HEBOH! 2026, 42 Negara, 0 Ronaldo di Poster Piala Dunia
Gelombang kemarahan fans Cristiano Ronaldo meledak di media sosial setelah poster resmi Piala Dunia 2026 yang dirilis FIFA sama sekali tidak menampilkan wajah sang megabintang. Di tengah deretan kepala para bintang dari 42 negara yang sudah lolos, Portugal justru diwakili oleh Bruno Fernandes, sementara Ronaldo – ikon terbesar sepak bola Portugal dalam dua dekade terakhir – “menghilang” dari gambar. Keputusan itu memicu protes global dan akhirnya memaksa FIFA menghapus poster tersebut dari seluruh akun resminya.
Kontroversi Tidak Ada di Poster Piala Dunia 2026
Poster resmi Piala Dunia 2026 itu awalnya dimaksudkan sebagai selebrasi awal turnamen bersejarah yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Desainnya menampilkan rangkaian wajah para pemain dari 42 tim yang sudah memastikan tiket ke putaran final, sebuah edisi dengan format baru dan jumlah peserta yang diperluas. Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, Erling Haaland, hingga Harry Kane tampil mencolok di poster tersebut. Namun ketika fans mencari sosok Portugal, yang muncul justru Bruno Fernandes, bukan yang berstatus top skor sepanjang masa tim nasional dan calon peserta Piala Dunia keenamnya.
Bagi sebagian orang, hal itu mungkin sekadar keputusan kreatif biasa. Tetapi bagi mayoritas fans, terutama pendukungnya , absennya CR7 di poster pertama Piala Dunia 2026 adalah sebuah “dosa visual” yang sulit diterima. Mereka menilai, jika ada satu pemain yang paling layak mewakili Portugal di materi promosi global, maka nama itu tetap Cristiano Ronaldo, bukan pemain lain, seberapapun pentingnya peran Bruno di level klub dan tim nasional.

Detail Poster Piala Dunia 2026 yang Memicu Amarah Fans
Secara visual, poster Piala Dunia 2026 tersebut digarap dengan gaya “floating heads”: deretan kepala para bintang yang memenuhi komposisi, lengkap dengan nuansa warna dan elemen grafis bernuansa turnamen. Poster ini disebarkan melalui berbagai kanal resmi penyelenggara, menampilkan puluhan wajah pemain yang disusun rapat satu sama lain sebagai simbol “pesta bintang” yang siap menyala di Amerika Utara tahun depan.
Di tengah keramaian visual itu, satu hal langsung menjadi sorotan: tidak ada Ronaldo. Hanya ada Bruno Fernandes yang mewakili Portugal. Sementara itu, Messi muncul dengan jelas, begitu pula Haaland dan Mbappé yang digadang-gadang sebagai wajah utama generasi baru. Kontras ini membuat banyak pengamat menyebut poster tersebut seperti “panggung generasi baru” yang seolah sengaja menggeser ikon lama, meski tanpa pengakuan eksplisit.
Reaksi Beruntun di Media Sosial
Begitu poster tersebut tayang, kolom komentar di berbagai platform langsung berubah menjadi arena protes. Fans mempertanyakan bagaimana mungkin Cristiano Ronaldo – pemain dengan pengikut terbanyak di dunia di media sosial, calon peserta Piala Dunia keenam, dan salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah – tidak mendapat tempat di poster resmi pertama Piala Dunia 2026.
Beragam komentar pedas bermunculan. Ada yang menulis “Where is Ronaldo?”, “42 negara, 1 poster, 0 Ronaldo”, hingga sindiran bahwa turnamen sebesar Piala Dunia tetap butuh magnet nama CR7 untuk menarik perhatian, meski desain visualnya seolah mencoba mengabaikannya. Tagar-tagar dukungan untuk Ronaldo pun bermunculan, menjadikan isu poster ini salah satu topik bola paling ramai diperbincangkan menjelang akhir tahun.
Di Indonesia, isu ini ikut bergema. Warganet lokal ramai membahas mengapa Ronaldo bisa tak masuk poster, padahal statusnya sebagai ikon Portugal dan dunia masih sangat kuat. Meme, editan ulang poster, hingga komentar bercampur antara emosi dan candaan bertebaran di lini masa.
FIFA Hapus Poster Piala Dunia 2026 Setelah Dihujani Kritik
Tekanan warganet yang tidak mereda akhirnya berujung pada keputusan drastis: poster resmi Piala Dunia 2026 itu dihapus dari seluruh akun yang semula mengunggahnya. Tanpa pernyataan panjang, unggahan lenyap begitu saja, digantikan materi promosi lain yang jauh lebih aman dan minim risiko kontroversi.
Federasi sepak bola dunia itu memilih tidak merinci alasan di balik penghapusan poster maupun pemilihan awal Bruno sebagai wakil Portugal. Sikap diam ini justru memicu lebih banyak spekulasi. Sebagian menilai penghapusan adalah pengakuan halus bahwa keputusan kreatif sebelumnya memang tidak tepat secara persepsi publik. Sebagian lain menganggap langkah ini hanya strategi meredam isu agar perbincangan segera bergeser ke hal lain, seperti jadwal pertandingan dan format baru turnamen.
Bruno Fernandes Jadi “Korban”, Ronaldo Masuk Poster Baru
Setelah poster awal dihapus, muncul materi visual baru yang kali ini menampilkan Cristiano Ronaldo sebagai wajah Portugal. Di versi anyar itu, Ronaldo berdiri sejajar dengan para bintang lain, sementara Lionel Messi digambarkan memegang trofi Piala Dunia yang ia menangi pada edisi sebelumnya. Perubahan ini disambut positif oleh para pendukung CR7, yang menganggap “keadilan visual” akhirnya ditegakkan.
Namun di balik revisi itu, ada sosok yang harus tersisih: Bruno Fernandes. Jika di poster awal ia menjadi satu-satunya wakil Portugal, di versi revisi namanya justru menghilang sama sekali. Banyak yang menyebut Bruno sebagai “korban sampingan” dari gelombang kemarahan fans Ronaldo. Situasi ini memperluas diskusi, dari sekadar soal siapa yang paling pantas tampil, menjadi perdebatan tentang betapa kuatnya pengaruh figur tunggal seperti Cristiano Ronaldo dalam menggeser komposisi sebuah kampanye global.
Poster Revisi dan Isyarat Pergeseran Era
Versi baru poster Piala Dunia 2026 yang menampilkan Ronaldo dan Messi berdampingan juga dibaca banyak pihak sebagai simbol lain: pertemuan dua ikon terbesar era modern dalam satu visual. Di satu sisi, ini dianggap sebagai bentuk penghormatan yang layak, mengingat keduanya berpotensi mencatatkan rekor penampilan di enam Piala Dunia. Di sisi lain, perjalanan poster dari “tanpa Ronaldo” lalu “dengan Ronaldo” justru mempertegas bagaimana generasi lama dan baru sedang saling berebut panggung dalam narasi besar sepak bola dunia saat ini.
Nilai Branding Cristiano Ronaldo di Balik Kisruh Poster
Dilihat dari sudut pandang branding, insiden ini justru menguatkan satu fakta: nama Cristiano Ronaldo masih menjadi salah satu aset pemasaran paling kuat di dunia olahraga. Dalam logika promosi turnamen global, menghilangkan Ronaldo dari poster adalah langkah yang sulit dipahami secara bisnis.
Di era ketika keterlibatan warganet dan daya jangkau media sosial sangat menentukan, wajah Ronaldo mampu menarik jutaan interaksi hanya dengan satu unggahan. Di luar debat soal siapa pemain terbaik sepanjang masa, kisruh poster ini membuktikan bahwa sekadar tidak mencantumkan nama Ronaldo dalam materi resmi sudah cukup untuk menciptakan krisis kecil dalam kampanye Piala Dunia.
Bagi para pendukungnya, ini menjadi bukti bahwa status Ronaldo sebagai ikon global tidak bisa begitu saja digantikan oleh generasi baru, seberapa pun hebatnya mereka di lapangan. Nama-nama seperti Haaland, Mbappé, atau Bellingham memang sedang naik daun, tetapi Ronaldo tetap menjadi figur yang mampu menggerakkan opini publik dalam skala masif.
Apa Artinya Insiden Poster Ini untuk Piala Dunia 2026?
Insiden “tidak ada Ronaldo di poster Piala Dunia 2026” mungkin tampak sepele jika dibandingkan isu taktik, cedera pemain, atau regulasi turnamen. Namun di balik kisruh ini tersimpan pelajaran penting tentang bagaimana publik melihat Piala Dunia sebagai panggung besar, bukan hanya untuk tim nasional, tetapi juga untuk figur yang membentuk imajinasi kolektif penonton. Ronaldo, suka atau tidak, adalah salah satu figur tersebut.
Bagi FIFA, kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap detail visual di era media sosial akan diawasi jutaan mata. Satu kepala yang hilang di poster bisa memicu badai opini, menggoyang citra, dan memaksa organisasi melakukan koreksi terbuka. Bagi fans, ini adalah momen untuk kembali menunjukkan bahwa suara mereka tetap punya daya tekan, bahkan terhadap institusi sepak bola tertinggi di dunia.
Penutup: Poster Bisa Dihapus, Ronaldo Sulit Dihilangkan
Pada akhirnya, poster bisa dihapus, desain bisa diubah, dan wajah-wajah di dalamnya bisa diganti. Namun, cerita tentang bagaimana satu poster Piala Dunia 2026 tanpa Cristiano Ronaldo mampu mengguncang dunia maya akan tetap menjadi bab menarik dalam perjalanan menuju turnamen empat tahunan tersebut.
Dunia kini menunggu: setelah kisruh poster, mampukah Cristiano Ronaldo menjawab semuanya dengan cara yang paling ia kuasai – lewat permainan dan gol-gol penting di Piala Dunia 2026 nanti. Apa pun yang terjadi kelak di lapangan, insiden ini sudah lebih dulu mengukuhkan satu hal: bayang-bayang Ronaldo di sepak bola modern terlalu besar untuk sekadar dihapus dari sebuah poster.


