Dunia Bola – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap situasi Marc-André ter Stegen di Barcelona. Direktur olahraga DFB, Rudi Völler, secara terbuka menyuarakan harapannya agar Barcelona memberi menit bermain lebih banyak kepada sang penjaga gawang. DFB menilai, keberlangsungan karier Ter Stegen di level klub akan sangat menentukan kesiapan Timnas Jerman menghadapi Piala Dunia 2026.
Ter Stegen di Persimpangan Karier Menjelang Panggung Terbesar Dunia
Ter Stegen tidak hanya berstatus sebagai kiper top Eropa, tetapi juga menjadi proyek jangka panjang Timnas Jerman pasca-pensiunnya Manuel Neuer. Namun, minimnya kesempatan bermain bersama Barcelona membuat masa depan sang kiper berada di titik krusial. DFB tidak ingin kehilangan momentum emas yang seharusnya menjadi milik Ter Stegen setelah bertahun-tahun berada di balik bayang-bayang Neuer.
Rudi Völler Angkat Bicara: Bermain Adalah Harga Mati
Rudi Völler tidak berbicara setengah-setengah. Ia menegaskan bahwa Ter Stegen harus bermain secara reguler, di mana pun klubnya berada. Menurut Völler, status kiper utama Timnas Jerman tidak bisa diberikan kepada pemain yang jarang tampil di level klub.
“Pada akhirnya, yang paling penting adalah dia bermain. Entah itu di Barcelona atau di klub lain, tidak menjadi soal. Dia harus berada di lapangan,” tegas Völler dalam wawancaranya dengan media Spanyol.
Völler menilai Ter Stegen layak mendapatkan panggung utama di Piala Dunia setelah bertahun-tahun menjadi kiper kelas dunia yang kurang mendapat pengakuan maksimal di level internasional. DFB ingin melihat Ter Stegen tampil sebagai pemimpin di bawah mistar gawang Jerman, bukan sekadar pelengkap skuad.
Dari Bayang-Bayang Neuer Menuju Era Baru Timnas Jerman
Selama lebih dari satu dekade, Manuel Neuer mendominasi posisi penjaga gawang Timnas Jerman. Ter Stegen harus bersabar meski konsisten tampil gemilang bersama Barcelona. Ia menerima peran sebagai kiper cadangan dengan profesionalisme tinggi, meski banyak pihak menilai kualitasnya tidak kalah dari Neuer.
Kini, era itu telah berakhir. Neuer resmi pensiun dari Timnas Jerman, dan pelatih Julian Nagelsmann menetapkan Ter Stegen sebagai kiper utama. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh federasi terhadap kemampuan sang penjaga gawang.
Namun, status di tim nasional tidak akan berarti banyak jika Ter Stegen kehilangan ritme bermain di level klub. Inilah yang kini menjadi kekhawatiran terbesar DFB.
Cedera, Persaingan, dan Situasi Sulit di Camp Nou
Musim ini tidak berjalan mudah bagi Ter Stegen. Cedera yang ia alami membuatnya absen cukup lama, dan situasi berubah drastis saat ia kembali. Barcelona memberi kepercayaan kepada Joan Garcia, kiper muda yang tampil solid selama Ter Stegen menepi.
Ketika Ter Stegen pulih, posisi kiper utama tidak otomatis kembali ke tangannya. Pelatih Barcelona memilih mempertahankan Garcia demi stabilitas tim. Keputusan itu membuat Ter Stegen hanya mencatatkan satu penampilan sepanjang musim berjalan.
Minimnya menit bermain ini langsung memicu alarm di Jerman. DFB melihat risiko besar jika Ter Stegen terus berada di bangku cadangan hingga mendekati Piala Dunia 2026.
Nagelsmann Tegas, Tapi Realistis
Julian Nagelsmann sebenarnya telah menaruh kepercayaan penuh kepada Ter Stegen. Ia menetapkan sang kiper sebagai pilihan utama Jerman pasca-Neuer. Namun, Nagelsmann juga menekankan pentingnya konsistensi bermain.
Seorang penjaga gawang membutuhkan lebih dari sekadar latihan. Ia harus menghadapi tekanan pertandingan, membuat keputusan cepat, dan menjaga instingnya tetap tajam. Tanpa menit bermain, semua itu perlahan bisa menghilang.
Nagelsmann memahami dilema yang dihadapi Ter Stegen. Ia mendukung sang kiper untuk mengambil keputusan terbaik demi karier dan masa depan tim nasional.
Opsi Pindah Klub Mulai Mengemuka
Situasi sulit di Barcelona membuka kemungkinan besar bagi Ter Stegen untuk mempertimbangkan masa depan. Rudi Völler secara terbuka menyatakan bahwa Ter Stegen perlu mengevaluasi pilihannya jika kondisi di Camp Nou tidak berubah.
DFB tidak memaksakan Ter Stegen bertahan di Barcelona. Federasi hanya menginginkan satu hal: sang kiper bermain secara reguler dan berada dalam performa puncak.
Beberapa klub elite Eropa diyakini siap menampung Ter Stegen jika ia memutuskan hengkang. Pengalamannya di Liga Champions dan level internasional membuatnya tetap menjadi aset berharga di pasar transfer.
Ter Stegen Masih Jadi Opsi Terbaik Jerman
Meski muncul nama-nama lain seperti Oliver Baumann, DFB tetap menilai Ter Stegen sebagai pilihan ideal. Völler mengakui bahwa Baumann tampil solid sejauh ini, tetapi pengalaman dan kualitas Ter Stegen berada di level berbeda.
Ter Stegen memiliki kemampuan distribusi bola yang luar biasa, refleks tajam, serta ketenangan saat menghadapi tekanan besar. Karakter ini sangat dibutuhkan Jerman dalam turnamen sekelas Piala Dunia.
DFB juga menyoroti hubungan erat Ter Stegen dengan pelatih kiper timnas, Andreas Kronenberg. Keduanya terus berkomunikasi intens untuk menjaga kesiapan sang penjaga gawang.
Persaingan Kiper Jerman Memanas Jelang 2026
Jerman dikenal sebagai negara dengan tradisi kiper kuat. Persaingan di posisi penjaga gawang selalu berlangsung ketat. Namun, DFB tidak ingin menyerahkan posisi utama kepada pemain yang hanya unggul karena menit bermain sementara.
Federasi ingin memastikan bahwa kiper utama Jerman benar-benar siap secara teknis, mental, dan fisik. Dalam konteks ini, Ter Stegen tetap menjadi proyek utama, asalkan ia memenuhi syarat utama: bermain secara konsisten.
Barcelona di Tengah Tekanan Internal dan Eksternal
Barcelona berada dalam situasi kompleks. Klub harus menyeimbangkan kepentingan tim, perkembangan pemain muda, serta tekanan dari federasi nasional pemain mereka. Keputusan memainkan Joan Garcia mungkin masuk akal dari sudut pandang klub, tetapi keputusan itu membawa konsekuensi besar bagi Ter Stegen.
Jika Barcelona terus mengesampingkan Ter Stegen, tekanan dari berbagai pihak dipastikan akan meningkat. DFB tidak akan tinggal diam jika situasi ini merugikan persiapan Piala Dunia Jerman.
Piala Dunia 2026: Target yang Tidak Bisa Ditawar
Piala Dunia 2026 menjadi proyek besar bagi Timnas Jerman. Setelah hasil mengecewakan di turnamen sebelumnya, DFB berambisi membangun ulang kekuatan tim dengan fondasi yang solid.
Posisi penjaga gawang menjadi salah satu pilar utama dalam proyek ini. DFB tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan kiper yang minim jam terbang. Karena itu, masa depan Ter Stegen menjadi isu strategis, bukan sekadar persoalan individu.
Keputusan di Tangan Ter Stegen
Pada akhirnya, semua kembali kepada Marc-André ter Stegen. Ia harus menentukan langkah terbaik demi karier dan ambisinya. Bertahan di Barcelona dengan risiko minim bermain atau mencari tantangan baru demi menjaga status sebagai kiper utama Jerman.
Rudi Völler menegaskan bahwa pintu Timnas Jerman tetap terbuka lebar bagi Ter Stegen. Selama ia bermain dan menunjukkan performa terbaik, posisinya akan aman.
Kesimpulan: Waktu Terus Berjalan, Pilihan Harus Diambil
Situasi Marc-André ter Stegen di Barcelona tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. DFB telah menyampaikan sikapnya dengan jelas. Bermain adalah syarat mutlak untuk menjaga status sebagai kiper utama Timnas Jerman.
Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin mendekat, setiap keputusan akan berdampak besar. Ter Stegen berdiri di persimpangan penting dalam kariernya. Apa pun langkah yang ia ambil, satu hal pasti: Jerman berharap sang penjaga gawang tetap berada di performa terbaik saat panggung dunia memanggil.





