Jamie Carragher Terancam Bangkrut Gegara Utang Pajak hingga Rp18 Miliar
Dunia Bola – Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, tengah menghadapi persoalan finansial yang cukup serius. Pria yang kini dikenal sebagai pandit sepak bola tersebut dilaporkan terancam dinyatakan bangkrut akibat persoalan tunggakan pajak kepada otoritas pajak Inggris, HM Revenue and Customs (HMRC).
Permohonan kepailitan terhadap Carragher telah diajukan ke pengadilan pada Rabu. Dokumen yang dilihat BBC menyebut permohonan tersebut ditujukan kepada James Lee Duncan Carragher, nama lengkap sang mantan pemain Liverpool. Pengajuan dilakukan oleh pengacara yang mewakili HMRC dan sebelumnya diberitakan oleh City AM.
Meski demikian, kondisi tersebut belum membuat Carragher resmi berstatus bangkrut. Proses hukum masih berjalan dan pihak Carragher menyatakan persoalan pajak pribadinya sedang ditangani untuk mencari penyelesaian.
Tunggakan Pajak Carragher Capai Rp18 Miliar
Persoalan utama yang dihadapi Jamie Carragher berkaitan dengan tunggakan pajak yang nilainya cukup besar. Jumlah utang tersebut diperkirakan berada di kisaran £700.000 hingga £800.000.
Jika menggunakan asumsi kurs £1 setara Rp22.900, nominal tersebut setara dengan sekitar Rp16,03 miliar hingga Rp18,32 miliar. Angka itu tentu bukan jumlah yang kecil, bahkan bagi seorang mantan pesepak bola profesional yang kini memiliki karier di industri media.
HMRC sendiri tidak memberikan komentar khusus mengenai kasus Carragher. Namun, otoritas pajak Inggris tersebut menjelaskan bahwa mereka berupaya membantu wajib pajak yang memiliki kewajiban pembayaran agar dapat menyelesaikan masalahnya.
Salah satu bentuk bantuan yang dapat diberikan adalah pengaturan pembayaran secara bertahap. Langkah tersebut memungkinkan wajib pajak membayar utang sesuai skema yang telah disepakati.
Pihak Carragher Optimistis Masalah Segera Selesai
Di tengah munculnya permohonan kepailitan, pihak Jamie Carragher berusaha menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan masalah pajak pribadi yang sedang dalam proses penyelesaian.
Juru bicara Carragher mengatakan kepada BBC Sport bahwa langkah yang diperlukan telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka juga optimistis masalah ini tidak akan berkembang menjadi perkara yang lebih besar.
Menurut pihak Carragher, persoalan tersebut sebenarnya diharapkan dapat diselesaikan lebih awal. Karena itu, komunikasi dan langkah penyelesaian kini tengah dilakukan agar kasus tersebut segera berakhir.
Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa Carragher belum berada pada tahap akhir proses kebangkrutan. Permohonan yang diajukan HMRC masih merupakan bagian dari proses untuk menagih kewajiban pajak yang belum diselesaikan.
Karier Carragher Setelah Pensiun dari Liverpool
Jamie Carragher merupakan salah satu pemain yang cukup identik dengan Liverpool. Ia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama klub tersebut sebelum memutuskan pensiun pada 2013.
Setelah meninggalkan lapangan hijau, Carragher tidak sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Ia justru membangun karier baru sebagai pengamat dan pandit sepak bola.
Namanya kemudian sering muncul dalam berbagai program analisis pertandingan. Carragher menjadi salah satu figur yang rutin memberikan pandangan mengenai pertandingan, pemain, hingga perkembangan kompetisi sepak bola Inggris dan Eropa.
Ia juga tampil dalam program sepak bola milik Sky Sports serta CBS Sports. Karier sebagai pundit membuat Carragher tetap memiliki eksistensi kuat di industri sepak bola meskipun sudah tidak bermain secara profesional.

Carragher Bukan Satu-satunya Mantan Pemain yang Bermasalah
Kasus finansial yang dihadapi Jamie Carragher bukanlah kejadian yang sepenuhnya asing di kalangan mantan pesepak bola Inggris. Sejumlah pemain lain juga pernah menghadapi persoalan serupa setelah tidak lagi aktif sebagai pemain.
David James, Wes Brown, dan Lee Hendrie merupakan beberapa nama mantan pemain yang pernah dinyatakan bangkrut. Sementara itu, Emile Heskey sempat kalah dalam sengketa pajak dengan nilai mencapai £1,637 juta pada 2024.
Trevor Sinclair juga dinyatakan bangkrut pada 2025 setelah memiliki tagihan pajak lebih dari £36.000. Pada tahun yang sama, mantan pemain Inggris lainnya, Shaun Wright-Phillips, menghadapi permohonan kepailitan yang diajukan HMRC.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan keuangan menjadi persoalan penting bagi pesepak bola setelah memasuki masa pensiun. Pendapatan besar selama masih bermain tidak selalu menjamin kondisi finansial tetap aman apabila pengelolaannya bermasalah.
Pelajaran Finansial bagi Pesepak Bola
Persoalan yang dialami sejumlah mantan pemain Inggris menjadi pengingat bahwa karier sepak bola profesional memiliki masa yang terbatas. Setelah pensiun, seorang pemain harus menghadapi perubahan sumber pendapatan dan gaya hidup.
Pada September 2025, bahkan muncul laporan bahwa hingga 200 pesepak bola diduga mengalami kerugian finansial dengan nilai mencapai puluhan juta poundsterling akibat berbagai persoalan keuangan.
Mantan gelandang Inggris, Danny Murphy, juga pernah mengungkapkan bahwa dirinya kehilangan sekitar £5 juta akibat penyalahgunaan keuangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah finansial dapat terjadi bahkan kepada pemain yang pernah memperoleh penghasilan besar.
Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian persoalan pajak Jamie Carragher. Ia berharap kewajiban tersebut dapat diselesaikan tanpa membuat kasus berkembang menjadi proses kebangkrutan yang lebih jauh.


