DuniaBola – Timnas Norwegia melanjutkan perjalanan impresif mereka di Piala Dunia 2026 dengan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal pada laga kedua Grup I yang berlangsung di New York New Jersey Stadium. Hasil ini memastikan Norwegia melangkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak tampil di Piala Dunia 1998. Kemenangan tersebut juga semakin mengukuhkan status Erling Haaland sebagai salah satu pemain paling berbahaya di turnamen tahun ini.
Pertandingan mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar. Senegal datang sebagai salah satu wakil Afrika yang diunggulkan, sementara Norwegia berusaha membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap dalam penampilan perdana mereka di Piala Dunia setelah absen selama hampir tiga dekade. Sejak menit pertama, laga berlangsung dengan tempo tinggi dan penuh intensitas.
Senegal Mengawali Laga dengan Percaya Diri

Pada awal pertandingan, Senegal tampil lebih agresif. Sadio Mané, Ismaila Sarr, dan para pemain depan Senegal beberapa kali mencoba membongkar pertahanan. Tim asuhan Aliou Cissé menunjukkan karakter menyerang yang membuat Norwegia kesulitan mengembangkan permainan pada 30 menit pertama.
Meski demikian, lini belakang tim tersebut tampil disiplin. Kiper dan para pemain bertahan mampu meredam sejumlah peluang berbahaya yang diciptakan Senegal. Ketika Senegal gagal memanfaatkan dominasi mereka, Norwegia perlahan mulai menemukan ritme permainan melalui kreativitas Martin Ødegaard di lini tengah.
Pedersen Membuka Jalan Kemenangan

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang tanpa gol di babak pertama, Norwegia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-43. Marcus Holmgren Pedersen yang masuk menggantikan Julian Ryerson memanfaatkan kesalahan lini belakang Senegal untuk mencetak gol pembuka.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Senegal yang sebelumnya terlihat lebih dominan. Norwegia menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 sekaligus memperoleh momentum penting menjelang turun minum.
Haaland Langsung Mengamuk di Babak Kedua

Jika babak pertama menjadi milik Pedersen, maka babak kedua sepenuhnya menjadi panggung bagi Erling Haaland.
Hanya tiga menit setelah jeda, Haaland menggandakan keunggulan Norwegia menjadi 2-0. Penyerang berusia 25 tahun itu menunjukkan insting tajamnya di depan gawang dan membuat para pendukung bergemuruh.
Namun Senegal belum menyerah. Pada menit ke-53, Ismaila Sarr berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Senegal untuk kembali ke dalam pertandingan.
Sayangnya bagi Senegal, Haaland kembali berbicara. Lima menit berselang, tepatnya pada menit ke-58, striker andalan itu mencetak gol keduanya dalam laga ini setelah menerima umpan matang dari rekan-rekannya. Gol tersebut membuat Norwegia kembali unggul dua gol dengan skor 3-1.
Ismaila Sarr Berjuang Hingga Menit Terakhir
Meski tertinggal, Senegal menunjukkan mentalitas luar biasa. Mereka terus menekan dan berusaha mencari celah di pertahanan Norwegia.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Ismaila Sarr mencetak gol keduanya pada menit 90+3. Sayangnya, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menciptakan gol penyama kedudukan.
Peluit panjang berbunyi dengan skor tetap 3-2 untuk kemenangan Norwegia. Meskipun kalah, Senegal tetap mendapatkan apresiasi karena tidak pernah berhenti berjuang hingga detik terakhir pertandingan.
Martin Ødegaard, Sang Arsitek Serangan
Di balik ketajaman Haaland, peran Martin Ødegaard tidak bisa diabaikan. Kapten Norwegia tersebut menjadi motor permainan tim dan terus mengalirkan bola ke lini depan.
Kemampuan Ødegaard mengatur tempo pertandingan membuat Senegal kesulitan mengendalikan lini tengah. Kombinasinya dengan Haaland menjadi salah satu senjata paling mematikan yang dimiliki Norwegia di Piala Dunia 2026.
Keduanya kini menjadi simbol kebangkitan sepak bola Norwegia yang selama bertahun-tahun menunggu kesempatan tampil kembali di panggung terbesar dunia.
Haaland Masuk Persaingan Ketat Sepatu Emas
Tambahan dua gol ke gawang Senegal membuat Haaland telah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan grup. Catatan tersebut membuatnya masuk dalam persaingan perebutan Sepatu Emas bersama sejumlah bintang dunia lainnya.
Saat ini Haaland bersaing dengan pemain-pemain seperti Lionel Messi dan Kylian Mbappé yang juga tampil tajam sepanjang fase grup. Dengan performa yang sedang berada di puncak, peluang Haaland untuk menjadi top skor turnamen terbuka sangat lebar.
Norwegia Menorehkan Sejarah Baru
Kemenangan atas Senegal memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar tambahan tiga poin. Norwegia memastikan diri lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak 1998, sebuah pencapaian bersejarah bagi generasi emas mereka saat ini.
Setelah sebelumnya mengalahkan Irak dengan skor meyakinkan, kemenangan atas Senegal membuat Norwegia mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan tiket ke babak berikutnya tanpa harus menunggu laga terakhir.
Senegal Berada di Ujung Tanduk
Sebaliknya, kekalahan ini membuat Senegal berada dalam posisi sulit. Setelah sebelumnya juga kalah dari Prancis, mereka kini belum mengoleksi poin dari dua pertandingan.
Harapan lolos masih ada, tetapi Senegal wajib meraih kemenangan besar atas Irak pada laga terakhir sambil menunggu hasil pertandingan lain agar dapat bersaing sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Duel Penentuan Juara Grup Menanti
Lolosnya Norwegia membuat perhatian kini tertuju pada pertandingan terakhir Grup I melawan Prancis. Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin sehingga duel tersebut akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase grup karena mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam performa terbaik. Selain menjadi pertarungan perebutan puncak klasemen, laga itu juga dapat menjadi ajang duel para kandidat top skor antara Erling Haaland dan Kylian Mbappé.
Statistik Pertandingan
Norwegia 3-2 Senegal
Pencetak Gol Norwegia
- Marcus Holmgren Pedersen (43′)
- Erling Haaland (48′)
- Erling Haaland (58′)
Pencetak Gol Senegal
- Ismaila Sarr (53′)
- Ismaila Sarr (90+3′)
Grup I Piala Dunia 2026
- Norwegia: 6 poin
- Prancis: 6 poin
- Senegal: 0 poin
- Irak: 0 poin
Dengan Haaland yang sedang ganas di depan gawang, Ødegaard yang mengendalikan permainan, serta kepercayaan diri yang terus meningkat, Norwegia kini mulai dianggap sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Senegal, bukan tidak mungkin tim Skandinavia tersebut akan melangkah jauh dan menciptakan sejarah baru di turnamen ini.

