Tijjani Reijnders Pindah ke Al Qadsiah, 1 Big Transfer yang Sangat Mengejutkan
Bursa transfer musim panas 2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Tijjani Reijnders dilaporkan segera meninggalkan Manchester City dan melanjutkan karier bersama klub Arab Saudi, Al Qadsiah. Kepindahan tersebut terasa mengejutkan karena sang gelandang baru bergabung dengan Manchester City dari AC Milan pada musim panas 2025.

Menurut laporan terbaru, Manchester City telah mencapai kesepakatan dengan Al Qadsiah dalam transfer yang nilainya berada di kisaran €60 juta atau sekitar £52 juta. Beberapa laporan bahkan menyebut nilai paket transfer mencapai sekitar US$70 juta. Kepindahan tersebut masih membutuhkan penyelesaian sejumlah proses administratif dan pemeriksaan medis sebelum benar-benar rampung.
Bagi penggemar Manchester City, berita ini tentu menjadi kejutan besar. Reijnders sebelumnya dipandang sebagai salah satu bagian dari proyek baru klub setelah kedatangannya dari AC Milan dengan nilai sekitar £46,5 juta.
Baru Semusim di Manchester City
Tijjani Reijnders baru menjalani satu musim bersama Manchester City. Ia datang dari AC Milan dengan harapan menjadi bagian penting dari lini tengah klub Inggris tersebut.
Pada awal kedatangannya, ekspektasi terhadap pemain asal Belanda itu sangat tinggi. Kemampuan membawa bola, mobilitas, visi permainan, dan kontribusi di depan gawang membuatnya dianggap cocok dengan kebutuhan City.
Namun, perjalanan di Manchester ternyata tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Reijnders tetap mendapatkan kesempatan tampil dalam jumlah besar, tetapi posisinya di skuad mengalami perubahan menjelang akhir musim.
Dalam musim debutnya, ia mencatat sekitar 50 penampilan dengan kontribusi tujuh gol dan delapan assist menurut sejumlah laporan.
Al Qadsiah Datang dengan Tawaran Besar
Ketertarikan Al Qadsiah menjadi salah satu faktor utama yang mengubah masa depan Tijjani Reijnders secara drastis. Klub Saudi Pro League tersebut melihat sang gelandang sebagai tambahan penting untuk meningkatkan kualitas skuad.
Nilai transfer sekitar €60 juta membuat kepindahan ini menjadi investasi besar bagi Al Qadsiah. Manchester City juga memiliki alasan untuk mempertimbangkan tawaran tersebut, terutama karena klub sedang melakukan perubahan besar di lini tengah.
Sejumlah laporan menyebut Manchester City dan Al Qadsiah telah mencapai kesepakatan finansial, sementara proses selanjutnya berkaitan dengan persetujuan pribadi dan pemeriksaan medis.
Transfer yang Sangat Mengejutkan
Banyak pihak terkejut karena Tijjani Reijnders meninggalkan Manchester City hanya sekitar satu tahun setelah bergabung. Transfer seperti ini tidak biasa, terutama ketika seorang pemain didatangkan dengan harga tinggi dan masih berada pada usia produktif.
Namun, perubahan situasi di dalam skuad membuat keputusan tersebut mulai terlihat lebih masuk akal. Manchester City sedang melakukan renovasi besar di lini tengah setelah beberapa perubahan penting dalam komposisi tim.
Kehadiran pemain baru dan kebutuhan untuk menyeimbangkan skuad membuat sejumlah pemain harus menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Peran yang Berubah di Manchester City
Salah satu alasan yang disebut dalam berbagai laporan adalah berkurangnya peran Tijjani Reijnders pada paruh akhir musim. Ia dilaporkan hanya menjadi starter dalam lima pertandingan Premier League pada paruh kedua musim lalu.
Situasi tersebut tentu menjadi pertimbangan bagi pemain berusia 28 tahun itu. Seorang gelandang yang berada pada usia matang membutuhkan kesempatan bermain secara konsisten.
Al Qadsiah menawarkan lingkungan baru sekaligus kemungkinan mendapatkan peran yang lebih besar. Faktor tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa transfer ke Arab Saudi menjadi pilihan menarik.
Manchester City Bisa Mendapat Keuntungan
Dari sisi bisnis, kepergian Tijjani Reijnders tidak sepenuhnya menjadi kerugian bagi Manchester City. Jika transfer mencapai sekitar £52 juta, klub berpotensi mendapatkan kembali lebih dari biaya £46,5 juta yang dikeluarkan saat membelinya dari AC Milan.
Keuntungan finansial tersebut dapat digunakan untuk memperkuat posisi lain yang membutuhkan pemain baru.
Manchester City juga dikaitkan dengan sejumlah target di lini tengah. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa klub sedang menyusun kembali komposisi skuad untuk menghadapi tantangan musim berikutnya.
Tantangan Baru di Arab Saudi
Bagi sang gelandang, kepindahan ke Al Qadsiah akan menjadi pengalaman baru. Kompetisi Saudi Pro League berkembang pesat dan semakin banyak pemain ternama memilih melanjutkan karier di sana.
Tijjani Reijnders akan menghadapi lingkungan sepak bola yang berbeda. Ia harus beradaptasi dengan gaya permainan, atmosfer pertandingan, serta ekspektasi besar dari klub barunya.
Pengalaman bermain di Eredivisie, Serie A, Premier League, dan level internasional bersama Belanda tentu menjadi modal penting untuk menjalani tantangan tersebut.
Harapan Besar dari Al Qadsiah
Al Qadsiah tentunya tidak mengeluarkan dana besar tanpa alasan. Tijjani Reijnders diharapkan menjadi pemain penting dalam membangun permainan dari lini tengah.
Kemampuan mengontrol tempo, membawa bola ke depan, serta memberikan kontribusi dalam mencetak gol membuatnya memiliki profil yang menarik.
Jika mampu tampil konsisten, ia berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam proyek ambisius klub Saudi tersebut.
Masa Depan yang Berubah Drastis
Perjalanan Tijjani Reijnders dalam 12 bulan terakhir menunjukkan betapa cepatnya situasi sepak bola profesional dapat berubah. Dari pemain baru Manchester City, kini ia berada di ambang kepindahan ke Arab Saudi dengan nilai transfer besar.
Bagi sebagian penggemar, keputusan tersebut mungkin sulit dipahami karena kariernya di Manchester baru dimulai. Namun, bagi pemain, kesempatan mendapatkan peran lebih besar dan tantangan baru juga dapat menjadi pertimbangan penting.
Kepindahan ini berpotensi menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya.
Kesimpulan
Transfer Tijjani Reijnders menuju Al Qadsiah menjadi salah satu kejutan terbesar dalam bursa transfer musim panas 2026. Baru satu musim memperkuat Manchester City, pemain Belanda tersebut kini berada di ambang kepindahan ke Saudi Pro League dengan nilai transfer sekitar €60 juta.
Manchester City berpotensi mendapatkan keuntungan finansial sekaligus ruang untuk melakukan perubahan lebih lanjut di lini tengah. Sementara itu, Al Qadsiah mendapatkan pemain dengan pengalaman besar di kompetisi elite Eropa.
Jika seluruh proses transfer dan pemeriksaan medis selesai, Tijjani Reijnders akan segera membuka babak baru dalam kariernya di Arab Saudi. Kepindahan ini membuktikan bahwa dunia sepak bola selalu menghadirkan kejutan, bahkan ketika seorang pemain baru saja bergabung dengan klub besar.

