duniabola – FIFA resmi mengumumkan daftar pot undian atau drawing pembagian grup Piala Dunia 2026, Selasa (25/11).
Dalam rilis terbarunya pada Rabu (26/11) dini hari WIB, FIFA telah menetapkan prosedur pengundian final Piala Dunia 2026. Undian ini akan dilaksanakan pada 5 Desember 2025.
Sehari setelah undian di John F. Kennedy Center, Washington DC, 6 Desember, FIFA memastikan seluruh lokasi dan waktu kick off pertandingan akan dirilis secara resmi.
“Dengan kurang dari 200 hari tersisa hingga dimulainya Piala Dunia pertama yang diikuti 48 tim, prosedur penentuan komposisi 12 grup yang terdiri dari empat tim telah dikonfirmasi,” tulis FIFA.
Dalam prosedur pengundian final itu ditetapkan tuan rumah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat akan berada di Pot 1, sisanya disesuaikan dengan ranking FIFA terbaru.
Tidak termasuk tiga tuan rumah, 39 lainnya yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026, akan ditempatkan dalam empat pot yang masing-masing pot berisi 12 tim.
Adapun tim-tim atau negara yang masih menjalani babak play off, akan ditempatkan di Por 4. Babak play off akan memperebutkan enam tiket tersisa.
Rinciannya, empat tiket untuk tim-tim dari zona Eropa dan dua lainnya antarkonfederasi. Babak play off akan berlangsung pada Maret tahun depan.
Beberapa prosedur pengundian yang ditetapkan adalah semua tim dari pot 1 diundi ke Grup A hingga L. Kemudian akan dilanjutkan dengan pot 2, 3, dan 4 secara berurutan.
Untuk memastikan keseimbangan kompetitif setiap grup, dua jalur terpisah menuju semifinal telah ditetapkan saat menyusun bagan pertandingan.
Empat tim dengan peringkat tertinggi akan diundi secara acak ke jalur yang berlawanan. Prinsip yang sama akan berlaku untuk tim dengan peringkat ketiga dan keempat tertinggi.
Ini untuk memastikan bahwa, jika nantinya tim-tim berperingkat FIFA tinggi menjadi juara grup, tim-tim tersebut tidak akan bertemu sebelum partai final.

Daftar Pembagian Pot Drawing Piala Dunia 2026
Pot 1: Kanada, Meksiko, Amerika Serikat, Spanyol, Argentina, Prancis, Inggris, Brasil, Portugal, Belanda, Belgia, Jerman
Pot 2: Kroasia, Maroko, Kolombia, Uruguay, Swiss, Jepang, Senegal, Irlandia, Korea Selatan, Ekuador, Austria, Australia
Pot 3: Norwegia, Panama, Mesir, Aljazair, Skotlandia, Paraguay, Tunisia, Pantai Gading, Uzbekistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan
Pot 4: Yordania, Tanjung Verde, Ghana, Curacao, Haiti, Selandia Baru, Play-Off Eropa A, B, C, dan D, Play-Off Antarkonfederasi 1 dan 2
Pada 25–26 November 2025, FIFA secara resmi mengumumkan pembagian pot undian (drawing pots) untuk Piala Dunia 2026. Pengumuman ini menandai tonggak penting menuju turnamen sepak bola terbesar sedunia yang bakal diikuti 48 tim nasional — sebuah ekspansi besar dari edisi sebelumnya.
Pengundian final (final draw) dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2025, di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C., Amerika Serikat.
Pengumuman pot drawing ini memunculkan antisipasi besar dari fans, media, dan tim peserta. Siapa yang akan menjadi “tim unggulan”, bagaimana pot drawing diatur — semua menjadi bahan analisis, spekulasi, dan harapan. Artikel ini akan menggali detail pembagian pot, prosedur undian, kekhususan turnamen 2026, serta implikasi terhadap kompetisi.
Latar Belakang: Mengapa Perlu Pot Drawing & Ekspansi ke 48 Tim
Sebelum membahas pot drawing, penting memahami konteks kenapa dan bagaimana format Piala Dunia 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
Ekspansi ke 48 Tim
-
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim nasional, bertambah dari 32 tim di edisi 2018 dan 2022.
-
Penambahan tim ini dimaksudkan agar lebih banyak negara mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia, memperluas representasi regional, serta meningkatkan global reach dan kompetisi.
Perluasan ini menuntut struktur undian/grup yang berbeda dibanding masa 32 tim — untuk menjaga keseimbangan kompetisi, supaya grup tidak terlalu berat/tidak merata, serta untuk tetap memberi keadilan bagi tim “kecil”.
Peran Pot Drawing
Pot drawing atau undian pot adalah mekanisme untuk membagi tim ke dalam kelompok (pots) berdasarkan kriteria tertentu — misalnya, ranking dunia, status tuan rumah, performa, dan keterwakilan regional. Dengan pot drawing, penyelenggara bisa melakukan “seeded draw” agar tim kuat dan lemah tersebar merata, menghindari grup neraka atau grup yang terlalu mudah secara tidak adil.
Dalam konteks 48 tim Piala Dunia 2026, pot drawing menjadi sangat penting untuk:
-
Menjaga keseimbangan antara tim unggulan dan tim dari ranking bawah.
-
Mencegah terlalu banyak tim dari konfederasi yang sama (misalnya Eropa) dalam satu grup — dengan pengecualian tertentu.
-
Mengatur agar tim tuan rumah mendapat slot tertentu dalam grup (misalnya posisi 1 di grup).
Dengan demoralisasi kompetisi dan penyebaran tim, pot drawing membantu memastikan bahwa jalan menuju knockout tidak berat sebelah.
Struktur Pot & Daftar Tim per Pot
Setelah mempertimbangkan hasil peringkat dunia (ranking) terbaru, negara tuan rumah, serta kualifikasi, FIFA menetapkan pembagian empat pot (Pot 1 sampai Pot 4), masing-masing berisi 12 slot untuk 48 tim nanti.
Berikut struktur lengkap dan siapa saja tim yang masuk tiap pot:
Pot 1 — “Unggulan + Tuan Rumah”
Pot 1 diisi oleh tiga negara tuan rumah — serta sembilan tim nasional dengan peringkat tertinggi dunia setelah tuan rumah.
Negara di Pot 1:
-
Kanada (tuan rumah)
-
Meksiko (tuan rumah)
-
Amerika Serikat (tuan rumah)
-
Spanyol
-
Argentina
-
Prancis
-
Inggris
-
Brasil
-
Portugal
-
Belanda (Netherlands)
-
Belgia
-
Jerman
Dengan pot ini, klub “raksasa” dunia — plus tuan rumah — diharapkan tersebar di grup berbeda, sehingga fase grup tetap kompetitif, tapi tidak ada grup yang terlalu “berat sebelah” berisi banyak tim unggulan.
Pot 2 — Tim-tim Peringkat Kedua
Pot 2 berisi 12 tim yang memiliki peringkat dunia tinggi setelah pot 1, mewakili berbagai konfederasi.
Negara di Pot 2:
-
Kroasia (Croatia)
-
Maroko (Morocco)
-
Kolombia (Colombia)
-
Uruguay
-
Swiss
-
Jepang (Japan) Senegal
-
IR Iran
-
Korea Republik (South Korea)
-
Ekuador (Ecuador)
-
Austria
-
Australia
Pot 2 mewakili tim kuat, meskipun tidak se“top” tim di pot 1 — membuatnya sebagai “lapisan tengah atas”, dan memungkinkan grup yang seimbang: satu tim unggulan, satu tim pot 2, satu tim pot 3, satu tim pot 4.
Pot 3 — Tim Peringkat Menengah ke Bawah
Pot 3 menampung 12 tim dengan peringkat dan posisi kualifikasi menengah ke bawah — tapi tetap berada di antara tim negara pemenang play-off/perwakilan kontinental.
Negara di Pot 3:
-
Norwegia (Norway)
-
Panama
-
Mesir (Egypt)
-
Aljazair (Algeria)
-
Skotlandia (Scotland)
-
Paraguay
-
Tunisia
-
Pantai Gading (Côte d’Ivoire / Ivory Coast)
-
Uzbekistan
-
Qatar
-
Arab Saudi (Saudi Arabia)
-
Afrika Selatan (South Africa)
Pot 3 biasanya diisi tim-tim yang bisa dianggap “kuda hitam” — mampu mengejutkan, tetapi secara peringkat dan reputasi berada di bawah tim favorit.
Pot 4 — Tim Underdog, Play-Off, dan Perwakilan Terakhir
Pot 4 mencakup tim dengan peringkat relatif rendah, tim debutan, serta placeholder untuk tim yang akan lolos melalui jalur play-off (baik antar konfederasi maupun Eropa)
Negara / Slot di Pot 4:
-
Yordania (Jordan)
-
Tanjung Verde (Cabo Verde / Cape Verde)
-
Ghana
-
Curacao
-
Haiti
-
Selandia Baru (New Zealand)
-
Empat pemenang Play-Off Eropa (Play-Off A, B, C, D)
-
Dua pemenang Play-Off Antarkonfederasi (FIFA Play-Off Tournament 1 & 2)
Karena beberapa slot masih berupa placeholder (menunggu hasil play-off bulan Maret), komposisi penuh Pot 4 bisa berubah sedikit. Namun secara prinsip, pot ini adalah “peluang” untuk tim underdog, debutan, atau tim dari wilayah yang lebih kecil untuk tampil di Piala Dunia.
Prosedur Drawing & Aturan Khusus
Pengumuman pot drawing tidak sekadar daftar tim per pot — FIFA juga merilis prosedur undian resmi lengkap, termasuk aturan penempatan tim, penempatan tuan rumah, serta jalur ke semifinal (pathway) untuk tim unggulan.
Berikut poin penting dari prosedurnya:
-
Drawing akan dilakukan secara bertahap: dimulai dari Pot 1, lalu Pot 2, Pot 3, dan terakhir Pot 4.
-
Tim tuan rumah (Kanada, Meksiko, AS) akan mendapatkan slot grup dan posisi tertentu secara otomatis:
-
Meksiko → Group A1
-
Kanada → Group B1
-
Amerika Serikat → Group D1
-
-
Untuk memastikan kompetisi adil dan menarik, terdapat jalur semifinal (pathway) terpisah bagi tim unggulan teratas: berdasarkan ranking dunia per 19 November 2025, empat tim paling tinggi — Spanyol national football team, Argentina national football team, France national football team, dan England national football team — akan diundi sedemikian rupa sehingga Spanyol dan Argentina berada di jalur (bracket) berbeda, demikian juga antara Prancis dan Inggris.
-
Aturan konfederasi: dalam satu grup, tidak boleh ada lebih dari satu tim dari konfederasi yang sama — kecuali untuk konfederasi Eropa (UEFA), yang karena jumlah besar anggotanya, diizinkan maksimal dua tim per grup.
-
Untuk tim dari pot play-off/pot 4, placeholder akan diisi setelah hasil play-off dirilis, tapi mereka tetap diambil dari pot 4.
Dengan prosedur ini, FIFA berusaha mengakomodasi tuan rumah, tim unggulan, distribusi geografis, dan fairness kompetisi — sekaligus menjaga elemen kejutan dan daya tarik turnamen bagi fans global.
Mengapa Pembagian Pot & Aturan Ini Penting?
Setiap edisi Piala Dunia selalu dipenuhi harapan, debat, dan spekulasi tentang “grup neraka”, “mental unggulan vs underdog”, “keberuntungan undian”, dan lain-lain. Dengan format 48 tim, tantangan itu menjadi lebih kompleks. Pembagian pot dan aturan drawing menjadi alat krusial agar Piala Dunia tetap kompetitif, adil, dan menarik.
Berikut beberapa alasan utama:
1. Mencegah Ketimpangan Kompetisi
Jika tidak ada pot drawing/seeded draw, undian bisa jadi “acak total” — di mana beberapa grup mungkin berisi banyak tim kuat, sementara grup lain dipenuhi tim lemah. Itu bisa membuat turnamen berat sebelah, merugikan tim kecil atau menurunkan kualitas pertandingan.
Dengan pembagian pot berdasarkan ranking dan tuan rumah, plus aturan konfederasi, maka tim kuat, menengah, dan underdog tersebar relatif merata.
2. Melindungi Tim Unggulan — Tapi Tetap Tantangan bagi Semua
Dengan membuat jalur semifinal terpisah untuk empat tim teratas dunia (Spanyol, Argentina, Prancis, Inggris), FIFA memberikan peluang bahwa tim kuat tidak saling bertemu terlalu cepat — menjaga “showdown” besar terjadi di tahap akhir (semifinal atau final).
Namun tim unggulan tetap harus melewati grup dan knockout dulu — artinya tidak ada jaminan gelar, tetap butuh performa. Sementara tim menengah dan underdog mendapat kesempatan bersaing dengan adil.
3. Representasi Global & Kesempatan untuk Tim Kecil
Ekspansi ke 48 tim dan adanya pot khusus untuk tim rendah/under represented — termasuk tim dari konfederasi minor, debutan, tim hasil play-off — memberi kesempatan bagi negara-negara yang selama ini jarang tampil di Piala Dunia. Pot 4 memungkinkan “kejutan”, cerita underdog, dan keberagaman tim/tim nasional.
4. Antisipasi Logistik & Penjadwalan
Dengan penentuan tuan rumah dan slot grup awal sejak drawing, penyelenggara bisa lebih mudah merencanakan venue, jadwal, distribusi stadion, travel tim, dll. — hal krusial dalam turnamen besar dengan banyak tim dan lokasi. Faktanya, FIFA menyatakan bahwa alokasi stadion/kick-off akan dikonfirmasi satu hari setelah draw (6 Desember 2025).
Reaksi, Implikasi & Pandangan Publik
Pengumuman pot drawing 2026 memicu berbagai reaksi: dari kebahagiaan para fans — karena bisa membayangkan siapa yang akan bertemu siapa — hingga perdebatan tentang keberuntungan undian. Berikut beberapa sorotan penting:
🔹 Perlindungan untuk Tim Unggulan — Pro dan Kontra
Beberapa pengamat menyambut baik aturan bahwa empat tim tertinggi dunia akan dipisah dalam bracket semifinal — karena menjaga agar “final impian” tetap mungkin, dan menghindari eliminasi top-tim terlalu dini.
Namun ada juga suara skeptis: apakah ini membuat turnamen terlalu “aman” bagi tim elit? Apakah ini mengurangi unsur kejutan? Maksudnya: tim top punya jalur yang lebih lunak di knockout bila menang grup, sementara tim menengah/under-dog harus melewati knockout sulit lebih awal.
🔹 Kesempatan untuk Negara-negara ‘Kecil’ & Underdog
Pot 3 dan Pot 4 menawarkan peluang bagi tim dari konfederasi minor atau tim dengan peringkat rendah untuk tampil di panggung besar — dan mungkin membuat kejutan. Ini memperkaya diversitas Piala Dunia, dan memberi harapan untuk negara-negara yang jarang tampil.
Namun tantangannya besar: tim-tim tersebut harus bersiap menghadapi lawan kuat dari pot 1 atau pot 2, dengan tekanan dan ekspektasi tinggi. Bagaimana mereka beradaptasi secara fisik, mental, taktik akan sangat menentukan.
🔹 Faktor Keberuntungan & Randomness
Meskipun pot drawing dan aturan membawa struktur dan fairness, unsur keberuntungan tetap besar. Drawing — meski seeded — masih acak dalam urutan dan perhitungan grup (kecuali slot tuan rumah). Tim mana yang ketemu siapa bisa sangat mempengaruhi jalur ke semifinal atau final.
Banyak fans dan analis akan ikuti undian pada 5 Desember 2025 dengan penuh antisipasi — siapa yang akan mendapatkan grup “neraka”, siapa yang dapat grup “ramah”, dan bagaimana nasib tim unggulan dan underdog.
🔹 Logistik & Persiapan
Dengan drawing di awal Desember — dan turnamen mulai pada 11 Juni 2026 — tim, federasi, pelatih, pemain, dan fans punya waktu sekitar 6–7 bulan untuk persiapan detail: taktik, jadwal, travel, adaptasi cuaca/iklim (USA, Kanada, Meksiko), dan manajemen skuat.
Bagi federasi kecil, ini tantangan besar: bagaimana mengalokasikan sumber daya, persiapan, logistik, dan mental tim agar kompetitif. Sementara itu, bagi federasi besar dan mapan, drawing mempengaruhi strategi dan rotasi pemain.
Kenapa 5 Desember 2025 Jadi Tanggal Penting
Tanggal 5 Desember 2025 bukan sekadar tanggal undian biasa — melainkan titik krusial dalam persiapan Piala Dunia 2026:
-
Semua tim peserta yang sudah lolos (42 dari 48) akan mengetahui siapa lawan grup mereka.
-
Enam slot tersisa (dari play-off) akan menjadi placeholder — memberi ketidakpastian, tetapi tetap memungkinkan perhitungan awal grup.
-
Setelah undian, pada 6 Desember 2025, FIFA akan merilis jadwal pertandingan lengkap: siapa main di stadion mana, waktu kick-off, dan urutan pertandingan.
Dengan tanggal ini, dunia sepak bola akan bersiap — pelatih merancang strategi, federasi mempersiapkan logistik, media memprediksi grup dan lawan, fans berspekulasi: “Tim X akan ketemu Tim Y — apakah tim kita lolos?”
Bagaimana Ini Berbeda dari Edisi Sebelumnya
Untuk memahami signifikansi pot drawing 2026, perlu disorot perbedaan dengan edisi sebelumnya (dengan 32 tim). Berikut aspek-aspek yang berbeda:
-
Jumlah Tim & Grup: 48 tim vs 32 tim → berarti 12 grup (A–L), dibandingkan 8 grup pada 32 tim. Hal ini memperbesar kompleksitas drawing dan kebutuhan struktur pot.
-
Distribusi Pot & Tuan Rumah: Dengan tiga tuan rumah (USA, Kanada, Meksiko), pot drawing harus mengakomodasi slot khusus untuk tuan rumah — berbeda dari edisi dengan satu atau dua tuan rumah.
-
Bracket Knockout & Jalur Semi-final: Proteksi khusus untuk tim papan atas (agar mereka tidak saling jumpa awal) — fitur baru dibanding sistem knockout tradisional yang lebih acak setelah grup.
-
Keberagaman Konfederasi & Perwakilan Global: Lebih banyak slot, artinya lebih banyak negara dari luar konfederasi besar (UEFA, CONMEBOL) bisa ikut — memperkaya keberagaman tim.
-
Logistik & Penjadwalan: Dengan banyak tim dan lokasi, kebutuhan perencanaan stadion, waktu, travel, dan rotasi pemain meningkat secara signifikan — membutuhkan struktur undian dan jadwal yang matang.
Perbedaan ini menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar edisi biasa — melainkan evolusi besar dalam sejarah turnamen, menuntut persiapan dan strategi baru bagi semua pihak.
Potensi Skema Grup, Kejutan & Pertanyaan yang Mungkin Muncul
Dengan pot drawing sudah diumumkan, banyak fans dan pengamat sudah mulai berspekulasi tentang skema grup, kejutan, dan pertanyaan besar. Berikut beberapa kemungkinan & isu menarik:
✅ Potensi Grup Neraka & Grup Ramah
-
Ada kemungkinan tim unggulan (Pot 1) akan mendapatkan lawan relatif mudah — misalnya tim dari Pot 3 + Pot 4 — membentuk grup “ramah” yang memungkinkan tim besar melaju mulus.
-
Sebaliknya, tim dari Pot 2 bisa mendapat lawan kuat dari Pot 1 plus tim tangguh dari Pot 3 — sehingga grup bisa sangat kompetitif.
-
Untuk tim dari Pot 4 atau underdog, mereka bisa mendapatkan lawan kuat — tapi juga punya peluang “kejutan” kalau bisa bermain maksimal.
✅ Upset & Kisah Underdog
Dengan banyak tim dari Pot 3/4, kita bisa menyaksikan tim debutan atau tim kecil yang membuat kejutan. Sejarah Piala Dunia penuh cerita semacam ini — 2026 memberi kesempatan lebih besar.
✅ Strategi Seleksi & Rotasi Pemain
Tahun 2026 kemungkinan jadi turnamen yang sangat padat — tim perlu rotasi pemain, menjaga kebugaran, dan mempersiapkan adaptasi cuaca/iklim, terutama untuk tim dari wilayah berbeda. Drawing memberikan waktu persiapan 6–7 bulan — tapi manajemen tim menjadi kunci.
❓ Bagaimana dengan Tim yang Belum Lolos (Play-off)?
Masih ada enam slot belum terisi (pemenang play-off) pada saat drawing — artinya ada sedikit ketidakpastian. Tim yang lolos lewat play-off masuk Pot 4, tapi kita tidak tahu siapa mereka pada saat drawing. Itu bisa memberi kejutan besar ketika slot tersebut diisi — misalnya tim dengan kekuatan besar tapi gagal langsung lolos bisa jadi “ancaman tersembunyi”.
❓ Apakah Struktur Seeded & Proteksi Tim Besar Adil?
Beberapa kritik bisa muncul: apakah melindungi tim besar (agar tidak saling bertemu awal) merusak esensi undian — yang semestinya acak dan penuh kejutan? Apakah tim kecil mendapat kesempatan yang adil? Pertanyaan-pertanyaan ini bisa jadi bahan debat menjelang turnamen.
Dampak bagi Federasi, Pelatih & Pemain
Pengumuman pot drawing bukan hanya soal administrasi — tapi juga memberi dampak nyata bagi federasi, pelatih, dan pemain. Berikut beberapa implikasinya:
Untuk Federasi
-
Perlu segera merencanakan logistik: transportasi, akomodasi, stadion latihan, adaptasi cuaca/iklim. Dengan tim banyak dan lokasi berbeda (USA, Kanada, Meksiko), ini menjadi tantangan besar.
-
Budget dan sumber daya harus dialokasikan dengan efisiensi: terutama bagi federasi dari negara kecil atau berkembang — persiapan teknis, medis, pelatihan, dan akomodasi harus matang.
-
Strategi kualifikasi & turnamen: federasi harus mempertimbangkan susunan skuad, rotasi pemain, dan fokus kompetisi jangka panjang — karena Piala Dunia 2026 mungkin hanya awal persiapan ke turnamen besar lain (misalnya Copa America, Euro, AFCON, dll).
Untuk Pelatih & Tim
-
Dengan banyaknya tim, pelatih harus membuat rencana matang: siapa lawan grup, bagaimana taktik, rotasi pemain, adaptasi terhadap jadwal padat.
-
Pemain perlu dijaga kebugarannya: turnamen musim panas, cuaca panas/beragam, banyak perjalanan — jadi manajemen medis dan fisik sangat penting.
-
Mental & motivasi: undian pot dan grup bisa memberi tekanan bagi tim besar, dan harapan besar bagi tim kecil/underdog — pelatih harus menjaga motivasi, fokus, dan kesiapan psikologis tim.
Untuk Pemain & Fans
-
Pemain besar bisa melihat kesempatan emas untuk tampil di turnamen besar; pemain dari tim kecil bisa berharap munculnya “cerita dongeng” — bisa jadi breakout karier.
-
Fans: antisipasi tinggi — ingin tahu siapa lawan tim kesayangan, apakah mereka dapat grup sulit atau mudah; juga memunculkan harapan untuk kejutan, drama, dan momen-momen tak terlupakan.
Kritik & Tantangan
Meski pot drawing dan struktur tampak matang, ada sejumlah kritik dan tantangan yang muncul:
-
Ketidakpastian untuk tim play-off: placeholder di Pot 4 berarti beberapa tim masih belum diketahui saat drawing — bisa membuat grup berubah kualitas secara signifikan saat slot terisi.
-
Ketergantungan pada ranking dunia: pembagian pot sangat tergantung pada ranking FIFA pada 19 November 2025 — tapi ranking tak selalu mencerminkan performa terkini, kekuatan tim, atau potensi underdog.
-
Kesulitan logistik & adaptasi: tim kecil atau dari negara berkembang bisa kesulitan mengatur logistik, adaptasi iklim dan cuaca, biaya — bisa jadi beban besar.
-
Fairness vs Komersialisasi: ada kekhawatiran bahwa struktur dan proteksi tim besar lebih menguntungkan tim kaya dan besar — sementara tim kecil tetap di posisi sulit. Ini menimbulkan pertanyaan apakah Piala Dunia tetap turnamen “adil” bagi semua.
-
Tekanan pada tim unggulan: meskipun dilindungi dari bentrokan awal, ekspektasi terhadap tim unggulan besar — mereka harus menang grup, lalu knockout; tekanan besar bisa jadi bumerang.
Kesimpulan & Pandangan ke Depan
Pengumuman pot drawing oleh FIFA untuk Piala Dunia 2026 adalah langkah krusial dan sangat strategis — memastikan turnamen dengan 48 tim tetap kompetitif, seimbang, dan menarik. Pembagian pot, penempatan tuan rumah, proteksi tim unggulan, serta aturan konfederasi adalah upaya untuk menjaga fairness, kualitas, dan keberagaman — sambil membuka peluang bagi tim-tim kecil dan underdog.
Namun, tantangan besar tetap ada: dari logistik, adaptasi, ketidakpastian play-off, sampai tekanan kompetitif. Keberhasilan turnamen nanti akan bergantung tidak hanya pada struktur, tapi juga persiapan, manajemen tim, keberuntungan undian, dan — tentu saja — performa di lapangan.
Bagi fans dan pengamat, 5 Desember 2025 (tanggal draw) menjadi momen yang ditunggu — di mana imajinasi tentang grup, lawan, potensi kejutan, dan drama Piala Dunia dimulai.
Sekarang, ketika pot sudah diumumkan, pertanyaan besar bagi dunia sepak bola: siapa yang akan melangkah jauh? Apakah underdog akan mengejutkan? Apakah tim besar akan tampil dominan? Atau akankah kejutan besar di turnamen paling global di 2026?
Hanya waktu dan pertandingan yang akan menjawab.
Penutup
Dengan pot drawing resmi dirilis, lampu hijau bagi persiapan menuju Piala Dunia 2026 telah menyala. Dunia sepak bola – federasi, tim, pelatih, pemain, dan tentu saja fans — semuanya kini berada dalam fase antisipasi dan strategi.
Sebagai salah satu turnamen paling dinanti di dunia, Piala Dunia 2026 menjanjikan sejarah baru, cerita baru, dan rivalitas baru. Pot drawing hanyalah langkah awal — tapi sangat menentukan. Bersiaplah untuk menyaksikan drama, kejutan, dan semangat sepak bola global di musim panas 2026.



