🔥 Pernyataan Gelar yang Menggema di Emirates Stadium
London, Inggris – Arsenal mengirimkan pesan yang tak terbantahkan ke seluruh Liga Primer dengan menghancurkan rival abadi mereka, Tottenham Hotspur, dalam Derby London Utara yang menggemparkan di Emirates Stadium, Minggu (23/11/2025). Kemenangan telak 4-1 ini tidak hanya mengamankan hak untuk menyombongkan diri di London Utara, tetapi juga memperlebar jarak The Gunners di puncak klasemen menjadi enam poin, memanfaatkan kekalahan mengejutkan Manchester City sehari sebelumnya.
Namun, yang menjadi bintang utama dalam drama 90 menit ini adalah pemain baru Arsenal, Eberechi Eze, yang mencatatkan hat-trick pertamanya untuk klub dan menjadi pemain Arsenal pertama yang mencetak tiga gol melawan Spurs dalam 47 tahun terakhir. Sebuah penampilan debut derby yang benar-benar bersejarah.

Dominasi Awal dan Kecepatan The Gunners
Di hadapan para pendukung tuan rumah yang bergemuruh dan pameran tifo spektakuler sebelum pertandingan, Arsenal segera mengambil kendali permainan. Menghadapi formasi pertahanan lima bek dari manajer Tottenham, Thomas Frank, The Gunners dengan sabar namun intens berusaha meruntuhkan ‘tembok putih’ tim tamu.
Peluang emas pertama datang dari kapten pengganti, Declan Rice, yang menerima umpan cerdik dari Eze, namun tendangan first-time volinya berhasil digagalkan dengan refleks cepat oleh kiper Spurs, Guglielmo Vicario. Hingga pertengahan babak pertama, dominasi Arsenal terlihat jelas dari statistik penguasaan bola dan tembakan ke gawang, meski kebuntuan belum terpecahkan.
Gol pembuka yang layak didapatkan akhirnya tiba pada menit ke-36 melalui sebuah kecerdikan. Gelandang Arsenal, Mikel Merino, yang beroperasi di posisi yang lebih maju, melayangkan umpan lambung yang indah melewati garis pertahanan Tottenham yang tinggi. Leandro Trossard menyambut bola di dalam kotak penalti, mengontrolnya, berbalik, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang mendatar, melewati Vicario dan bersarang di tiang jauh. Skor 1-0 untuk tuan rumah, dan Emirates meledak.
Hat-trick yang Lahir dari Rivalitas

Gol Trossard terbukti menjadi pemantik, dan Tottenham belum sempat menata kembali pertahanan mereka ketika Eberechi Eze mengambil alih panggung. Hanya empat menit berselang (menit ke-40), setelah menerima bola di tepi area penalti, Eze menunjukkan dribbling dan kekuatan kakinya yang menakjubkan. Dengan sentuhan cepat, ia melewati satu bek dan melepaskan tembakan keras mendatar yang tidak bisa dijangkau oleh Vicario. Arsenal unggul 2-0, dan keunggulan tersebut bertahan hingga jeda.
Thomas Frank melakukan perubahan berani di awal babak kedua, beralih ke formasi empat bek untuk mencoba mengejar ketertinggalan. Namun, penyesuaian taktis itu justru menjadi bumerang seketika.
Hanya 35 detik setelah peluit babak kedua dibunyikan, Emirates menyaksikan lagi aksi brilian Eze. Arsenal dengan cepat menekan di lini tengah, dan bola mengalir ke Eze di tepi kotak. Dengan percaya diri yang meluap-luap, ia melepaskan tembakan kuat lagi ke pojok gawang. 3-0, dan pertandingan praktis selesai.
Richarlison Memberi Harapan Semu
Saat sepertinya skor akan membengkak, Tottenham tiba-tiba memberikan respon yang mengejutkan. Pada menit ke-55, dari jarak sekitar 40 meter, penyerang Spurs, Richarlison, melepaskan tembakan spekulatif yang luar biasa. Kiper Arsenal, David Raya, yang berada sedikit jauh dari garis gawangnya, tidak berdaya menyaksikan tendangan lob sensasional itu bersarang di jaringnya. Gol hiburan yang menakjubkan ini merubah skor menjadi 3-1 dan sempat memberikan secercah harapan bagi tim tamu.
Namun, seperti yang terjadi sepanjang sore itu, Arsenal memiliki jawaban, dan jawaban itu bernama Eberechi Eze.
Penutup yang Spektakuler

Menit ke-76, Eze memastikan namanya akan terukir dalam sejarah Derby London Utara. Setelah kerja sama apik di sayap kiri, Leandro Trossard mengirimkan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Eze, yang berdiri bebas, dengan ketenangan seorang veteran menipu bek yang datang sebelum melepaskan penyelesaian melengkung yang mulus ke sudut bawah gawang.
Hat-trick! Selebrasi Eze yang berapi-api menunjukkan signifikansi momen tersebut, tidak hanya untuk karir pribadinya tetapi juga untuk ambisi Arsenal. Skor 4-1 bertahan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini adalah pernyataan yang kuat dari tim asuhan Mikel Arteta. Arsenal mendominasi statistik pertandingan, terutama dalam jumlah tembakan (17 berbanding 3) dan akurasi operan, menunjukkan kontrol penuh mereka di lapangan.
Sementara Arsenal kini unggul enam poin di puncak klasemen, hasil ini menyoroti pekerjaan besar yang menanti Tottenham di bawah Thomas Frank, yang timnya kini tertinggal 11 poin dari rival sekota mereka. Performa Spurs hari itu, terutama di lini pertahanan, akan menjadi perhatian serius bagi para pendukung mereka.
Bagi Arsenal, ini adalah Derby London Utara yang akan dikenang sebagai hari di mana Eberechi Eze ‘melukis London Utara dengan warna merah’ dan mengukuhkan posisi mereka sebagai kandidat terdepan untuk gelar Liga Primer setelah penantian 21 tahun.
Statistik Pertandingan Kunci (Arsenal 4-1 Tottenham):
| Statistik | Arsenal | Tottenham |
| Total Tembakan | 17 | 3 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 8 | 1 |
| Penguasaan Bola | 68% | 32% |
| Akurasi Umpan | 87% | 79% |
| Tendangan Sudut | 4 | 1 |
Penulis : Sandra

