AS Monaco dikabarkan siap mengakhiri kerja sama dengan Paul Pogba setelah sang gelandang kembali mengalami cedera. Situasi tersebut menjadi pukulan terbaru bagi Pogba yang tengah berusaha menghidupkan kembali kariernya di sepak bola profesional.
Paul Pogba mengalami masalah pada paha kiri ketika mengikuti sesi latihan bersama Monaco di St George’s Park, Selasa waktu setempat. Cedera tersebut membuat masa depan sang pemain di klub Ligue 1 kembali berada dalam tanda tanya besar.
Menurut laporan L’Equipe, keputusan Monaco untuk mengakhiri kontrak Paul Pogba sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak beberapa pekan sebelumnya. Cedera terbaru yang dialami sang pemain disebut semakin memperkuat keyakinan klub bahwa kerja sama tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Monaco sebelumnya telah memberi tahu Paul Pogba mengenai rencana untuk mengakhiri kontraknya. Sang pemain bahkan disebut telah diberikan kebebasan untuk mencari klub baru sebelum kedua pihak membahas persoalan kompensasi finansial.
Kabar tersebut menjadi perkembangan mengejutkan mengingat Paul Pogba baru bergabung dengan Monaco untuk mencoba membangun kembali kariernya setelah menjalani periode sulit akibat hukuman larangan bermain.
Paul Pogba Kembali Mengalami Cedera
Masalah kebugaran kembali menjadi perhatian utama dalam perjalanan Paul Pogba bersama Monaco.
Gelandang asal Prancis tersebut mengalami cedera paha kiri ketika mengikuti sesi latihan di St George’s Park. Paul Pogba disebut sempat terjatuh karena merasakan sakit ketika menjalani pertandingan kecil dalam sesi latihan.
Cedera tersebut membuat Paul Pogba harus kembali menjalani pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahannya.
Pemeriksaan MRI dijadwalkan dilakukan pada Selasa sore waktu setempat. Hasil pemeriksaan akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi terbaru Paul Pogba.
Bagi Monaco, situasi tersebut tentu tidak ideal. Klub berharap Paul Pogba dapat melewati periode pramusim dengan baik sehingga kondisinya bisa dinilai secara lebih menyeluruh.
Namun, masalah cedera kembali muncul ketika Pogba baru saja mulai mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara penuh bersama rekan-rekannya.
Kondisi tersebut semakin memperkuat keraguan mengenai kemampuan Paul Pogba untuk menjaga kebugarannya dalam jangka panjang.
Monaco Sudah Mempertimbangkan Perpisahan

Keputusan Monaco untuk mengakhiri kontrak Paul Pogba ternyata bukan semata-mata karena cedera terbaru.
Menurut laporan L’Equipe, klub sudah mempertimbangkan kemungkinan tersebut sejak beberapa pekan lalu. Monaco bahkan disebut telah menyampaikan rencana tersebut secara langsung kepada Paul Pogba .
Artinya, cedera paha kiri yang dialami Pogba bukan menjadi satu-satunya alasan di balik keputusan klub.
Monaco sebelumnya memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada Paul Pogba dengan harapan sang pemain dapat kembali menemukan performa terbaiknya.
Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus.
Masalah kebugaran menjadi salah satu kendala terbesar Paul Pogba. Kondisi fisiknya menjadi perhatian Monaco karena sang pemain membutuhkan waktu untuk kembali mencapai level kompetitif setelah periode panjang tanpa pertandingan resmi.
Dengan munculnya cedera baru, Monaco tampaknya mulai mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Pogba pun dikabarkan telah diberikan kesempatan untuk mencari klub baru. Setelah itu, Monaco dan pihak Paul Pogba akan membicarakan kompensasi finansial terkait pemutusan kontrak.
Pogba Baru Mencoba Bangkit Setelah Hukuman
Situasi yang dialami Paul Pogba terasa semakin berat jika melihat perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir.
Pogba sebelumnya harus menjalani hukuman larangan bermain akibat pelanggaran aturan antidoping. Hukuman tersebut membuatnya kehilangan kesempatan bermain dan harus menjalani periode panjang di luar lapangan.
Setelah melalui proses banding, hukuman yang diterima Pogba dikurangi. Sang pemain akhirnya bisa kembali menjalani aktivitas sepak bola pada Maret 2025.
Kembalinya Pogba sempat memberikan harapan besar bagi para penggemarnya.
Pemain yang pernah menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia itu memiliki keinginan kuat untuk kembali bermain di level profesional. Setelah kontraknya bersama Juventus berakhir berdasarkan kesepakatan bersama, Monaco kemudian menjadi klub yang dipilih untuk membantu Pogba menghidupkan kembali kariernya.
Bergabung dengan Monaco seharusnya menjadi kesempatan baru.
Namun, perjalanan tersebut justru kembali diganggu masalah fisik.
Pogba membutuhkan kondisi tubuh yang stabil untuk dapat kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sayangnya, cedera terus datang pada waktu yang tidak menguntungkan.
Monaco Sempat Memberikan Kesempatan
Monaco sebenarnya memberikan kesempatan kepada Pogba untuk menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bermain di level kompetitif.
Periode pramusim menjadi salah satu tahap penting bagi klub untuk melihat kondisi fisik sang gelandang.
Pogba mendapatkan kesempatan bermain ketika Monaco menghadapi Saint-Priest pada 18 Juli.
Dalam pertandingan tersebut, Monaco meraih kemenangan dengan skor 5-2. Namun, Pogba hanya bermain selama 45 menit.
Waktu bermain tersebut belum cukup untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan Pogba dalam menghadapi tuntutan pertandingan kompetitif.
Setelah pertandingan tersebut, Pogba kembali mengalami masalah kebugaran.
Kali ini, masalah terjadi pada lutut kanan yang membuatnya harus menepi. Kondisi tersebut menyebabkan Pogba absen dalam empat pertandingan.
Absennya Pogba tentu menjadi masalah tersendiri bagi pemain yang sedang berusaha mendapatkan kembali ritme permainan.
Setelah beberapa pertandingan tanpa tampil, Pogba akhirnya kembali mengikuti latihan penuh bersama tim pada Jumat lalu.
Kembalinya Pogba ke sesi latihan sempat memberikan harapan bahwa kondisinya mulai membaik.
Sayangnya, harapan tersebut tidak bertahan lama.
Cedera paha kiri kembali membuat Pogba harus menepi dan menjalani pemeriksaan.
Masalah Kebugaran Menjadi Hambatan Besar
Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah kebugaran menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan Paul Pogba setelah kembali dari masa hukuman.
Secara kualitas, Pogba masih memiliki kemampuan yang sangat baik.
Ia dikenal sebagai gelandang yang memiliki kemampuan teknis, visi bermain, kekuatan fisik, serta kemampuan mengatur tempo permainan.
Namun, kualitas tersebut membutuhkan kondisi fisik yang mendukung.
Seorang pemain profesional harus mampu menjalani latihan secara konsisten, tampil dalam pertandingan, kemudian melakukan pemulihan sebelum kembali berlatih.
Pogba belum mendapatkan kontinuitas tersebut.
Setiap kali mulai mendekati kondisi terbaik, masalah fisik kembali muncul.
Situasi seperti ini tentu membuat klub harus melakukan evaluasi.
Monaco membutuhkan pemain yang dapat tersedia secara konsisten sepanjang musim. Sementara itu, Pogba masih harus membuktikan bahwa tubuhnya mampu menghadapi tuntutan sepak bola profesional secara rutin.
Cedera terbaru akhirnya semakin memperumit situasi.
Masa Depan Paul Pogba Mulai Tidak Jelas
Jika pemutusan kontrak benar-benar terjadi, Paul Pogba akan kembali berstatus sebagai pemain yang harus mencari klub baru.
Hal tersebut tentu bukan situasi ideal bagi seorang pemain yang sedang berusaha membangun kembali kariernya.
Pogba sebelumnya berharap Monaco dapat menjadi tempat untuk memulai kembali perjalanan sepak bolanya.
Namun, jika kerja sama tersebut berakhir lebih cepat, Pogba harus menentukan langkah berikutnya.
Salah satu pilihan yang muncul adalah melanjutkan karier di luar Eropa.
Menurut laporan yang beredar, Pogba bahkan telah ditawarkan kepada sejumlah klub Major League Soccer atau MLS.
Amerika Serikat bisa menjadi salah satu destinasi menarik bagi Pogba.
MLS dalam beberapa tahun terakhir menjadi kompetisi yang menarik bagi pemain-pemain berpengalaman. Liga tersebut juga memberikan kesempatan kepada sejumlah nama besar untuk melanjutkan karier setelah menjalani masa sulit di Eropa.
Namun, belum ada kepastian apakah Pogba tertarik dengan opsi tersebut.
Sang pemain masih harus mempertimbangkan kondisi fisiknya sebelum mengambil keputusan besar.
MLS Bisa Menjadi Pilihan Pogba
Jika Pogba memutuskan untuk terus bermain, MLS bisa menjadi salah satu alternatif yang masuk akal.
Kompetisi di Amerika Serikat memiliki karakteristik berbeda dibandingkan liga-liga top Eropa.
Bagi Pogba, perpindahan ke MLS bisa memberikan kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri tanpa tekanan sebesar yang biasanya muncul di klub-klub besar Eropa.
Namun, tantangan fisik tetap ada.
Pogba harus memastikan dirinya mampu menjalani latihan secara konsisten dan menghindari cedera berulang.
Klub yang tertarik kepadanya tentu akan mempertimbangkan riwayat kebugarannya sebelum menawarkan kontrak.
Karena itu, kondisi Pogba dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan cedera yang cukup serius, kemungkinan proses mencari klub baru juga akan menjadi lebih sulit.
Sebaliknya, jika Pogba dapat pulih dengan cepat dan kembali berlatih secara normal, peluang untuk melanjutkan karier masih terbuka.
Pogba Bisa Menghadapi Pilihan Sulit
Di usia 33 tahun, Paul Pogba berada pada salah satu fase paling menentukan dalam kariernya.
Pilihan yang tersedia tidak terlalu banyak.
Jika masih ingin bermain, Pogba harus menemukan klub yang bersedia memberinya kesempatan sekaligus memahami kondisi fisiknya.
Namun, jika tidak ada tawaran yang sesuai, pensiun dari sepak bola profesional juga bisa menjadi pilihan.
Pensiun tentu bukan keputusan mudah bagi seorang pemain yang masih memiliki keinginan untuk bermain.
Pogba sebelumnya telah melewati banyak fase dalam kariernya.
Ia pernah menjadi pemain penting Juventus, kembali ke Manchester United, menjadi bagian dari tim nasional Prancis, hingga membantu negaranya meraih kesuksesan di Piala Dunia.
Kariernya pernah berada di titik yang sangat tinggi.
Karena itu, melihat Pogba harus berjuang kembali hanya untuk mendapatkan kesempatan bermain tentu menjadi cerita yang berbeda.
Karier Pogba Mengalami Banyak Perubahan
Perjalanan karier Pogba memang penuh dengan naik turun.
Ia pernah dianggap sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di dunia ketika memperkuat Juventus.
Kemampuan fisik dan tekniknya membuat Pogba menjadi pemain yang sangat menarik.
Manchester United kemudian membawanya kembali ke Old Trafford dengan nilai transfer besar.
Pogba sempat memperlihatkan performa luar biasa bersama klub dan tim nasional Prancis.
Namun, berbagai persoalan kemudian mengganggu perjalanannya.
Cedera, masalah kebugaran, pergantian pelatih, serta hukuman larangan bermain membuat karier Pogba tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Setelah hukuman antidoping berakhir, Pogba mencoba memulai kembali.
Monaco menjadi bagian dari rencana comeback tersebut.
Sayangnya, masalah kebugaran kembali menghampiri.
Monaco Harus Memikirkan Masa Depan

Dari sudut pandang Monaco, keputusan untuk mengakhiri kontrak Pogba juga dapat dipahami.
Klub harus membuat perencanaan skuad untuk menghadapi musim baru.
Setiap pemain diharapkan dapat memberikan kontribusi secara konsisten. Jika seorang pemain terus mengalami cedera, klub tentu harus mempertimbangkan dampaknya terhadap strategi tim.
Pogba memiliki pengalaman dan kualitas yang tidak perlu diragukan.
Namun, kualitas tersebut tidak akan banyak membantu jika sang pemain tidak dapat berada di lapangan.
Monaco juga harus mempertimbangkan kebutuhan finansial dan komposisi skuad.
Jika klub benar-benar memutus kontrak Pogba, keputusan tersebut kemungkinan besar merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sang pemain.
Bukan hanya cedera terbaru, tetapi juga berbagai masalah kebugaran yang dialami sebelumnya.
Hasil MRI Akan Menjadi Penentu
Untuk saat ini, salah satu hal paling penting adalah menunggu hasil pemeriksaan MRI terhadap cedera paha Pogba.
Pemeriksaan tersebut akan memberikan gambaran mengenai tingkat masalah yang dialami sang pemain.
Jika cederanya ringan, Pogba masih memiliki peluang untuk segera kembali berlatih.
Namun, jika masalahnya cukup serius, situasi bisa menjadi semakin sulit.
Bukan hanya untuk Pogba, tetapi juga untuk Monaco yang sudah mempertimbangkan pemutusan kontrak.
Hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan menjadi bagian dari evaluasi akhir kedua pihak.
Pogba sendiri harus tetap fokus terhadap proses pemulihan.
Apapun keputusan Monaco nantinya, sang pemain membutuhkan kondisi fisik terbaik jika ingin melanjutkan karier.
Peluang Pogba untuk Bangkit Masih Ada
Meski situasinya sulit, bukan berarti karier Paul Pogba harus berakhir sekarang.
Dalam sepak bola, pemain bisa mendapatkan kesempatan kedua di tempat yang tidak terduga.
Pogba masih memiliki pengalaman, kualitas teknis, serta nama besar yang membuat klub tertentu mungkin tertarik.
Yang paling penting adalah bagaimana kondisi fisiknya setelah cedera terbaru.
Jika mampu kembali sehat dan menjalani program latihan secara konsisten, Pogba masih bisa menemukan klub baru.
MLS menjadi salah satu opsi yang sudah disebutkan.
Selain itu, bukan tidak mungkin terdapat klub lain yang bersedia memberikan kesempatan kepada Pogba jika kondisi fisiknya dianggap cukup baik.
Namun, keputusan tersebut harus dibuat secara hati-hati.
Pogba tidak boleh terburu-buru memilih klub hanya karena ingin segera kembali bermain.
Kondisi tubuh harus menjadi prioritas.
Akhir Karier atau Petualangan Baru?
Pertanyaan terbesar saat ini adalah apakah Paul Pogba akan melanjutkan karier atau memilih gantung sepatu.
Belum ada jawaban pasti.
Pogba masih memiliki waktu untuk menentukan langkah berikutnya.
Jika memilih melanjutkan karier, ia harus bersiap menghadapi tantangan baru. Klub berikutnya kemungkinan akan sangat memperhatikan kondisi fisiknya sebelum memberikan kontrak.
Sementara itu, jika Pogba memutuskan pensiun, dunia sepak bola tentu akan kehilangan salah satu gelandang paling berbakat pada generasinya.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Pogba.
Ia yang paling memahami kondisi tubuh dan keinginannya untuk terus bermain.
Untuk saat ini, semua mata tertuju pada perkembangan cedera paha kirinya dan proses pemutusan kontrak bersama Monaco.
Penutup
Kisah Paul Pogba bersama AS Monaco tampaknya berada di ujung perjalanan.
Cedera paha kiri yang dialami dalam sesi latihan semakin memperkuat kabar bahwa Monaco siap mengakhiri kontraknya. Padahal, Pogba bergabung dengan klub tersebut dengan harapan dapat menghidupkan kembali kariernya setelah melewati periode panjang tanpa bermain akibat hukuman antidoping.
Masalah kebugaran kemudian kembali menjadi penghalang.
Pogba sempat tampil selama 45 menit melawan Saint-Priest, tetapi kemudian mengalami masalah pada lutut kanan dan harus absen dalam empat pertandingan. Setelah kembali mengikuti latihan penuh, cedera paha kiri kembali menghentikan langkahnya.
Monaco pun disebut telah mempertimbangkan pemutusan kontrak sejak beberapa pekan sebelumnya.
Jika benar-benar berpisah, Pogba masih memiliki beberapa pilihan. MLS menjadi salah satu kemungkinan tujuan, sementara pensiun juga tidak sepenuhnya tertutup.
Hasil pemeriksaan MRI dan keputusan kedua pihak akan menjadi perkembangan penting berikutnya.
Yang jelas, perjalanan comeback Paul Pogba belum berjalan seperti yang diharapkan. Kini, sang gelandang harus menentukan apakah masih ingin membuka babak baru dalam kariernya atau mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola profesional.

