnya sedang menguasai bola. Kompaksi garis belakang dan koordinasi gelandang bertahan harus jadi fokus latihan utama.

  2. Cari kombinasi terbaik di lini depan.
    Dengan banyaknya pemain menyerang berkualitas, tugas Alonso adalah menemukan trio atau kuartet yang paling klik, bukan hanya menumpuk nama besar.

  3. Komunikasi yang lebih jelas soal keputusan besar.
    Keputusan seperti mencadangkan Mbappé di laga sebesar Real Madrid 1-2 Man City harus bisa dijelaskan secara internal dan, sebatas perlu, ke publik. Kalau tidak, setiap keputusan kontroversial akan dipelintir jadi drama baru.

  4. Bangun lagi kepercayaan diri tim.
    Dua kekalahan kandang beruntun bisa merusak mental. Alonso perlu kemenangan meyakinkan di laga-laga berikutnya untuk memotong tren negatif ini.

Bagi fans, Xabi Alonso masih punya nilai plus: ia legenda, paham budaya klub, dan idenya soal sepak bola modern cukup menarik. Tapi Real Madrid bukan klub yang sabar menunggu terlalu lama. Jika hasil tidak segera membaik, nama besar sekali pun bisa tidak cukup melindungi dari keputusan tegas manajemen.

Untuk saat ini, satu hal jelas: setelah Real Madrid 1-2 Man City, seluruh spotlight bukan lagi hanya ke pemain, tapi benar-benar mengarah ke Xabi Alonso – taktiknya, keberaniannya, dan kemampuannya mengangkat Madrid keluar dari krisis mini yang sedang mereka hadapi.

Leave a Reply