Juventus mengawali perjalanan mereka di Liga Europa 2026-2027 dengan hasil yang sangat meyakinkan. Bianconeri sukses menghancurkan NEC Nijmegen dengan skor telak 5-0 pada matchday pertama fase liga.
Pertandingan Juventus vs NEC Nijmegen berlangsung di Allianz Stadium, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Juventus tampil agresif dan efektif sejak menit awal pertandingan.
Kemenangan besar ini sekaligus menjadi respons positif Bianconeri setelah sebelumnya menelan kekalahan 2-3 dari Sassuolo. Lima gol Juventus dicetak oleh lima pemain berbeda, yakni Nico Gonzalez, Kerim Alajbegovic, Nick Woltemade, Zeki Celik, dan Randal Kolo Muani.
Hasil Juventus vs NEC Nijmegen tersebut membuat Bianconeri mengawali kompetisi Eropa dengan kepercayaan diri tinggi. Tidak hanya menang besar, Bianconeri juga berhasil mencatatkan clean sheet.
Juventus Langsung Menekan Sejak Awal
Bianconeri tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan niat mereka memenangkan pertandingan. Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan Luciano Spalletti mencoba mengambil kendali permainan.
NEC Nijmegen sebenarnya datang dengan pendekatan yang cukup berani. Tim asal Belanda tersebut tidak hanya bertahan di area sendiri. Mereka beberapa kali mencoba memainkan bola dan mencari celah di lini pertahanan Bianconeri.
Namun, Juventus mampu memanfaatkan pengalaman serta kualitas individu para pemainnya.
Tekanan Bianconeri akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit.
Berawal dari umpan panjang Kamil Grabara, kiper NEC Nijmegen, Nikolas Polster, mencoba keluar dari sarangnya untuk mengantisipasi bola. Namun, Polster gagal membaca arah bola dengan tepat.
Kesalahan tersebut langsung dimanfaatkan Nico Gonzalez.
Penyerang Bianconeri itu berhasil melewati Polster sebelum mengirim bola ke gawang NEC Nijmegen yang sudah kosong. Bianconeri pun membuka keunggulan 1-0 ketika pertandingan baru memasuki menit kesembilan.
Gol tersebut menjadi awal dari pesta Juventus di Allianz Stadium.
Nico Gonzalez Membuka Pesta Gol

Gol Nico Gonzalez memberikan energi tambahan bagi Juventus. Setelah unggul 1-0, Bianconeri semakin percaya diri dalam mengembangkan permainan.
Kamil Grabara juga layak mendapatkan perhatian karena umpan panjangnya menjadi bagian penting dari proses terciptanya gol pembuka. Sementara itu, Nico Gonzalez menunjukkan ketenangan ketika memanfaatkan kesalahan pemain lawan.
NEC Nijmegen tidak langsung menyerah setelah tertinggal.
Mereka berusaha meningkatkan tekanan dan mencari kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Beberapa kali pemain NEC mencoba membawa bola ke area pertahanan Bianconeri.
Akan tetapi, pertahanan Juventus mampu meredam ancaman tersebut.
Bianconeri justru kembali menemukan ruang untuk mencetak gol kedua.
Pada menit ke-24, Kerim Alajbegovic mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini sekaligus menjadi momen spesial bagi sang pemain setelah bergabung dengan Bianconeri pada musim panas.
Kerim Alajbegovic Cetak Gol Perdana
Gol kedua Bianconeri tercipta melalui kerja sama yang cukup baik di lini serang.
Weston McKennie membawa bola ke depan sebelum memberikan umpan mendatar menuju tepi kotak penalti NEC Nijmegen.
Alajbegovic berada di posisi yang tepat.
Tanpa membuang kesempatan, pemain tersebut langsung melepaskan tembakan keras menuju sudut atas gawang. Polster tidak mampu menjangkau bola dan Juventus pun memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Gol tersebut menjadi gol pertama Alajbegovic sejak bergabung dengan Bianconeri.
Bagi pemain muda tersebut, mencetak gol dalam pertandingan debut kompetisi Eropa bersama klub tentu menjadi momen penting. Kepercayaan diri Alajbegovic juga terlihat dari caranya mengambil keputusan ketika mendapatkan ruang di depan kotak penalti.
Bianconeri kemudian semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Keunggulan dua gol membuat Bianconeri memiliki ruang lebih banyak untuk memainkan bola. NEC Nijmegen masih mencoba memberikan perlawanan, tetapi Bianconeri terlihat lebih efektif ketika mendapatkan peluang.
Nick Woltemade Bawa Juventus Unggul 3-0
Tidak berhenti sampai dua gol, Bianconeri kembali mendapatkan peluang emas sebelum babak pertama berakhir.
Pada menit ke-34, Bianconeri mendapatkan hadiah penalti.
Nico Gonzalez dijatuhkan Almugera Kabar di dalam kotak penalti NEC Nijmegen. Wasit kemudian menunjuk titik putih dan Bianconeri memperoleh kesempatan untuk menambah keunggulan.
Nick Woltemade maju sebagai eksekutor.
Penyerang tersebut menjalankan tugasnya dengan baik. Woltemade berhasil mengecoh Nikolas Polster dan mengirim bola masuk ke gawang.
Skor berubah menjadi 3-0.
Gol Woltemade semakin membuat Bianconeri berada dalam posisi nyaman. Menariknya, tiga gol pertama Bianconeri dicetak oleh tiga pemain berbeda.
Nico Gonzalez membuka skor, Alajbegovic mencetak gol kedua, sedangkan Woltemade menyelesaikan peluang dari titik penalti.
Efektivitas Bianconeri menjadi salah satu kunci utama dalam pertandingan ini.
NEC Nijmegen Sempat Memberikan Perlawanan
Meski tertinggal tiga gol, NEC Nijmegen sebenarnya tidak tampil sepenuhnya pasif.
Catatan pertandingan menunjukkan bahwa mereka mampu melepaskan tujuh tembakan berbanding lima milik Bianconeri hingga turun minum. Statistik tersebut menunjukkan bahwa NEC tetap berusaha menciptakan peluang meskipun harus menghadapi tekanan besar.
Pada 15 menit awal babak kedua, NEC bahkan sempat menguasai bola hingga 67 persen.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Bianconeri tidak selalu mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, perbedaan utama terlihat pada efektivitas ketika kedua tim mendapatkan peluang.
Juventus mampu mengubah kesempatan menjadi gol.
Sementara itu, NEC Nijmegen kesulitan menyelesaikan peluang yang mereka dapatkan.
Ayodele Thomas menjadi salah satu pemain NEC yang beberapa kali mencoba memberikan ancaman kepada pertahanan Bianconeri . Akan tetapi, penampilan Kamil Grabara di bawah mistar Juventus turut membantu menjaga keunggulan Bianconeri.
Kamil Grabara Tampil Penting di Bawah Mistar
Selain lima pencetak gol, Kamil Grabara juga memiliki peran penting dalam kemenangan Bianconeri.
Kiper Polandia tersebut menjalani debut bersama Juventus dan berhasil menjaga gawangnya tetap bersih hingga pertandingan berakhir.
Grabara beberapa kali harus menghadapi ancaman dari pemain NEC Nijmegen, termasuk Ayodele Thomas.
Ketika Bianconeri mulai memberikan lebih banyak ruang kepada lawan pada beberapa fase pertandingan, Grabara tetap mampu menjaga konsentrasi.
Clean sheet menjadi tambahan positif bagi Juventus.
Setelah mencetak tiga gol pada babak pertama, Bianconeri tidak ingin kehilangan kontrol pertandingan. Mereka tetap berusaha menjaga struktur permainan dan mengantisipasi serangan NEC Nijmegen.
Luciano Spalletti juga melakukan beberapa pergantian pemain untuk mempertahankan intensitas.
Spalletti Melakukan Rotasi Pemain
Memasuki babak kedua, Bianconeri mulai melakukan perubahan di dalam skuad.
Gleison Bremer, Francisco Conceicao, dan Teun Koopmeiners masuk secara bertahap untuk menjaga keseimbangan permainan.
Weston McKennie juga mendapatkan kesempatan beristirahat setelah baru kembali dari cedera.
Keputusan tersebut cukup masuk akal karena Bianconeri sudah memiliki keunggulan besar.
Dengan skor 3-0, Spalletti dapat memberikan menit bermain kepada beberapa pemain sekaligus menjaga kondisi fisik pemain utama.
Namun, perubahan tersebut tidak membuat Juventus kehilangan ketajaman.
Bianconeri justru kembali mencetak gol pada pertengahan babak kedua.
Kali ini, Zeki Celik menjadi pemain yang mencatatkan namanya di papan skor.
Zeki Celik Menambah Keunggulan Juventus
Randal Kolo Muani masuk menggantikan Kerim Alajbegovic dan langsung memberikan pengaruh positif.
Hanya empat menit setelah masuk ke lapangan, Kolo Muani berhasil melewati Tobias Storm.
Penyerang Prancis tersebut kemudian mengirimkan umpan tarik ke area berbahaya.
Zeki Celik berada di posisi yang tepat untuk menyambut bola.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Celik menyelesaikan peluang tersebut dan membuat Juventus unggul 4-0 pada menit ke-75.
Gol itu semakin memperlihatkan kedalaman skuad Juventus.
Lima pemain berbeda berhasil mencetak gol dalam pertandingan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa ancaman Bianconeri tidak hanya berasal dari satu pemain.
Lini depan, lini tengah, hingga pemain yang ikut membantu serangan mampu memberikan kontribusi.
Randal Kolo Muani Ikut Mencetak Gol

Belum puas dengan keunggulan empat gol, Bianconeri masih terus mencari gol tambahan.
Randal Kolo Muani akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencetak golnya sendiri.
Pada menit ke-82, Kolo Muani menerima umpan dari Jhon Lucumi.
Situasinya kembali menguntungkan Bianconeri karena Polster mencoba keluar dari kotak penalti untuk mengantisipasi bola.
Kolo Muani mampu membaca situasi tersebut dengan baik.
Penyerang Prancis itu memanfaatkan posisi kiper NEC yang jauh dari gawang dan kemudian mengirim bola ke dalam gawang.
Skor berubah menjadi 5-0.
Gol tersebut sekaligus melengkapi pesta Bianconeri pada matchday pertama Liga Europa 2026-2027.
Lima gol Bianconeri semuanya berasal dari pemain berbeda.
Lima Gol dari Lima Pemain Berbeda
Salah satu hal menarik dari hasil Juventus vs NEC Nijmegen adalah persebaran pencetak gol.
Juventus tidak bergantung kepada satu pemain saja untuk menghasilkan gol.
Berikut lima pemain yang mencetak gol:
- Nico Gonzalez – menit ke-9
- Kerim Alajbegovic – menit ke-24
- Nick Woltemade – menit ke-34 melalui penalti
- Zeki Celik – menit ke-75
- Randal Kolo Muani – menit ke-82
Catatan tersebut menjadi gambaran bagaimana Bianconeri mampu memaksimalkan berbagai sumber serangan.
Nico Gonzalez menjadi pemain pertama yang membuka jalan kemenangan. Alajbegovic kemudian mencetak gol perdananya. Woltemade menambah keunggulan melalui titik penalti.
Setelah itu, Kolo Muani memberikan kontribusi dalam gol keempat sebelum akhirnya mencetak gol kelima.
Respons Juventus Setelah Kalah dari Sassuolo
Kemenangan 5-0 ini juga memiliki arti penting karena Bianconeri datang ke pertandingan Eropa setelah mengalami kekalahan dari Sassuolo.
Bianconeri sebelumnya harus menerima kekalahan 2-3.
Hasil tersebut tentu bukan awal yang ideal bagi Bianconeri dalam perjalanan musim 2026-2027.
Namun, mereka mampu memberikan respons di pertandingan berikutnya.
Alih-alih larut dalam hasil buruk, Bianconeri tampil agresif dan mencetak lima gol tanpa kebobolan.
Respons seperti ini menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Meski demikian, satu kemenangan tidak serta-merta menyelesaikan seluruh tantangan Bianconeri sepanjang musim. Bianconeri masih harus menjaga konsistensi, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan karakter permainan yang berbeda.
Juventus Awali Liga Europa dengan Clean Sheet
Selain kemenangan besar, clean sheet juga menjadi catatan positif Bianconeri.
NEC Nijmegen memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Namun, mereka tidak mampu menaklukkan Kamil Grabara.
Pertahanan Bianconeri berhasil menjaga gawang tetap aman hingga pertandingan berakhir.
Bagi sebuah tim yang ingin melangkah jauh di kompetisi Eropa, keseimbangan antara produktivitas gol dan pertahanan tentu menjadi aspek penting.
Bianconeri berhasil menunjukkan kedua hal tersebut dalam pertandingan ini.
Mereka mencetak lima gol sekaligus tidak kebobolan.
Debut yang Berkesan untuk Beberapa Pemain
Pertandingan Juventus vs NEC Nijmegen juga memberikan beberapa cerita individual.
Kamil Grabara menjalani debut bersama Juventus dengan clean sheet.
Kerim Alajbegovic mencetak gol pertamanya setelah bergabung dengan klub pada musim panas.
Sementara itu, beberapa pemain lain juga mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi Eropa.
Bagi pemain baru maupun pemain yang sedang membangun kembali kepercayaan diri, pertandingan seperti ini dapat menjadi momentum penting.
Namun, tantangan berikutnya tentu akan lebih besar.
Bianconeri perlu menjaga performa ketika menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan lebih tinggi.
Bianconeri Punya Banyak Pilihan di Lini Serang
Lima gol dari lima pemain berbeda juga memperlihatkan variasi serangan Bianconeri.
Nico Gonzalez mampu memanfaatkan kesalahan lawan.
Alajbegovic menunjukkan kemampuan menembak dari luar kotak penalti.
Woltemade sukses mengeksekusi penalti.
Celik muncul dari lini belakang untuk menyelesaikan umpan Kolo Muani.
Sementara itu, Kolo Muani sendiri mampu mencetak gol setelah membaca situasi di luar kotak penalti.
Variasi seperti ini membuat Bianconeri memiliki banyak cara untuk menciptakan peluang.
Ketika salah satu pemain kesulitan menemukan ruang, pemain lain dapat mengambil peran.
Hal tersebut menjadi salah satu aspek menarik dari kemenangan besar Bianconeri atas NEC Nijmegen.
Hasil Juventus vs NEC Nijmegen Menjadi Awal Positif
Secara keseluruhan, hasil Juventus vs NEC Nijmegen menunjukkan penampilan yang sangat efektif dari Bianconeri.
Juventus berhasil mencetak lima gol melalui lima pemain berbeda. Mereka juga menjaga gawang tetap bersih hingga peluit akhir.
Nico Gonzalez menjadi pembuka pesta.
Kerim Alajbegovic kemudian mencetak gol keduanya.
Nick Woltemade memperlebar jarak melalui penalti sebelum Zeki Celik dan Randal Kolo Muani menyempurnakan kemenangan pada babak kedua.
NEC Nijmegen memang sempat menunjukkan perlawanan, terutama dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, Juventus jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Kemenangan ini memberikan Juventus awal yang positif di fase liga Liga Europa 2026-2027.
Bianconeri kini memiliki modal kepercayaan diri setelah mampu merespons kekalahan dari Sassuolo dengan kemenangan telak.
Yang terpenting bagi Juventus selanjutnya adalah menjaga konsistensi. Kompetisi masih panjang dan pertandingan berikutnya akan kembali menguji kualitas skuad Luciano Spalletti.
Untuk saat ini, hasil Juventus vs NEC Nijmegen menjadi salah satu malam yang menyenangkan bagi para pendukung Bianconeri.
Juventus menang 5-0, mencetak lima gol dari lima pemain berbeda, dan mengawali Liga Europa 2026-2027 dengan clean sheet.

