duniabola Lionel Messi telah menorehkan hampir seluruh pencapaian yang bisa diraih dalam sepak bola. Delapan Ballon d’Or, gelar Piala Dunia, Copa America, hingga ratusan gol untuk Argentina menjadi bukti perjalanan luar biasa sang megabintang.
Namun, di balik karier internasional yang telah berlangsung lebih dari dua dekade, masih ada satu catatan unik yang belum pernah dialami Lionel Messi. Kapten Argentina itu belum sekalipun berhadapan dengan Timnas Inggris di level senior.
Kesempatan tersebut akhirnya berpotensi hadir pada semifinal Piala Dunia 2026. Argentina akan menantang Inggris dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit demi memperebutkan satu tempat di partai final.
Laga ini bukan hanya mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia. Bagi Lionel Messi, pertandingan tersebut juga berpeluang menjadi pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sepanjang lebih dari 200 penampilan bersama La Albiceleste.
Mengapa Lionel Messi Belum Pernah Bertemu Inggris?
Messi menjalani debut bersama Timnas Argentina senior pada Agustus 2005 saat usianya baru 18 tahun. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan dan mencetak 125 gol untuk negaranya.
Menariknya, sejak debut Messi, Argentina dan Inggris hanya satu kali saling bertemu. Pertandingan persahabatan itu digelar di Jenewa, hanya beberapa bulan setelah sang bintang menjalani laga internasional pertamanya.
Sayangnya, Messi tidak bisa tampil dalam pertandingan tersebut. Ia sedang menjalani hukuman skorsing setelah menerima kartu merah hanya 30 detik usai masuk sebagai pemain pengganti pada laga debut melawan Hungaria.
Dalam pertandingan tanpa Messi itu, Argentina sempat dua kali unggul. Namun, dua gol Michael Owen pada menit-menit akhir membawa Inggris asuhan Sven-Goran Eriksson menang dramatis dengan skor 3-2.

Semifinal Piala Dunia Jadi Kesempatan Perdana
Kesempatan pertama Messi menghadapi Inggris akhirnya datang hampir 21 tahun kemudian. Argentina memastikan tiket semifinal setelah bangkit dan mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Sempat tertinggal pada laga perempat final, Argentina mampu membalikkan keadaan untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia. Hasil itu sekaligus membuka jalan menuju duel klasik melawan Three Lions.
Apabila turun sejak menit pertama, laga semifinal nanti akan menjadi pertemuan perdana Messi melawan Inggris di level internasional. Momen tersebut menjadi catatan unik dalam perjalanan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Selain mempertaruhkan tiket ke final Piala Dunia 2026, pertandingan itu juga berpotensi mengakhiri penantian panjang Messi untuk menghadapi Inggris. Duel bersejarah tersebut dipastikan menjadi salah satu sorotan terbesar dalam babak semifinal.
Warisan Rivalitas Klasik yang Melegenda
Pertemuan antara Argentina dan Inggris selalu membawa tensi yang lebih tinggi daripada sekadar pertandingan sepak bola biasa. Rivalitas kedua negara berakar kuat dari sejarah panjang di panggung Piala Dunia, mulai dari kontroversi kartu merah Antonio Rattin pada tahun 1966, hingga laga perempat final legendaris tahun 1986. Di Meksiko kala itu, Diego Maradona menghentak dunia lewat dua gol ikoniknya: gol “Tangan Tuhan” yang penuh kontroversi, disusul oleh “Gol Abad Ini” setelah ia melewati separuh skuad Inggris.
Bagi publik Argentina, setiap laga melawan Three Lions adalah pertarungan harga diri. Oleh karena itu, absennya Lionel Messi dalam duel versus Inggris selama lebih dari dua dekade kariernya terasa seperti potongan teka-teki yang hilang. Di level klub, Lionel Messi sebenarnya sudah sering menghadapi tim-tim Inggris di Liga Champions dan memiliki rekor gol yang luar biasa melawan klub-klub Premier League. Namun, mengenakan jersi garis-garis biru-putih khas La Albiceleste melawan seragam putih Inggris akan memberikan atmosfer emosional yang jauh berbeda.

Ujian Taktik dan Ambisi Terakhir Sang Maestro
Di usia yang tidak lagi muda, performa Messi di Piala Dunia 2026 tetap menjadi motor penggerak utama Argentina. Pertandingan semifinal ini diprediksi akan menjadi bentrokan taktik yang sangat menarik. Inggris, yang kini dihuni oleh generasi emas pemain muda berbakat dan dinamis, tentu akan menyiapkan strategi khusus untuk mematikan pergerakan Messi.
Bagi lini pertahanan Inggris, mengawal Lionel Messi adalah tantangan terbesar sekaligus kehormatan. Sementara bagi Lionel Messi sendiri, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa magisnya belum pudar di hadapan salah satu tim dengan kompetisi domestik terbaik di dunia.
“Menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia bukan hanya tentang mencetak sejarah baru bagi Messi secara pribadi, tetapi juga tentang menegaskan dominasi Argentina di kancah global,” ujar salah satu pengamat sepak bola internasional.
Menuju Panggung Final dan Penutup Karier yang Sempurna
Jika Argentina berhasil melewati hadangan Inggris, Lionel Messi tidak hanya akan menghapus rasa penasarannya terhadap Three Lions, tetapi juga membawa negaranya selangkah lebih dekat untuk mempertahankan trofi paling bergengsi di bumi. Keberhasilan mencapai final akan menjadi pembuktian konsistensi luar biasa dari skuad asuhan Lionel Scaloni.
Dunia kini menanti dengan napas tertahan. Apakah pertandingan di babak semifinal ini akan melahirkan drama baru yang akan dikenang sepanjang masa, seperti halnya duel Maradona di tahun 1986? Satu hal yang pasti, peluit pertama ditiupkan di laga semifinal nanti akan menjadi momen bersejarah di mana Lionel Messi akhirnya bisa mencentang satu-satunya kotak kosong yang tersisa dalam daftar panjang perjalanan karier internasionalnya.

