DuniaBola – Tahun 2025 awalnya digadang-gadang sebagai titik balik Neymar Jr., bintang Brasil yang hampir sepanjang kariernya selalu berada di bawah sorotan dunia. Setelah mengalami cedera ligamen pada 2023 dan sempat terpuruk dalam performa bersama klub-klub yang dibelanya, banyak yang percaya bahwa kembalinya ia ke Santos—klub masa kecilnya—akan menjadi langkah revitalisasi kariernya. Namun kenyataan berjalan sangat jauh dari harapan.

Cedera demi cedera datang menghampiri. Dan November 2025 menjadi titik paling krusial ketika Sang Legenda mengalami cedera meniskus yang membuat musimnya berakhir lebih cepat. Bukan hanya musim 2025 yang terdampak, namun peluang ia tampil di Piala Dunia 2026 kini berada di ambang kehancuran. Brasil mungkin saja menghadapi Piala Dunia tanpa salah satu ikon terbesar mereka dalam dua dekade terakhir.
Artikel panjang ini menyajikan ulasan komprehensif dan mendalam mengenai kondisi Neymar, tantangan fisiknya, reaksi publik, situasi timnas Brasil, serta analisis mengenai masa depan salah satu pemain paling populer dalam sejarah sepak bola modern.
1. Awal Tahun 2025: Harapan yang Terlihat Jelas
Ketika Neymar resmi kembali ke Santos di awal 2025, suasana sepak bola Brasil berubah total. Euforia langsung tercipta. Para penggemar memadati setiap sesi latihan terbuka, tiket pertandingan Santos selalu habis terjual, dan pemberitaan media Brasil diasupi kabar bahwa “Neymar akhirnya pulang”.
Bukan sekadar pulang, ia digadang menjadi penyelamat:
-
penyelamat performa Santos yang menurun,
-
penyelamat gairah sepak bola lokal Brasil,
-
penyelamat generasi baru pemain muda yang menjadikannya idola masa kecil.
Pada saat itu, Neymar menunjukkan komitmen besar untuk kembali ke level terbaiknya. Dalam wawancaranya, ia mengatakan bahwa 2025 adalah tahun di mana ia bertekad mencapai puncak performa sebelum memasuki Piala Dunia 2026 — turnamen yang ia impikan sebagai ajang balas dendam setelah momen pahit di 2014 dan 2018 serta absen di fase-fase krusial pada 2022.
Sayangnya, apa yang terjadi setelah itu menjauhkan realita dari ekspektasi.
2. 2025: Tahun dengan Cedera Beruntun yang Menghantam Karier
Jika dilihat secara kronologis, cedera Neymar sepanjang 2025 merupakan salah satu rangkaian cedera terburuk dalam karier seorang pemain bintang dalam satu musim sepak bola modern.
Berikut adalah detail lengkapnya.
Cedera Pertama (Maret 2025): Hamstring Kiri
Cedera pertama datang secara tiba-tiba saat Neymar mencoba sprint dalam pertandingan penting Santos. Ia meringis, memegangi bagian belakang pahanya, dan langsung meminta digantikan. Diagnosa awal menunjukkan cedera hamstring — cedera yang umum namun sangat mengganggu bagi pemain yang mengandalkan eksplosivitas.
Akibatnya:
-
Neymar absen selama hampir satu bulan,
-
Kehilangan ritme permainan,
-
Kehilangan peluang membangun chemistry dengan skuad baru Santos.
Pada titik itu, kekhawatiran mulai muncul, tetapi belum terlalu besar.
Cedera Kedua (April 2025): Cedera Otot Paha Kiri
Cedera kedua terjadi tak lama setelah ia kembali dari pemulihan hamstring. Kali ini cedera di bagian paha kiri membuatnya terpaksa absen lebih lama. Pihak medis Santos mengisyaratkan bahwa otot Neymar mengalami ketegangan akibat intensitas latihan yang meningkat terlalu cepat.
Banyak analis menilai bahwa pemulihan nya terburu-buru. Klub butuh kemenangan, Neymar ingin memberikan kontribusi, tetapi tubuhnya tidak lagi sekuat di usia 20-an.
Cedera Ketiga (September 2025): Cedera Paha Kanan
Setelah dua cedera sebelumnya di bagian kiri, kali ini Neymar mendapat cedera di paha kanan. Sangat jelas bahwa kedua kaki Neymar kini sama-sama rentan. Cedera ini dianggap sebagai efek domino akibat otot pendukung yang sudah tidak seimbang karena proses rehabilitasi yang belum 100% stabil.
Cedera ini memperburuk:
-
Kondisi fisik secara keseluruhan,
-
Koordinasi otot di kedua kakinya,
-
Kepercayaan dirinya dalam duel satu lawan satu.
Cedera Keempat (November 2025): Meniskus Lutut Kiri – Paling Berat dan Paling Menentukan
Cedera keempat merupakan puncak dari musim penuh liku. Ketika menghadapi Mirassol FC, Neymar terjatuh dalam sebuah duel tanpa kontak keras. Ia memegangi lutut kirinya — lutut yang pernah dioperasi ACL dan meniskus sebelumnya.
Hasil pemeriksaan kemudian menyatakan:
-
Cedera meniskus cukup serius,
-
Membutuhkan istirahat panjang,
-
Tidak akan bermain lagi sampai musim berakhir.
Dalam konferensi pers, dokter klub memastikan bahwa kondisi lutut nya harus dipulihkan dengan benar dan tidak boleh dipaksakan.
Cedera inilah yang membuat peluang Neymar tampil di Piala Dunia 2026 berada di ambang krisis total.
3. Dampak Cedera pada Situasi Santos: Klub Kehilangan Pilar Utama
Santos sedang berada dalam masa sulit. Mereka berada di posisi 17, berjuang di zona degradasi. Kehadiran Neymar dianggap sebagai solusi strategis dan mentalitas. Namun dengan cederanya sang bintang, beban tim justru semakin berat.
Tanpa Neymar, Santos kehilangan:
-
Kreator serangan,
-
Pemimpin lapangan,
-
Pemain pengalaman ketika situasi genting,
-
Magnit publik yang memberi kepercayaan diri bagi tim.
Bukan hanya masalah teknis, tetapi psikologis. Kehadiran Neymar di lapangan memengaruhi atmosfer stadion. Ketidakhadirannya benar-benar terasa.
4. Bagaimana Cedera Ini Mempengaruhi Peluang Neymar ke Piala Dunia 2026?
Ini bagian paling dibicarakan oleh media dunia. Peluang Neymar tampil di Piala Dunia 2026 kini berada pada titik paling kritis sejak karier internasionalnya mulai tahun 2010.
Ada beberapa faktor utama yang membuat peluangnya menipis:
a. Waktu Pemulihan Sangat Terbatas
Piala Dunia tinggal beberapa bulan lagi. Cedera meniskus idealnya pulih dalam waktu 2–4 bulan, tetapi pemulihan total setelah operasi sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama. Lutut adalah bagian yang sangat kompleks, apalagi bagi pemain yang sudah berulang kali mengalami masalah di bagian tersebut.
b. Cedera Berulang Menghancurkan Ritme Permainan
Neymar hampir tidak memiliki waktu bermain yang cukup sepanjang 2025. Untuk tampil di Piala Dunia, seorang pemain harus memiliki:
-
ritme permainan,
-
stamina,
-
koordinasi otot optimal,
-
kecepatan,
-
ketahanan duel.
Tanpa menit bermain yang konsisten, sangat sulit kembali ke performa terbaik.
c. Regenerasi Brasil Sudah Berjalan
Brasil kini memiliki generasi penyerang yang sedang berada dalam puncak performa:
-
Vinícius Jr.,
-
Rodrygo,
-
Endrick,
-
Martinelli,
Pelatih Brasil tentu akan mempertimbangkan pemain yang bugar, bukan sekadar nama besar.
d. Risiko Cedera Kambuh Sangat Tinggi
Bermain di Piala Dunia berarti bertanding setiap 3–4 hari, intensitas tinggi, duel fisik keras, dan tekanan publik luar biasa. Kondisi lutut nya saat ini tidak ideal untuk turnamen semacam itu.
5. Reaksi Publik dan Media Internasional: Kombinasi Empati dan Realisme
Publik Brasil Sangat Tersentuh
Nama Neymar masih sangat lekat dalam hati masyarakat Brasil. Banyak fans mengekspresikan kesedihan mendalam karena bintang mereka kembali diterpa cobaan menjelang turnamen terbesar dunia.
Media Brasil Lebih Realistis
Media kini mulai menyoroti bahwa:
-
Neymar mungkin sudah mencapai fase akhir kariernya di level tertinggi,
-
Brasil harus mempersiapkan strategi tanpa dirinya,
-
Piala Dunia 2026 mungkin menjadi generasi baru — bukan generasi Neymar lagi.
Media Internasional Memberikan Sudut Pandang Lebih Netral
Beberapa media global menyebut Neymar sebagai “pemain besar yang dikhianati tubuhnya sendiri,” merujuk pada cedera yang terus datang tanpa henti sejak 2018 sampai 2025.
6. Apakah Neymar Masih Mungkin Tampil di Piala Dunia 2026?
Jawabannya: Masih mungkin secara teoritis, tetapi sangat sulit secara realistis.
Untuk bisa tampil, Neymar harus:
-
Pulih sempurna dari cedera meniskus sebelum Maret 2026,
-
Mendapat menit bermain reguler,
-
Kembali ke level kebugaran kompetitif,
-
Mendapat kepercayaan dari pelatih Brasil.
Kombinasi faktor tersebut sangat berat, dan peluangnya kini dianggap berada di bawah 40%.
7. Psikologi Neymar: Pertarungan Mental yang Tidak Kalah Berat
Cedera bukan hanya masalah fisik. Cedera berulang sangat memengaruhi mental pemain.
Neymar harus menghadapi:
-
rasa takut cedera kambuh,
-
kehilangan kepercayaan diri,
-
tekanan publik yang luar biasa,
-
beban ekspektasi dari seluruh Brasil.
Di usia 33 tahun, ketahanan mental menjadi faktor penting. Neymar tampak masih berusaha menjaga semangat, tetapi banyak analis menilai mental pemain bisa goyah ketika cedera berulang menghantamnya tanpa jeda panjang.
8. Masa Depan Neymar: Menuju Akhir Karier atau Fase Kebangkitan Baru?
Ada beberapa skenario masa depan pasca cedera ini:
Skenario 1: Tetap Berjuang dan Tampil di Piala Dunia 2026
Masih mungkin, tetapi sangat berat. Banyak faktor harus bekerja sempurna.
Skenario 2: Fokus pada Klub dan Melewatkan Piala Dunia
Jika pemulihan tidak maksimal, ia mungkin memutuskan tidak ikut Piala Dunia demi memulihkan karier klub.
Skenario 3: Pensiun dari Timnas Brasil
Jika ia gagal tampil di Piala Dunia 2026, bisa jadi itu menjadi akhir karier internasionalnya.
Skenario 4: Beralih ke Peran Lebih Dalam
Mungkin tetap bermain, tetapi mengubah gaya bermain:
-
lebih sebagai playmaker,
-
mengurangi dribble eksplosif,
-
fokus pada kreativitas dan umpan.
Tahun Terberat Neymar, Masa Depan yang Tidak Pasti


Tahun 2025 menjadi titik yang sangat menentukan dalam karier Neymar. Empat cedera besar, ditutup dengan cedera meniskus yang berat, membuat peluang ia tampil di Piala Dunia 2026 semakin menipis.
Jika ini menjadi Piala Dunia terakhir baginya, maka kondisi saat ini sangat menyulitkan. Namun satu hal yang pasti: Neymar tetap menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Brasil, terlepas dari bagaimana babak terakhir kariernya akan ditutup.

