Liverpool kembali menunjukkan mentalitas juara dalam lanjutan Premier League pekan ini. Bertandang ke Molineux Stadium, markas Wolverhampton Wanderers, The Reds sukses membawa pulang poin penuh setelah menyudahi perlawanan sengit tuan rumah dengan skor akhir 2-1.

Dominasi yang Terbayar di Penghujung Babak Pertama
Sejak awal laga, Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan. Di bawah arahan Arne Slot, L.F.C tampil lebih sabar dalam membangun serangan dari lini belakang. Namun, Wolves yang bermain di depan pendukung sendiri tidak membiarkan tamunya leluasa. Pertahanan berlapis yang digalang oleh Craig Dawson sempat membuat lini depan L.F.C yang diisi Luis Diaz dan Mohamed Salah kesulitan mencari celah.
Kebuntuan baru pecah pada masa injury time babak pertama ($45+2’$). Berawal dari pergerakan Diogo Jota di sisi kiri, ia mengirimkan umpan silang melengkung yang sangat akurat ke jantung pertahanan. Ibrahima Konate yang naik membantu serangan melakukan lompatan tinggi dan menyundul bola dengan sangat keras. Kiper Wolves, Sam Johnstone, tak berkutik melihat bola bersarang di gawangnya. Skor 1-0 menutup paruh pertama.

Drama di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Wolves tampil lebih agresif. Manajer Gary O’Neil tampaknya memberikan instruksi untuk menekan lebih tinggi (high pressing). Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-56.
Sebuah miskomunikasi di lini pertahanan Liverpool antara Konate dan Alisson Becker berhasil dimanfaatkan oleh Jorgen Strand Larsen. Bola liar kemudian disambar oleh Rayan Aït-Nouri yang berdiri bebas di depan gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat atmosfer Molineux mendidih.
Namun, mentalitas Liverpool diuji di sini. Hanya berselang lima menit setelah gol penyeimbang, L.F.C mendapatkan hadiah penalti setelah Nelson Semedo menjatuhkan Diogo Jota di kotak terlarang. Mohamed Salah yang maju sebagai algojo tampil tenang. Dengan tendangan khasnya, ia mengecoh kiper dan mengubah skor menjadi 2-1.

Analisis Pertandingan: Efisiensi vs Perlawanan Gigih
Meskipun Wolves unggul dalam beberapa statistik tekanan di lini tengah, Liverpool menunjukkan efisiensi yang luar biasa.
“Kami tahu bermain di sini selalu sulit. Wolves tidak layak berada di posisi mereka saat ini jika melihat cara mereka bermain. Namun, kami menunjukkan karakter yang kuat untuk kembali unggul setelah kebobolan,” ujar kapten Virgil van Dijk seusai laga.
Statistik Pertandingan:
-
Penguasaan Bola: Liverpool 56% – 44% Wolves
-
Total Tembakan: Liverpool 10 (6 on target) – 7 (3 on target) Wolves
-
Tendangan Sudut: Liverpool 5 – 2 Wolves
Dampak bagi Klasemen
Kemenangan ini sangat krusial bagi Liverpool. Dengan tambahan tiga poin, mereka berhasil menggeser pesaing-pesaing terdekatnya dan memantapkan posisi di jalur perburuan gelar juara. Sementara bagi Wolves, kekalahan ini memperpanjang tren negatif mereka dan memaksa mereka tetap tertahan di zona degradasi, meski secara permainan mereka menunjukkan peningkatan.
Penulis : Sandra

